Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: sifat fisik
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERILAKU TANAH LEMPUNG YANG DICAMPUR DENGAN PASIR SUNGAI UNTUK SUBGRADE (Studi Kasus: Gunung Selatan Kampung Satu Kota Tarakan)

•

PERILAKU TANAH LEMPUNG YANG DICAMPUR DENGAN PASIR SUNGAI UNTUK SUBGRADE (Studi Kasus: Gunung Selatan Kampung Satu Kota Tarakan) Nama Mahasiswa : Winda Lestari NPM : 14301010004 Dosen Pembimbing : Hasrullah, S.T.,M.T. ABSTRAK Tanah merupakan dasar dari suatu struktur atau konstruksi, baik itu konstruksi gedung maupun konstruksi jalan, sehingga diharapkan tanah mampu mendukung beban yang ada di atasnya. Tetapi pada implementasinya beberapa kendala terjadi disebabkan oleh tanah dengan sifat-sifat yang buruk dan kurang menguntungkan, antara lain plastisitas tinggi, kemampatan atau perubahan volume yang besar dan potensi kembang susut yang besar. Hal tersebut merupakan sifat yang dimiliki oleh tanah lempung. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut dilakukan perbaikan tanah dasar yaitu dengan cara stabilisasi dengan menggunakan pasir sungai yang ditujukan untuk memperbaiki gradasi tanah dengan cara mencampur tanah dengan bahan stabilisasi yang memiliki gradasi lebih besar. Pengujian dilakukan dengan cara mencampurkan beberapa variasi persentase pasir sungai terhadap berat tanah, dengan persentase penambahan pasir sungai 10%, 20%, 30%, 40%, 50%. Sampel tanah yang digunakan berasal dari Gunung Selatan Kampung Satu Kota Tarakan. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian sifat fisik dan mekanis tanah. Berdasarkan pemeriksaan sifat fisik tanah asli didapatkan nilai, specific gravity sebesar 2,59, Liquid Limit (LL) 53,2%, Indeks Plastis (IP) 16,50%, analisa ukuran butiran sebesar 57,8%. Berdasarkan klasifikasi USCS sampel tanah berbutir halus dan termasuk ke dalam kelompok OH. Pada pengujian sifat mekanis tanah, hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan pasir sungai 50% pada pengujian pemadatan berat isi kering mengalami peningkatan dari 1,400 gr/cm³ menjadi 1,557 gr/cm³. Pada pengujian CBR juga mengalami peningkatan, CBR unsoaked dari 6,63% menjadi 13,68% dan CBR soaked dari 3,04 menjadi 8,16% dengan melewati masa perendaman selama 4 hari dan swelling pengalami penurunan dari 19,2% menjadi 12,5%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji sifat fisik dan kimia pada briket limbah kulit kakao (Theobroma cacao L.) sebagai bahan bakar alternatif

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kebutuhan energi di indonesia hingga saat ini masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil, Sementara ketersediaan semaki berkurang dan penggunaanya berdampak buruk terhadap lingkungan. Kondisi tersebut mendorong perlunya pengembangan sumber daya energi alternatif yang berasal dari bahan terbarukan, salah satunya biomassa. Limbah kulit kakao (Theobroma cacao L.) merupakan hasil samping dari kegiatan perkebunan kakao yang jumlahnya cukup besar dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Kulit kakao mengandung senyawa lignoselulosa yang berpotensi untuk diolah menjadi bahan bakar alternatif dalam bentuk briket arang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat fisik dan kimia briket yang terbuat dari limbah kulit kakao serta menentukan kelayakan sebagai bahan bakar alternatif berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI 01-6235-2000). Penelitian dilaksanakan pada bulan maret hingga Mei 2025 dengan menggunakan metode deskriftif kuantitatif, yaitu P1 (90% arang : 10% perekat), P2 (85% : 15%), P3 (80% : 20%), dan P4 (75% : 25%), dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kerapatan, kadar abu, nilai kalor, rendemen, serta uji pembakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan menghasilkan kadar air di bawah 8% dan nilai kerapatan di atas 0,44 g/cm³, sehingga telah memenuhi standar SNI untuk kedua parameter tersebut. Nilai kerapatan tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 sebesar 0,85 g/cm³, sedangkan kadar air terendah terdapat pada perlakuan P4 sebesar 0,05%. Namun demikian, hasil pengujian kadar abu dan nilai kalor menunjukkan bahwa sebagian besar perlakuan belum memenuhi standar SNI. Nilai kalor tertinggi diperoleh pada perlakuan P2 sebesar 4.485 kal/g, namun masih berada di bawah batas minimum SNI yaitu 5.000 kal/g. Nilai rendemen arang kulit kakao yang diperoleh sebesar 10,03%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa limbah kulit kakao berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif dalam bentuk briket. Namun, diperlukan perbaikan dan optimasi lebih lanjut pada proses karbonisasi dan komposisi perekat agar kualitas briket yang dihasilkan dapat memenuhi standar nasional

