2025 · Thesis ·
Penyakit kardiovaskular merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dapat berakhir dengan kematian. Salah satu penyakit jantung yang juga memiliki risiko terhadap kemaitian adalah kelainan katup jantung. Kelainan katup jantung adalah keadaan dimana katup jantung tidak berfungsi secara normal dan biasanya bisa berupa penyempitan (stenosis), kebocoran (regurgitasi), ataupun kondisi dari keduanya. Hal ini menyebabkan terjadinya penurunan preload, penurunan curah jantung, dan perfusi organ vital yang akan menurunkan Mean Arterial Pressure (MAP). Salah satu terapi non farmakologis yang dapat diberikan yaitu dengan menerapkan intervensi posisi lateral untuk peningkatan Mean Arterial Pressure (MAP). Pemberian posisi lateral diterapkan oleh 2 orang klien yang mengalami kelainan katup jantung dan intervensi dilakukan selama 3 hari. Kedua klien dilakukan pemantauan Mean Arterial Pressure (MAP) saat sebelum dan sesudah pemberian intervensi posisi lateral. Setelah diberikan intervensi posisi lateral kanan dan lateral kiri, terjadi peningkatan Mean Arterial Pressure (MAP) pada kedua klien. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian posisi lateral dapat dilakukan sebagai penatalaksanaan non farmakologis bukan hanya untuk menghindari resiko dekubitus akibat tirah baring yang lama, namun juga dapat mempengaruhi perbaikan sirkulasi pada klien yaitu peningkatan Mean Arterial Pressure (MAP).
2025 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen pengetahuan terhadap kinerja usaha UMKM kuliner di Kota Tarakan. Manajemen pengetahuan dalam penelitian ini terdiri dari tiga dimensi utama, yaitu penciptaan pengetahuan, berbagi pengetahuan, dan penerapan pengetahuan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei melalui penyebaran kuesioner kepada 351 pelaku usaha kuliner di Tarakan. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga dimensi manajemen pengetahuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja usaha UMKM kuliner. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan dalam praktik penciptaan, berbagi, dan penerapan pengetahuan dapat mendorong pertumbuhan penjualan, peningkatan modal, efisiensi sumber daya, inovasi produk, dan daya saing usaha kuliner di Tarakan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis terhadap pengembangan kajian manajemen pengetahuan dalam konteks UMKM serta memberikan implikasi praktis bagi pelaku usaha dan pembuat kebijakan dalam meningkatkan kapasitas manajerial UMKM di sektor kuliner. Kata kunci: Manajemen Pengetahuan, kinerja usaha, UMKM kuliner Tarakan.
2025 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor produksi terhadap penawaran beras dan mengukur elastisitas penawaran beras di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan data sekunder dalam bentuk data time series selama enam tahun (2019–2024) yang diperoleh dari instansi resmi seperti BPS, PIHPSN, dan BPN. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda, disertai dengan pengujian asumsi klasik seperti uji normalitas, multikolinearitas, autokorelasi, dan heteroskedastisitas. Selain itu, dilakukan pula perhitungan elastisitas penawaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, variabel harga beras, harga bulan sebelumnya, jumlah produksi bulan sebelumnya, luas lahan panen, dan jumlah penduduk berpengaruh signifikan terhadap penawaran beras di Kalimantan Utara. Secara parsial, luas lahan panen dan jumlah penduduk berpengaruh signifikan terhadap penawaran, sementara variabel lainnya tidak berpengaruh signifikan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,978 menunjukkan bahwa 97,8% variasi penawaran beras dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independen dalam model. Analisis elastisitas menunjukkan bahwa penawaran beras di Kalimantan Utara bersifat inelastis, yang berarti perubahan harga tidak secara proporsional memengaruhi jumlah beras yang ditawarkan.
