2025 · Book ·
Podzolik merah kuning termasuk tanah tua dengan tingkat pelapukan lanjut, pencucian intensif, dan kesuburan kimia, fisika, serta biologi yang sangat rendah. Kendala sifat fisika podzolik merah kuning yang kurang baik, diantaranya daya pegang air rendah, tekstur lempung berliat, struktur kurang mantap dan permeabilitas makin kebawah makin rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pembenah tanah organik terhadap perubahan sifat fisika tanah Podzolik Merah Kuning dan mendapatkn jenis pembenah tanah yang mampu memberikan perubahan sifat fisika tanah yang terbaik. Penelitian dilakukan di lahan penelitian dan Labortorium Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan satu faktor. Terdiri dari 10 perlakuan yaitu P0 (tanah tanpa perlakuan), P1 (Kotoran sapi 15 t/ha), P2 (Kotoran Sapi 30 t/ha), P3 (Kotoran sapi 45 t/ha), P4 (Arang sekam 15 t/ha), P5 (Arang sekam 30 t/ha), P6 (Arang sekam 45 t/ha), P7 (Cocopeat 15 t/ha), P8 (Cocopeat 30 t/ha), P9 (Cocopeat 45 t/ha). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 30 satuan. Percobaan dari setiap satuan percobaan terdiri dari 5 polybag. Parameter yang diamati meliputi kadar lengas, porositas, permeabilitas, berat jenis, berat volume, suhu tanah dan warna tanah. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian bahan pembenah tanah organik seperti kotoran sapi, arang sekam, dan cocopeat dapat memperbaiki sifat fisika tanah. Penambahan bahan organik terbukti meningkatkan kadar air, porositas tanah, serta menurunkan berat volume dan berat jenis tanah sehingga kemampuan tanah dalam menahan dan menyediakan air meningkat Pada penelitian ini pembenah tanah kotoran sapi dan arang sekam merupakan bahan pembenah tanah yang memberikan pengaruh terbaik dalam memperbaiki sifat fisika tanah.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Podzolik merah kuning termasuk tanah tua dengan tingkat pelapukan lanjut, pencucian intensif, dan kesuburan kimia, fisika, serta biologi yang sangat rendah. Kendala sifat fisika podzolik merah kuning yang kurang baik, diantaranya daya pegang air rendah, tekstur lempung berliat, struktur kurang mantap dan permeabilitas makin kebawah makin rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pembenah tanah organik terhadap perubahan sifat fisika tanah Podzolik Merah Kuning dan mendapatkn jenis pembenah tanah yang mampu memberikan perubahan sifat fisika tanah yang terbaik. Penelitian dilakukan di lahan penelitian dan Labortorium Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan satu faktor. Terdiri dari 10 perlakuan yaitu P0 (tanah tanpa perlakuan), P1 (Kotoran sapi 15 t/ha), P2 (Kotoran Sapi 30 t/ha), P3 (Kotoran sapi 45 t/ha), P4 (Arang sekam 15 t/ha), P5 (Arang sekam 30 t/ha), P6 (Arang sekam 45 t/ha), P7 (Cocopeat 15 t/ha), P8 (Cocopeat 30 t/ha), P9 (Cocopeat 45 t/ha). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 30 satuan. Percobaan dari setiap satuan percobaan terdiri dari 5 polybag. Parameter yang diamati meliputi kadar lengas, porositas, permeabilitas, berat jenis, berat volume, suhu tanah dan warna tanah. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian bahan pembenah tanah organik seperti kotoran sapi, arang sekam, dan cocopeat dapat memperbaiki sifat fisika tanah. Penambahan bahan organik terbukti meningkatkan kadar air, porositas tanah, serta menurunkan berat volume dan berat jenis tanah sehingga kemampuan tanah dalam menahan dan menyediakan air meningkat Pada penelitian ini pembenah tanah kotoran sapi dan arang sekam merupakan bahan pembenah tanah yang memberikan pengaruh terbaik dalam memperbaiki sifat fisika tanah.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran daring selama masa pandemi covid-19 di SMA Negeri 1 Nunukan, Kab. Nunukan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan desain penelitian studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah Guru mata pelajaran Biologi dan siswa kelas XII MIA. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik uji validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi waktu. Analisis data diperoleh dari hasil pengumpulan data dengan menggunakan analisis interaktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran daring di SMA Negeri 1 Nunukan dimulai dari tahapan persiapan guru dalam menyusun RPP dan bahan ajar dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Proses pelaksanaan pembelajaran daring melalui aplikasi WhatsApp, Telegram, dan Microsoft Teams. Kendala dalam pelaksanaan pembelajaran antara lain guru sulit untuk merancang metode dan media yang akan digunakan, siswa sulit memahami materi secara online dan jaringan internet tidak stabil. Sedangkan motivasi belajar siswa selama menjalankan pembelajaran daring mengalami penurunan sehingga penemuan ini menunjukan bahwa ada terjadinya learning loss dalam proses pembelajaran daring selama pandemi.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran daring selama masa pandemi covid-19 di SMA Negeri 1 Nunukan, Kab. Nunukan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan desain penelitian studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah Guru mata pelajaran Biologi dan siswa kelas XII MIA. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik uji validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi waktu. Analisis data diperoleh dari hasil pengumpulan data dengan menggunakan analisis interaktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran daring di SMA Negeri 1 Nunukan dimulai dari tahapan persiapan guru dalam menyusun RPP dan bahan ajar dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Proses pelaksanaan pembelajaran daring melalui aplikasi WhatsApp, Telegram, dan Microsoft Teams. Kendala dalam pelaksanaan pembelajaran antara lain guru sulit untuk merancang metode dan media yang akan digunakan, siswa sulit memahami materi secara online dan jaringan internet tidak stabil. Sedangkan motivasi belajar siswa selama menjalankan pembelajaran daring mengalami penurunan sehingga penemuan ini menunjukan bahwa ada terjadinya learning loss dalam proses pembelajaran daring selama pandemi.