Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

AISYAH

94 karya publik ditemukan.

2026: 232025: 222024: 172023: 82022: 112021: 62020: 6

PERAN KEJAKSAAN DALAM PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU PERDAGANGAN ORANG (Studi Kasus Putusan Nomor 213/Pid.Sus/2021/PN Tar)

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait Peran Kejaksaan Dalam Penegakan Hukum Terhadap Pelaku Perdagangan Orang (Studi Kasus Putusan Nomor 213/Pid.Sus/2021/PN Tar). Pertama, Peran Kejaksaan dalam penegakan hukum terhadap pelaku perdagangan orang dan kedua, faktor penghambat yang dihadapi oleh kejaksaan dalam penanganan kasus tindak pidana perdagangan orang. Metode penelitian menggunakan metode normatif dan pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni pendekatan Undang-Undang, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer yang didapatkan dari peraturan perundang-undangan yang terkait dengan masalah yang diteliti, dan data sekunder yang diperoleh dari buku yang ditulis oleh para ahli bidang hukum pidana, hasil karya ilmiah di bidang hukum dan hasil penelitian yang berkaitan dengan peran kejaksaan dan tindak pidana perdagangan orang serta kamus, ensiklopedia, dan indeks. Hasil dari penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa : pertama, Kejaksaan memiliki peran terhadap pelaku tindak pidana dimulai dari tahap pra penuntutan dan penuntutan pada saat persidangan. Tahapan pada proses pra penuntutan yakni membuat surat rencana dakwaan (rendak) setelah menerima berkas dari penyidik, membuat checklist sebagai dasar penelitian berkas perkara untuk menyatakan P-18, P-19 atau P-21. Pada proses penuntutan di persidangan, jaksa menghadirkan terdakwa di muka persidangan dan melalui tahapan persidangan untuk memenuhi syarat formil dan materil seseorang dapat dipidana. Berdasarkan putusan Nomor 213/Pid.Sus/2021/PN Tar, seluruh unsur materiil telah terpenuhi, namun terhadap unsur formilnya ada yang belum dipenuhi oleh jaksa penuntut umum yakni memasukkan restitusi pada surat tuntutan. Kedua, faktor penghambat yang dialami oleh kejaksaan yaitu lamanya proses bolak balik berkas perkara akibat penyidik kesulitan memenuhi petunjuk dari Kejaksaan, Penuntut Umum kesulitan untuk menghadirkan saksi korban maupun saksi akibat dari lokasi para saksi berada diluar daerah dan sulit untuk dihubungi mengakibatkan proses sidang menjadi lama, dan Perhitungan restitusi mengalami kesulitan karena tidak adanya Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) di Kota Tarakan.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETAHANAN RANTAI PASOKAN PADA USAHA KEDAI-KEDAI KOPI DI KOTA TARAKAN

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh faktor-faktor rantai pasokan yang terdiri dari visibilitas, berbagi informasi, budaya manajemen risiko, dan ketidakpastian perilaku terhadap ketahanan rantai pasokan. Survei menggunakan kuesioner dilakukan pada 50 usaha kedai-kedai kopi di Kota Tarakan dengan teknik purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya manajemen risiko dan berbagi informasi berpengaruh positif signifikan terhadap ketahanan rantai pasokan. Sementara, ketidakpastian perilaku tidak berpengaruh terhadap ketahanan rantai pasokan. Menariknya, ditemukan bahwa visibilitas berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap ketahanan rantai pasokan.

Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Pengguna Jasa Automated Teller Machine (ATM) yang Mengalami Kerugian Karena Terjadi Mutasi Dana Pada Rekening Nasabah

