ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini membahas modifikasi struktur Gedung Transit Asrama Haji Kota Tarakan dengan menggunakan sistem pelat datar (flat slab). Latar belakang penelitian didasarkan pada kebutuhan pembangunan asrama haji di Kalimantan Utara yang mampu menampung jamaah secara optimal serta memberikan kenyamanan dan efisiensi penggunaan ruang. Sistem pelat datar dipilih karena memiliki keunggulan dalam efisiensi material, fleksibilitas tata ruang, serta kemudahan pelaksanaan konstruksi. Metode penelitian meliputi pemodelan dan analisis struktur berdasarkan SNI 1726:2019 dan SNI 1727:2020, serta perancangan elemen struktur utama berupa pelat, kolom, dan dinding geser. Analisis dilakukan dengan metode desain langsung (direct design method) untuk menentukan kebutuhan penulangan dan memastikan struktur mampu menahan kombinasi beban gravitasi maupun beban gempa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pelat datar dengan penambahan elemen dinding geser mampu diaplikasikan pada Gedung Transit Asrama Haji Kota Tarakan. Desain yang dihasilkan memenuhi persyaratan kekuatan dan daktilitas sesuai standar perencanaan yang berlaku, serta dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan efisiensi struktur dan biaya konstruksi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Pada saat ini Gedung Rusunawa Kota Tarakan memerlukan perbaikan karena usia rusunawa sudah belasan tahun sehingga banyak kamar hunian yang membutuhkan perawatan karena mengalami kerusakan. Pemeliharaan dan perawatan bengunan gedung harus dilakukan secara konsisten agar dapat mengembalikan fungsi sarana dan prasarana secara penuh, serta membuat penghuni tetap aman dan nyaman untuk bertempat tinggal di Gedung Rusunawa Kota Tarakan, hal ini sejalan dengan PP No 16 Tahun 2021. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan tingkat kerusakan dan memberikan rekomendasi terhadap kerusakan yang terjadi pada Gedung Rusunawa Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan melakukan observasi langsung ke lapangan dan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan interview kepada pengelola, satpam, dan penghuni rusunawa terkait kerusakan pada Gedung Rusunawa. Hasil penelitian diperoleh presentase kerusakan untuk keseluruhan bangunan sebesar 12,443%, yang merupakan kategori kerusakan ringan menurut PP No 16 Tahun 2021. Adapun untuk rekomendasi perbaikan pada retak (kolom, balok, dan dinding), sudut kolom yang pecah, selimut beton hancur dan berlubang akibat air, rekomendasi perbaikannya menggunakan campuran semen Conbextra GP dan air. Kemudian untuk kerusakan pada finishing dinding rekomendasi perbaikannya dilakukan dengan pengecatan ulang menggunakan cat waterproof dan untuk kerusakan pada keran air, instalasi listrik, serta gagang pintu sebaiknya langsung mengganti dengan yang baru agar tidak terjadi kerusakan yang berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Evaluasi penangkal petir eksternal menggunakan metode sudut proteksi dan bola bergulir pada gedung Main Plan pada PT. Phoenix Resources Internasional Tarakan, dapat mencegah sambaran petir dengan menggunakan sistem grounding pelat yang dipasang dalam tanah yang ada pada Gedung Main Plan. Berdasarkan hasil pengukuran di lapangan, hasilnya adalah 0,51 Ω. Hasil analisa menggunakan metode sudut proteksi pada sudut 25˚, dengan radius alas sebesar sebesar 16,08 m atau lebar 32,16 m pada terminasi udara dengan ketinggian bangunan sebesar 32,5 m, radius alas sebesar 17,48 m atau lebar 34,96 m pada terminasi udara dengan ketinggian bangunan sebesar 35,5 m, radius alas sebesar 18,88 m atau lebar 37,76 m pada terminasi udara dengan ketinggian bangunan sebesar 38,5 m, radius alas sebesar 20,28 m atau lebar 40,56 m pada terminasi udara dengan ketinggian bangunan sebesar 41,5 m. Adapun hasil analisa yang dilakukan dengan metode bola bergulir, bola tersebut memiliki radius bola 30 meter dan arus puncak petir sebesar 187,2 kA dengan jarak sambar petir sebesar 299,9 m dan nilai sudut terlindung sebesar 62,2˚ dengan radius perlindungan sebesar 139,6 m pada terminasi udara dengan ketinggian bangunan sebesar 32,5 m, 61˚ dengan radius perlindungan sebesar 145,2 m pada terminasi udara dengan ketinggian bangunan sebesar 35,5 m, 59,8˚ dengan radius perlindungan sebesar 150,5 m pada terminasi udara dengan ketinggian bangunan sebesar 38,5, dan 58,7˚ dengan radius perlindungan yang di peroleh sebesar 155,5 m pada terminasi udara dengan ketinggian bangunan sebesar 41,5 m.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
.Instalasi listrik merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam pembangunan gedung bertingkat untuk melindungi keselamatan manusia yang berada didaerah sekitar sehingga aman dari sengatan listrik.. Maka dari itu, seorang perencana haruslah memahami betul peraturan-peraturan yang berlaku untuk setiap pemasangan instalasi listrik khususnya pada instalasi penerangan. Untuk mengetahui persyaratan umum instalasi listrik agar dapat merancang suatu rangkaian yang aman dan baik, dapat berpedoman pada standar Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2011. Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Utara merupakan gedung bertingkat yang dalam tahap pembangunan.Untuk menunjukkan kenyamanan pada anggota Dewan Perwakilan Rakyat beserta staf, gedung tersebut memerlukan sistem perancangan instalasi penerangan yang baik sesuai dengan standar Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL)2011. Dari hasil penelitian pada gedung DPRD Provinsi Kalimantan Utara diperoleh hasil perhitungan, total daya yang didapatkan pada gedung sebesar 394060 Watt, dengan pengaman MCCB 901 Ampere, dengan daya lantai 1 sebesar 166896 Watt, lantai 2 sebesar 224172, dan lantai 3 sebesar 2992 watt. Untuk perhitungan jatuh tegangan hasil yang didapatkan sesuai dengan standar yang ditetapkan PUIL ≤4%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
ANALISIS KEBUTUHAN AIR BERSIH UNTUK MENENTUKAN KAPASITAS BAK PENAMPUNG DAN POMPA DI GEDUNG KULIAH FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah tidak diketahuinya jumlah kebutuhan air bersih, menentukan kapasitas bak penampung dan pompa untuk mengatasi masalah tidak meratanya tekanan pengaliran pada setiap lantai bangunan di gedung kuliah teknik mesin dan teknik elektro Universitas Borneo Tarakan. Metode penelitian yang dilakukan dengan wawancara dan observasi lapangan, untuk perhitungan kebutuhan air bersih, dan kapasitas bak penampung mengacu pada SNI 03-7065-2005, menentukan kapasitas pompa mengunakan diagram pemilihan pompa umum. Gedung kuliah teknik mesin dan teknik elektro Universitas Borneo Tarakan beroperasi selama 8 jam dengan jumlah penghuni berdasarkan mata kuliah yang bersamaan sebanyak 273 orang, berdasarkan analisis didapatkan kebutuhan air bersih dalam 1 hari yaitu sebesar 6.552 l/ hari, 819 l/ jam, dan 47,766 l/menit, kapasitas bak penampung bawah 2.184 liter dan bak penampung atas 7.882 liter, kapasitas pompa yang disarankan dengan kode 40 × 32B_2 – 5 2,2. Kata kunci: Gedung, Pompa, Reservoir.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bangunan tinggi merupakan salah satu objek yanag kemungkinan besar memiliki resiko sambaran petir. Oleh karena itu penting untuk memproteksi bangunan tinggi dengan sistem yang handal. Penelitian ini mengevaluasi sistem penangkal petir pada Gedung Rektorat Universitas Borneo Tararkan . Metode yang di gunakan adalah sudut proteksi. Untuk menganalisa diperoleh data pengukuran tahanan (Grounding) sebesar 35,6 Ω. Berdasrkan hasil perhitungan diperoleh nilai pararel tahanan grounding sebesar 0,67Ω. Dengan standar SNI perhitungan tahanan grounding diperoleh sebesar 0,24Ω. Data hasil guruh yang di peroleh pada tahun 2023 pada BMKG kota Tarakan selama 12 bulan diperoleh nilai rata-rata kerapatan sambaran petir ketanah sebesar 10,02km. Sedangkan perhitungan area proteksi (Ac) pada atap tengah dan samping diperoleh sebesar 115.883,25km dengan rata-rata sambaran petir pertahun sebesar 1,16 kali sambaran petir. Berdasarkan Analisa perhitungan diperoleh efisensi sambaran petir pada Gedung Rektorat Univerasitas Borneo Tarakan sebesar 0,91%..
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Evaluasi penangkal petir menggunakan metode sudut proteksi pada Gedung Rusunawa Universitas Borneo Tarakan, petir external pada Gedung Rusunawa Universitas Borneo Tarakan dan dapat mencegah sambaran petir dengan cara batang elektroda ditancap ketanah dengan panjang elektroda batang 2 m atau sering disebut metode tancap yang ada pada Gedung Rusunawa Universitas Borneo Tarakan. Dengan menggunakan satu metode yaitu metode sudut proteksi adapun hasil data yang diukur dilapangan beserta hasil perhitungan data yang diperoleh adalah sebagai berikut: Data lapangan 0,42 ohm, Data hasil perhitungan terbagi dua yaitu: Data perhitungan menurut data lapangan sebesar (5,715 ohm) dan data perhitungan menurut SNI sebesar (0,02 ohm), data hari guruh selama 12 bulan dengan hasil perhitungan terdapat hasil 10,32 km¬¬¬2/tahun, indeks bahaya sambaran petir pada tabel 2.5 dengan hasil yang diperoleh (12), data curah hujan dengan dengan hasil perhitungan sebesar 8,37 km2/tahun, menghitung area proteksi (Ac) pada gedung yaitu: Atap tengah 58 227,14 km2 dan Atap samping 55 236,47 km2, rata-rata sambaran petir pertahun: Atap tengah 0,60 sambaran petir pertahun, dan Atap samping 0,57 sambaran petir pertahun, menghitung efisiensi sambaran petir: Atap tengah gedung 0,83%, dan Atap samping 0,82%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Evaluasi penangkal petir mengunakan metode sudut proteksi dan bola gelinding pada gadung Fikes Universitas Borneo Tarakan, petir external pada Gedung Fikes Universitas Borneo Tarakan dan dapat mencegah sambaran petir dengan cara batang elektorda di tancap ke tanah dengan panjang elektroda batang 2 m atau sering di sebut metode tancap yang ada pada Gedung Fikes Universitas Borneo Tarakan. Dengan menggunakan dua metode yaitu metode sudut proteksi dan metode bola gelinding. Adapun hasil data yang di ukur di lapangan berserta hasil perhitungan data yang di peroleh adalah sebagai berikut: Data lapangan 0,23 ohm, Data hasil perhitungan terbagi dua yaitu: Data perhitungan menurut data lapangan sebesar(0,75 ohm)dan Data perhitungan menurut SNI sebsar(4,15 ohm), Data hari guruh selama 12 bulan dengan hasil perhitungan terdapat hasil 10,32 /tahun, Indeks bahaya sambaran petir pada tabel 2.5 dngan hasil yang di peroleh sebesar(12),data curah hujan dengan hasil perhitungan sebesar , Menghitung area proteksi(Ac) pada gedung yaitu:Atap tengah 100 574,29 dan Atap samping 90 416,08 , rata rata sambaran petir pertahun: Atap tengah 1,0 sambaran petir pertahun, dan Atap samping 0,90 sambaran pertahun, Mengitung efesiensi sambaran petir:Atap tengah gedung 0,9% dan Atap samping gedung 0,8%, Data sambaran petir tahun 2022 pada area Universitas Borneo Tarakan sebesar 1,659 A. Nilai probability atau angka perhitungan yang akan terjadi badai petir terdapat sebesar 13,8%, perhitugan jari jari petir 345 m dan hasil lingkaran bola gelinding 67,07 derajat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi kasus rancangan instalasi listrik pada gedung Laboratorium Sentral Ilmu Hayati Uniersitas Borneo Tarakan, memiliki total daya pada gedung sebesar 140694,9 Watt, dengan pengaman MCCB 355 Ampere. Daya pada lantai 1 sebesar 41824 Watt, 48748 Watt pada lantai 2 dan 50122,9 pada lantai 3 dan top floor. Setiap lantai di bagi mejadi 2 grub yaitu grup instalasi penerangan dan stopkontak (STC) di mana tiap grub di bagi menjadi 3 fasa R, S, T. Pada lantai 1 daya grup instalasi penerangan sebesar 5240 Watt, 36584 Watt untuk grup stopkontak, pada lantai 2 daya grup instalasi penerangan sebesar 5144 Watt, 43604 Watt untuk grup stopkontak, pada lantai 3 dan top floor daya grup instalasi penerangan sebesar 5480 Watt, 44642,9 Watt untuk grup stopkontak. Untuk pengaman pada grup instalasi penerangan menggunakan MCCB 16 Ampere dan 100 Ampere untuk grup stopkontak. Drop Voltase atau jatuh tegangan pada tiap lantai di dapatkan pada lantai 1 adalah 0,65%, 0,76% pada lantai 2, 0,78% pada lantai 3. Hasil yang di dapatkan sesuai dengan standar instalasi listrik yang di tetapkan oleh PUIL 2011 yaitu jatuh tengan ≤ 4 %.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Demi menciptakan ekosistem perizinan yang ramah akan investasi, pemerintah Republik Indonesia menetapkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, dimana undang-undang ini berbentuk omnibus law yang mengakumulasikan berbagai undang-undang menjadi satu. Salah satu peraturan yang terdapat dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja adalah perubahan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Imbas dari berubahnya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung turut berubah pula peraturan pelaksananya, yang pada awalnya Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksana Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, dengan UU Ciptaker menjadi Peraturan Pemerintah Nomor 16 tahun 2021 tentang Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Sehingga imbas paling dirasakan oleh pemerintahan level daerah, yakni Kota Tarakan dalam menerapkan Perizinan Bangunan Gedung dalam masa transisi implementasi Undang-undang Cipta Kerja. Rumusan masalah yang peneliti angkat dalam penelitian ini dibagi menjadi dua yakni, Bagaimana Penerapan Perizinan Bangunan Gedung yang dilakukan oleh pemerintah daerah kota Tarakan dan bagaimana pelaksanaan pengawasan dalam perizinan bangunan gedung di kota Tarakan. Hasil penelitian yang didapatkan yakni, pada saat ini pemerintah kota Tarakan dalam mengimplementasikan amanah UU Ciptaker untuk menjalankan sistem PBG masih dalam tahap percobaan, sehingga Pemerintah Kota Tarakan masih menggunakan sistem IMB atau sistem sebelum disahkannya UU Ciptaker, demikian untuk pengawasan perizinan pemerintah kota Tarakan masih menggunakan sistem IMB sehingga dalam hal pengawasan masih mengacu pada UU 28/2002 serta Peraturan Pelaksananya, yakni mengawasi dalam hal penertiban pelaksanaan konstruksi bangunan gedung dan penertiban terhadap pemanfaatan bangunan gedung, diharapkan pemerintah Kota Tarakan dapat konsisten dan dengan segera menjalankan sistem PBG sebagai sebuah kepastian hukum dalam menjalankan pemerintahan terkhususnya pada perizinan bangunan gedung.