2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Telah dilakukan pembuatan arang aktif dengan bahan dasar cangkang kerang kapah Meretrix meretrix menggunakan aktivasi fisika dengan pemanasan suhu aktivasi (400, 500 dan 600) oC. Arang yang diaktivasi pada suhu 400 oC digunakan sebagai adsorbat penjerap kadar salinitas (desalinasi). Proses desalinasi dilakukan pada larutan air laut yang telah diencerkan menggunakan aquades dengan metode Shacker. Hasil penelitian menunjukan penurunan kadar salinitas yaitu dari 648 mg/L menjadi 581 mg/L selama 15 menit. Berdasarkan data melalui uji persamaan freundlich hasil serapan cangkang kerang dengan aktivasi suhu 400 oC dapat menurunkan angka salinitas yaitu 155,884 mg/g. Arang aktif cangkang kerang kapah ini dapat dikembangkan sebagai adsorben penurun kadar salinitas untuk desalinasi perairan.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan seberapa dekat hubungan kekerabatan fenetik Ordo Anura di Hutan Kota Tarakan dengan penerapan metode taksimetri serta mendeskripsikanhasil penelitian sebagai sumber belajar. Taksimetri merupakan metode yang digunakan untuk menentukan jauh dekatnya suatu hubungan anatara dua takson hewan secara kuantitatif dengan menggunakan analisis cluster atau analisis kelompok. Penelitian yang digunakan adalah eksploratif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dilakukan dengan cara mengamati ciri morfologi, yang kemudian di analisis menggunakan Software NTSYSpc V2.02i dan hasil penelitian dianalisis secara deskriptif sebagai potensi implementasi pada pembelajaran biologi. Berdasarkan dendogram yang terbentuk diperoleh 5 cluster kekerabatan, cluster pertama Apomorfi A terdiri dari 4 klad dan 2 subklad, cluster kedua Apomorfi B terdiri dari 7 klad dan 3 subklad, cluster ketiga Apomorfi C terdiri dari 2 klad dan 1 subklad, cluster Keempat Apomorfi D terdiri dari 2 klad dan 1 subklad, cluster kelima Apomorfi E terdiri dari 4 klad dan 2 subklad. Hasil analisis indeks similaritas menunjukan cluster pertama Apomorfi A terdapat 2 subklad memiliki nilai similaritas sebesar 91%, cluster kedua Apomorfi B terdapat 3 subklad memiliki nilai similaritas 96% dan 90%, cluster ketiga Apomorfi C terdapat 1 subklad memiliki nilai similaritas 94%, cluster keempat Apomorfi D terdapat 1 subklad memiliki nilai similaritas 94%, cluster kelima Apomorfi E terdapat 2 subklad memiliki nilai similaritas 91%. Hasil analisis keterkaitan penelitian dengan pembelajaran Biologi, terdapat pada materi klasifikasi makhluk hidup kelas X SMA dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.3 dan 4.3. Hasil identifikasi keterkaitan tersebut akan dituangkan menjadi bahan ajar yaitu berupa rencana pelaksanaan pembelajaran, panduan praktikum, dan draft handout.
