2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Slang is a variation of language commonly used in informal communication and frequently encountered in film dialogue. This research aimed to analyze the types of slang, both denotative and connotative meanings, used in the "Imaginary Friends (IF)" movie. This researcher employed a descriptive qualitative approach using content analysis as the research method. The theory proposed by Allan and Burridge (2006) was applied to classify the types of slang. The results showed that there were 27 slang expressions in the movie. The most dominant types of slang were flippant type with 10 expressions, fresh and creative type with 9 expressions, followed by clipping type with 4 expressions and imitative type with 4 expressions, meanwhile expressions of acronym were not found. Based on a semantic analysis, 19 expressions had connotative meanings and 8 expressions had denotative meanings. The connotative meanings consisted of 14 negative connotations and 5 positive connotations, meanwhile the denotative meanings consisted of 4 positive denotations and 4 negative denotations. These findings indicated that slang in the "Imaginary Friends" movie was used more to convey implicit meanings, emotions, and attitudes than literal meanings, thereby enhancing character expression and the context of the conversation. The finding of this study was expected to contribute to sociolinguistic and semantic research, and serve as a reference for students, educators, and future researchers in understanding and analyzing the use of slang in audiovisual media, particularly films.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
HUBUNGAN POTENSI LINGKUNGAN DAN PERILAKU TIDAK AMAN TERHADAP KEJADIAN TERTUSUK JARUM DAN BENDA TAJAM PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT ABSTRAK Kejadian tertusuk jarum dan benda tajam merupakan salah satu kecelakaan kerja yang sering dialami perawat. Kejadian ini dapat dipengaruhi oleh potensi lingkungan kerja yang tidak aman maupun perilaku tidak aman dalam menangani jarum suntik dan benda tajam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan potensi lingkungan kerja tidak aman dan perilaku tidak aman terhadap kejadian tertusuk jarum dan benda tajam pada perawat di salah satu rumah sakit di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain crosssectional. Sampel berjumlah 319 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner kejadian tertusuk jarum dan benda tajam, kuesioner potensi lingkungan tidak aman, serta kuesioner perilaku tidak aman, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji koefisien kontingensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 98 perawat (30,7%) pernah mengalami kejadian tertusuk jarum dan benda tajam dalam lima tahun terakhir. Penyebab tersering adalah jarum suntik (48,9%), lokasi cedera paling banyak pada jari tangan (93,9%), dan kegiatan yang paling sering menimbulkan cedera adalah mematahkan ampul (31,7%). Sebanyak 74 perawat (23,2%) menyatakan lingkungan kerjanya tidak aman, sedangkan 287 perawat (90%) masih melakukan perilaku tidak aman. Hasil uji bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara potensi lingkungan kerja tidak aman dengan kejadian tertusuk jarum dan benda tajam (p = 0,716). Sebaliknya, terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku tidak aman dengan kejadian tersebut (p = 0,018) dengan arah korelasi positif, yaitu semakin tinggi perilaku tidak aman maka semakin tinggi peluang terjadinya kejadian tertusuk jarum dan benda tajam. Kesimpulan penelitian ini adalah perilaku tidak aman berperan sebagai faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian tertusuk jarum dan benda tajam pada perawat, sedangkan potensi lingkungan kerja tidak aman belum terbukti menjadi faktor penentu utama.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Abstrak Kesadaran lingkungan merupakan aspek penting dalam membentuk karakter dan perilaku peduli lingkungan, terutama pada siswa SMP yang bersekolah di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan profil kesadaran lingkungan siswa SMP di wilayah pesisir Kota Tarakan ditinjau dari aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik survei. Sampel penelitian berjumlah 76 siswa kelas VIII dari SMP Negeri 10 Tarakan dan SMP Negeri 12 Tarakan. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert empat pilihan jawaban dan observasi sebagai data pendukung. