Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

10 hasil
Subjek: Perbandingan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEBERLANJUTAN WILAYAH PENGHASIL TAMBANG TERENDAH DAN TERTINGGI DI INDONESIA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kontribusi sektor pertambangan dan penggalian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sering dianggap sebagai indikator kemajuan ekonomi daerah. Namun, tingginya kontribusi sektor tersebut belum tentu mencerminkan tingkat keberlanjutan wilayah yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan membandingkan tingkat keberlanjutan daerah dengan kontribusi PDRB sektor pertambangan dan penggalian tertinggi dan terendah di Indonesia menggunakan metode Regional Sustainable Account (RSA). Penelitian dilakukan pada Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara sebagai daerah dengan kontribusi sektor pertambangan tinggi, serta Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan DKI Jakarta sebagai daerah dengan kontribusi sektor pertambangan rendah selama periode 2019-2024. Analisis dilakukan melalui pengukuran dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan yang membentuk nilai RSA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah dengan kontribusi sektor pertambangan yang tinggi tidak selalu memiliki tingkat keberlanjutan yang lebih baik dibandingkan daerah dengan kontribusi yang rendah. Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara mengalami peningkatan keberlanjutan dari kategori Chronic Unsustainable dan Unsustainable pada tahun 2019 menjadi kategori Almost Sustainable pada tahun 2024. Sementara itu, DI Yogyakarta bertahan pada kategori Almost Sustainable dengan nilai keberlanjutan yang meningkat, dan DKI Jakarta secara konsisten berada pada kategori Good Sustainable. Temuan ini menunjukkan bahwa besarnya kontribusi sektor pertambangan dan penggalian bukan merupakan faktor utama yang menentukan keberlanjutan wilayah. Tingkat keberlanjutan lebih dipengaruhi oleh kemampuan daerah dalam

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGGUNAAN MAJAS DALAM LIRIK LAGU ALBUM "LAGIPULA HIDUP AKAN BERAKHIR" KARYA BASKARA PUTRA (KAJIAN STILISTIKA)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penggunaan majas perbandingan, pertentangan, sindiran, dan penegasan yang terdapat dalam album “Lagipula Hidup Akan Berakhir” Karya Baskara Putra. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode padan mendegarkan dan teknik catat serta teknik pilah unsur terhadap lirik lagu album tersebut. Data yang digunakan dalam peneltian berupa lirik lagu yang mengandung majas perbandingan, pertentangan, sindiran, dan penegasan. Hasil menunjukan adanya 7 jenis majas perbandingan, 5 jenis majas pertentangan, 3 jenis majas sindiran, dan 3 jenis majas penegasan, dengan total data sebanyak 127, pengunaan majas pada album ini majas perbandingan hiperbola dan metafora yang mendominasi dari jenis majas yang lainnya. Berdasarkan hasil interpretasi, penggunaan majas dalam album ini tidak hanya berfungsi sebagai unsur keindahan bahasa, tetapi juga digunakan untuk mengungkapkan emosi, memperkuat pesan, serta menggambarkan pengalaman dan persoalan kehidupan secara tidak langsung. Dengan demikian, lirik lagu dalam album “Lagipula Hidup Akan Berakhir” Karya Baskara Putra ini banyak memanfaatkan majas, terutama majas perbandingan, pertentangan, sindiran dan penegasan untuk membangun makna dan suasana emosional dalam lagu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tinjauan Perbandingan Hukum Sistem Royalti Performing Rights Manajemen Kolektif Nasional Antara Indonesia Dan Malaysia.

2026•

Penelitian ini berjudul Tinjauan Perbandingan Hukum Sistem Royalti Performing Rights Manajemen Kolektif Nasional antara Indonesia dan Malaysia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum, kedudukan hukum kelembagaan, serta optimalisasi sistem pengelolaan dan penegakan royalti performing rights atas penggunaan karya cipta lagu di kedua negara. Selain itu, penelitian ini mengkaji perbedaan sistem hukum Indonesia yang berbasis civil law dan Malaysia yang berbasis common law dalam memberikan perlindungan terhadap hak ekonomi pencipta. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan komparatif. Bahan yang digunakan meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Indonesia, Lembaga Manajemen Kolektif Nasional berfungsi sebagai lembaga satu pintu dalam menghimpun, mengelola, dan mendistribusikan royalti, serta melakukan pengawasan terhadap penggunaan karya musik secara komersial. Namun, mekanisme pengaturannya masih menghadapi kendala seperti rendahnya tingkat kepatuhan pengguna, keterbatasan akurasi data penggunaan lagu, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi digital. Sementara itu, Malaysia memiliki sistem pengelolaan royalti yang lebih terstruktur dan efektif, didukung oleh integrasi teknologi, transparansi distribusi, serta penegakan hukum yang lebih konsisten. Kesimpulannya, diperlukan penguatan regulasi, peningkatan kapasitas kelembagaan, dan optimalisasi teknologi digital guna meningkatkan optimalisasi sistem royalti performing rights di Indonesia serta menjamin perlindungan hak ekonomi pencipta secara maksimal.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbandingan Hukum Rehabilitasi Penyalahgunaan Narkotika antara Portugal dan Indonesia