2020 · Thesis ·
Kegiatan usaha pasti bertujuan untuk mendapatkan laba yang optimal dan dapat berkelanjutan, sehingga perencanaan terhadap laba usaha adalah faktor penting dalam menunjang pencapaian tujuan suatu usaha. Dengan perencanaan yang baik, diharapkan semua aktivitas perusahaan dapat lebih terarah dalam mencapai tujuannya. Perencanaan laba dapat dilakukan dengan menggunakan Analisis Break even Point (BEP). Tujuan penelitian ini adalah 1) Menganalisis pendapatan usaha ternak ayam ras pedaging (Broiler) dalam satu periode. 2) Menganalisis nilai BEP produksi, harga, dan penerimaan ternak ayam ras pedaging (broiler) untuk mencapai titik impas. 3) Untuk mengetahui Margin Of Safety pada usaha ternak ayam ras pedaging (broiler). Penelitian in adalah penelitian studi kasus pada usaha ternak ayam broiler milik Pak Muji di Kelurahan Kampung 4 Kota Tarakan. Analisis data adalah analisis pendapatan, analisis Break Event Point dan Analisis Margin Of Safety.Berdasarkan hasil penelitian yang telah di lakukan menunjukan bahwa besarnya pendapatan yang di peroleh dalam satu periode sebesar Rp. 14.076.814 dan nilai BEP produksi sebesar 2.071 Kg, BEP harga sebesar Rp. 26.545 sedangkan untuk BEP penerimaan sebesar Rp. 59.017.703. Adapun jarak batas keamanan atau Margin Of Safety di dapatkan sebesar 71% atau sebesar 5.112 Kg. Setelah melakukan penelitian ini peneliti menarik kesimpulan bahwa usaha Ternak Ayam Broiler Milik Pak Muji masih berada pada titik keuntungan karena masih di atas Nilai BEP yang ada.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS RISIKO HARGA KOMODITI JAGUNG MANIS (Zea Mays L Saccharata Sturt) DI KELURAHAN JUATA LAUT KECAMATAN TARAKAN UTARA KOTA TARAKAN Abstrak Fluktuasi harga adalah salah satu risiko yang harus dihadapi petani dalam pemasaran hasil usahatani. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi untuk mengatasi risiko harga berdasarkan tingkat risiko yang dihadapi petani. Penelitian risiko harga jagung manis (Zea Mays L Saccharata Sturt) di Kelurahan Juata Laut bertujuan untuk, (1) mengetahui tingkat risiko harga komoditi jagung manis di Kelurahan Juata Laut; (2) mengetahui strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi risiko harga komoditi jagung manis di Kelurahan Juata Laut. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan sensus sampling dengan jumlah responden 50 orang petani jagung manis di Kelurahan Juata Laut. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis risiko harga (CV) dan analisis isi (content analysis). Hasil dari penelitian ini, tingkat risiko harga jagung manis CV = 0,270 0,5 yang berarti risiko kecil yang dihadapi petani jagung manis di kelurahan Juata Laut dengan penjelasan bahwa risiko harga yang dihadapi petani jagung manis di Kelurahan Juata Laut adalah 27% dan harga rata-rata jagung manis yaitu sebesar Rp. 956/kg, sehingga harga setelah risiko yang dihadapi adalah sebesar Rp. 2.586/k. Strategi yang dapat dilakukan untuk menangani risiko harga jagung manis jika risiko harga tinggi adalah dengan cara melakukan pola tanam, mengaktifkan dan mengefektifkan peran kelembagaan kelompok tani, melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap masuknya jagung manis dari luar Tarakan, melakukan diversifikasi tanaman, rotasi tanam dan sistem kontrak.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dari kurikulum bahasa Inggris milik Indonesia dan Filipina untuk kelas 9 tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun ajaran 2019/2020 juga karakteristik khusus lain dari kedua negara. Untuk menerapkan penelitian perbandingan studi kasus, dua sekolah, SMP Frater Don Bosco Tarakan and PSU Integrated Schools-High School, dipilih dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari catatan lapangan, transkrip interview, dan dokumen-dokumen yang berkaitan untuk kemudian dianalisis melewati aktivitas tiga data yang konkuren (pemilahan data, penyajian, dan penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan ada persamaan dan perbedaan antara kedua kurikulum. Persamaan yang pertama yaitu maksud dan tujuan kedua kurikulum adalah ingin meningkatkan keterampilan komunikatif dan literasi bahasa Inggris. Kedua, dilihat dari komponen standar pedagogik, yang serupa terletak pada mode pedagogik, jenis pendekatan pembelajaran, pendekatan pembelajaran formatif (termasuk penilaian formatif), mekanisme umpan balik, tugas, sumber dan teknologi, serta pengaturan tempat duduk. Sebaliknya, kedua kurikulum berbeda dalam hal alokasi waktu dan lingkungan. Kemudian, kedua kurikulum menerapkan penilaian otentik secara holistik, tetapi berbeda dalam mengatur penilaian. Terakhir, teks percakapan interpersonal dan transaksional, dan teks fungsional juga monolog adalah objek pembelajaran kurikulum EFL Indonesia. Sementara objek pembelajaran dari kurikulum ESL Filipina adalah beberapa pilihan Sastra Anglo-Amerika. Beberapa karakteristik khusus dari kedua praktik kurikulum yaitu mengambil keuntungan dari teknologi canggih saat ini, membangun tanggung jawab di antara siswa, menilai sikap siswa secara otentik melalui bukti, dan tidak hanya menilai prestasi akademik berdasarkan nilai tinggi yang diperoleh di dalam kelas.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
