ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan diksi dan gaya bahasa perbandingan pada lirik lagu dalam album Fabula karya Mahalini Raharja dengan menggunakan kajian stilistika. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya bahasa sebagai sarana ekspresi estetis dan emosional dalam karya sastra modern, khususnya lirik lagu. Landasan teori yang digunakan meliputi teori stilistika, diksi, dan gaya bahasa perbandingan menurut para ahli seperti Keraf dan Pradopo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa teknik simak dan catat terhadap sepuluh lirik lagu dalam album Fabula. Data dianalisis melalui tahapan klasifikasi, interpretasi, dan deskripsi sesuai dengan kategori diksi dan gaya bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak 80 data diksi yang terdiri atas diksi denotatif dan konotatif, serta 99 data gaya bahasa perbandingan yang meliputi metafora (12 data), hiperbola (19 data), simbolik (36 data), simile (6 data), personifikasi (5 data), dan alegori (3 data). Diksi konotatif dan gaya bahasa simbolik merupakan unsur yang paling dominan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan diksi dan gaya bahasa perbandingan berperan penting dalam memperkuat makna, emosi, dan pesan estetis dalam lirik lagu album Fabula.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi berbagai jenis gaya bahasa pertentangan dan gaya bahasa sindiran yang terdapat di dalam album Selamat Ulang Tahun dan Untuk Dunia, Cinta dan Kotornya karya Nadin Amizah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode padan dan teknik analisis unsur penentu. Pengumpulan data dilakukan melalui metode mendengarkan dan teknik mencatat terhadap lirik lagu pada kedua album tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian berupa lirik lagu yang mengandung gaya bahasa pertentangan dan sindiran. Hasil penelitian menunjukkan adanya 6 jenis gaya bahasa pertentangan dan 6 jenis gaya bahasa sindiran, dengan total data sebanyak 51, yaitu 24 data untuk gaya bahasa pertentangan dan 27 data untuk gaya bahasa sindiran. Gaya bahasa pertentangan yang ditemukan meliputi 5 data antitesis, 2 data kontradiksi, 6 data oksimoron, 1 data okupasi, 6 data paradoks, dan 4 data prolepsis, sedangkan gaya bahasa sindiran meliputi 6 data antifrasis,1 data inuendo, 4 data ironi, 11 data permainan kata, 3 data sarkasme, dan 2 data sinisme. Dari keenam jenis gaya bahasa pertentangan, oksimoron dan paradoks paling sering muncul, sedangkan dari keenam jenis gaya bahasa sindiran, permainan kata paling dominan. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa gaya bahasa sindiran lebih sering digunakan dalam kedua album tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk-bentuk gaya bahasa kiasan yang digunakan oleh netizen dalam kolom komentar akun instagram pribadi milik Gus Miftah. Fokus penelitian diarahkan pada identifikasi dan analisis penggunaan gaya bahasa kiasan yang meliputi persamaan (simile), metafora, alegori, alusi, personifikasi, eponim, sinekdoke, metonimia, antonomasia, hipalase, antifrasis, epitet, ironi, sinisme, sarkasme, satire, inuendo, dan paronamasia. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode agih sebagai teknik analisis data. Tahapan analisis meliputi proses mengidentifikasi data, mengklasifikasi data berdasarkan jenis gaya bahasa, menganalisis makna kiasan yang terkandung di dalamnya, serta menarik kesimpulan. Data penelitian berupa komentar netizen yang diambil dari kolom komentar unggahan akun instagram @gusmiftah. Berdasarkan hasil analisis terhadap 71 data yang ditemukan, terdapat 10 jenis gaya bahasa kiasan yang teridentifikasi, yaitu: simile (1 data), metafora (3 data), alusi (3 data), epitet (3 data), ironi (9 data), sinisme (18 data), satire (5 data), sarkasme (23 data), inuendo (5 data), dan paronamasia (1 data). Gaya bahasa yang paling dominan digunakan adalah gaya bahasa sarkasme, hal ini menunjukkan kecenderungan netizen untuk menyampaikan kritik dan ketidaksukaan secara tajam serta bernada sindiran kasar terhadap topik yang dibicarakan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kolom komentar media sosial dapat menjadi cerminan ekspresi bahasa masyarakat yang bersifat spontan, emosional, dan penuh kreativitas linguistik