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan mendasar dalam kebijakan penanganan penyalahgunaan narkotika antara Indonesia dan Portugal. Indonesia masih menitikberatkan pada pendekatan hukum pidana di mana rehabilitasi sering kali diposisikan sebagai pemidanaan alternatif. Sebaliknya, Portugal melalui Lei n.º 30/2000 telah menerapkan kebijakan dekriminalisasi yang memandang penyalahgunaan narkotika sebagai persoalan kesehatan masyarakat, bukan kriminalitas. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana perbandingan kebijakan hukum rehabilitasi narkotika yang diterapkan di Portugal dan Indonesia serta bagaimana metode rehabilitasi yang diterapkan di Portugal dan Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perbandingan hukum. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan dan literatur terkait kebijakan narkotika di kedua negara. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Portugal menempatkan rehabilitasi sebagai instrumen utama yang terbuka dan preventif melalui peran Commission for the Dissuasion of Drug Addiction (CDT), sehingga penyalahguna tidak masuk dalam siklus peradilan pidana. Di Indonesia, meskipun terdapat jalur sukarela melalui Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL), akses rehabilitasi masih sangat dipengaruhi oleh proses penegakan hukum seperti melalui Tim Asesmen Terpadu (TAT) dan putusan pengadilan. Selain itu, metode rehabilitasi di Indonesia cenderung bersifat struktural dan baku, berbeda dengan Portugal yang lebih integratif, adaptif, dan berorientasi pada pemulihan fungsi sosial individu secara jangka panjang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kebijakan rehabilitasi di Indonesia belum sepenuhnya berjalan sebagai mekanisme pemulihan karena dominasi pendekatan pidana. Disarankan adanya transformasi kerangka hukum di Indonesia untuk lebih mengedepankan pendekatan kesehatan murni dan personalisasi layanan rehabilitasi guna meningkatkan efektivitas pemulihan dan reintegrasi sosial penyalahguna.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Diksi dan Gaya Bahasa Perbandingan pada Lirik Lagu dalam Album "Fabula" Karya Mahalini Raharja (Kajian Stilistika)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan diksi dan gaya bahasa perbandingan pada lirik lagu dalam album Fabula karya Mahalini Raharja dengan menggunakan kajian stilistika. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya bahasa sebagai sarana ekspresi estetis dan emosional dalam karya sastra modern, khususnya lirik lagu. Landasan teori yang digunakan meliputi teori stilistika, diksi, dan gaya bahasa perbandingan menurut para ahli seperti Keraf dan Pradopo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa teknik simak dan catat terhadap sepuluh lirik lagu dalam album Fabula. Data dianalisis melalui tahapan klasifikasi, interpretasi, dan deskripsi sesuai dengan kategori diksi dan gaya bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak 80 data diksi yang terdiri atas diksi denotatif dan konotatif, serta 99 data gaya bahasa perbandingan yang meliputi metafora (12 data), hiperbola (19 data), simbolik (36 data), simile (6 data), personifikasi (5 data), dan alegori (3 data). Diksi konotatif dan gaya bahasa simbolik merupakan unsur yang paling dominan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan diksi dan gaya bahasa perbandingan berperan penting dalam memperkuat makna, emosi, dan pesan estetis dalam lirik lagu album Fabula.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbandingan Kosakata Bahasa Dayak Punan Dengan Bahasa Dayak Kenyah Bakung (Kajian Linguistik Historis Komparatif)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK HAJUA PRIDELA 2025. Perbandingan Kosakata Bahasa Dayak Punan Dengan Bahasa Dayak Kenyah Bakung (Kajian Linguistik Historis Komparatif). Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Dosen Pembimbing Utama, Siti Fathonah, M.Pd. Anggota Pembimbing Rita Kumala Sari, M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persamaan, kemiripan, dan perbedaan antara Bahasa Dayak Punan Menalui dan Bahasa Dayak Kenyah Bakung melalui pendekatan linguistik historis komparatif. Metode yang digunakan adalah deskriptif dan leksikostatistik dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, perekaman, pencatatan, dan dokumentasi. Teori yang digunakan merujuk pada konsep Gorys Keraf (1996), dengan menggunakan daftar 200 kosakata dasar dari Morris Swadesh sebagai acuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 200 kosakata yang dibandingkan, terdapat 66 kosakata yang memiliki hubungan kekerabatan, terdiri atas: 29 pasangan kata yang identik, 25 pasangan dengan korespondensi fonemis, 8 pasangan dengan satu fonem berbeda, dan 4 pasangan yang memiliki kemiripan fonetis. Sementara itu, 134 kosakata lainnya tidak menunjukkan hubungan kekerabatan. Perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor geografis, interaksi sosial yang berbeda, serta pengaruh budaya lokal. Berdasarkan perhitungan leksikostatistik, tingkat kekerabatan antara kedua bahasa mencapai 33%. Analisis kronologis menunjukkan bahwa Bahasa Dayak Punan Menalui dan Bahasa Dayak Kenyah Bakung berasal dari satu bahasa induk sekitar 2.843 hingga 2.433 tahun yang lalu, dan mulai mengalami pemisahan sekitar tahun 818 M hingga 408 M (berdasarkan perhitungan dari tahun 2025). Berdasarkan temuan ini, kedua bahasa dapat dikategorikan ke dalam satu kelompok rumpun (stock).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Perbandingan Strategi Pemasaran Sayuran Sistem Hidroponik dan Sayuran Sistem Konvensional di Kota Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui perbandingan strategi pemasaran sayuran sistem hidroponik dan sayuran sistem konvensional di kota Tarakan. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Snowball Sampling Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 20 orang yang terdiri dari 10 petani hidroponik dan 10 petani konvensional. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu terdiri dari data primer dan data sekunder. Analisis data yang diganakan yaitu analisis kualitatif deskriptif dan komparatif. Hasil penelitian 1. Strategi Pemasaran Sayuran Hidroponik: Para pelaku usaha sayuran hidroponik menerapkan strategi pemasaran yang inovatif dan adaptif. Mereka menetapkan harga jual kompetitif, menggunakan berbagai saluran pemasaran seperti pelanggan tetap, warung sayur, restoran, dan supermarket lokal. Promosi dilakukan melalui media sosial dan kemasan khusus untuk menjaga kesegaran dan menarik pelanggan. 2. Strategi Pemasaran Sayuran Konvensional: Pelaku usaha sayuran konvensional menggunakan strategi pemasaran yang lebih tradisional. Harga jual ditentukan berdasarkan ketersediaan dan permintaan pasar serta kondisi cuaca. Distribusi dilakukan melalui pasar tradisional dan penjualan langsung dari rumah. Promosi mengandalkan hubungan personal dan penyebaran informasi dari mulut ke mulut, dengan pengemasan yang sederhana. 3. Perbandingan Strategi Pemasaran: Sayuran hidroponik cenderung lebih inovatif dalam penetapan harga, memanfaatkan berbagai saluran pemasaran, dan promosi melalui media sosial, sementara sayuran konvensional mengandalkan pendekatan tradisional dengan harga fluktuatif dan pemasaran langsung. Kendala pemasaran juga berbeda, dengan hidroponik lebih fokus pada kendala produksi dan konvensional pada kondisi pasar dan cuaca.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN NILAI CENTRAL VENOUS PRESSURE (CVP) DAN JUGULARIS VENOUS PRESSURE (JVP) PASIEN KRITIS