YENI RAHMANIA. 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment menggunakan pretest-posttest nonequivalent control group design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian yaitu kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-2 sebagai kelas kontrol. Variabel yang diukur yaitu kemampuan berpikir kritis siswa. Pengumpulan data menggunakan instrumen tes berbentuk uraian dan lembar observasi. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai rata-rata posttest kemampuan berpikir kritis kelas eksperimen yaitu 50,08 sedangkan kelas control yaitu 48,54. Hasil uji Independent Sample t Test pada taraf signifikansi (α) 0,05 diperoleh nilai t hitung sebesar 0,521 sedangkan t tabel sebesar 2,003 yang berarti t hitung t tabel, sehingga H0 diterima. Hal ini menunjukkan tidak ada perbedaan kemampuan berpikir kritis yang signifikan antara kelas eksperimen yang menggunakan model Problem Based learning dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran Direct Instruction sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh model Problem Based learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan. Beberapa hal yang dapat menjadi penyebab tidak adanya pengaruh perlakuan dalam penelitian ini, diantaranya: penerapan model Problem Based Learning masih tergolong pengalaman belajar yang baru bagi siswa, siswa kurang aktif selama berdiskusi, sumber informasi yang terbatas, siswa belum terbiasa mengerjakan soal berpikir kritis dan waktu perlakuan yang tergolong singkat.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Ikan nila (Oreochromis niloticus) salah satu komoditas perikanan yang digemari masyarakat karena rasa dagingnya enak dan tebal seperti ikan kakap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bakteri EM4 pada media akuaponik kangkung terhadap laju pertumbuhan ikan nila (O. niloticus). Penelitian terdiri dari tiga perlakuan dan 3 ulangan yaitu perlakuan kontrol, akuaponik tanpa EM4 dan akuaponik dengan menggunakan EM4 (0.04 mg/L). Hasil yang diperoleh menunjukkan kelangsungan hidup berkisar (80-73,33 %) untuk semua perlakuan. Nilai pertumbuhan berat mutlak pada perlakuan kontrol, sebesar 2,48 g, perlakuan akuaponik tanpa EM4 sebesar 4,01 g, dan perlakuan akuaponik penggunaan EM4 sebesar 1,25 g. Pertumbuhan panjang mutlak pada perlakuan kontrol sebesar 0,94 cm, perlakuan akuaponik tanpa EM4, sebesar 0,86 cm dan perlakuan akuaponik penggunaan EM4 sebesar 0,74 cm. Data parameter kualitas air selama penelitian menunjukkan suhu berkisar antara 26-31°C, oksigen terlarut (DO) berkisar antara 5.626.23 ppm, pH berkisar 6.7-7.9, kadar amoniak berkisar 1,09-1,58 mg/L, nitrit berkisar antara 1.83-2.17 mg/L, dan nitrat berkisar antara 0.81-1.37 mg/L. Kesimpulan menunjukkan bahwa laju pertumbuhan tertinggi diperoleh pada perlakuan akuaponik tanpa pemberian EM4, yaitu sebesar 4,01 g.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dari kurikulum bahasa Inggris milik Indonesia dan Filipina untuk kelas 9 tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun ajaran 2019/2020 juga karakteristik khusus lain dari kedua negara. Untuk menerapkan penelitian perbandingan studi kasus, dua sekolah, SMP Frater Don Bosco Tarakan and PSU Integrated Schools-High School, dipilih dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari catatan lapangan, transkrip interview, dan dokumen-dokumen yang berkaitan untuk kemudian dianalisis melewati aktivitas tiga data yang konkuren (pemilahan data, penyajian, dan penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan ada persamaan dan perbedaan antara kedua kurikulum. Persamaan yang pertama yaitu maksud dan tujuan kedua kurikulum adalah ingin meningkatkan keterampilan komunikatif dan literasi bahasa Inggris. Kedua, dilihat dari komponen standar pedagogik, yang serupa terletak pada mode pedagogik, jenis pendekatan pembelajaran, pendekatan pembelajaran formatif (termasuk penilaian formatif), mekanisme umpan balik, tugas, sumber dan teknologi, serta pengaturan tempat duduk. Sebaliknya, kedua kurikulum berbeda dalam hal alokasi waktu dan lingkungan. Kemudian, kedua kurikulum menerapkan penilaian otentik secara holistik, tetapi berbeda dalam mengatur penilaian. Terakhir, teks percakapan interpersonal dan transaksional, dan teks fungsional juga monolog adalah objek pembelajaran kurikulum EFL Indonesia. Sementara objek pembelajaran dari kurikulum ESL Filipina adalah beberapa pilihan Sastra Anglo-Amerika. Beberapa karakteristik khusus dari kedua praktik kurikulum yaitu mengambil keuntungan dari teknologi canggih saat ini, membangun tanggung jawab di antara siswa, menilai sikap siswa secara otentik melalui bukti, dan tidak hanya menilai prestasi akademik berdasarkan nilai tinggi yang diperoleh di dalam kelas.