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa mean, standar deviasi, frekuensi, persentase, dan kategorisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek pengetahuan didominasi kategori sedang sebesar 73,68%, rendah 17,11%, dan tinggi 9,21%. Aspek sikap didominasi kategori sedang sebesar 61,84%, rendah 22,37%, dan tinggi 15,79%. Aspek tindakan didominasi kategori sedang sebesar 65,79%, rendah 13,16%, dan tinggi 21,05%. Berdasarkan ketiga aspek tersebut, profil kesadaran lingkungan siswa SMP di wilayah pesisir Kota Tarakan berada pada kategori sedang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kesadaran lingkungan siswa telah terbentuk, tetapi masih perlu diperkuat agar berkembang secara lebih optimal melalui pembelajaran IPA yang kontekstual dan pembiasaan perilaku peduli lingkungan di sekolah.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Kesadaran lingkungan merupakan aspek penting dalam membentuk karakter dan perilaku peduli lingkungan, terutama pada siswa SMP yang bersekolah di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan profil kesadaran lingkungan siswa SMP di wilayah pesisir Kota Tarakan ditinjau dari aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik survei. Sampel penelitian berjumlah 76 siswa kelas VIII dari SMP Negeri 10 Tarakan dan SMP Negeri 12 Tarakan. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert empat pilihan jawaban dan observasi sebagai data pendukung. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa mean, standar deviasi, frekuensi, persentase, dan kategorisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek pengetahuan didominasi kategori sedang sebesar 73,68%, rendah 17,11%, dan tinggi 9,21%. Aspek sikap didominasi kategori sedang sebesar 61,84%, rendah 22,37%, dan tinggi 15,79%. Aspek tindakan didominasi kategori sedang sebesar 65,79%, rendah 13,16%, dan tinggi 21,05%. Berdasarkan ketiga aspek tersebut, profil kesadaran lingkungan siswa SMP di wilayah pesisir Kota Tarakan berada pada kategori sedang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kesadaran lingkungan siswa telah terbentuk, tetapi masih perlu diperkuat agar berkembang secara lebih optimal melalui pembelajaran IPA yang kontekstual dan pembiasaan perilaku peduli lingkungan di sekolah.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
HUBUNGAN POTENSI LINGKUNGAN DAN PERILAKU TIDAK AMAN TERHADAP KEJADIAN TERTUSUK JARUM DAN BENDA TAJAM PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT ABSTRAK Kejadian tertusuk jarum dan benda tajam merupakan salah satu kecelakaan kerja yang sering dialami perawat. Kejadian ini dapat dipengaruhi oleh potensi lingkungan kerja yang tidak aman maupun perilaku tidak aman dalam menangani jarum suntik dan benda tajam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan potensi lingkungan kerja tidak aman dan perilaku tidak aman terhadap kejadian tertusuk jarum dan benda tajam pada perawat di salah satu rumah sakit di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain crosssectional. Sampel berjumlah 319 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner kejadian tertusuk jarum dan benda tajam, kuesioner potensi lingkungan tidak aman, serta kuesioner perilaku tidak aman, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji koefisien kontingensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 98 perawat (30,7%) pernah mengalami kejadian tertusuk jarum dan benda tajam dalam lima tahun terakhir. Penyebab tersering adalah jarum suntik (48,9%), lokasi cedera paling banyak pada jari tangan (93,9%), dan kegiatan yang paling sering menimbulkan cedera adalah mematahkan ampul (31,7%). Sebanyak 74 perawat (23,2%) menyatakan lingkungan kerjanya tidak aman, sedangkan 287 perawat (90%) masih melakukan perilaku tidak aman. Hasil uji bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara potensi lingkungan kerja tidak aman dengan kejadian tertusuk jarum dan benda tajam (p = 0,716). Sebaliknya, terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku tidak aman dengan kejadian tersebut (p = 0,018) dengan arah korelasi positif, yaitu semakin tinggi perilaku tidak aman maka semakin tinggi peluang terjadinya kejadian tertusuk jarum dan benda tajam. Kesimpulan penelitian ini adalah perilaku tidak aman berperan sebagai faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian tertusuk jarum dan benda tajam pada perawat, sedangkan potensi lingkungan kerja tidak aman belum terbukti menjadi faktor penentu utama.