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KAJIAN PERUBAHAN SIFAT FISIKA TANAH PODZOLIK MERAH KUNING PADA APLIKASI BEBERAPA BAHAN PEMBENAH TANAH ORGANIK

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Podzolik merah kuning termasuk tanah tua dengan tingkat pelapukan lanjut, pencucian intensif, dan kesuburan kimia, fisika, serta biologi yang sangat rendah. Kendala sifat fisika podzolik merah kuning yang kurang baik, diantaranya daya pegang air rendah, tekstur lempung berliat, struktur kurang mantap dan permeabilitas makin kebawah makin rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pembenah tanah organik terhadap perubahan sifat fisika tanah Podzolik Merah Kuning dan mendapatkn jenis pembenah tanah yang mampu memberikan perubahan sifat fisika tanah yang terbaik. Penelitian dilakukan di lahan penelitian dan Labortorium Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan satu faktor. Terdiri dari 10 perlakuan yaitu P0 (tanah tanpa perlakuan), P1 (Kotoran sapi 15 t/ha), P2 (Kotoran Sapi 30 t/ha), P3 (Kotoran sapi 45 t/ha), P4 (Arang sekam 15 t/ha), P5 (Arang sekam 30 t/ha), P6 (Arang sekam 45 t/ha), P7 (Cocopeat 15 t/ha), P8 (Cocopeat 30 t/ha), P9 (Cocopeat 45 t/ha). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 30 satuan. Percobaan dari setiap satuan percobaan terdiri dari 5 polybag. Parameter yang diamati meliputi kadar lengas, porositas, permeabilitas, berat jenis, berat volume, suhu tanah dan warna tanah. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian bahan pembenah tanah organik seperti kotoran sapi, arang sekam, dan cocopeat dapat memperbaiki sifat fisika tanah. Penambahan bahan organik terbukti meningkatkan kadar air, porositas tanah, serta menurunkan berat volume dan berat jenis tanah sehingga kemampuan tanah dalam menahan dan menyediakan air meningkat Pada penelitian ini pembenah tanah kotoran sapi dan arang sekam merupakan bahan pembenah tanah yang memberikan pengaruh terbaik dalam memperbaiki sifat fisika tanah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS STABILISASI TANAH LEMPUNG YANG DICAMPUR DENGAN BUBUK ARANG TEMPURUNG KELAPA TERHADAP PERUBAHAN SIFAT FISIS DAN NILAI CBR TANAH

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanah lempung mempunyai sifat plastisitas yang tinggi, permeabilitas rendah, daya dukung rendah serta perubahan volume kembang-susut yang cukup besar. Hal ini tidak menguntungkan bila tanah lempung digunakan sebagai tanah dasar untuk menopang suatu bangunan konstruksi, maka untuk mengatasi permasalahan ini dibutuhkan metode perbaikan pada tanah yang berpengaruh pada sifat fisis dan mekanik pada tanah. Stabilisasi tanah adalah salah satu metode yang bisa digunakan pada perbaikan tanah yang dilakukan dengan menambahkan bahan kimia atau bahan lainnya yang bertujuan untuk memperbaiki parameter sifat tanah sehingga menghasilkan material baru yang memiliki sifat teknis lebih baik. Pada penelitian ini menggunakan bubuk arang tempurung kelapa sebagai bahan stabilisasi pada tanah. Pencampuran bahan stabilisasi menggunakan beberapa variasi persentase, yaitu penambahan sebanyak 4%, 6% dan 8% dengan masa peram selama 7 hari, 14 hari dan 21 hari. Pengujian sifat fisis dan mekanis dilakukan pada tanah lempung asli dan tanah lempung yang telah distabilisasi dengan stabilizer. Dari hasil penelitian yang didapatkan bahwa penambahan stabilizer 8% dan masa peram selama 21 hari memberikan hasil yang maksimum pada penelitian ini, dengan beberapa parameter diantaranya adalah kadar air (w) dari 63,75% menjadi 39,15%, specific gravity (Gs) dari 2,68 menjadi 2,81, analisa saringan dari 59,16% menjadi 30,75%, batas cair (LL) dari 52,79% menjadi 45,57%, batas plastis (PL) dari 21,45% menjadi 25,53%, indeks plastis (IP) dari 31,34% menjadi 20,04% dan pada pengujian CBR mengalami peningkatan dari kondisi awal 0,72% menjadi 4,30%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS UJI SIFAT FISIK DAN NILAI CBR TANAH LEMPUNG YANG DISTABILISASI DENGAN LIMBAH BAN KARET