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif pendekatan yang digunakan adalah pendekatan undang-undang dan pendekatan konseptual. Penelitian ini dengan menggunakan tiga bahan hukum yaitu bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Bahan huk primer yaitu peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penelitian ini. Bahan hukum sekunder yaitu literatur yang berkaitan dengan penelitian yang dibahas, serta bahan hukum tersier. Hasil studi menunjukan bahwa Apabila terjadi kesalahan mutasi dana dalam mesin ATM merupakan kelalaian pihak Bank, maka pihak bank mempunyai kewajiban untuk memberikan ganti kerugian kepada nasabah, serta pihak bank tidak melakukan kegiatan dengan menerapkan prinsip kehati-hatian sebagaimana diatur dalah UU Perbankan. Ketentuan mengenai besar ganti-rugi yang harus di berikan oleh pihak bank tidak di atur didalam Undang-Undang No.10 Tahun 1998 tentang Perbankan. Untuk menentukan besarnya ganti kerugian berdasarkan atas perjanjian yang telah Pihak bank dengan nasabah. Perjanjian yang dimaksud adalah perjanjian mengenai penggunaan produk dan fasilitas perbankan, dimana pihak nasabah sepakat menggunakan fasilitas bank yaitu kartu ATM. Mengingat asas perjanjian kepastian hukum atau asas sunt servanda yang berarti perjanjian yang dibuat harus ditaati dan dipatuhi serta di anggap sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya. Upaya penyelesaian jika terjadi transaksi melalui ATM yang merugikan nasabah adalah dapat dilakukan melalui dua jalur, yaitu jalur di luar peradilan (non litigasi) dan jalur peradilan (litigasi). Jalur di luar peradilan meliputi mediasi, konsiliasi, dan arbitrase yang merupakan bentuk penyelesaian sengketa yang dibebankan menjadi tugas Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Sedangkan penyelesaian melalui peradilan dilakukan dengan mengajukan gugatan dengan alas hak wanprestasi maupun perbuatan melawan hukum.

Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Pengguna Jasa Automated Teller Machine (ATM) yang Mengalami Kerugian Karena Terjadi Mutasi Dana Pada Rekening Nasabah

2021 · Thesis ·

Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif pendekatan yang digunakan adalah pendekatan undang-undang dan pendekatan konseptual. Penelitian ini dengan menggunakan tiga bahan hukum yaitu bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Bahan huk primer yaitu peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penelitian ini. Bahan hukum sekunder yaitu literatur yang berkaitan dengan penelitian yang dibahas, serta bahan hukum tersier. Hasil studi menunjukan bahwa Apabila terjadi kesalahan mutasi dana dalam mesin ATM merupakan kelalaian pihak Bank, maka pihak bank mempunyai kewajiban untuk memberikan ganti kerugian kepada nasabah, serta pihak bank tidak melakukan kegiatan dengan menerapkan prinsip kehati-hatian sebagaimana diatur dalah UU Perbankan. Ketentuan mengenai besar ganti-rugi yang harus di berikan oleh pihak bank tidak di atur didalam Undang-Undang No.10 Tahun 1998 tentang Perbankan. Untuk menentukan besarnya ganti kerugian berdasarkan atas perjanjian yang telah Pihak bank dengan nasabah. Perjanjian yang dimaksud adalah perjanjian mengenai penggunaan produk dan fasilitas perbankan, dimana pihak nasabah sepakat menggunakan fasilitas bank yaitu kartu ATM. Mengingat asas perjanjian kepastian hukum atau asas sunt servanda yang berarti perjanjian yang dibuat harus ditaati dan dipatuhi serta di anggap sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya. Upaya penyelesaian jika terjadi transaksi melalui ATM yang merugikan nasabah adalah dapat dilakukan melalui dua jalur, yaitu jalur di luar peradilan (non litigasi) dan jalur peradilan (litigasi). Jalur di luar peradilan meliputi mediasi, konsiliasi, dan arbitrase yang merupakan bentuk penyelesaian sengketa yang dibebankan menjadi tugas Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Sedangkan penyelesaian melalui peradilan dilakukan dengan mengajukan gugatan dengan alas hak wanprestasi maupun perbuatan melawan hukum.