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Slang is a variation of language commonly used in informal communication and frequently encountered in film dialogue. This research aimed to analyze the types of slang, both denotative and connotative meanings, used in the "Imaginary Friends (IF)" movie. This researcher employed a descriptive qualitative approach using content analysis as the research method. The theory proposed by Allan and Burridge (2006) was applied to classify the types of slang. The results showed that there were 27 slang expressions in the movie. The most dominant types of slang were flippant type with 10 expressions, fresh and creative type with 9 expressions, followed by clipping type with 4 expressions and imitative type with 4 expressions, meanwhile expressions of acronym were not found. Based on a semantic analysis, 19 expressions had connotative meanings and 8 expressions had denotative meanings. The connotative meanings consisted of 14 negative connotations and 5 positive connotations, meanwhile the denotative meanings consisted of 4 positive denotations and 4 negative denotations. These findings indicated that slang in the "Imaginary Friends" movie was used more to convey implicit meanings, emotions, and attitudes than literal meanings, thereby enhancing character expression and the context of the conversation. The finding of this study was expected to contribute to sociolinguistic and semantic research, and serve as a reference for students, educators, and future researchers in understanding and analyzing the use of slang in audiovisual media, particularly films.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan aktivitas serangga dikelompokkan menjadi serangga diurnal dan nokturnal. serangga nokturnal merupakan serangga yang aktif pada malam hari dan memiliki kemampuan pendengaran, penciuman dan penglihatan yang sangat tajam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman serangga nokturnal dan peranannya di area pertanian Kota Tarakan. Proses pengambilan sampel dilakukan menggunakan perangkap Light trap dan Pitfal trap. Analisis indeks keanekaragaman (H’) menggunakan rumus Shannon-Wiener. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 9 jenis ordo yang terdiri dari 18 jenis famili, sebanyak 9 famili bersifat hama, 6 famili bersifat predator, 2 famili bersifat dekomposer dan 1 famili bersifat polinator. Hasil dari nilai indeks keanekaragaman serangga di Area Pertanian Kota Tarakan pada stasiun 1 dengan jebakan Light trap putih yaitu H’: 1,36, lampu biru H’: 1,00, dan pada pitfal trap H’: 1,02. Sedangkan pada stasiun 2 pada jebakan Light trap putih H’: 1,51, lampu biru H’: 1,28, dan pada pitfal trap H’: 1,22. Nilai ini termasuk kategori sedang, hal ini menunjukkan bahwa kondisi lingkungan di area pertanian masih cukup stabil. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar mata kuliah entomologi khususnya pada materi ekologi dan perilaku serangga, serta klasifikasi serangga.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Berdasarkan aktivitas serangga dikelompokkan menjadi serangga diurnal dan nokturnal. serangga nokturnal merupakan serangga yang aktif pada malam hari dan memiliki kemampuan pendengaran, penciuman dan penglihatan yang sangat tajam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman serangga nokturnal dan peranannya di area pertanian Kota Tarakan. Proses pengambilan sampel dilakukan menggunakan perangkap Light trap dan Pitfal trap. Analisis indeks keanekaragaman (H’) menggunakan rumus Shannon-Wiener. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 9 jenis ordo yang terdiri dari 18 jenis famili, sebanyak 9 famili bersifat hama, 6 famili bersifat predator, 2 famili bersifat dekomposer dan 1 famili bersifat polinator. Hasil dari nilai indeks keanekaragaman serangga di Area Pertanian Kota Tarakan pada stasiun 1 dengan jebakan Light trap putih yaitu H’: 1,36, lampu biru H’: 1,00, dan pada pitfal trap H’: 1,02. Sedangkan pada stasiun 2 pada jebakan Light trap putih H’: 1,51, lampu biru H’: 1,28, dan pada pitfal trap H’: 1,22. Nilai ini termasuk kategori sedang, hal ini menunjukkan bahwa kondisi lingkungan di area pertanian masih cukup stabil. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar mata kuliah entomologi khususnya pada materi ekologi dan perilaku serangga, serta klasifikasi serangga.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
EFEKTIVITAS INVESTASI TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO PROVINSI KALIMANTAN UTARA Pitria Ema Lencang Agus Tri Darmawanto, S.E., M.E Tujuan penelitian ini adalah yaitu untuk mengetahui seberapa besar nilai efektivitas Investasi terhadap PDRB diKabupaten/Kota Kalimantan Utara. Periode yang digunakan dalam penelitian ini dimulai dari tahun 2010-2023. Penelitian ini ialah penelitian data panel dengan objek penelitian yaitu Investasi Modal Tetap Bruto dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Kalimantan Utara. Data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data sekunder. Alat analisis yang digunakan adalah analisis Incremental Capital Output Ratio (ICOR). Berdasarkan hasil analisis ICOR sebesar 3,77. Artinya untuk meningkatkan 1 unit output dibutuhkan tambahan modal sebesar Rp.3,77. Yang berarti bahwa untuk memperoleh pembentukan PDRB Rp.100 Miliar maka dibutuhkan investasi sebesar Rp. 377 Miliar. Nilai ICOR sebesar 3,77 menunjukkan investasi dalam angka yang efektif terhadap PDRB Provinsi Kalimantan Utara. Sehingga kemungkinan investasi telah menghasilkan output secara optimal atau bisa dikatakan investasi yang diberikan telah efektif terhadap pembentukan PDRB di Provinsi Kalimantan Utara. Kata kunci : Investasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM, Incremental Capital Output Ratio (ICOR), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