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemeriksaan CVP merupakan salah satu teknik pemantauan hemodinamik penderita yang wajib dimonitor oleh petugas di unit perawatan intensif. Pemeriksaan lain untuk menilai hemodinamik dan sirkulasi pasien adalah dengan melakukan pemeriksaan Jugularis Venous Pressure (JVP), dimana merupakan tindakan mandiri keperawatan dan bersifat non invasif. Tujuan penelitiaan ini untuk melihat perbedaan nilai CVP (Central Venous Pressure) dan JVP (Jugular Venous Presuure) pada pasien kritis. Jenis penelitian ini adalah studi komparatif. Populasi penelitian ini merupakan klien di Ruang ICU di RSUD dr. H.Jusuf SK Tarakan periode September 2022 hingga Oktober 2022. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode consecutive sampling sehingga diperoleh 70 responden sesuai kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil: Data variabel berdistribusi normal setelah diuji dengan Kolmogorov-Smirnov. Uji yang digunakan adalah uji dependent T test yang menunjukkan nilai signifikan p=0,001 (p value0,05), sehingga menunjukkan adanya perbedaan antara nilai CVP dan JVP. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara nilai pengukuran CVP dan JVP pada pasien kritis yang dirawat di ruang ICU RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN PEDAGANG SINGKONG DI PASAR BERINGIN DAN PASAR TENGUYUN DI KOTA TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Besarnya produksi singkong pada tahun tertentu yang tidak seimbang dengan tingkat penjualan di pasar, akan mempengaruhi tingkat pendapatan pedagang singkong di pasar. Tujuan dari penelitian ini ialah (1) Untuk mengetahui perbedaaan karakteristik pedagang singkong di pasar beringin, dan pasar tenguyun. (2) Untuk mengetahui biaya pemasaran, penerimaan dan pendapatan pedagang singkong di pasar beringin, dan pasar tenguyun. (3) Untuk mengetahui perbandingan pendapatan pedagang singkong di pasar beringin dan pasar tenguyun. Metode penentuan sampel pada penelitian ini ialah sampling jenuh dengan jumlah responden 20 orang. Metode pengumpulan data ialah observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan analisis usaha yaitu biaya pemasaran, penerimaan, dan pendapatan serta statistik perbandingan uji t. Berdasarkan hasil penelitian (1) Perbedaan karakterisitik pedagang singkong pasar beringin dan tenguyun meliputi jenis kelamin yaitu pasar tenguyun lebih memiliki banyak pedagang berjenis kelamin laki-laki dibandingkan pasar beringin. Umur pedagang singkong pasar beringin dan pasar tenguyun sama-sama masih dalam kategori produktif. Tingkat pendidikan pedagang singkong pasar tenguyun lebih tinggi dibandingkan pasar beringin. Pengalaman berdagang/lama usaha pedagang pasar beringin lebih banyak dibandingkan pasar tenguyun. (2) Total biaya pemasaran di Pasar Beringin yaitu Rp. 1.450.000, dengan rata-rata jumlah Penerimaan Rp. 92.500, dan rata-rata pendapatan Rp. 1.357.500, dibandingkan dengan rata-rata biaya pemasaran Pasar Tenguyun yaitu Rp. 1.050.500, dengan rata-rata jumlah penerimaan Rp. 85.000, dan rata-rata pendapatan Rp. 965.500. (3) Berdasarkan Hasil uji t, perbandingan pendapatan pedagang singkong di pasar beringin dengan pedagang singkong di pasar tenguyun memiliki perbedaan yaitu, nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel maka dalam pengambilan keputusan ada perbedaan rata-rata pendapatan antara pedagang singkong Pasar Beringin dan pedagang singkong Pasar Tenguyun .