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny.G di Puskesmas Gunung Lingkas Tarakan

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang berkualitas dibutuhkan tenaga kesehatan terampil yang didukung tersedianya sarana dan prasarana yang memadai. Sebagai seorang bidan diharapkan dapat memberikan Asuhan Kebidanan Komprehensif dan berkesinambungan dimulai dari kehamilan, persalinan, nifas dan perawatan bayi baru lahir. Kesehatan dan kelangsungan hidup ibu dan bayi sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor pelayanan kebidanan, antara lain asuhan kebidanan yang diberikan oleh tenaga bidan. Pengkajian dilakukan terhadap Ny.G G1P0A0 yaitu melakukan kunjungan Antenatal Care sebanyak 21 kali pada usia kehamilan 38 minggu 3 hari dan pada usia kehamilan 39 minggu 4 hari. Asuhan yang dilakukan pada persalinan yaitu tepat pada tanggal 26 maret 2021, pukul 17.30 WITA. Usia kehamilan 39 minggu 6 hari. Kala I berlangsung selama 3 jam 49 menit, kala II berlangsung selama 20 menit, kala III berlangsung selama 6 menit, dan kala IV berlangsung selama 2 jam. Masa nifas Ny.G berjalan dengan normal mulai dari kunjungan 6 jam dimulai tanggal 27 maret 2021 sampai 6 minggu tanggal 07 mei 2021. Tanda-tanda vital, proses involusi, tinggi fundus uteri, kontraksi uterus, proses laktasi, dan pengeluaran lochea, pada masa nifas berjalan secara fisiologis. Observasi pada bayi baru lahiryang dilakukan adalah selama 4 kali. Kunjungan pada bayi baru lahir dilakukan sejak 1 jam setelah lahir sampai dengan 6 minggu. Bayi lahir dengan berat badan 3500 gram normal, spontan, tidak ditemukan komplikasi, tidak ada kelainan kongenital, bayi juga melakukan IMD, berat badan meningkat usia 6 hari menjadi 3600 gram, dan terus meningkat pada usia 6 minggu yaitu 4400 gram

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny.G di Puskesmas Gunung Lingkas Tarakan

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang berkualitas dibutuhkan tenaga kesehatan terampil yang didukung tersedianya sarana dan prasarana yang memadai. Sebagai seorang bidan diharapkan dapat memberikan Asuhan Kebidanan Komprehensif dan berkesinambungan dimulai dari kehamilan, persalinan, nifas dan perawatan bayi baru lahir. Kesehatan dan kelangsungan hidup ibu dan bayi sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor pelayanan kebidanan, antara lain asuhan kebidanan yang diberikan oleh tenaga bidan. Pengkajian dilakukan terhadap Ny.G G1P0A0 yaitu melakukan kunjungan Antenatal Care sebanyak 21 kali pada usia kehamilan 38 minggu 3 hari dan pada usia kehamilan 39 minggu 4 hari. Asuhan yang dilakukan pada persalinan yaitu tepat pada tanggal 26 maret 2021, pukul 17.30 WITA. Usia kehamilan 39 minggu 6 hari. Kala I berlangsung selama 3 jam 49 menit, kala II berlangsung selama 20 menit, kala III berlangsung selama 6 menit, dan kala IV berlangsung selama 2 jam. Masa nifas Ny.G berjalan dengan normal mulai dari kunjungan 6 jam dimulai tanggal 27 maret 2021 sampai 6 minggu tanggal 07 mei 2021. Tanda-tanda vital, proses involusi, tinggi fundus uteri, kontraksi uterus, proses laktasi, dan pengeluaran lochea, pada masa nifas berjalan secara fisiologis. Observasi pada bayi baru lahiryang dilakukan adalah selama 4 kali. Kunjungan pada bayi baru lahir dilakukan sejak 1 jam setelah lahir sampai dengan 6 minggu. Bayi lahir dengan berat badan 3500 gram normal, spontan, tidak ditemukan komplikasi, tidak ada kelainan kongenital, bayi juga melakukan IMD, berat badan meningkat usia 6 hari menjadi 3600 gram, dan terus meningkat pada usia 6 minggu yaitu 4400 gram

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. A DENGAN GAGAL JANTUNG KONGESTIF DI RUANG DAHLIA B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA TARAKAN

