Analisis Kepuasan Masyarakat Pantai Amal Terhadap Pelayanan Publik (Studi Kasus Kelurahan Pantai Amal Kota Tarakan)
Analisis Tentang Kepuasan Masyarakat Pantai Amal Kota Tarakan Terhadap Pelayanan Publik
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Analisis Tentang Kepuasan Masyarakat Pantai Amal Kota Tarakan Terhadap Pelayanan Publik
Air merupakan salah satu komponen yang sangat penting bagi manusia dan dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari. Saat ini, kebutuhan air bersih khususnya wilayah Tarakan dipasok oleh PDAM Tirta Alam Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan air bersih serta merancang pengembangan sistem jaringan pipa distribusi di Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan. Metode yang digunakan meliputi proyeksi pertumbuhan penduduk dengan metode Aritmatika, perhitungan kebutuhan air domestic dan non-domestik, serta simulasi jaringan menggunakan perangkat lunak EPANET 2.2 dengan persamaan Hazen-Wiliams. Hasil penelitian menunjukkan jumlah penduduk meningkat dari 11.894 jiwa pada tahun 2024 menjadi 23.593 jiwa pada tahun 2033, dengan kebutuhan air bersih total yang terus meningkat. Simulasi jaringan eksisting tahun 2024 memperlihatkan masih terdapat node dengan tekanan dibawah standar minimal (0,5 atm) serta kecepatan aliran pada beberapa pipa kurang dari 0,3 m/s. Pada simulasi pengembangan tahun 2033 dengan penambahan dan penyesuaian pipa, distribusi tekanan menjadi lebih merata (1 - 6 atm) dan kecepatan aliran telah memenuhi kriteria teknis (0,3 - 2,5 m/s). Maka pengembangan jaringan distribusi sangat diperlukan agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi hingga tahun 2033 serta dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah maupun PDAM dalam perencanaan sistem distribusi air bersih.
Air bersih merupakan kebutuhan pokok yang harus selalu terpenuhi, termasuk di Kelurahan Selumit Kota Tarakan yang dilayani PDAM Tirta Alam. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi jaringan distribusi air bersih dengan menganalisis proyeksi jumlah penduduk, kebutuhan air bersih, serta kinerja hidrolis menggunakan EPANET 2.2 dan kondisi eksisting jaringan pipa, termasuk parameter tekanan, kecepatan aliran, dan kehilangan energi (headloos). Hasil menunjukkan pertumbuhan penduduk rata-rata 0,31% per tahun dengan proyeksi jumlah penduduk tahun 2033 sebesar 6.821 jiwa sedangkan untuk tahun 2024 sebesar 6.797 jiwa, serta kebutuhan air total meningkat dari 10,242 liter/detik untuk tahun 2024 menjadi 10,424 liter/detik untuk tahun 2033. Simulasi EPANET 2.2 memperlihatkan sebagian besar node memiliki tekanan sesuai standar 5-80 m (0,5-8 atm), kehilangan energi memenuhi standar 0-15 m/km, dan kecepatan aliran masih di bawah kriteria standar 0,3-0,6 m/s. Meskipun beberapa titik mengalami tekanan rendah akibat topografi dan keterbatasan kapasitas pipa. Secara umum, sistem distribusi eksisting masih dapat memenuhi kebutuhan hingga tahun proyeksi, namun diperlukan optimalisasi kapasitas pipa, desain pipa dan penyediaan infrastruktur pendukung agar distribusi air lebih merata dan berkelanjutan.
