ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan Gulamah merupakan salah satu jenis ikan paling populer di kalangan penduduk Indonesia. Ikan gulamah adalah ikan yang sering ditemukan di daerah perairan pantai dan muara-muara sungai dengan vegetasi mangrove. Umumnya ikan gulamah tergolong ikan demersal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemunduran mutu ikan gulamah (Johnius sp.) asin selama masa penyimpanan. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Metode ini dilakukan dengan 4 (empat) perlakuan penyimpanan dengan kode penyimpanan 0-10 hari (P1), penyimpanan 11-20 hari (P2), penyimpanan 21-30 hari (P3), penyimpanan 31-40 hari (P4). Pengujian mutu ikan asin kering berdasarkan persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan parameter sebagai berikut: uji kadar air, uji kadar abu, uji kadar garam, kadar uji protein, uji Angka Lempeng Total (ALT), dan uji sensori. Hasil penelitian menunjukkan kadar air, kadar garam, dan kadar protein masih memenuhi syarat SNI, sedangkan kadar abu pada semua perlakuan belum memenuhi persyaratan SNI. Parameter mikroba uji Angka Lempeng Total (ALT) pada semua perlakuan masih memenuhi persyaratan SNI. Hasil uji sensori pada parameter tekstur pada semua perlakuan masih memenuhi persyaratan, sedangkan kenampakan dan bau pada perlakuan P3 dan P4 belum memenuhi persyaratan SNI karena nilainya berada di bawah 7.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pakcoy (Brassica rapa L.) adalah salah satu tanaman hortikultura yang kaya akan vitamin A,B,C,E, dan K yang berguna untuk mempertahankan kesehatan dan mencegah penyakit. Daun bawang ( Allium fistullosum L.) merupakan salah satu jenis produk hortikultura yang banyak digunakan sebagai bumbu penyedap, pengharum, dan campuran berbagai masakan. kesalahan pada pasca panen atau penanganan pasca panen yang kurang tepat dapat menyebabkan komoditas sayuran mengalami kerusakan berupa kerusakan fisik, kimiawi, mikrobiologi, dan fisiologis. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis kemasan terhadap sifat fisik, kimiawi, dan mikrobiologis pakcoy dan daun bawang. penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), satu faktor yaitu jenis kemasan plastik PP (polypropylene), plastik PE ( polyethylene), WP ( wrapping plastic ), dan kertas buram. untuk jenis kemasan plastik PP dan plastik PE dilubangi sebanyak 4 lubang dengan 5 cm. penyimpanan pakcoy dan daun bawang dilakukan selama 1 sampai 7 hari ( diamati tiap hari) , berdasarkan hasil penelitian jenis kemasan berpengaruh nyata terhadap sifat fisik pakcoy dan daun bawang ( susut bobot, warna dan tekstur) selama penyimpanan. kemudian jenis kemasan berpengaruh nyata terhadap sifat kimiawi pakcoy dan daun bawang ( kadar air) selama penyimpanan. nilai kadar air tertinggi pada pakcoy yaitu pada perlakuan P.4 dengan nilai 94.102 dan untuk nilai tertinggi kadar air daun bawang yaitu perlakuan B.4 dengan nilai 92.700. pakcoy dan daun bawang yang dikemas menggunakan PP, PE, WP, dan kertas menghasilkan jumlah mikroorganisme yang beragam. mikroorganisme dengan jumlah bakteri terendah yaitu pada perlakuan B.4 dengan nilai 4,1 x10-⁴ pada sampel daun bawang. semakin sedikit jumlah bakteri maka akan semakin bagus.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Selai terap merupakan salah satu upaya pemanfaatan buah terap (Artocarpus odoratissimus). Pengolahan ini menggunakan proses termal dengan metode pasteurisasi bahan pangan untuk pengawetan dan memperpanjang umur simpan bahan pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh proses termal suhu pasteurisasi dan kondisi penyimpanan terhadap masa simpan selai terap. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor, yaitu suhu pasteurisasi (70ºC dan 80ºC dalam waktu 1 menit) dan kondisi penyimpanan (suhu ruang dan lemari pendingin) yang diulangi sebanyak 4 kali sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Parameter yang diamati adalah Kadar Air, Total Padatan Terlarut, dan Kadar Serat Pangan. Berdasarkan hasil perhitungan pada parameter kadar air memiliki nilai paling tinggi adalah P0W1 (tanpa pasteurisasi dalam suhu ruang) sebesar 49,39%, parameter total padatan terlarut memiliki nilai paling tinggi P2W2 (suhu pasteurisasi 80ºC waktu 1 menit dalam lemari pendingin) sebesar 76,18%brix, parameter kadar serat pangan selai terap memiliki nilai sebesar 13,2%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Ikan teri merupakan salah satu jenis ikan paling populer di kalangan penduduk Indonesia. Ikan teri adalah salah satu kelompok ikan pelagis yang menghuni perairan pesisir. Tujuan dari penelitian ini menganalisis kemunduran ikan teri kering selama penyimpanan. Metode Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan 4 (empat) perlakuan penyimpanan dengan kode Penyimpanan 0-10 hari (P1), penyimpanan 15-25 hari (P2), penyimpanan 30-40 hari (P3), penyimpanan 45-55 hari (P4) dan dilakukan pengujian sebagai persyaratan mutu (SNI 8276:2016) dengan parameter sensori, kadar air, kadar abu, Angka Lempeng Total (ALT), dan Escherichia coli. Hasil penelitian menunjukkan parameter sensori dengan pengujian kenampakan dan bau, pada penyimpanan P1 dan P2 dapat diterima panelis dan penyimpanan P4 tidak dapat diterima panelis, sedangkan pada pengujian tekstur semua penyimpanan dapat diterima panelis. Parameter kadar air terendah pada penyimpanan P1 yaitu 16,42% dan tertinggi pada penyimpanan P4 yaitu 16,95%, parameter kadar abu semua penyimpanan tidak memenuhi standar dengan nilai rata-rata 1,47-1,60%. Parameter angka lempeng total pada penyimpanan P1, P2, P3, dan P4 berturut-turut dengan nilai sebesar 5,8 × 103, 8,8×103, 2,8×104, dan 9,8×105 Cfu/g, Parameter Escherichia coli memenuhi batas standar dengan nilai 3