2021 · Thesis ·

Asuhan Keperawatan Pada Ny. A Dengan Gagal Jantung kongestif di Ruang Dahlia B Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tarakan ABSTRAK Gagal jantung menurut penulis adalah keadaan jantung yang tidak adekuat untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Ada tiga provinsi dengan prevalensi penyakit jantung tertinggi di Indonesia yaitu Provinsi Kalimantan Utara 2,2%, Daerah Istimewa Yogyakarta 2%, dan Gorontalo 2%. Selain itu 8 provinsi lain juga memliki prevalensi lebih tinggi dibandingkan prevalensi nasional, salah satunya Provinsi Kalimantan Timur yaitu 1,8%. Laporan Tugas Akhir ini bertujuan mendapatkan gambaran nyata tentang penerapan dan pelaksanaan asuhan keperawatan pada Ny. A dengan diagnosis Gagal Jantung Kongestif, pada kasus klien menderita gagal jantung hampir 3 tahun lamanya, keluhan nyeri di bagian ulu hati dan kondisi ansietas klien timbulnya rasa tidak nyaman pada dirinya. Metode penulisan Laporan Tugas Akhir ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Hasil pengkajian dari Ny. A terdapat 5 diagnosis keperawatan yaitu penurunan curah jantung, pola nafas tidak efektif, nyeri akut, gangguan pola tidur dan ansietas. Kesimpulan penulis menemukan kesenjangan yang ada pada teori tetapi tidak ada pada kasus mulai dari pengkajian dan diagnosis keperawatan. Evaluasi hasil yang didapatkan satu diagnosis keperawatan teratasi dan empat diagnosis keperawatan yang teratasi sebagian.

UNSUR INTRINSIK DALAM NOVEL KONSPIRASI ALAM SEMESTA KARYA FIERSA BESARI (KAJIAN STRUKTURAL)

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan unsur intrinsik dalam novel konspirasi alam semesta kerya Fiersa Besari. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel konspirasi alam semesta karya Fiersa Besari cetakan pertama tahun 2017 dengan jumlah halaman vi+238 halaman dengan ukuran 13 x 19 cm, yang diterbitkan di Jakarta pada tahun 2017, penerbit media kita, Jakarta. Data dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dengan Teknik baca catat, artinya peneliti membaca teks secara keseluruhan dan memahaminya serta pencatatan dengan cermat dan teliti. Data yang diambil adalah data yang berkaitan dengan indikator penelitian, yaitu unsur intrinsik dalam novel konspirasi alam semesta karya Fiersa Besari kajian struktural. Data kemudian dianalisis melalui beberapa Langkah, yaitu mengidentifikasi, mengklarifikasi, menginterpretasi data, setelah itu melakukan inferensi yaitu membuat kesimpulan. Hasil penelitian berdasarkan analisis unsur intrinsik novel konspirasi alam semesta karya Fiersa Besari (kajian struktural). Dapat disimpulkan sebagai berikut novel konspirasi alam semesta kerya Fiersa Besari merupakan novel yang terjaga keterpaduan unsur-unsurnya. Unsur-unsur tersebut sebagai berikut: tema, alur/plot, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, amanat dan gaya Bahasa.

STUDI KOMUNITAS MANGROVE DI PULAU SEBATIK SEBAGAI SUMBER BELAJAR SISWA KELAS X SMA

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis studi komunitas mangrove di Pulau Sebatik sebagai sumber belajar siswa kelas X SMA. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Lokasi penelitian terbagi menjadi 2 stasiun penelitian. Setiap stasiun terdiri dari 5 transek dengan masing-masing panjang transek 100 m dengan masing masing plot berukuran 10 x 10 m. Parameter yang diukur yaitu keanekaragaman, kemerataan dan dominansi mangrove. Parameter penunjang berupa faktor lingkungan yang meliputi suhu, pH, salinitas dan intensitas cahaya. Hasil penelitian mangrove di Pulau Sebatik berdasarkan keanekaragaman ditemukan 4 spesies mangrove diantaranya Sonneratia alba, Rhizophora apiculata, Avecennia alba, dan Bruguiera parviflora. Keempat spesies tersebut memiliki nilai indeks keanekargaman yang masih tergolong rendah. Indeks kemerataan mangrove di Pulau Sebatik sebesar 0,451 yang berarti tegolong tidak stabil. Indeks dominansi di Pulau Sebatik yang tergolong sedang terdapat pada spesies Sonneratia alba memiliki nilai 0,629. Adapun pada spesies Rhizophora apiculata, Avecennia alba, dan Bruguiera parviflora masih tergolong rendah. Hasil analisis keterkaitan hasil penelitian dalam pembelajaran biologi berdasarkan kurikulum 2013 terdapat adanya keterkaitan penelitian terhadap pembelajaran biologi yaitu pada materi keanekaragaman hayati kelas X SMA dengan Kompetensi Dasar 3.2. Menganalisis data hasil obervasi tentang berbagai tingkat keanekaragaman hayati (gen, jenis dan ekosistem) di Indonesia dan 4.2. Menyajikan hasil identifikasi usulan upaya pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia berdasarkan hasil analisis data ancaman kelestarian berbagai keanekaragaman hewan dan tumbuhan khas Indonesia yang dikomunikasikan dalam berbagai bentuk media informasi.