2025 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindak pidana pemalsuan surat pernyataan pemilik tanah, dengan fokus pada putusan perkara nomor 225/Pid.B/2023/PN Tar. Penelitian ini berupaya untuk memahami pertimbangan Jaksa Penuntut Umum dalam menyusun tuntutan dan upaya hukum, serta pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis empiris dengan lokasi penelitian di Pengadilan Negeri Tarakan dan Kejaksaan Negeri Tarakan. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan aparat penegak hukum, serta studi kepustakaan yang meliputi dokumen resmi, buku, dan jurnal terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jaksa Penuntut Umum menekankan pada unsur-unsur pasal yang didakwakan, namun kurang optimal dalam mengembangkan dakwaan alternatif yang dapat memberikan ruang bagi penyelesaian hukum yang lebih komprehensif. Di sisi lain, hakim dalam putusan ini mempertimbangkan bukti dan fakta hukum yang terungkap selama persidangan, tetapi menjatuhkan hukuman yang lebih ringan dari tuntutan jaksa, yang menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas sanksi dalam memberikan efek jera. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan strategi penuntutan yang lebih komprehensif oleh Jaksa Penuntut Umum dan penguatan peran hakim dalam mempertimbangkan semua pasal yang relevan dalam putusan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kredibilitas sistem peradilan pidana dan memberikan keadilan yang lebih substantif bagi korban serta masyarakat.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindak pidana pemalsuan surat pernyataan pemilik tanah, dengan fokus pada putusan perkara nomor 225/Pid.B/2023/PN Tar. Penelitian ini berupaya untuk memahami pertimbangan Jaksa Penuntut Umum dalam menyusun tuntutan dan upaya hukum, serta pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis empiris dengan lokasi penelitian di Pengadilan Negeri Tarakan dan Kejaksaan Negeri Tarakan. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan aparat penegak hukum, serta studi kepustakaan yang meliputi dokumen resmi, buku, dan jurnal terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jaksa Penuntut Umum menekankan pada unsur-unsur pasal yang didakwakan, namun kurang optimal dalam mengembangkan dakwaan alternatif yang dapat memberikan ruang bagi penyelesaian hukum yang lebih komprehensif. Di sisi lain, hakim dalam putusan ini mempertimbangkan bukti dan fakta hukum yang terungkap selama persidangan, tetapi menjatuhkan hukuman yang lebih ringan dari tuntutan jaksa, yang menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas sanksi dalam memberikan efek jera. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan strategi penuntutan yang lebih komprehensif oleh Jaksa Penuntut Umum dan penguatan peran hakim dalam mempertimbangkan semua pasal yang relevan dalam putusan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kredibilitas sistem peradilan pidana dan memberikan keadilan yang lebih substantif bagi korban serta masyarakat.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penyebaran tindak pidana terorisme melalui media sosial sangat terkait dengan kemajuan teknologi yang cepat. Oleh karena itu, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) mengizinkan pelaku tindak pidana terorisme melanggar undang-undang dan menyebarkan ajaran terorisme melalui media sosial. Jadi, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dan undang-undang lain yang mengikat, seperti Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2019, membahas pertanggungjawaban hukum atas tindak pidana terorisme. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan Perundang-undangan (Statute Approach) dan Pendekatan Kasus (Casse Approch). Sumber bahan hukum primer dan sekunder dikumpulkan dan dianalisis melalui studi kepustakaan. Berdasarkan temuan penelitian, penulis menyimpulkan bahwa ada peraturan hukum yang jelas tentang penyebaran tindak pidana terorisme, seperti yang ditunjukkan oleh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, dan Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2019 tentang Pencegahan Tindak Pidana Terorisme. Karena celah yang tetap ada dalam penyebaran tindak pidana terorisme di media sosial dalam jangka panjang, pelaku tindak pidana terorisme juga menerima sanksi yang jelas, tetapi ini masih kurang efektif dan kurang tegas dalam penanggulangan peneyabaran tindak pidana terorisme.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengatahui pengaturan hukum penyebaran terorisme melalui media sosial. Serta untuk mengetahui pertanggungjawaban hukum pidana tentang pelaku tindak pidana terorisme melalui media sosial. Seluruh sumber bahan hukum yang diperoleh dalam penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Teknik pengumpulan sumber bahan hukum dilakukan dengan metode studi kepustakaaan yang dilakukan dengan cara mengumpulkan dan menganalisis sumber bahan hukum primer, sumber bahan hukum sekunder. Metode penelitian menggunakan jenis pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Tipe penelitian yang digunakan adalah tipe penelitian hukum normatif yang dilengkapi dengan wawancara komprehensif dengan para ahli dan praktisi hukum. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis berkesimpulan bahwa pengaturan hukum penyebaran terorisme melalui media sosial yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Teorisme yang sudah optimal tetapi belum di atur jelas tentang pengaturan penyebaran terorisme melalui media sosial secara langsung. Meskipun kerangka hukum dasar telah tersedia, diperlukan penyempurnaan regulasi dengan memasukkan definisi dan ketentuan spesifik terkait siber teroris, peningkatan literasi digital masyarakat, penguatan kapasitas aparat melalui pelatihan forensik digital, serta pengembangan mekanisme kolaborasi lebih erat dengan penyedia platform media sosial dan lembaga internasional. Langkah-langkah ini diharapkan menjadikan penanganan penyebaran terorisme di dunia maya bersifat lebih antisipatif, responsif, dan berkelanjutan.
2025 · Thesis ·
This study aimed to determine the effect of the Teams Games Tournament (TGT) learning model on the vocabulary mastery of the eighth-grade students at MTs Negeri Tarakan. A quantitative approach was employed using a pre-experimental method with a one-group pretest posttest design. The sample consisted of 32 students from class VIII-A, selected through purposive sampling based on preliminary study from questionnaire and interview indicating low English vocabulary mastery. The research instrument was a short-answer test covering four types of vocabulary: concrete nouns, lexical verbs, descriptive adjectives, and adverbs of manner. Data were analyzed using a paired sample t-test, which revealed a significance value (p) of 0.0000.05, indicating a significant difference between pretest and posttest scores. Thus, the null hypothesis (Ho) was rejected, and the alternative hypothesis (Ha) was accepted. Furthermore, the N-Gain calculation showed an improvement in students' vocabulary mastery with a moderate significance level of 0.4. This indicates a considerable increase in vocabulary mastery after the treatment, although further improvements were still possible to achieve optimal learning outcomes. Qualitative findings also showed enhanced active participation, learning motivation, and contextual understanding of vocabulary through group discussions and tournament activities. Based on these results, it can be concluded that the TGT model was effective in improving students' vocabulary mastery and fosters a collaborative as well as competitive learning experience. The study recommends broader implementation of this model with longer treatment periods.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Perkembangan teknologi informasi, khususnya media sosial, memberikan dampak signifikan terhadap perilaku remaja, termasuk dalam aspek perilaku seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media sosial dengan perilaku seksual remaja di SMA Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 97 siswa/i kelas X dan XI yang dipilih secara proporsional dengan pendekatan Probability Samping dengan metode Stratified Random Sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner mengenai penggunaan media sosial dan perilaku seksual remaja. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji spearman rho untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial dengan perilaku seksual remaja (p value = 0,00) dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,838 yang berarti memlili hubunan yang sangat kuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media sosial memiliki hubungan dengan perilaku seksual remaja. Oleh karena itu diperlukan peran aktif dari orang tua, tenaga pendidik, dan tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi dalam mencegah perilaku seksual berisiko.
2025 · Book ·
Imunisasi campak lanjutan merupakan bagian penting dari program kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk mencegah terjadinya wabah campak pada anak-anak. Pemberian imunisasi campak lanjutan diberikan pada usia 18–24 bulan untuk meningkatkan dan memperpanjang kekebalan tubuh setelah imunisasi dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu dengan kepatuhan pemberian imunisasi campak lanjutan pada anak usia 18–24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi penelitian ini berjumlah 69 ibu yang memiliki anak usia 18-24 bulan pada bulan maret hingga april di Puskesmas Karang Rejo. Sampel penelitian sebanyak 41 responden dengan metode Accidental sampling serta pengumpulan data menggunakan kuesioner dan buku kesehatan ibu dan anak atau kartu menuju sehat. Analisis data menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok ibu dengan pengetahuan baik, sebanyak 32 orang (88,9%) tergolong patuh dan 4 orang (11,1%) tidak patuh. Sementara itu, pada kelompok dengan pengetahuan kurang baik sebanyak 4 orang (80%) patuh dan 1 orang (20%) tidak patuh. Hasil uji statistik menggunakan uji Chi-square dengan alternatif uji Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p = 0,003 (p 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan kepatuhan dalam pemberian imunisasi campak lanjutan. Upaya peningkatan pengetahuan ibu dapat dilakukan melalui edukasi berkelanjutan dan pemanfaatan media informasi untuk meningkatkan kesadaran ibu terhadap pentingnya imunisasi campak lanjutan.
2025 · Thesis ·
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keterampilan membaca puisi pada siswa kelas IV-B di SDN 006 Tarakan. Jenis penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian diawali dengan memilih sampel berdasarkan populasi yang ada, subjek penelitian berjumlah 15 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes, observasi, dan wawancara. Setelah itu peneliti mengolah data hasil membaca puisi dengan cara mereduksi data hasil penelitian berupa hasil tes keterampilan membaca puisi, setelah di reduksi ditemukan sebanyak 7 subjek yang sesuai dengan standar penilaian keterampilan membaca puisi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil dari tujuh subjek penelitian yang diteliti secara mendalam, empat siswa (AAS, IAI, RAV, dan AS) memperoleh penilaian "Baik" dalam pelafalan, ditandai dengan vokal yang jelas dan pengucapan kata yang lancar ketika membaca puisi. terdapat tiga siswa (AZR, ANH, dan AAG) yang menunjukkan level pelafalan "Kurang", dengan kesulitan utama pada pengucapan kata-kata yang dianggap sulit dan kecenderungan membaca terputus-putus. Dua siswa (AZR dan AS) menunjukkan kemampuan intonasi yang "Baik", sementara itu, empat siswa (AAS, IAI, ANH, dan RAV) berada pada kategori "Cukup", sedangkan satu siswa (AAG) masih "Kurang" dalam penguasaan intonasi. Aspek ekspresi merupakan komponen keterampilan membaca puisi yang paling lemah dikuasai oleh siswa. menunjukkan bahwa tidak ada satu pun siswa yang mendapat kategori "Baik" dalam aspek ekspresi, dengan tiga siswa (ANH, IAI, dan AS) berada pada kategori "Cukup" dan empat siswa lainnya (AAS, AZR, AAG, dan RAV) masih "Kurang" dalam mengekspresikan puisi melalui mimik wajah dan gerakan tubuh.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pneumonia merupakan infeksi akut yang menyerang alveoli, menyebabkan sesak napas dan peningkatan frekuensi napas akibat peradangan paru secara tiba- tiba. Kasus pneumonia di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Palas, Kalimantan Utara, menunjukkan peningkatan signifikan pada tahun 2022–2023. Faktor utama adalah lingkungan yang kurang sehat, seperti kondisi padat penduduk dan penggunaan rumah kayu yang tidak layak di Kabupaten Bulungan. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan lingkungan fisik rumah dengan kejadian pneumonia balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Palas. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain Case Control. Penelitian ini melibatkan kelompok kasus yang terdiagnosa pneumonia dan kelompok kontrol yang terdiri dari balita yang tidak terdiagnosa pneumonia. Jumlah sampel penelitian ini adalah 72 responden balita di Puskesmas Tanjung Palas dengan teknik Probability Sampling. Hasil Penelitian ini sebagian besar memiliki responden berusia 12-23 bulan dan sebagian besar berjenis kelamin Laki-laki. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antaran kepadatan hunian dengan kejadian pneumonia pada balita p-value=0.91 (p>0,05), Ada hubungan yang signifikan antara jenis lantai dengan kejadian pneumonia pada balita dengan nilai p- value=0.00 (p0,05), Ada hubungan yang signifikan antara jenis dinding dengan kejadian pneumonia pada balita dengan nilai p-value=0.00 (p0,05), Ada hubungan yang signifikan antara luas ventilasi dengan kejadian pneumonia pada balita dengan nilai p-value=0.00 (p0,05), Tidak ada hubungan yang signifikan antaran luas jendela dengan kejadian pneumonia pada balita dengan p-value=0.058 (p>0,05), Tidak ada hubungan yang signifikan antara atap dengan kejadian pneumonia pada balita dengan p-value=0.192 (p>0,05), Tidak ada hubungan yang signifikan antara pencahayaan dengan kejadian pneumonia pada balita dengan p-value=0.567 (p>0,05), Tidak ada hubungan yang signifikan antara suhu dengan kejadian pneumonia pada balita dengan p-value=0.394 (p>0,05), Ada hubungan yang signifikan antara langit-langit rumah dengan kejadian pneumonia pada balita dengan nilai p-value=0,034 (p0,05) maka Ho ditolak.
2025 · Thesis ·
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor produksi terhadap penawaran beras dan mengukur elastisitas penawaran beras di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan data sekunder dalam bentuk data time series selama enam tahun (2019–2024) yang diperoleh dari instansi resmi seperti BPS, PIHPSN, dan BPN. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda, disertai dengan pengujian asumsi klasik seperti uji normalitas, multikolinearitas, autokorelasi, dan heteroskedastisitas. Selain itu, dilakukan pula perhitungan elastisitas penawaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, variabel harga beras, harga bulan sebelumnya, jumlah produksi bulan sebelumnya, luas lahan panen, dan jumlah penduduk berpengaruh signifikan terhadap penawaran beras di Kalimantan Utara. Secara parsial, luas lahan panen dan jumlah penduduk berpengaruh signifikan terhadap penawaran, sementara variabel lainnya tidak berpengaruh signifikan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,978 menunjukkan bahwa 97,8% variasi penawaran beras dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independen dalam model. Analisis elastisitas menunjukkan bahwa penawaran beras di Kalimantan Utara bersifat inelastis, yang berarti perubahan harga tidak secara proporsional memengaruhi jumlah beras yang ditawarkan.
2025 · Book ·
Proyek perumahan Griya Agung Residence di Kota Tarakan mengalami keterlambatan akibat pendanaan bertahap, kondisi cuaca yang tidak menentu, serta kendala dalam pemesanan material. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan metode crashing terhadap pengurangan waktu dan biaya proyek melalui penambahan jam kerja lembur 1 jam, 2 jam, 3 jam per hari. Perhitungan dilakukan dengan mengidentifikasi aktivitas pada jalur kritis, kemudian menganalisis pengurangan durasi dan biaya menggunakan pendekatan time cost trade off. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua aktivitas mengalami pengurangan durasi pada penambahan jam kerja lembur 1 jam per hari, sehingga strategi percepatan perlu dilakukan secara selektif. Waktu penyelesaian proyek dalam kondisi normal adalah 65 hari dengan total biaya sebesar Rp 280.075.000,00. Alternatif percepatan dengan penambahan jam kerja lembur 1 jam per hari mengurangi durasi menjadi 59 hari dengan biaya Rp 274.887.500,00, sementara penambahan jam kerja lembur 2 jam per hari mempercepat menjadi 52 hari dengan biaya Rp 266.743.750,00. Alternatif paling optimum diperoleh pada penambahan jam kerja lembur 3 jam per hari, dengan durasi proyek menjadi 50 hari dan total biaya sebesar Rp 264.016.250,00, sehingga menghasilkan efisiensi biaya sebesar Rp 16.058.750,00.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Imunisasi campak lanjutan merupakan bagian penting dari program kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk mencegah terjadinya wabah campak pada anak-anak. Pemberian imunisasi campak lanjutan diberikan pada usia 18–24 bulan untuk meningkatkan dan memperpanjang kekebalan tubuh setelah imunisasi dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu dengan kepatuhan pemberian imunisasi campak lanjutan pada anak usia 18–24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi penelitian ini berjumlah 69 ibu yang memiliki anak usia 18-24 bulan pada bulan maret hingga april di Puskesmas Karang Rejo. Sampel penelitian sebanyak 41 responden dengan metode Accidental sampling serta pengumpulan data menggunakan kuesioner dan buku kesehatan ibu dan anak atau kartu menuju sehat. Analisis data menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok ibu dengan pengetahuan baik, sebanyak 32 orang (88,9%) tergolong patuh dan 4 orang (11,1%) tidak patuh. Sementara itu, pada kelompok dengan pengetahuan kurang baik sebanyak 4 orang (80%) patuh dan 1 orang (20%) tidak patuh. Hasil uji statistik menggunakan uji Chi-square dengan alternatif uji Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p = 0,003 (p 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan kepatuhan dalam pemberian imunisasi campak lanjutan. Upaya peningkatan pengetahuan ibu dapat dilakukan melalui edukasi berkelanjutan dan pemanfaatan media informasi untuk meningkatkan kesadaran ibu terhadap pentingnya imunisasi campak lanjutan.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
2025 · Book ·