2020 · Thesis ·
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan di SMP Negeri 12 Tarakan pada kelas VIII-1. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar dan hasil belajar matematika siswa melalui pendekatan Realistic Mathematics Education (RME). Penelitian dilaksanakan pada tanggal 11 Oktober 2019-26 Oktober 2019 di SMP Negeri 12 Tarakan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-1 SMP Negeri 12 Tarakan, yaitu 25 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi keaktifan belajar dan instrumen tes hasil belajar matematika siswa. Teknik analisis data yang digunakan, yaitu analisis data keterlaksanaan pembelajaran guru, keaktifan belajar, dan hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, yang terdiri dari 3 pertemuan pada setiap siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keaktifan belajar siswa pada siklus I sebanyak 17 siswa atau sebesar 68% siswa berada pada kategori cukup. Pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 22 siswa atau sebesar 88% siswa berada pada kategori sangat tinggi. Sedangkan hasil belajar matematika siswa pada siklus I memiliki rata-rata sebesar 53 dengan ketuntasan klasikal 52% siswa berada pada kategori rendah. Hasil belajar matematika siswa pada siklus II mengalami peningkatan rata-rata menjadi 79 dengan ketuntasan kalsikal 76% siswa berada pada kategori tinggi. Keaktifan belajar siswa dari siklus I ke siklus II meningkat sebanyak 5 siswa atau 20%. Ketuntasan klasikal hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II meningkat dengan rata-rata sebesar 26 atau 24% Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dapat meningkatkan keaktifan belajar dan hasil belajar matematika siswa pada kelas VIII-1 SMP Negeri 12 Tarakan.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Ikan nila (Oreochromis niloticus) salah satu komoditas perikanan yang digemari masyarakat karena rasa dagingnya enak dan tebal seperti ikan kakap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bakteri EM4 pada media akuaponik kangkung terhadap laju pertumbuhan ikan nila (O. niloticus). Penelitian terdiri dari tiga perlakuan dan 3 ulangan yaitu perlakuan kontrol, akuaponik tanpa EM4 dan akuaponik dengan menggunakan EM4 (0.04 mg/L). Hasil yang diperoleh menunjukkan kelangsungan hidup berkisar (80-73,33 %) untuk semua perlakuan. Nilai pertumbuhan berat mutlak pada perlakuan kontrol, sebesar 2,48 g, perlakuan akuaponik tanpa EM4 sebesar 4,01 g, dan perlakuan akuaponik penggunaan EM4 sebesar 1,25 g. Pertumbuhan panjang mutlak pada perlakuan kontrol sebesar 0,94 cm, perlakuan akuaponik tanpa EM4, sebesar 0,86 cm dan perlakuan akuaponik penggunaan EM4 sebesar 0,74 cm. Data parameter kualitas air selama penelitian menunjukkan suhu berkisar antara 26-31°C, oksigen terlarut (DO) berkisar antara 5.626.23 ppm, pH berkisar 6.7-7.9, kadar amoniak berkisar 1,09-1,58 mg/L, nitrit berkisar antara 1.83-2.17 mg/L, dan nitrat berkisar antara 0.81-1.37 mg/L. Kesimpulan menunjukkan bahwa laju pertumbuhan tertinggi diperoleh pada perlakuan akuaponik tanpa pemberian EM4, yaitu sebesar 4,01 g.