STUDI KOMUNITAS MANGROVE DI PULAU SEBATIK SEBAGAI SUMBER BELAJAR SISWA KELAS X SMA

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis studi komunitas mangrove di Pulau Sebatik sebagai sumber belajar siswa kelas X SMA. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Lokasi penelitian terbagi menjadi 2 stasiun penelitian. Setiap stasiun terdiri dari 5 transek dengan masing-masing panjang transek 100 m dengan masing masing plot berukuran 10 x 10 m. Parameter yang diukur yaitu keanekaragaman, kemerataan dan dominansi mangrove. Parameter penunjang berupa faktor lingkungan yang meliputi suhu, pH, salinitas dan intensitas cahaya. Hasil penelitian mangrove di Pulau Sebatik berdasarkan keanekaragaman ditemukan 4 spesies mangrove diantaranya Sonneratia alba, Rhizophora apiculata, Avecennia alba, dan Bruguiera parviflora. Keempat spesies tersebut memiliki nilai indeks keanekargaman yang masih tergolong rendah. Indeks kemerataan mangrove di Pulau Sebatik sebesar 0,451 yang berarti tegolong tidak stabil. Indeks dominansi di Pulau Sebatik yang tergolong sedang terdapat pada spesies Sonneratia alba memiliki nilai 0,629. Adapun pada spesies Rhizophora apiculata, Avecennia alba, dan Bruguiera parviflora masih tergolong rendah. Hasil analisis keterkaitan hasil penelitian dalam pembelajaran biologi berdasarkan kurikulum 2013 terdapat adanya keterkaitan penelitian terhadap pembelajaran biologi yaitu pada materi keanekaragaman hayati kelas X SMA dengan Kompetensi Dasar 3.2. Menganalisis data hasil obervasi tentang berbagai tingkat keanekaragaman hayati (gen, jenis dan ekosistem) di Indonesia dan 4.2. Menyajikan hasil identifikasi usulan upaya pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia berdasarkan hasil analisis data ancaman kelestarian berbagai keanekaragaman hewan dan tumbuhan khas Indonesia yang dikomunikasikan dalam berbagai bentuk media informasi.

IMPROVING STUDENTS' VOCABULARY MASTERY BY USING FLASHCARDS AT THE SEVENTH GRADE STUDENTS OF SMPN 8 TARAKAN

2020 · Book ·

AISYAH NURARDA, 2020. Improving Students’ Vocabulary Mastery by Using Flashcards at The Seventh Grade Students of SMPN 8 Tarakan. (dibimbing oleh Nofvia De Vega, M.Pd) Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa menggunakan flashcards. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 8 Tarakan sebagai subjek penelitian. Subjek dari penelitian ini berjumlah 32 siswa dari kelas VII-6 di SMP Negeri 8 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Desain penelitian tindakan kelas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas kolaboratif yaitu bekerjasama dengan guru Bahasa Inggris sebagai kolaborator di dalam kelas. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart yang dilakukan dalam 2 siklus dimana setiap siklus terdiri dari tahap (Planning) perencanaan, (Acting) tindakan, (Observing) observasi, dan (Reflecting) refleksi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah (observation checklist) daftar periksa observasi dan (vocabulary test) tes kosakata. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perkembangan dalam penguasaan kosakata siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil tes kosakata siswa. Hasil dari tes kosakata siswa pada siklus pertama tidak mencapai kriteria kesuksesan karena hasil menunjukkan bahwa hanya 69% dari siswa yang mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) sedangkan hasil dari tes kosakata siswa pada siklus kedua menunjukkan 84% dari siswa mencapai KKM, dengan demikian kriteria kesuksesan telah tercapai. Hasil dari daftar periksa observasi untuk aktifitas guru dan siswa telah mencapai kriteria kesuksesan dalam setiap pertemuan. Setelah pengolahan data, dapat disimpulkan bahwa penerapan flashcards berhasil dalam meningkatkan penguasaan kosakata siswa pada kelas tujuh di SMPN 8 Tarakan.