2025•

Tanah lempung mempunyai plastisitas yang tinggi, daya dukung yang rendah dan perubahan volume kembang-susut yang cukup besar. Hal tersebut menjadikan tanah tidak stabil sehingga tidak mampu mendukung konstruksi yang ada diatasnya, oleh karena itu perlu dilakukan upaya perbaikan tanah. Stabilisasi tanah adalah salah satu metode yang bisa digunakan pada perbaikan tanah, stabilisasi dilakukan dengan menambahkan bahan kimia atau bahan lainnya yang bertujuan untuk memperbaiki sifat-sifat tanah sehingga menghasilkan material baru yang memiliki sifat teknis lebih baik. pada penelitian ini menggunakan abu ban sebagai bahan stabilisasi tanah. pencampuran bahan stabilisasi menggunakan beberapa variasi persentase, yaitu penambahan sebanyak 4%, 6%, dan 8% serta telah melawati masa peram selama 7 hari, 14 hari dan 21 hari. Pengujian sifat fisik dan mekanis dilakukan pada tanah lempung asli dan tanah lempung yang telah distabilisasi dengan bahan stabilizer. Dari hasil penelitian yang didapatkan bahwa penambahan stabilizer 8% dan masa peram selama 21 hari memberikan hasil yang maksimum pada penelitian ini, dengan beberapa parameter diantaranya adalah: kadar air (w) dari 63,75% menjadi 39,68%, analisa saringan dari 59,16% menjadi 37,20%, spesific gravity (Gs) dari 2,685 menjadi 2,723, Indeks plastisitas (IP) dari 31,34% menjadi 26,09% dan pada pengujian CBR mengalami kenaikan dari kondisi awal 0,72% menjadi 4,01%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Implementasi jenis kemasan dalam mempertahankan sifat fisiko kimiawi dan mikrobiologi pakcoy (Brassica rapa L.) dan daun bawang ( Allium fistullosum L.)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pakcoy (Brassica rapa L.) adalah salah satu tanaman hortikultura yang kaya akan vitamin A,B,C,E, dan K yang berguna untuk mempertahankan kesehatan dan mencegah penyakit. Daun bawang ( Allium fistullosum L.) merupakan salah satu jenis produk hortikultura yang banyak digunakan sebagai bumbu penyedap, pengharum, dan campuran berbagai masakan. kesalahan pada pasca panen atau penanganan pasca panen yang kurang tepat dapat menyebabkan komoditas sayuran mengalami kerusakan berupa kerusakan fisik, kimiawi, mikrobiologi, dan fisiologis. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis kemasan terhadap sifat fisik, kimiawi, dan mikrobiologis pakcoy dan daun bawang. penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), satu faktor yaitu jenis kemasan plastik PP (polypropylene), plastik PE ( polyethylene), WP ( wrapping plastic ), dan kertas buram. untuk jenis kemasan plastik PP dan plastik PE dilubangi sebanyak 4 lubang dengan 5 cm. penyimpanan pakcoy dan daun bawang dilakukan selama 1 sampai 7 hari ( diamati tiap hari) , berdasarkan hasil penelitian jenis kemasan berpengaruh nyata terhadap sifat fisik pakcoy dan daun bawang ( susut bobot, warna dan tekstur) selama penyimpanan. kemudian jenis kemasan berpengaruh nyata terhadap sifat kimiawi pakcoy dan daun bawang ( kadar air) selama penyimpanan. nilai kadar air tertinggi pada pakcoy yaitu pada perlakuan P.4 dengan nilai 94.102 dan untuk nilai tertinggi kadar air daun bawang yaitu perlakuan B.4 dengan nilai 92.700. pakcoy dan daun bawang yang dikemas menggunakan PP, PE, WP, dan kertas menghasilkan jumlah mikroorganisme yang beragam. mikroorganisme dengan jumlah bakteri terendah yaitu pada perlakuan B.4 dengan nilai 4,1 x10-⁴ pada sampel daun bawang. semakin sedikit jumlah bakteri maka akan semakin bagus.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail