2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Microclimate is one of the factors that affect plant cultivation activities. The microclimate parameters are rainfall, temperature, humidity, and sunlight. Microclimate conditions that are not optimal can interfere with plant growth and productivity. One of the technologies that can be used to obtain suitable microclimate conditions in plant cultivation is a screen house. Screen house buildings can facilitate and control the environmental conditions needed by plants, namely protecting plants from excessive microclimate. This study aims to determine the microclimate conditions in the screen house building of the Faculty of Agriculture, University of Borneo Tarakan, measuring 10x20 m. This research has several stages, namely field observations, determination of measurement points, and data analysis. The results showed that the screen house building of the Faculty of Agriculture, University of Borneo Tarakan has a maximum temperature of 30.10C, a minimum temperature of 300C and an average temperature of 29.50C, while the maximum relative humidity is 80.5%, the minimum relative humidity is 68.2%, and the relative humidity is 68.2%. the relative average is 74%, the maximum lux value of sunlight is 2629.8 lux, the minimum sunlight is 1341.5 and the average sunlight is 1987.3 lux.
2021 · Thesis ·
Microclimate is one of the factors that affect plant cultivation activities. The microclimate parameters are rainfall, temperature, humidity, and sunlight. Microclimate conditions that are not optimal can interfere with plant growth and productivity. One of the technologies that can be used to obtain suitable microclimate conditions in plant cultivation is a screen house. Screen house buildings can facilitate and control the environmental conditions needed by plants, namely protecting plants from excessive microclimate. This study aims to determine the microclimate conditions in the screen house building of the Faculty of Agriculture, University of Borneo Tarakan, measuring 10x20 m. This research has several stages, namely field observations, determination of measurement points, and data analysis. The results showed that the screen house building of the Faculty of Agriculture, University of Borneo Tarakan has a maximum temperature of 30.10C, a minimum temperature of 300C and an average temperature of 29.50C, while the maximum relative humidity is 80.5%, the minimum relative humidity is 68.2%, and the relative humidity is 68.2%. the relative average is 74%, the maximum lux value of sunlight is 2629.8 lux, the minimum sunlight is 1341.5 and the average sunlight is 1987.3 lux.
2021 · Thesis ·
PENGARUH KESADARAN MEREK, PERSEPSI KUALITAS, ASOSIASI MEREK, DAN LOYALITAS MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN LAPTOP ASUS DI KOTA TARAKAN (Studi Kasus Pengguna Laptop Asus Pada Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan) Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kesadaran Merek, Persepsi Kualitas, Asosiasi Merek, Dan Loyalitas Merek Terhadap Keputusan Pembelian Laptop Asus Di Kota Tarakan (Studi Kasus Pengguna Laptop Asus Pada Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan). penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan metode survei. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah Pengguna Laptop Asus Pada Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan dengan jumlah sampel 100 responden. Metode anlisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan bantuan program SPSS Versi 16. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel kesadaran merek dan asosiasi merek tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian. sedangkan variabel persepsi kualitas dan loyalitas merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Budidaya tanaman cabai besar mempunyai resiko tinggi akibat adanya serangan penyakit. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis cendawan patogen yang menginfeksi tanaman cabai besar di Kelurahan Juata Laut. Penelitian ini dilaksanakan di lahan budidaya tanaman cabai besar dan di laboratorium perlindungan tanaman Universitas Borneo Tarakan. Pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling. Isolasi menggunakan metode tanam langsung dengan cara membersihkan permukaan buah dan daun menggunakan NaOCl 1% dan alkohol 70%, kemudian dibilas dengan akuades steril dan dipotong seukuran 1 cm2 kemudian ditanam pada media PDA. Setelah tumbuh, cendawan diidentifikasi mikroskopis dan makroskopis. Ditemukan 3 patogen pada tanaman cabai besar yaitu Fusarium sp, Colletotrichum sp dan Cercospora sp.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
NILAI BUDAYA DALAM BUKU PAGUNTAKA NYANYIAN RAKYAT SUKU TIDUNG KARYA EVA APRIANI DAN SITI SULISTYANI PAMUJI (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA) Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pemakaian nilai budaya yang terdapat pada lirik nyanyian rakyat suku Tidung di Kota Tarakan Kalimantan Utara. Berdasarkan masalah yang diajukan dalam penelitian ini, yaitu analisis nilai budaya dalam nyanyian rakyat suku Tidung di Kota Tarakan Kalimantan Utara, maka jenis penelitian ini termasuk penelitian kualitatif etnografi. Artinya, prosedur penelitian ini merupakan penelitian yang menghasilkan kata-kata secara tertulis dari lirik lagu yang analisis menggunakan kajian sosiologi sastra. Etnografi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari tentang kebudayaan. Sehingga pada penelitian kali ini peneliti akan menjelaskan tentang nilai budaya yang terdapat dalam lirik lagu kebudayaan masyarakat suku Tidung. Penelitian kualitatif etnografi merupakan penelitian yang menganalisis sebuah data-data baik tertulis maupun lisan dari sebuah kebudayaan. Lirik nyanyian yang diteliti dalam gaya bahasa pada lirik nyanyian rakyat suku Tidung di Kota Tarakan Kalimantan Utara, yaitu: 1) Usak Amad Tantu, 2) Pagun Bakin Banta, 3) Beladaw, 4) Dindang pagun, 5) Belimpung Taka Tagas dan 6) Bebilin. Data dalam penelitian ini adalah berupa bait atau lirik nyanyian yang mengandung nilai budaya dalam nyanyian rakyat suku Tidung. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti kali ini hanya mengambil beberapa judul nyanyian dari sederetan nyanyian rakyat suku Tidung. Dari 6 lirik nyanyian yang telah dianalisis dengan kajian sosiologi sastra dapat diambil kesimpulan bahwa secara keseluruhan data yang didapatkan yaitu nilai budaya terdapat 33 data lirik lagu. Nilai budaya paling dominan yang terdapat dalam lirik nyanyian rakyat suku Tidung di Kota Tarakan Kalimantan Utara yaitu mata pencaharian suku rakyat Tidung, interaksi sosial. Kata kunci: Nilai Budaya, Nyanyian Rakyat Suku Tidung, Sosiologi Sastra.