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
BENTUK DAN MAKNA CITRAAN DALAM KUMPULAN LAGU KARYA FIERSA BESARI (KAJIAN STILISTIKA) ABSTRAK ERNI FIBRINITA 2024. Bentuk dan Makna Citraan Dalam Kumpulan Lagu Karya Fiersa Besari (Kajian Stilistika) Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bentuk dan makna citraan dalam kumpulan lagu karya Fiersa Besari menggunakan kajian stilistika untuk mendeskripsikan, menggambarkan, melukiskan bentuk dan makna apa saja yang terdapat atau yang ada dalam lagu-lagu Fiersa Besari. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif . Penelitian kualitatif ini menghasilkan data yang berupa gambaran suatu keadaan atau suatu kondisi, situasi secara jelas, terang dan mudah dimengerti dan disajikan dalam bentuk kalimat, kata-kata berdasarkan fakta yang ada. Berdasarkan hasil penelitian serta pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa hasil dari penelitian citraan dalam album “Tempat Aku Pulang” karya Fiersa Besari menghasilkan data sebagai berikut: 1). Citraan Penglihatan yakni penikmat dapat dengan jelas melihat/merasakan adanya perubahan situasi, 2). Citraan Perabaan yakni penikmat seakan-akan merasakan sesuatu yang ada dalam lagu, 3). Citraan Gerak yakni menunjukkan suatu kondisi yang bergerak, 4). Citraan Pendengaran yakni situasi dimana kita ikut merasakan, mendengar ide-ide yang timbul dari sipenulis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan gaya bahasa sindiran di media sosial Facebook dengan menggunakan kajian stilistika. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Sumber dari penelitian ini adalah postingan meme yang diunggah di halaman Facebook Dalang.pelo dari tahun 2022 sampai tahun 2023. Hasil analisis penelitian ditemukan 38 data, dimana terdapat 6 jenis gaya bahasa sindiran, yaitu ironi, satire, innuendo, sinisme, sarkasme, dan antifrasis. Peneliti mendapati sebanyak 9 data yang mengandung sindiran ironi, sebanyak 9 data mengandung sindiran satire, sebanyak 2 data mengandung sindiran innuendo, sebanyak 10 data mengandung sindiran sinisme, sebanyak 6 data mengandung sindiran sarkasme, dan sebanyak 2 data mengandung sindiran antifrasis. Gaya bahasa sinisme menjadi gaya bahasa sindiran yang paling banyak ditemukan dalam postingan meme di halaman Facebook Dalang.pelo.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan gaya bahasa yang terdapat dalam novel yang berjudul Tulus untuk Orang yang Salah karya Boy Candra. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan cara membaca novel, menyimak kalimat yang mengandung gaya bahasa dan mencatat semua hasil data berdasarkan jenis gaya bahasa, kemudian dianalisis dengan memberikan interpretasi pada data. Hasil penelitian menunjukan gaya bahasa yang digunakan dalam novel Tulus untuk Orang yang Salah terdapat tiga macam gaya bahasa, Jenis gaya bahasa tersebut yaitu: gaya bahasa perulangan, anafora 50 data. Gaya bahasa perbandingan, personifikasi 16 data, metafora 8 data, koreksio 3 data, alegori 2 data, perifrasis 2 data, dan gaya bahasa pertautan, klimaks 6 data, dengan total keseluruhan data yaitu 87 data. Pengarang menggunakan gaya bahasa anafora untuk menegaskan secara berulang-ulang, penggunaan gaya bahasa personifikasi untuk memberikan gambaran yang sesuai antara keinginan pengarang dan bayangan pembaca., penggunaan gaya bahasa metafora untuk memberikan efek keindahan, penggunaan gaya bahasa koreksio untuk memberikan perhatian sebuah pernyataan, penggunaan gaya bahasa alegori bertujuan untuk perbandingan antara satu dengan yang lain, penggunaan gaya bahasa perifrasis untuk kata-kata berlebihan yang dapat diganti dengan satu kata, dan penggunaan gaya bahasa klimaks untuk pemaparan pikiran dari kurang penting meningkat kepada hal yang penting.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Puisi adalah salah satu jenis karya sastra hasil ungkapan pemikiran dan perasaan manusia yang bahasanya terikat oleh irama, rima, penyusunan lirik dan bait yang penuh dengan makna. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan gaya bahasa pada kumpulan puisi Guru SMP Negeri 3 Tarakan melalui Kajian stilistika. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode deskriptif.Laporan penyajian data, di sajikan secara terurai dalam bentuk kata-kata, kalimat atau adapun dalam bentuk paragraph. Data dalam penelitian ini adalah semua bentuk kata ataupun kalimat dalam kumpulan puisi Guru SMP Negeri 3 Tarakan yang sesuai dengan masalah yang diangkat peneliti, yakni tentang gaya bahasa. Sumber data peneliti adalah kumpulan puisi Guru SMP Negeri 3 Tarakan, dengan tebal 191 halaman dan terdapat 164 judul puisi.Diterbitakan oleh CV. KANAKA Media, Surabaya, Jawa Timur. Penelitian ini difokuskan pada permasalahan yang berkaitan dengan gaya bahasa dan menggunakan kajian stilistika. Hasil penelitian pada kumpulan puisi guru SMP Negeri 3 Tarakan menunjukan bahwa terdapat beberapa gaya bahasa yang digunakan seperti gaya bahasa hiperbola, gaya bahasa personifikasi, gaya bahasa elegori, gaya bahasa sinestesia, gaya bahasa personifikasi, gaya bahasa simile, dan gaya bahasa asonasi. Tetapi disini peneliti lebih banyak mengambil contoh puisi pada gaya bahasa personifikasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa gaya bahasa personifikasi lebih banyak digunakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunakan gaya pada novel Si Putih karya Tere Liye. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data. Sumber data adalah novel Si Putih karya Tere Liye terbitan tahun 2021. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca, teknik simak, teknik catat. Karena sumber datanya berupa teks pada novel. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis penyajian data dengan menelaah, mereduksi, mendeskripsikan data. Berdasarkan hasil penelitian, Peneliti menemukan di antaranya penggunaan gaya bahasa hiperbola sebanyak 40 data, penggunaan gaya bahasa erotesis sebanyak 45 data, dan yang terakhir penggunaan gaya bahasa personifikasi sebanyak 24 data, dengan total keseluruhan data gaya bahasa yang didapat oleh peneliti sebanyak 109 data gaya bahasa, Pengarang menggunakan gaya bahasa hiperbola untuk melebih-lebihkan kalimat yang digunakan, Penggunaan gaya bahasa erotesis untuk membrikan penekanan makna yang ingin ungkapkan dengan gaya bertanya, Dan penggunaan gaya bahasa personifikasi sendiri, pengarang bertujuan untuk memperindah kalimat-kalimat yang digunakan dalam novel Si putih karya Tere Liye
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gaya bahasa pada kumpulan Puisi Para Jendral Marah-marah karya Wiji Thukul (Kajian Stilistika). Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Laporan penyajian data, disajikan secara terurai dalam bentuk kata-kata, kalimat atau adapun paragraf. Data dalam penelitian ini adalah semua bentuk kata, kalimat, dalam kumpulan puisi Wiji Thukul, yang sesuai dengan masalah yang diangkat penelliti, yakni tentang gaya bahasa. Sumber data penelitian adalah kumpulan Puisi Para Jendral Marah-marah karya Wiji Thukul terdiri dari 37 halaman dan terdapat 21 puisi, diterbitkan oleh Majalah Tempoe. Penelitian ini difokuskan pada permasalahan yang berkaitan dengan gaya bahasa dan menggunakan kajian stilistika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 19 gaya bahasa dari dari 176 data, diantaranya: 30 gaya bahasa aliterasi, 44 gaya bahasa asonansi, 12 gaya bahasa anafora, 7 gaya bahasa epifora, 16 gaya bahasa antonomasia, 11 gaya bahasa personifikasi, 10 gaya bahasa sinkope, 9 gaya bahasa sigmatisme, 8 gaya bahasa sinestesia, 7 gaya bahasa retorik, 6 gaya bahasa simile, 4 gaya bahasa asindeton, 3 gaya bahasa polisindeton, 3 gaya bahasa metafora, 2 gaya bahasa aferesis, 1 gaya bahasa onomatope, 1 gaya bahasa hiperbola, 1 gaya bahasa pararima, 1 gaya bahasa efanelepsis. Gaya bahasa yang paling dominan digunakan oleh Wiji Thukul ialah gaya bahasa asonansi terdapat 47 data, Wiji menuliskan puisinya dengan menggunakan