Hutan mangrove merupakan suatu komunitas pantai tropis yang kemampuan untuk tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut. Mangrove dapat tumbuh dan berkembang di lahan bekas tambak salah satunya di wilayah Kelurahan Juata Laut. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis jenis serta kondisi mangrove pada lahan bekas tambak di wilayah barat Kelurahan Juata Laut Kota Tarakan. Metode yang digunakan untuk pengambilan contoh vegetasi mangrove dilakukan secara purposive sampling dengan menggunakan transek petak sesuai dengan kategori pohon, anakan dan semai pada bagian plataran dan parit lahan bekas tambak. Untuk mendapatkan struktur komunitas mangrove di kawasan ini maka dilakukan analisis Indeks Nilai Penting (INP) yang merupakan nilai total dari kelimpahan atau kerapatan jenis relatif, frekuensi jenis relatif dan penutupan jenis relatif. untuk Pada mangrove bekas tambak di wilayah Juata Laut Kota Tarakan di temukan tiga jenis mangrove yaitu, Avicennia alba, Sonneratia alba, dan Xylocarpus granatum. INP tingkat pohon rata-rata terbesar pada stasiun 2 dan 3 adalah jenis A. alba denga nilai 114,42 % dan 121,89%. Kemudian INP rata-rata jenis mangrove S. alba juga memiliki nilai yang tinggi kedua sebesar 117,87 dan 95,92. INP dari kategori anakan, rata-rata terbesar pada stasiun 2 dan 3 terdapat pada jenis S. alba denga nilai 143,68 % dan 105,04%. Kemudian INP jenis mangrove A. alba juga memiliki nilai yang tinggi kedua sebesar 65,27% dan 128,72%. Untuk tingkat anakan Keberadaan jenis mangrove pada lokasi penelitian dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya kondisi substrat, salinitas, tingkat perendaman yang berkaitan dengan pasang dan surut air laut. Kondisi mangrove di sekitar lokasi penelitian yang berperan sebagai sumber benih mangrove. Lahan bekas tambak di wilayah Juata Laut secara umum dipengaruhi oleh jenis A. alba dan S. alba. Nilai INP dari kedua jenis yang tinggi dari jenis lain. Kondisi substrat di sekitar lokasi penelitian terdiri dari Sandy Clay (liat berpasir) dan Sandy Clay Loam (lempung liat berpasir) dengan kondisi salinitas di lokasi sampling pada saat terendam (pasang) berkisar 25 ppt – 30 ppt.
Pantai amal sebagai kawasan petani rumput laut di kota Tarakan dengan total produksi 501.169.624 ton pada tahun 2020. Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) mengetahui peran kelembagaan sistem agribisnis rumput laut di kelompok tani sinar amal abadi pantai amal kota Tarakan. (2) menganalisis persepsi petani terhadap peran kelembagaan sistem agribisnis kelompok tani sinar amal abadi kelurahan pantai amal kota Tarakan. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan analisi deskriptif dan menggunakan skala likert / skoring. Hasil yang di peroleh adalah dalam sistem agribisnis rumput laut memiliki 4 sub sistem rumput laut ya itu (1) sub sistem hulu, lembaga yang terlibat yaitu toko anda, kelompok tani sinar amal abadi dan pengepul, lembaga lembaga tersebut berperan sebagai penyedia bibit rumput laut serta melakukan penyediaan modal, menyerap aspirasi dari anggota. (2) sub on farm lembaga yang terlibat di dalamnya adalah kelompok tani sinar amal abadi, lembaga ini berperan sebagai budidaya rumput laut, (3) subsistem hilir lembaga terlibat di dalamnya adalah kelompok tani sinar amal abadi dan pengepul. (4) subsistem jasa dan penunjang lembaga yang berperan adalah dinas perikanan dan kelautan kota Tarakan dan penyuluh. Menganalisis persepsi terhadap peren kelembagaan sistem agribisnis kelompok tani sinar amal abadi pantai amal kota Tarakan. Hasil yang di peroleh adalah persepsi petani rumput laut di kelompok tani sinar amal abadi, dapat di kategorikan tinggi dengan skor (29). Dengan masing masing sub sistem: (a) sub sistem hulu dengan skor (6) kategori tinggi (b) subsistem on farm dengan skor ( (10,8) kategori tinggi (c) sub sistem hilir dengan skor (8,73333) kategori tinggi (d) sub sistem penunjang dengan skor (3,466667) kategori sedang
Mangrove memiliki bagian seperti daun, ranting, buah serta bunga yang gugur dan berperan penting sebagai pemasok bahan organik disuatu perairan. Salah satu ekositem mangrove yang ada di Kota Tarakan yaitu Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian. Tujuan penelitian ini untuk menghitung jumlah produksi serasah mangrove Rhizophora mucronata di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus hingga November 2021. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu deksriptif dan kuantitatif. Penentuan titik lokasi penelitian ini yaitu menggunakan teknik purposive sampling dengan memilih 3 stasiun berdasarkan tegakan mangrove yang dominan. Pengambilan sampel menggunakan jaring penampung serasah yang berukuran 2x2 m dengan waktu pengambilan 1 minggu sekali selama 2 bulan. Hasil produksi serasah mangrove Rhizophora mucronata memiliki nilai sebesar 1.31 g/m2/hari. Komponen produksi serasah paling banyak berasal dari daun dan paling sedikit berasal dari ranting, bunga dan buah. Produksi serasah paling tinggi berasal dari stasiun 3 karena lokasi ini memiliki jumlah kerapatan pohon yang tinggi.
STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON DI EMBUNG RAWASARI KELURAHAN KARANG HARAPAN KOTA TARAKAN Abstrak Penelitian mengenai struktur komunitas plankton di Embung Rawasari dilakukan untuk memahami kondisi perairan secara biologis dalam upaya pemenuhan kebutuhan air di Kota Tarakan. Plankton merupakan salah satu organisme di suatu perairan yang sangat penting dalam menentukan kesuburan pada suatu perairan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas plankton yang terdiri dari kelimpahan plankton, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi plankton di perairan Embung Rawasari Kota Tarakan, dan untuk mengetahui keterkaitannya terhadap kualitas air. Metode penelitian yang digunakan adalah deskrtiptif, kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan dua data, yaitu data utama dan data penunjang. Identifikasi Plankton dilakukan di Laboratorium Nutrisi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus hingga September 2021. Pengambilan sampel plankton dilakukan di 3 stasiun pengamatan. Identifikasi jenis plankton dilakukan sebanyak 8 kali ulangan disetiap stasiun. Identifikasi plankton dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Pakan Ikan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Kelimpahan fitoplankton didapatkan berkisar 2-19 sel/L dan zooplankton 3-13 ind/L. Nilai indeks keanekaragaman fitoplankton berkisar 0,824-1,0363 dan zooplankton berkisar 0,9010-1,0712. Nilai indeks keseragaman fitoplankton berkisar 0,8196-0,8393 dan zooplankton 0,81870-0,8783. Nilai indeks dominansi fitoplankton berkisar 0,422-0,540 dan zooplankton 0,3804-0,4725. Kelimpahan plankton di perairan Embung Rawasari termasuk dalam kategori rendah. Indeks keanekaragaman plankton di perairan Embung Rawasari termasuk dalam kategori sedang. Indeks keseragaman plankton di perairan Embung Rawasari termasuk dalam kategori tinggi. Indeks dominansi plankton di perairan Embung Rawasari termasuk kedalam kategori rendah. Kata Kunci : Kelimpahan, Keanekaragaman, Keseragaman, Indeks Dominansi, Kelurahan Karang Harapan
Mangrove memiliki bagian seperti daun, ranting, buah serta bunga yang gugur dan berperan penting sebagai pemasok bahan organik di suatu perairan. Salah satu ekosistem mangrove yang ada di Kota Tarakan yaitu Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting, tepatnya terletak di Kelurahan Pamusian. Tujuan penelitian ini untuk menghitung jumlah produksi serasah mangrove jenis api-api (Avicennia alba) di Kawasan Konservasi Mangrove, Kelurahan Pamusian, Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2020-Januari 2021. Metode yang digunakan penelitian ini yaitu deksriptif kuantitatif. Penentuan titik lokasi penelitian ini yaitu menggunakan teknik purposive sampling dengan memilih 3 stasiun berdasarkan tegakan mangrove yang dominan. Pengambilan sampel menggunakan jaring penampung serasah yang berukuran 2x2 m dengan waktu pengambilan 1 minggu sekali. Hasil produksi serasah mangrove api-api (Avicennia alba) berkisar 1,07-1,77 g/m2/hari dan dikonversikan selama setahun dapat mencapai nilai sebesar 5,30 ton/ha/tahun. Komponen produksi serasah paling banyak berasal dari ranting dan paling sedikit dari daun, buah dan bunga. Produksi serasah paling tinggi berasal dari stasiun 2 karena lokasi ini memiliki jumlah kerapatan yang tinggi di antara titik stasiun lainnya.
STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON DI SUNGAI NGINGITAN KELURAHAN MAMBURUNGAN TARAKAN TIMUR KOTA TARAKAN Abstrak Plankton terbagi menjadi dua kelompok besar yaitu plankton tumbuhan (fitoplankton) dan plankton hewani (zooplankton). Plankton merupakan salah organisme di suatu perairan yang sangat penting dalam menentukan kesuburan pada suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui struktur komunitas plankton yang terdiri dari kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, indeks dominansi serta keterkaitannya dengan kondisi kualitas perairan di Sungai Ngingitan Kelurahan Mamburungan Kota Tarakan. Penelitian dilakukan pada tanggal 24 Februari hingga 7 April 2021. Pengambilan sampel plankton dilakukan 3 stasiun pengamatan yaitu stasiun 1 (hulu sungai), stasiun 2 (hilir sungai), dan tasiun 3 muara. Identifikasi dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Pangan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Kelimpahan Fitoplankton didapatkan berkisar 4-37 sel/L. Kelimpahan zooplankton didapatkan berkisar 1-34 Ind/L. Nilai indeks keanekaragaman fitoplankton berkisar 0,608-1,226. Nilai indeks keanekaragaman zooplankton berkisar 0,637-1,318. Nilai Indeks keseragamaan fitoplankton berkisar 0,588- 0,686. Nilai Indeks keseragamaan zooplankton berkisar 0,812-0,918. Nilai indeks dominansi fitoplankton berkisar 0,455-0,868 nilai indeks dominansi zooplankton berkisar. 0,321-0,556. Kelimpahan plankton di Sungai Ngingitan termaksuk dalam katagori rendah. Kata Kunci : Kelimpahan, Keanekaragaman, Keseragaman, indeks Dominansi, Kelurahan Mamburungan.
ABSTRAK ARHAN NPM: 1740501008. Skripsi ini berjudul “Implementasi Peraturan Wali Kota Tarakan Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Dana Alokasi Umum Bantuan Pendanaan Kelurahan di Kelurahan Kampung Enam Kota Tarakan” dibawah arahan dan bimbingan Ibu Dr.Nur Asikin, S.HI,.M.H dan Bapak Mawardi Khairi, S.H., M.H. Berdasarkan Peraturan Wali Kota Tarakan Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Dana Alokasi Umum Bantuan Pendanaan Kelurahan Di Kelurahan Kampung Enam Kota Tarakan , Penelitian Skripsi ini bertujuan untuk menjawab berbagai Permasalahan di masyarakat terkait bentuk implementasi peraturan Walikota Tarakan, Keluhan - keluhan terhadap buruknya kualitas layanan di kelurahan dan kurang nya transfaransi terhadap penggunaan dana kelurahan menunjukkan bahwa belum terwujudnya pemerintahan yang baik dalam lingkup kelurahan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bentuk implementasi peraturan wali kota Tarakan nomor 11 tahun 2020 tentang dana alokasi umum bantuan pendanaan kelurahan di kelurahan kampung enam kota Tarakan . penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris, data yang diperoleh dari penelitian lapangan dihimpun lalu dikelompokkan dan diseleksi menurut kualitas dan kebenaranya lalu disusun secara sistematis, kemudian ditarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya mewujudkan pemerintahan yang baik khususnya yang terkait dengan prinsip transfaransi penggunaan dana kelurahan, belum dilakukan oleh kepala kelurahan kampung enam kota Tarakan. Penyelenggraan pemerintahan di kelurahan belum sepenuhnya melibatkan masyarakat, hal ini menunjukkan bahwa prinsip transparansi belum dilaksanakan sepenuhnya di kelurahan kampung enam, masih banyaknya pembagunan dan pemberdayaan masyarakat yang belum dilaksanakan dengan baik meperlihatkan bahwa pemerintahan yang baik dalam skala kelurahan belum terlaksana sebgaimana mestinya.