THE PROFILE OF ENGLISH NATIONAL EXAMINATION RESULT OF SENIOR HIGH SCHOOLS IN NUNUKAN REGENCY

2020 · Book ·

Abstract: This research aims to describe and find out whether there was any significant difference in English National Examination result by considered school status, school accreditation, major, gender and student’s achievement. There were 1728 students of Senior High Schools Nunukan regency in academic year 2018/2019. The method of this research was quantitative. Based on the result of data analysis, it was found that (1) public school was better than the private school (2) school accreditations were not give influences toward the English National Examination results where the researcher found that schools with lower accreditation apparently have better English National examination results (3) students in natural science were better than students in social science (4) the female students were better than male students (5) and for students’ achievement on English National Examination results were classified in a poor category. Based on the calculation, English National Examination result for each variable showed that the significant value was less than the level of significant 0,05. Howas rejected and Hawas accepted. It can be indicated there was a significant differences on English National Examination result of Senior High School in Nunukan by considered school status, school accreditation, major, gender and students’ achievement.

THE PROFILE OF ENGLISH NATIONAL EXAMINATION RESULT OF SENIOR HIGH SCHOOLS IN NUNUKAN REGENCY

2020 · Thesis ·

Abstract: This research aims to describe and find out whether there was any significant difference in English National Examination result by considered school status, school accreditation, major, gender and student’s achievement. There were 1728 students of Senior High Schools Nunukan regency in academic year 2018/2019. The method of this research was quantitative. Based on the result of data analysis, it was found that (1) public school was better than the private school (2) school accreditations were not give influences toward the English National Examination results where the researcher found that schools with lower accreditation apparently have better English National examination results (3) students in natural science were better than students in social science (4) the female students were better than male students (5) and for students’ achievement on English National Examination results were classified in a poor category. Based on the calculation, English National Examination result for each variable showed that the significant value was less than the level of significant 0,05. Howas rejected and Hawas accepted. It can be indicated there was a significant differences on English National Examination result of Senior High School in Nunukan by considered school status, school accreditation, major, gender and students’ achievement.

IMPROVING STUDENTS' VOCABULARY MASTERY BY USING FLASHCARDS AT THE SEVENTH GRADE STUDENTS OF SMPN 8 TARAKAN

2020 · Thesis ·

AISYAH NURARDA, 2020. Improving Students’ Vocabulary Mastery by Using Flashcards at The Seventh Grade Students of SMPN 8 Tarakan. (dibimbing oleh Nofvia De Vega, M.Pd) Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa menggunakan flashcards. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 8 Tarakan sebagai subjek penelitian. Subjek dari penelitian ini berjumlah 32 siswa dari kelas VII-6 di SMP Negeri 8 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Desain penelitian tindakan kelas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas kolaboratif yaitu bekerjasama dengan guru Bahasa Inggris sebagai kolaborator di dalam kelas. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart yang dilakukan dalam 2 siklus dimana setiap siklus terdiri dari tahap (Planning) perencanaan, (Acting) tindakan, (Observing) observasi, dan (Reflecting) refleksi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah (observation checklist) daftar periksa observasi dan (vocabulary test) tes kosakata. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perkembangan dalam penguasaan kosakata siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil tes kosakata siswa. Hasil dari tes kosakata siswa pada siklus pertama tidak mencapai kriteria kesuksesan karena hasil menunjukkan bahwa hanya 69% dari siswa yang mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) sedangkan hasil dari tes kosakata siswa pada siklus kedua menunjukkan 84% dari siswa mencapai KKM, dengan demikian kriteria kesuksesan telah tercapai. Hasil dari daftar periksa observasi untuk aktifitas guru dan siswa telah mencapai kriteria kesuksesan dalam setiap pertemuan. Setelah pengolahan data, dapat disimpulkan bahwa penerapan flashcards berhasil dalam meningkatkan penguasaan kosakata siswa pada kelas tujuh di SMPN 8 Tarakan.