perulangan bunyi vokal yang sama secara berurutan di akhir kalimat untuk lebih menegaskan dan memberikan penekanan terhadap hal yang ingin disampaikannya. Gaya bahasa yang jarang digunakan yakni gaya bahasa hiperbola, pararima, onomatope dan efanelepsis yang hanya berjumlahkan 1 data. Ciri puisi Wiji Thukul yakni tidak terlalu berfokus menggunakan kata-kata kiasan dan tidak menggunakan diksi-diksi nan romantis, beliau mengupas realita sosial rakyat pinggiran melalui karya puisinya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Stilistika adalah penggunaan gaya bahasa secara khusus dalam karya sastra. Gaya bahasa tersebut mungkin disengaja dan mungkin pula timbul serta merta ketika pengarang mengungkapkan idenya. Gaya bahasa seorang sastrawan akan menuangkan ekspresinya dan jika dibungkus dengan gaya bahasa akan semakin indah. Pada penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa dan pola gaya bahasa perbandingan dalam koran Radar Tarakan dan Kompas pada kolom opini edisi Oktober 2019. Jenis penelitian yang akan digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika. Jenis penelitian deskritif yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati kemudian di arahkan pada suatu latar dan individu secara utuh. Adapun data yang diambil peneliti dalam penelitian ini adalah kolom opini pada koran Radar Tarakan dan Kompas edisi Oktober 2019. Hasil dari peniliti dalam penelitian koran Radar Tarakan dan Kompas edisi Oktober 2019 mengenai gaya bahasa perbandingan terdiri atas tujuh bagian, yakni perumpamaan, metafora, personifikasi, anthitesis, pleonasme, dan perifrasis. Pada koran Radar Tarakan terdapat gaya bahasa perumpamaan berjumlah tiga data, metafora tiga data, personifikasi satu data, alegori dua data, pleonasme empat data dan perifrasis dua data. Pasa koran Kompas terdapat gaya bahasa perumpamaan berjumlah satu data, metafora tujuh data, personifikasi satu data, alegori satu data, antithesis satu data pleonasme tiga data dan perifrasis dua data.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT The purpose of this study was to determine the use of language style in the form of repetition in the lyrics of the Paser folk song. This research is in the lyrics a qualitative descriptive. The method used is data analysis. The source of data is a document in the form of the lyrics of the folk song Paser. The data collection technique used in this study is non participant observation, interview, listening, and note-taking, because the data source is in the form of text. The validity used research is triangulation theory, which is research on the same topic using different theories in analyzing data. The data analysis tchniue used in this study uses abalysis of data presentation and discussion. Based on the results of the study, it can be concluded that there are several styles of language in the form of repetition in the lyrics of the Paser folk song. These styles include: anaphora, assonance, alliteration, epistropha and mesodilopsis. The most dominant style of repetition in the lyrics of the Paser folk song is the asonannce style with 32% resultsx i.e. 39 data were found from 175 data. The purpose of using is to create a beautiful effect of sound and to express the atmosphere in accrdance with the content of the song. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemakaian gaya bahasa wujud repetisi pada lirik lagu daerah Paser. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan adalah analisis data. Sumber data adalah dokumen yang berupa lirik lagu daerah Paser. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Observasi non partisipan, wawancara, simak, dan catat, karena sumber datanya berupa teks. Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi teori yaitu secara penelitian terhadap topik yang sama dengan menggunakan teori yang berbeda dalam menganalisa data. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis penyajian data dan pembahasan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan gaya bahasa dalam lirik lagu daerah Paser terdapat beberapa gaya bahasa wujud repetisi. Gaya bahasa tersebut antara lain: anafora, asonansi, aliterasi, epistrofa dan mesodilopsis. Gaya bahasa repetisi yang paling dominan pada lirik lagu daerah Paser adalah gaya bahasa asonansi dengan hasil 32% yaitu 39 data ditemukan dari 175 data. Tujuan pemakaian gaya bahasa asonansi dalam lirik lagu daerah Paser yaitu dapat menimbulkan efek keindahan dari bunyi serta dapat mengekspresikan suasana sesuai dengan isi lagu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan gaya bahasa dalam kumpulan puisi “Setengah Tiang” karya Ali Syamsudin Arsi kajian stilistika. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa majas perbandingan dan majas penegasan dalam kumpulan puisi “Setengah Tiang” karya Ali Syamsudin Arsi. Teknik yang dipakai dalam penelitian ini adalah teknik analisis isi atau tekstual. Pegumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pembacaan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa majas repetisi ialah majas yang paling dominan digunakan karena perulangan kata, frase dan klausa yang sama dalam satu kalimat. Hal ini menunjukkan bahwa Ali Syamsudin Arsi ingin menegaskan pada kalimat-kalimat tertentu bahwa kalimat tersebut memiliki kesan yang sangat mendalam, sedangkan majas yang jarang Ali Syamsudin Arsi gunakan ialah majas retoris majas yang jawabannya telah terkandung di dalam pernyataan tersebut, sedangkan Ali Syamsudin Arsi adalah penulis yang mencoba menyampaikan pesan dan makna yang mendalam kepada pembaca karena ingin menegaskan apa yang terjadi pada lingkungan sekitar. Adapun jumlah majas yang ditemukan ialah tediri dari 68 data yang terdapat dalam 12 majas, majas repetisi terdiri dari 16 data, majas paralelisme terdiri dari 14 data, majas personifikasi terdiri dari 10 data, majas alegori terdiri dari 10 data, majas simile terdiri dari 9 data, majas sinetesia terdiri dari 2 data, majas enumerasio terdiri dari 2 data, majas metafora terdiri dari 1 data, majas pleonasme terdiri dari 1 data, majas tautologi tediri dari 1 data, majas hiperbola terdiri dari 1 data dan majas retoris terdiri dari 1 data.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK DZULKIFLI. Gaya Bahasa Retoris pada Kumpulan Naskah Pidato Joko Widodo Kajian Stilistika. Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing Utama Rita Kumalasari, M.Pd. Pembimbing Anggota Eva Apriani, M.Pd Kata kunci: Gaya Bahasa Retoris, Stilistika, Naskah, Pidato. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Gaya Bahasa Retoris dalam Naskah Pidato Joko Widodo melalui Kajian Stilistika. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Laporan penyajian data, disajikan dengan menggunakan huruf, bukan dalam bentuk angka, dan metode penelitian ini disajikan secara terurai dalam bentuk kata-kata, kalimat, atau apapun dalam bentuk paragraf. Data penelitian ini adalah semua bentuk kata, kalimat, maupun paragraf dalam naskah pidato Joko Widodo, yang sesuai dengan masalah yang diangkat peneliti, yakni tentang gaya bahasa retoris. Sumber data penelitian adalah 6 naskah pidato Joko Widodo yang disimpan oleh Sekretariat Kabinet Republik Indonesia pada periode 2017-2019 yang diakses melalui internet. Penelitian ini difokuskan pada permasalahan yang berkaitan dengan gaya bahasa retoris dan dikaji menggunakan kajian stilistika. Hasil penelitian pada naskah pidato Joko Widodo menunjukkan bahwa Joko Widodo sering menggunakan gaya bahasa retoris. Gaya bahasa retoris yang digunakan Joko Widodo antara lain asonansi 2 data, asindeton 8 data, polisindeton 12 data, paradoks 1 data, erotesis atau pertanyaan retoris 1 data, eufimismus 1 data, hiperbola 2 data, elipsis 2 data, prolepsis atau antisipasi 2 data, dan pleonasme 1 data. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, gaya bahasa retoris yang menonjol dan mendominasi adalah polisidenton, dari 30 data yang ada gaya bahasa retoris jenis polisidenton paling mendominasi dengan data sebanyak 12 data yang terdapat dalam kumpulan pidato Joko Widodo yang tersimpan dalam Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.