AAAA
2024 · Thesis ·
AAAA
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
EFEKTIVITAS INVESTASI TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO PROVINSI KALIMANTAN UTARA Pitria Ema Lencang Agus Tri Darmawanto, S.E., M.E Tujuan penelitian ini adalah yaitu untuk mengetahui seberapa besar nilai efektivitas Investasi terhadap PDRB diKabupaten/Kota Kalimantan Utara. Periode yang digunakan dalam penelitian ini dimulai dari tahun 2010-2023. Penelitian ini ialah penelitian data panel dengan objek penelitian yaitu Investasi Modal Tetap Bruto dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Kalimantan Utara. Data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data sekunder. Alat analisis yang digunakan adalah analisis Incremental Capital Output Ratio (ICOR). Berdasarkan hasil analisis ICOR sebesar 3,77. Artinya untuk meningkatkan 1 unit output dibutuhkan tambahan modal sebesar Rp.3,77. Yang berarti bahwa untuk memperoleh pembentukan PDRB Rp.100 Miliar maka dibutuhkan investasi sebesar Rp. 377 Miliar. Nilai ICOR sebesar 3,77 menunjukkan investasi dalam angka yang efektif terhadap PDRB Provinsi Kalimantan Utara. Sehingga kemungkinan investasi telah menghasilkan output secara optimal atau bisa dikatakan investasi yang diberikan telah efektif terhadap pembentukan PDRB di Provinsi Kalimantan Utara. Kata kunci : Investasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM, Incremental Capital Output Ratio (ICOR), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN KOMUNIKASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN (STUDI KASUS PADA KARYAWAN CORE JOINTER PT. IDEC ABADI WOOD INDUSTRIES TARAKAN) Sapitri Handayani Kaujan, S.E., M.M Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh disiplin kerja dan komunikasi terhadap kinerja karyawan (studi kasus pada karyawan core jointer PT. Idec Abadi Wood Industries Tarakan) Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan teknik pengambilan data melalui penyebaran kuesioner dan wawancara. Populasi pada penelitian ini berjumlah 86 orang dan sampel yang diambil adalah seluruh karyawan pada Bidang Core Jointer. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling dengan menggunakan seluruh populasi yang ada sebagai sampel. Metode analisis data yang dipakai adalah regresi linier berganda. Teknik ini dipakai untuk mengetahui besarnya pengaruh disiplin kerja, dan komunikasi terhadap kinerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa disiplin kerja berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja dan komnikasi justru memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pada karyawan bagian core jointer . PT. Idec Abadi Wood Industries Tarakan.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dalam penelitian ini bertujuan untuk melihat kemampuan membaca cepat pada teks eksplanasi siswa SMP Negeri 2 Tanjung Palas tahun ajaran 2019/2020. Penelitian ini merupakan penelitian kelas, yaitu penelitian untuk mengetahui membaca cepat siswa dalam pembelajaran di kelas. Penelitian ini dilakukan di bulan Desember tahun 2019. Pencapaian dalam penelitian ini adalah ingin mengetahui kemampuan membaca cepat pada teks Eksplanasi siswa SMP Negeri 2 Tanjung Palas dengan jumlah siswa 23 siswa, yaitu 15 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan. Berdasarkan rumusan masalah, hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan peneliti bahwa siswa SMP Negeri 2 Tanjung Palas tahun ajaran 2019/2020 memiliki pencapaian kemampuan membaca cepat mencapai nilai 74,60 dengan predikat Baik (B). hal ini dapat dilihat dari pencapaian setiap aspek yang di amati oleh peneliti. Berdasarkan aspek yang di amati dari hasil analisis kemampuam membaca cepat pada teks eksplanasi siswa SMP Negeri 2 Tanjung Palas oleh peneliti dari 4 aspek yang meliputi aspek waktu baca dengan pencapaian nilai 94,59 dengan katagori sangat baik (A) (80-100), aspek intonasi dengan pencapaian nilai 93,24 dengan katagori sangat baik (A) (80-100), selanjutnya pada aspek kefasihan membaca dengan pencapaian nilai 91,89 dengan kategori sangat baik (A) (80-100), aspek yang terakhir ketautan pada tanda baca dengan pencapaian nilai 77,02 dengan kategori baik (B) (66-79).