Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: air tawar
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi dan Morfometri Siput Air Tawar (Mollusca: Gastropoda) di Perairan Lotik dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Siput air tawar merupakan salah satu organisme yang banyak ditemukan pada ekosistem perairan dan berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Kalimantan utara memiliki banyak sungai dan anak sungai yang berpotensi menjadi habitat bagi berbagai jenis siput air tawar. Namun data awal mengenai siput air tawar di wilayah ini masih terbatas. Penelitian ini penting dilakukan yang didasarkan pada minimnya data mengenai siput air tawar di wilayah penelitian, dan perubahan kondisi habitat perairan berpotensi mempengaruhi keberadaan siput air tawar bahkan hilangnya spesies tertentu sebelum keberadaan spesies teridentifikasi. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui morfometri siput air tawar. Metode penelitian ini menggunakan line transek, dengan tiga transek pada setiap stasiun yang ditempatkan pada bagian tepian kiri, tengah, dan tepian kanan anak sungai. Setiap transek terdiri atas tiga plot berukuran 1x1m. Pengambilan sampel dilakukan dengan menelusuri area plot penelitian dan mengumpulkan siput air tawar yang ditemukan pada berbagai substrat yang terdapat di dalam plot serta melakukan pengukuran parameter lingkungan yang meliputi suhu, pH, oksigen terlarut (Dissolved Oxygen), kecerahan air, dan kecepatan arus. Hasil penelitian ditemukan lima spesies siput air tawar, yaitu Sulcospira testudinaria, Clea nigricans, Filopaludina javanica, Pila saxea, dan Radix rubiginosa. Setiap spesies menunjukkan perbedaan karakter morfologi dan morfometri pada ukuran serta bentuk cangkang dan operkulum yang digunakan sebagai dasar dalam proses identifikasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Beberapa Jenis Pakan Alami yang Berbeda terhadap Pertumbuhan Lobster Air Tawar Cherax quadricarinatus

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Lobster air tawar Cherax quadricarinatus merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi yang berpotensi untuk dibudidayakan secara intensif. Salah satu faktor penting dalam budidaya adalah ketersediaan pakan yang bernutrisi dan terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas beberapa jenis pakan alami, baik dari sumber nabati maupun hewani, dalam meningkatkan pertumbuhan lobster air tawar. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan, yaitu perlakuan A (100% taoge/kontrol), B (25% taoge + 75% temberungun), C (25% taoge + 75% ikan mujair) dan D (25% taoge + 75% udang rucah). Pemeliharaan dilakukan selama 30 hari dengan pemberian pakan dua kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan B (kombinasi 25% taoge + 75% temberungun) menghasilkan pertumbuhan bobot mutlak tertinggi sebesar 2,1 gram, serta menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan tiga perlakuan lainnya. Hasil uji sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pakan alami berbeda memberikan pengaruh yang nyata (p 0.05) terhadap pertumbuhan bobot mutlak lobster air tawar Cherax quadricarinatus, namun pada pengamatan pertumbuhan panjang menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata. Kombinasi pakan nabati dan hewani, khususnya dengan dominasi temberungun, efektif dalam meningkatkan pertumbuhan lobster air tawar. Abstract Freshwater lobsters (Cherax quadricarinatus) are a high-value fishery commodity with potential for intensive cultivation. One important factor in cultivation is the availability of nutritious and affordable feed. This study aimed to test the effectiveness of several types of natural feed from plant and animal sources in improving the growth of freshwater lobsters. This study used a completely randomised design (CRD) with 4 feed treatments and 3 replicates, namely treatment A (100% bean sprouts/control), B (25% bean sprouts + 75% temberungun shells). C (25% bean sprouts + 75% tilapia), and D (25% bean sprouts + 75% small shrimp). Maintenance was carried out for 30 days with feeding twice a day. The results showed that treatment B (a combination of 25% bean sprouts + 75% temberungun shells) produced the highest absolute weight gain of 2.1 grams and showed better results than the other three treatments. The results of the analysis of variance (ANOVA) indicated that the natural feed treatment had a significant effect (P 0.05) on the absolute weight growth of Cherax quadricarinatus freshwater lobsters, but the length growth observation showed no significant difference. Treatment with the addition of animal feed showed a survival rate of 100%, while treatment without the addition of animal feed revealed a survival rate of 70%. A combination of plant and animal feed, particularly with a predominance of temberungun shells, was effective in increasing the growth of freshwater lobsters.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Hormon Tiroksin dengan Dosis yang Berbeda terhadap Pertumbuhan Lobster Air Tawar Cherax quadricarinatus