2019 · Thesis ·
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan membaca permulaan dengan menerapkan Strategi Pembelajaran Know-Want To Know-Learned (KWL) Berbantuan Media Buku Cerita Bergambar Dengan Metode Bunyi. Jenis penelitian ialah eksperimen semu yang dilaksanakan pada semester ganjil TA 2019/2020. Dengan populasi siswa kelas II dan sampel yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas II-B sebagai kelas eksperimen dan kelas II-A sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan membaca permulaan dengan menerapkan Strategi Pembelajaran Know-Want To Know-Learned (KWL) berbantuan Media Buku Cerita Bergambar dengan Metode Bunyi. Hasil uji coba independent sample t-test pada kemampuan membaca permulaan diperoleh thitung = 2,216 pada taraf signifikansi 0,05 dan df = 54, diperoleh ttabel = 2,004 berarti thitung > ttabel. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan membaca permulaan dengan menerapkan strategi pembelajaran Know-Want To Know-Learned (KWL) berbantuan media buku cerita bergambar dengan metode bunyi di kelas II SDN 006 Tarakan.
2019 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abdur Rahman Hamzah, Fakultas Hukum Universitas Borneo Tarakan, NPM. 14.501010.044, dengan judul “Pembinaan Terhadap Narapidana Lanjut Usia di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kota Tarakan”, dengan Pembimbing I, Bapak Mansyur, S.H., M.H dan Pembimbing II, Arif Rohman, S.HI., LL.M Lanjut Usia merupakan warga binaan pemasyarakatan yang harus diberikan perhatian dan pembinaan yang intensif secara khusus karena kondisi narapidana lanjut usia yang telah mengalami kemunduran mental dan fisik berbeda dengan narapidana muda/remaja. Kebijakan khusus yang diberikan kepada para lanjut usia didasari oleh Undang-undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia, yang ingin ditekankan oleh instrumen ini adalah perlakuan spesifik terhadap kebutuhan kelompok lansia terhadap tindakantindakan diskriminatif terlebih jika berdampak pada kesejahteraan sosial lansia itu sendiri. Permasalahan diatas menimbulkan isu hukum mengenai mekanisme pembinaan narapidana lansia dalam melaksanakan hukuman pada Lapas Kelas II Tarakan serta hambatan-hambatan pembinaan narapidana lansia dalam pelaksanaan hukuman pada Lapas Kelas II A Tarakan. Isu hukum ini diteliti menggunakan metode dengan Tipe Penelitian Hukum Empiris dan Pendekatan Peraturan Perundang-undangan (Statue Approach) serta Pendekatan Konseptual (Conceptual Approach). Pada akhir penelitian ini penulis menarik kesimpulan bahwa Pembinaan Narapidana Lanjut Usia di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Tarakan belum dilaksanakan sepenuhnya sebagaimana ditentukan menurut Undang-undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia sehingga pembinaan narapidana lansia tersebut belum berjalan secara efektif dan efesien serta pada pelaksanaan pembinaan narapidana lanjut usia masih mengalami banyak kendala. Baik dari narapidana itu sendiri, narapidana lanjut usia, sarana dan prasarana pembinaan yang tidak memadai, over kapasitas, tidak adanya tenaga profesional, petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Tarakan yang masih kurang, serta kurangnya anggaran sehingga kualitas pembinaan yang dilakukan tidak optimal. Selain itu dalam pelaksanaan pembinaan narapidana lanjut usia, agar menggunakan pola/metode kegiatan yang lebih kreatif, inovatif, dan humanis agar tidak merasa bosan dan malas dalam mengikuti kegiatan tersebut serta Hambatan-hambatan Pembinaan Narapidana Lansia dalam pelaksanaan hukuman pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Tarakan, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Hukum dan HAM harus memperhatikan kondisi semua Lembaga Pemasyarakatan terkhusus Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Tarakan.