Imunisasi dasar merupakan upaya preventif yang efektif untuk mencegah penyakit menular pada bayi. Namun, berdasarkan data Puskesmas Karang Rejo, cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) hingga September 2024 baru mencapai 35,1% dari target. Rendahnya cakupan ini diduga dipengaruhi oleh pengetahuan dan kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan kepatuhan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi usia 9-18 bulan di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 215 ibu yang memiliki bayi usia 9-18 bulan, dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ditemukan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (94,4%) dan tingkat kepatuhan tinggi (90,2%). Kelengkapan imunisasi dasar mencapai 92,1%. Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasi (p=0,000) serta antara kepatuhan ibu dengan kelengkapan imunisasi (p=0,000). Sehingga, terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan kepatuhan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar. Edukasi dan pendekatan promotif diperlukan untuk meningkatkan kesadaran ibu tentang pentingnya imunisasi.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan teknologi informasi, khususnya media sosial, memberikan dampak signifikan terhadap perilaku remaja, termasuk dalam aspek perilaku seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media sosial dengan perilaku seksual remaja di SMA Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 97 siswa/i kelas X dan XI yang dipilih secara proporsional dengan pendekatan Probability Samping dengan metode Stratified Random Sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner mengenai penggunaan media sosial dan perilaku seksual remaja. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji spearman rho untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial dengan perilaku seksual remaja (p value = 0,00) dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,838 yang berarti memlili hubunan yang sangat kuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media sosial memiliki hubungan dengan perilaku seksual remaja. Oleh karena itu diperlukan peran aktif dari orang tua, tenaga pendidik, dan tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi dalam mencegah perilaku seksual berisiko.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen pengetahuan terhadap kinerja usaha UMKM kuliner di Kota Tarakan. Manajemen pengetahuan dalam penelitian ini terdiri dari tiga dimensi utama, yaitu penciptaan pengetahuan, berbagi pengetahuan, dan penerapan pengetahuan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei melalui penyebaran kuesioner kepada 351 pelaku usaha kuliner di Tarakan. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga dimensi manajemen pengetahuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja usaha UMKM kuliner. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan dalam praktik penciptaan, berbagi, dan penerapan pengetahuan dapat mendorong pertumbuhan penjualan, peningkatan modal, efisiensi sumber daya, inovasi produk, dan daya saing usaha kuliner di Tarakan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis terhadap pengembangan kajian manajemen pengetahuan dalam konteks UMKM serta memberikan implikasi praktis bagi pelaku usaha dan pembuat kebijakan dalam meningkatkan kapasitas manajerial UMKM di sektor kuliner. Kata kunci: Manajemen Pengetahuan, kinerja usaha, UMKM kuliner Tarakan.
2025 · Thesis ·
Proyek perumahan Griya Agung Residence di Kota Tarakan mengalami keterlambatan akibat pendanaan bertahap, kondisi cuaca yang tidak menentu, serta kendala dalam pemesanan material. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan metode crashing terhadap pengurangan waktu dan biaya proyek melalui penambahan jam kerja lembur 1 jam, 2 jam, 3 jam per hari. Perhitungan dilakukan dengan mengidentifikasi aktivitas pada jalur kritis, kemudian menganalisis pengurangan durasi dan biaya menggunakan pendekatan time cost trade off. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua aktivitas mengalami pengurangan durasi pada penambahan jam kerja lembur 1 jam per hari, sehingga strategi percepatan perlu dilakukan secara selektif. Waktu penyelesaian proyek dalam kondisi normal adalah 65 hari dengan total biaya sebesar Rp 280.075.000,00. Alternatif percepatan dengan penambahan jam kerja lembur 1 jam per hari mengurangi durasi menjadi 59 hari dengan biaya Rp 274.887.500,00, sementara penambahan jam kerja lembur 2 jam per hari mempercepat menjadi 52 hari dengan biaya Rp 266.743.750,00. Alternatif paling optimum diperoleh pada penambahan jam kerja lembur 3 jam per hari, dengan durasi proyek menjadi 50 hari dan total biaya sebesar Rp 264.016.250,00, sehingga menghasilkan efisiensi biaya sebesar Rp 16.058.750,00.