2025•

Abstrak Lobster air tawar Cherax quadricarinatus merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomis tinggi yang memiliki potensi untuk dibudidayakan secara intensif. Diperlukan upaya peningkatan pertumbuhan melalui stimulasi hormonal, seperti penggunaan hormon tiroksin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian hormon tiroksin dengan variasi dosis terhadap pertumbuhan lobster air tawar Cherax quadricarinatus. Penelitian bersifat eksperimental yang menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan dengan penambahan hormon tiroksin diberikan dengan dosis 0,0 μg/g (Perlakuan A/kontrol), 0,05 μg/g (Perlakuan B), 0,1 μg/g (Perlakuan C) dan 0,15 μg/g (Perlakuan D). Pemberian hormon tiroksin akan dilakukan dengan metode injeksi (penyuntikan) langsung pada lobster di awal pemeliharaan di bagian pangkal kaki jalan. Data yang diperoleh dianalisis statistik dengan menggunakan sidik ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan hormon tiroksin berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bobot mutlak, namun tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang mutlak pada lobster air tawar. Perlakuan C merupakan perlakuan terbaik dengan penambahan panjang mutlak sebesar 1,5 cm dan bobot sebesar 1,7 g. Semua perlakuan menunjukkan nilai kelangsungan hidup 100%. Abstract The freshwater lobster (Cherax quadricarinatus) is a high-value aquaculture commodity with great potential for intensive aquaculture. Growth enhancement can be achieved through hormonal stimulation, particularly thyroxine. This study aimed to evaluate the effects of thyroxine injections at different doses on the weight, length, and survival rate of freshwater lobster (C. quadricarinatus). This experiment was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments and three replications. Thyroxine was applied at doses of 0.0 µg/g (Treatment A/control), 0.05 µg/g (Treatment B), 0.1 µg/g (Treatment C), and 0.15 µg/g (Treatment D). The hormone was administered by direct injection at the base of the walking leg at the beginning of the rearing period. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). The results showed that thyroxine supplementation significantly increased absolute weight gain but did not significantly affect absolute length growth. Treatment C yielded the best performance, resulting in an average length increase of 1.5 cm and a weight gain of 1.7 g. All treatments achieved a 100% survival rate.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN IKAN HASIL TANGKAPAN JALA LEMPAR (CAST NET) DI PERAIRAN SUNGAI MALINAU KABUPATEN MALINAU