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

A DESCRIPTIVE COMPARATIVE OF TEACHING METHOD AND TEACHING MEDIA USED BY 4TH GRADE TEACHERS BETWEEN SD NATIONAL INDO TIONGHOA TARAKAN AND INTEGRATED LABORATORY SCHOOL OF WEST VISAYAS STATE UNIVERSITY

2020•

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan implementasi pada metode ajar dan media ajar serta untuk menggambarkan perbedaan metode ajar dan media ajar yang digunakan oleh dua guru kelas 4 yang berbeda di Integrated Laboratory School of West Visayas State University dan SD Nasional Plus Indo Tionghoa Tarakan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Instrumen penelitian ini adalah field note, kuesioner, wawancara, dan dokumen sekolah. Serta teknik analisis data menggunakan triangulasi oleh Miles dan Huberman. Peneliti menemukan ada beberapa perbedaan dan persamaan metode ajar yang digunakan oleh kedua guru yang berbeda. Metode ajar yang biasa digunakan oleh guru di Integrated Laboratory School of West Visayas State University adalah metode diskusi kelompok, metode picture and picture, metode tanya jawab. Sementara itu di SD Nasional Plus Indo Tionghoa Tarakan, metode bermain peran yang umum digunakan, metode picture and picture, metode demonstrasi, dan metode tanya jawab. Kemudian guru di Integrated Laboratory School of West Visayas State University kebanyakan menggunakan media pengajaran dengan guru menggunakan jenis visual yang tidak diproyeksikan seperti foto, gambar dan poster sebagai media ajar. Selain itu, guru juga biasanya menggunakan jenis permainan dan juga jenis realitas seperti permainan puzzle dan juga boneka. Sementara itu guru di SD Nasional Plus Indo Tionghoa Tarakan juga menggunakan media pengajaran visual yang tidak diproyeksikan dan menggunakan jenis media pengajaran cetak seperti menggunakan buku aktivitas siswa atau modul.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail