BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Kepuasan konsumen merupakan faktor krusial dalam dunia bisnis yang dipengaruhi oleh kinerja produk dalam memenuhi harapan konsumen. Salah satu strategi untuk meningkatkan kepuasan konsumen adalah dengan menerapkan bauran pemasaran, yang mencakup aspek product, price, place, promotion, people, process, dan physical evidence. The Uncle Coffee & Kitchen menghadapi beberapa permasalahan terkait kepuasan konsumen, seperti ketidaksesuaian produk dengan harapan konsumen, rasa yang kurang memuaskan, harga yang relatif mahal dengan porsi yang sedikit, serta keterbatasan fasilitas parkir yang menyulitkan konsumen saat jam sibuk, promosi yang kurang efektif, terdapat keluhan mengenai pelayanan karyawan yang kurang ramah dan waktu tunggu yang lama. Efisiensi operasional yang belum optimal menyebabkan antrean panjang, sedangkan aspek kebersihan tempat makan yang kurang terjaga pada waktu tertentu turut mengurangi kenyamanan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik konsumen serta menganalisis pengaruh bauran pemasaran terhadap kepuasan konsumen The Uncle Coffee & Kitchen Kota Tarakan. Metode penetuan sampel menggunakan purposive sampling, melibatkan 100 responden. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan SEM-PLS (Structural Equation Modelling-Partial Least Square) dengan alat bantu SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sebagian besar konsumen adalah perempuan berusia 17–29 tahun pada tingkat pendidikan SMA dengan kategori pekerjaan “lainnya” yang memiliki penghasilan berkisar Rp500.000–Rp2.000.000 (2) pengaruh bauran terhadap pemasaran kepuasan konsumen, ditemukan bahwa variabel product, place, dan process memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Sementara itu, variabel price, people, dan promotion memberikan kontribusi positif namun tidak signifikan, sedangkan physical evidence memiliki kontribusi negatif yang tidak signifikan. Selain itu dilihat dari nilai outer weight variabel place tidak memiliki pengaruh langsung terhadap kepuasan konsumen.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kepuasan konsumen merupakan faktor krusial dalam dunia bisnis yang dipengaruhi oleh kinerja produk dalam memenuhi harapan konsumen. Salah satu strategi untuk meningkatkan kepuasan konsumen adalah dengan menerapkan bauran pemasaran, yang mencakup aspek product, price, place, promotion, people, process, dan physical evidence. The Uncle Coffee & Kitchen menghadapi beberapa permasalahan terkait kepuasan konsumen, seperti ketidaksesuaian produk dengan harapan konsumen, rasa yang kurang memuaskan, harga yang relatif mahal dengan porsi yang sedikit, serta keterbatasan fasilitas parkir yang menyulitkan konsumen saat jam sibuk, promosi yang kurang efektif, terdapat keluhan mengenai pelayanan karyawan yang kurang ramah dan waktu tunggu yang lama. Efisiensi operasional yang belum optimal menyebabkan antrean panjang, sedangkan aspek kebersihan tempat makan yang kurang terjaga pada waktu tertentu turut mengurangi kenyamanan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik konsumen serta menganalisis pengaruh bauran pemasaran terhadap kepuasan konsumen The Uncle Coffee & Kitchen Kota Tarakan. Metode penetuan sampel menggunakan purposive sampling, melibatkan 100 responden. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan SEM-PLS (Structural Equation Modelling-Partial Least Square) dengan alat bantu SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sebagian besar konsumen adalah perempuan berusia 17–29 tahun pada tingkat pendidikan SMA dengan kategori pekerjaan “lainnya” yang memiliki penghasilan berkisar Rp500.000–Rp2.000.000 (2) pengaruh bauran terhadap pemasaran kepuasan konsumen, ditemukan bahwa variabel product, place, dan process memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Sementara itu, variabel price, people, dan promotion memberikan kontribusi positif namun tidak signifikan, sedangkan physical evidence memiliki kontribusi negatif yang tidak signifikan. Selain itu dilihat dari nilai outer weight variabel place tidak memiliki pengaruh langsung terhadap kepuasan konsumen.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Pelaksanan Urusan Pemerintahan Konkuren Antara Pemerintah Pusat Dan Pemerintah Daerah Di Bidang Pendidikan Dan Pengawasan ARIFIN Urusan pemerintahan konkuren dalam bidang pendidikan dibagi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, namun demikian kewenangan pengawasan pelaksanaan pendidikan di daerah tetap berada pada pemerintah pusat..Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah; pertama, Pengaturan pembagian urusan pemerintahan konkuren antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah Kabupaten/kota di bidang pendidikan, kedua; Pengawasan Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan daerah di bidang pendidikan Penelitian ini merupakan jenis penelitian hukum normatif, dengan menggunakan pendekatan koseptual dan pendekatan perundang-undangan. Serta menggunakan bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan: bahwa; Pengaturan pembagian urusan pemerintahan konkuren antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota di bidang pendidikan diatur dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014. Kewenangan urusan pendidikan yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah meliputi pendidikan anak usia dini, pendidikan nonformal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Dalam lampiran UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah ini ada enam hal yang terbagi kewenangannya di bidang pendidikan. Keenam hal itu adalah manajemen pendidikan, kurikulum, akreditasi, pendidik dan tenaga kependidikan, perizinan pendidikan, serta bahasa dan sastra. Khusus untuk akreditasi, kewenangan hanya ada di pemerintah pusat. Dan pengawasan penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah di bidang pendidikan sesuai dengan kewenangan yang diberikan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 kepada daerah meliputi pendidikan anak usia dini, pendidikan nonformal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Sementara itu ada enam hal yang terbagi kewenangannya di bidang pendidikan yaitu manajemen pendidikan, kurikulum, akreditasi, pendidik dan tenaga kependidikan, perizinan pendidikan, serta bahasa dan sastra. Sebagai pemerintah pusat, bertanggungjawab dalam pengawasan penyelenggaran urusan pemerintahan daerah dalam bidang pendidkan agar sesuai dengan stndar pendidikan nasional dan sesuai regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, sehingga pendidkan yang disenggarakan diseluruh wilayah Indonesia sama. Kata Kunci, Urusan Pemerintahan Konkuren, Pemerintah Daerah, Pendidikan dan Pengawasan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
ABSTRAK Pelaksanan Urusan Pemerintahan Konkuren Antara Pemerintah Pusat Dan Pemerintah Daerah Di Bidang Pendidikan Dan Pengawasan ARIFIN Urusan pemerintahan konkuren dalam bidang pendidikan dibagi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, namun demikian kewenangan pengawasan pelaksanaan pendidikan di daerah tetap berada pada pemerintah pusat..Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah; pertama, Pengaturan pembagian urusan pemerintahan konkuren antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah Kabupaten/kota di bidang pendidikan, kedua; Pengawasan Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan daerah di bidang pendidikan Penelitian ini merupakan jenis penelitian hukum normatif, dengan menggunakan pendekatan koseptual dan pendekatan perundang-undangan. Serta menggunakan bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan: bahwa; Pengaturan pembagian urusan pemerintahan konkuren antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota di bidang pendidikan diatur dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014. Kewenangan urusan pendidikan yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah meliputi pendidikan anak usia dini, pendidikan nonformal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Dalam lampiran UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah ini ada enam hal yang terbagi kewenangannya di bidang pendidikan. Keenam hal itu adalah manajemen pendidikan, kurikulum, akreditasi, pendidik dan tenaga kependidikan, perizinan pendidikan, serta bahasa dan sastra. Khusus untuk akreditasi, kewenangan hanya ada di pemerintah pusat. Dan pengawasan penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah di bidang pendidikan sesuai dengan kewenangan yang diberikan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 kepada daerah meliputi pendidikan anak usia dini, pendidikan nonformal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Sementara itu ada enam hal yang terbagi kewenangannya di bidang pendidikan yaitu manajemen pendidikan, kurikulum, akreditasi, pendidik dan tenaga kependidikan, perizinan pendidikan, serta bahasa dan sastra. Sebagai pemerintah pusat, bertanggungjawab dalam pengawasan penyelenggaran urusan pemerintahan daerah dalam bidang pendidkan agar sesuai dengan stndar pendidikan nasional dan sesuai regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, sehingga pendidkan yang disenggarakan diseluruh wilayah Indonesia sama. Kata Kunci, Urusan Pemerintahan Konkuren, Pemerintah Daerah, Pendidikan dan Pengawasan.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pembelajaran jarak jauh yang dilakukan selama ini berdampak pada kualitas Pendidikan yang menurun. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui apa saja masalah guru dalam meningkatkan kemampuan siswa di masa transisi dalam jaringan ke luar jaringan, dan (2) mengetahui bagaimana cara guru biologi untuk meningkatkan kemampuan siswa di masa transisi dalam jaringan ke luar jaringan di. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Data diperoleh berdasarkan hasil wawancara guru biologi kelas XI yang pernah mengajar di masa transisi di SMA Hang Tuah Tarakan. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa: (1) guru biologi mengalami masalah pada proses perencanaan, pelaksanaan dan penilaian. Dari sisi perencanaan, dibagian apersepsi guru-guru mendapatkan hambatan, hal ini disebabkan karena siswanya tidak begitu antusias. Dari sisi pelaksanaan, masalah yang ditemui adalah siswa yang pasif dan tidak mendengar penjelasan materi secara serius. Sedangkan masalah pada sisi penilaian adalah siswa yang tidak mengerjakan tugas secara maksimal sehingga nilai yang diperoleh cukup rendah. Cara guru untuk mengatasi masalah tersebut yaitu: (2) dari segi perencanaan, guru biologi melakukan intraksi dan memberikan motivasi sebelum pembelajaran dimulai; dari segi pelaksanaan, guru memberikan pertanyaan secara acak agar siswa tetap fokus, dan melakukan pembelajaran diluar kelas seperti observasi lingkungan sekitar; sedangkan dari segi penilaian, guru biologi memberikan pengulangan materi pembelajaran yang belum dipahami oleh siswa baik secara berkelompok maupun perindividu dengan belajar diluar kelas seperti observasi lingkungan sekolah dan praktikum.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembelajaran jarak jauh yang dilakukan selama ini berdampak pada kualitas Pendidikan yang menurun. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui apa saja masalah guru dalam meningkatkan kemampuan siswa di masa transisi dalam jaringan ke luar jaringan, dan (2) mengetahui bagaimana cara guru biologi untuk meningkatkan kemampuan siswa di masa transisi dalam jaringan ke luar jaringan di. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Data diperoleh berdasarkan hasil wawancara guru biologi kelas XI yang pernah mengajar di masa transisi di SMA Hang Tuah Tarakan. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa: (1) guru biologi mengalami masalah pada proses perencanaan, pelaksanaan dan penilaian. Dari sisi perencanaan, dibagian apersepsi guru-guru mendapatkan hambatan, hal ini disebabkan karena siswanya tidak begitu antusias. Dari sisi pelaksanaan, masalah yang ditemui adalah siswa yang pasif dan tidak mendengar penjelasan materi secara serius. Sedangkan masalah pada sisi penilaian adalah siswa yang tidak mengerjakan tugas secara maksimal sehingga nilai yang diperoleh cukup rendah. Cara guru untuk mengatasi masalah tersebut yaitu: (2) dari segi perencanaan, guru biologi melakukan intraksi dan memberikan motivasi sebelum pembelajaran dimulai; dari segi pelaksanaan, guru memberikan pertanyaan secara acak agar siswa tetap fokus, dan melakukan pembelajaran diluar kelas seperti observasi lingkungan sekitar; sedangkan dari segi penilaian, guru biologi memberikan pengulangan materi pembelajaran yang belum dipahami oleh siswa baik secara berkelompok maupun perindividu dengan belajar diluar kelas seperti observasi lingkungan sekolah dan praktikum.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Ideology of Pancasila, the state philosophy of Indonesia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jatuh tegangan yang terjadi pada sisi pengirim dan sisi konsumen. Penyebab jatuh tegangan dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain: hambatan saluran, arus saluran, faktor daya, dan panjang saluran. Mengingat kebutuhan tenaga listrik yang semakin meningkat dari tahun ke tahun menyebabkan rugi-rugi daya dan jatuh tegangan pada jaringan juga semakin meningkat. Penelitian ini dilakukan di lokasi PT. PLN Tarakan pada feeder 5 out going kampung 4 dan kampung 6. Data penelitian adalah data pengukuran tegangan pada sisi pengirim dan konsumen. Penelitian ini menerapkan perhitungan analitik dengan metode deskriptif kuantitatif yang dibandingkan dengan perhitungan berbasis software ETAP. Jatuh tegangan pada perhitungan terbesar terdapat di trafo KPE 166 pada Fasa R sebesar 8 volt, Fasa S sebesar 2 volt dan Fasa T sebesar 3 volt, namun masih dibatas toleransi SPLN (Fasa R 221 volt, Fasa S 2 volt dan Fada T 3 volt). Sedangkan untuk Trafo KPE 62 terjadi jatuh tegangan sebesar 2 volt untuk Fasa R, S, T sudah melebihi batas toleransi SPLN sebesar 5%. Sedangkan pada simulasi, trafo KPE 166 hanya terjadi jatuh tegangan sebesar 1 volt untuk Fasa R, S, T. Jatuh tegangan beban 1 Fasa terjadi pada trafo KPE 62 pada Fasa R sebesar 2,150 volt, TJP 126 pada Fasa S sebesar 2,065 dan KPE 165 pada Fasa R sebesar 2,010 volt. Sedangkan pada simulasi jatuh tegangan tersebesar terjadi pada trafo TJP 126 pada Fasa S sebesar 1,472 volt, Fasa T sebesar 1,468 volt dan Fasa R sebesar 1,463 volt. Untuk membandingkan hasil pengukuran dan simulasi menggunakan metode MAPE, perhitungan MAPE yaitu : (MAPER = 44,22043, MAPES = 42,47312 dan MAPET = 44,08602). Hasil MAPE keseluruhan adalah cukup baik. Jatuh tegangan yang diijinkan oleh SPLN adalah 5% dari tegangan nominal. Hasil analisis menunjukkan bahwa jatuh tegangan yang terjadi di out going kampung 4 dan kampung 6 rata-rata masih dalam batas yang diizinkan oleh SPLN yaitu 5% dari tegangan nominal.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Kualitas daya berkaitan erat dengan kualitas sistem tenaga, dengan demikian permasalahan yang muncul dalam kualitas daya listrik dapat sangat mempengaruhi suatu sistem tenaga. Salah satu persoalan yang muncul adalah harmonisa atau cacat gelombang. Persoalan harmonisa khususnya pada Unit Penyelenggara Bandar Udara UPBU Kelas 1 Utama Juwata Tarakan perlu diperhatikan agar sistem dapat bekerja dengan maksimal dan penggunaan alat proteksi dapat bekerja dengan umur yang panjang. Atas dasar itu maka peneliti melakukan studi filter harmonisa dengan menambahkan filter pasif jenis single tuned sehingga kandungan harmonisa tersebut dapat diminimalisasi. Pemasangan filter harmonisa jenis single tuned dapat meminimalisasi besar harmonisa arus dari 3.37 % menjadi 3.31 %, dan untuk harmonisa tegangan dari 2.64 % menjadi 0.74 %, Dan dapat memperbaiki nilai rugi-rugi daya aktif dari 10.9 kW turun menjadi 9.1 kW, dan untuk rugi-rugi daya reaktif dari 29.4 kVar turun menjadi 24.4 kVar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara merupakan daerah yang sebagian masyarakatnya memiliki mata pencaharian sebagai petani. Salah satunya adalah petani tanaman selada dengan menggunakan sistem hidroponik. Sistem ini bergantung pada ketersediaan listrik untuk mengalirkan air dan nutrisi di dalam paralon yang dikendalikan pompa air listrik. Selama ini petani hidroponik masih menggunakan jaringan listrik dari PLN sebagai sumber tenaga listrik utama sehingga sering terjadi pemadaman listrik ketika adanya perawatan, perbaikan atau kerusakan pada jaringan listrik PLN. Pemilihan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi cadangan dikarenakan karakteristik sel surya yang merupakan energi baru terbarukan yang tidak menghasilkan gas rumah kaca dan tidak mencemari lingkungan, dibandingkan dengan genset yang berpotensi menyebabkan polusi udara yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan survei sistem PLTS dan pengukuran data yang dibutuhkan dan menunjukkan nilai daya listrik yang dihasilkan panel surya untuk memberikan suplai daya listrik pada pompa air 125W. Panel surya yang digunakan memiliki kapasitas 200Wp sebanyak 2 buah untuk mengisi baterai dengan kapasitas total 340Ah. Daya rata-rata yang dihasilkan 1 buah panel surya perharinya berkisar antara 21,71W - 161,53W. Lama waktu pengisian baterai pada kondisi cuaca cerah selama 10 jam 6 menit dengan daya yang dihasilkan panel surya perharinya mencapai 161,53W. Kapasitas baterai yang digunakan mampu memberikan suplai daya pompa air dengan daya 125W selama 26 jam 7 menit.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Buku ini ditunjukan bagi semua kalangan yang menghargai waktu dan berminat mempelajari keuangan terapan secara efektif dan efisien. Ditulis oleh master Excel Indonesia yang sangat berpengalaman menulis buku bisnis terapan menajdi jaminan buku lebih ringan dipelajari tetapi berbobot dan pasti enak dibaca. Materi buku ini sangat cocok untuk mahasiswa maupun dosen pengampu mata kuliah keuangan/ matematika keuangan. Tabel data disiapkan untuk dimodifikasi sebagai bahan pengajaran di lembaga kursus keuangan atau perguruan tinggi sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih mudah dan tidak membosankan.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Buku MSDM (Manajemen Sumber Daya Manusia) ini merupakan kajian akademik yang berbasis konsep Fungsi Sumber Daya Manusia dan merupakan materi inti Mahasiswa pada mata kuliah MSDM, dan buku ini secara spesifik juga menyajikan tentang teori dan kasus serta permasalahan yang coba diangkat dari masalah riil pada perusahaan. Buku ini juga menjelaskan bagaimana mahasiswa perlu melakukan analisis kasus-kasus di perusahaan dan melakukan tahapan mencari solusi serta pemecahan masalah based on human resource theory. Dengan demikian mahasiswa akan bisa memahami kasus personalia yang terjadi di perusahaan, dan mencari solusi pemecahannya. Pada edisi ini ditampilkan juga kasus sederhana dengan menggunakan perhitungan matematis sehingga penyelesaiannya dilakukan melalui aplikasi Microsoft Excel. Sistematika penulisan buku ini diulas menjadi 12 bab dimulai dengan membahas pentingya MSDM dalam organisasi, perencanaan MSDM, Job Analysis dan Job Design, Rekrutmen Tenaga Kerja dan Penempatan, Pengembangan Tenaga Kerja, Penilaian Kinerja, Pengembangan Karir, Kompensasi, Hubungan Industrial, Integrasi, Pemeliharaan Karyawan, hingga pada bab Pemutusan Hubungan Kerja. Buku ini juga dilengkapi dengan contoh kasus sehingga tidak hanya mendalami pada teori tentang MSDM namun juga praktik-praktik pada kasus tertentu yang sering terjadi pada dunia perusahaan. Dengan membaca buku ini diharapkan mahasiswa dapat mendalami ilmu MSDM dan kasus yang bisa terjadi pada dunia perusahaan sehingga mampu memberikan solusi yang terbaik pada setiap kasus yang ada. Buku ini tentunya masih terdapat kekurangan dan jauh dari kesempurnaan, karenanya saran perbaikan dari berbagai pihak sangat kami nantikan. sehingga ke depan akan lebih baik
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan morfometrik dan menganalisis fenetik bivalvia di Kota Tarakan dan Pulau Bunyu sebagai potensi sumber belajar kelas X SMA. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksploratif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Lokasi penelitian terdiri dari 6 stasiun. Parameter yang diukur yaitu morfometrik dan fenetik bivalvia. Parameter penunjang berupa faktor lingkungan yang meliputi suhu air, suhu udara, pH air, salinitas, dan Total Dissolve Solid (TDS). Hasil penelitian ditemukan 4 spesies bivalvia diantaranya yaitu Meretrix meretrix, Meretrix lyrata, Mererix lusoria dan Polymesoda erosa. Hasil pengukuran morfometrik bivalvia dari seluruh spesies menunjukkan adanya perbedaan dari masing-masing stasiun yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan faktor adaptasi. Hasil analisis hubungan kekerabatan menunjukkan adanya 2 klaster utama dari hubungan kekerabatan terdekat hingga hubungan kekerabatan paling jauh. Hubungan kekerabatan terdekat yaitu M.meretrix dengan M.lyrata disertai nilai similaritas 90%. Hubungan kekerabatan terdekat berikutnya yaitu M.lusoria dengan M.meretrix & M.lyrata disertai nilai similaritas 85%. Selanjutnya P.erosa dengan M.meretrix & M.lyrata disertai nilai similaritas 23% dan hubungan kekerabatan paling jauh ada pada P.erosa dengan M.lusoria disertai nilai similaritas 19%. Kemudian dilakukan analisis keterkaitan penelitian morfometrik dan fenetik dengan pembelajaran Biologi. Hasil analisis keterkaitan penelitian pada pembelajaran Biologi terdapat pada materi animalia invertebrata kelas X SMA dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.8 dan 4.8. Langkah pemanfaatan hasil penelitian menjadi potensi implementasi pada pembelajaran Biologi, antara lain: (1) kejelasan potensi; (2) kesesuaian dengan tujuan pembelajaran; (3) Kejelasan sasaran; (4) kejelasan pedoman eksplorasi; (5) kejelasan perolehan yang ingin dicapai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan morfometrik dan menganalisis fenetik bivalvia di Kota Tarakan dan Pulau Bunyu sebagai potensi sumber belajar kelas X SMA. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksploratif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Lokasi penelitian terdiri dari 6 stasiun. Parameter yang diukur yaitu morfometrik dan fenetik bivalvia. Parameter penunjang berupa faktor lingkungan yang meliputi suhu air, suhu udara, pH air, salinitas, dan Total Dissolve Solid (TDS). Hasil penelitian ditemukan 4 spesies bivalvia diantaranya yaitu Meretrix meretrix, Meretrix lyrata, Mererix lusoria dan Polymesoda erosa. Hasil pengukuran morfometrik bivalvia dari seluruh spesies menunjukkan adanya perbedaan dari masing-masing stasiun yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan faktor adaptasi. Hasil analisis hubungan kekerabatan menunjukkan adanya 2 klaster utama dari hubungan kekerabatan terdekat hingga hubungan kekerabatan paling jauh. Hubungan kekerabatan terdekat yaitu M.meretrix dengan M.lyrata disertai nilai similaritas 90%. Hubungan kekerabatan terdekat berikutnya yaitu M.lusoria dengan M.meretrix & M.lyrata disertai nilai similaritas 85%. Selanjutnya P.erosa dengan M.meretrix & M.lyrata disertai nilai similaritas 23% dan hubungan kekerabatan paling jauh ada pada P.erosa dengan M.lusoria disertai nilai similaritas 19%. Kemudian dilakukan analisis keterkaitan penelitian morfometrik dan fenetik dengan pembelajaran Biologi. Hasil analisis keterkaitan penelitian pada pembelajaran Biologi terdapat pada materi animalia invertebrata kelas X SMA dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.8 dan 4.8. Langkah pemanfaatan hasil penelitian menjadi potensi implementasi pada pembelajaran Biologi, antara lain: (1) kejelasan potensi; (2) kesesuaian dengan tujuan pembelajaran; (3) Kejelasan sasaran; (4) kejelasan pedoman eksplorasi; (5) kejelasan perolehan yang ingin dicapai.