2025•

Kabupaten Malinau memiliki ekosistem lahan perairan air tawar berbentuk Sungai dan anak-anak Sungai, yang dimanfaatkan oleh Masyarakat setempat sebagai salah satu daerah perikanan tangkap dengan berbagai macam alat tangkap. Cast Net merupakan salah satu alat tangkap yang digunakan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman jenis ikan yang tertangkap menggunakan alat tangkap Cast net, dan menganalisis kelimpahan masing-masing jenis ikan hasil tangkapan Cast net. Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan mulai dari Mei - july 2024, bertempatan diperairan Sungai Malinau Kabupaten Malinau, menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini di dapatkan total sampel sebanyak 154 ekor yang terdiri dari 8 jenis ikan yaitu ikan Salap (B. atlus), ikan Barog (Hampala sp), ikan Pelian (Tor. tambara), ikan Baung (H. nemurus), ikan Lais (Cryptoterus sp.), ikan Tetigas (C. apogon), ikan Patin (Pangasius sp.) dan udang galah (M. rosenbergii). Kelimpahan jenis dengan presentase berkisar 0,64% - 87,01%, dan frekuensi relative hasil tangkapan 2 jenis 23,08%, B. atlus dan Hampala, 1 jenis 15,38%, Tor. Tambara, 5 jenis 7,69%, H. nemurus, Cryptoterus sp, C. apogon, Pangasius sp, M. rosenbergi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN RAWAI DAN JARING INSANG DI PERAIRAN MARA I KABUPATEN BULUNGAN, KALIMANTAN UTARA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Selama sepuluh tahun terakhir, hasil tangkapan ikan di Perairan Sungai Kayan, Desa Mara I, mengalami penurunan signifikan. Hal ini diduga disebabkan oleh penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan oleh sebagian masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi jenis dan kompsosisi hasil tangkapan menggunakan rawai dan jaring insang, sehingga dapat dijadikan sebagai acuan dalam pengelolaan dan pengembangan perikanan di Perairan Sungai Kayan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, serta teknik sampling total sampling untuk mengumpulkan data tangkapan ikan. Berdasarkan hasil penelitian, komposisi jenis tangkapan di perairan Mara I meliputi 183 ekor ikan, dengan 70 ekor berasal dari alat tangkap rawai dan 113 ekor dari jaring insang. Jenis ikan yang paling dominan tertangkap oleh alat tangkap rawai adalah ikan Patin dengan persentase sebesar 89%, sementara ikan Salap menjadi dominan pada jaring insang dengan persentase sebesar 60%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa alat tangkap rawai cenderung menghasilkan tangkapan utama berupa ikan Patin, sedangkan jaring insang lebih banyak menangkap ikan Salap. Hasil tangkapan sampingan juga menunjukkan variasi jenis ikan yang berbeda antara kedua alat tangkap, namun tidak ditemukan adanya hasil tangkapan buangan. Temuan ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi perikanan di Perairan Sungai Kayan dan dapat dijadikan acuan dalam pengelolaan sumber daya ikan yang berkelanjutan di daerah tersebut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KADAR ALBUMIN IKAN GABUS (Channa Sp) AIR TAWAR DAN AIR PAYAU YANG DIPEROLEH DARI PERAIRAN KOTA TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan gabus (Channa Sp) merupakan ikan asli air tawar yang berasal dari perairan budidaya di Indonesia dan tersebar di beberapa daerah. Ikan gabus memiliki kandungan albumin yang lebih banyak dibandingkan dengan ikan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kadar albumin dan mengetahui komposisi kimia dari ekstrak ikan gabus yang berasal dari perairan payau dan perairan tawar yang ada di Kota Tarakan. Metode penelitian terbagi menjadi 3 pengujian meliputi rendemen, analisis komposisi kimia, dan kandungan albumin dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan sampel ikan gabus air payau dan ikan gabus air tawar, Hasil penelitian ekstrak albumin kasar ikan gabus air payau memiliki hasil rata-rata rendemen 2,90%, kandungan kadar protein 39,98%, air 7,84%, lemak 1,78% dan kadar albumin 26,64%. Serta hasil ekstrak albumin kasar ikan gabus air tawar memiliki hasil rendemen 2,62%, kandungan protein 34,83%, air 6,93%, lemak 0,99% dan kadar albumin 12,24%. Berdasarkan hasil penelitian kandungan albumin, kadar albumin ikan gabus yang hidup di perairan payau lebih tinggi dibandingkan dengan ikan gabus yang hidup di perairan tawar

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kelimpahan Jenis Ikan Hasil Tangkapan Tugu (Trap Net) Di Rawa Banjiran Perairan Kecamatan Sembakung

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

KELIMPAHAN JENIS IKAN HASIL TANGKAPAN TUGU (TRAP NET) DI RAWA BANJIRAN PERAIRAN KECAMATAN SEMBAKUNG Abstrak Kecamatan Sembakung memiliki ekosistem lahan perairan air tawar berbentuk sungai, danau dan rawa banjiran, yang di manfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai salah satu daerah perikanan tangkap dengan berbagai bermacam alat tangkap. Salah satu alat tangkap yang di gunakan yaitu trap net. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan relatif dan frekuensi relatif hasil tangkapan. Penelitian dilakukan selama 2 bulan mulai dari Maret sampai dengan April 2021, di perairan rawa banjiran Kecamatan Sembakung, menggunakan metode purposive sampling. Hasil dari penelitian ini di dapat kelimpahan jenis dengan persentase berkisar antara 0,02 – 63,55%, dan frekuensi relatif hasil tangkapan 6 jenis 100%, Cryptopterus sp, Cyclocheilichthys apogon, Macrobrachium rosenbergii, Barbodes altus, Rasbora dusonensis, Hemibagrus nemurus, 4 jenis 75%, Stenogobius hawaiiensis, Oxyeleotris marmorata, Ompok hypophthalmus, Ompok pabda, 1 jenis 50%, Hampala macrolepidato dan 4 jenis 25%, Barbonymus gonionotus, Labiobarbus leptocheilus, Monopterus albus, Amyda cartilaginea.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail