Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

RINA

181 karya publik ditemukan.

2026: 372025: 372024: 292023: 342022: 252021: 112020: 7

EFEKTIVITAS PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELANGGARAN LALU LINTAS SEPEDA MOTOR LISTRIK BERBASIS BATERAI OLEH ANAK DI KOTA TARAKAN

2025 · Book ·

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penegakan hukum terhadap anak pengguna sepeda motor listrik berbasis baterai di Kota Tarakan, serta untuk mengetahui akibat hukum terhadap anak pengguna sepeda motor listrik berbasis baterai di Kota Tarakan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya penggunaan sepeda motor listrik oleh anak di bawah umur tanpa memenuhi persyaratan administratif seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), sehingga menimbulkan potensi pelanggaran dan ketidakpastian hukum dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif, yaitu mengkaji peraturan perundang-undangan yang berlaku dan menghubungkannya dengan kenyataan di lapangan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum menghadapi kendala utama berupa kekosongan hukum dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, karena sepeda motor listrik belum diatur secara jelas sebagai kendaraan bermotor. Kekosongan regulasi ini menyebabkan aparat penegak hukum tidak memiliki dasar normatif yang kuat, sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum, yang menegaskan pentingnya asas legalitas (nullum delictum nulla poena sine lege), yakni seseorang tidak dapat dipidana tanpa dasar hukum yang pasti. Dalam praktiknya, aparat kepolisian lebih mengutamakan pendekatan persuasif berupa teguran dan pembinaan dibandingkan penindakan tegas, sehingga penegakan hukum belum efektif dan belum menimbulkan efek jera. Akibat hukum terhadap anak tetap mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dengan menekankan pembinaan, diversi, dan restorative justice, serta keterlibatan aktif orang tua dalam pengawasan dan tanggung jawab moral. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan regulasi khusus sepeda motor listrik yang mengatur batas usia, standar keselamatan, registrasi, dan identifikasi kendaraan, penegakan hukum yang tegas dan konsisten, sosialisasi hukum yang meluas, serta pembinaan anak yang terukur, sehingga diharapkan tercipta kepastian hukum, keselamatan lalu lintas, dan perlindungan hukum bagi anak di Kota Tarakan.

EFEKTIVITAS PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELANGGARAN LALU LINTAS SEPEDA MOTOR LISTRIK BERBASIS BATERAI OLEH ANAK DI KOTA TARAKAN

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penegakan hukum terhadap anak pengguna sepeda motor listrik berbasis baterai di Kota Tarakan, serta untuk mengetahui akibat hukum terhadap anak pengguna sepeda motor listrik berbasis baterai di Kota Tarakan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya penggunaan sepeda motor listrik oleh anak di bawah umur tanpa memenuhi persyaratan administratif seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), sehingga menimbulkan potensi pelanggaran dan ketidakpastian hukum dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif, yaitu mengkaji peraturan perundang-undangan yang berlaku dan menghubungkannya dengan kenyataan di lapangan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum menghadapi kendala utama berupa kekosongan hukum dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, karena sepeda motor listrik belum diatur secara jelas sebagai kendaraan bermotor. Kekosongan regulasi ini menyebabkan aparat penegak hukum tidak memiliki dasar normatif yang kuat, sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum, yang menegaskan pentingnya asas legalitas (nullum delictum nulla poena sine lege), yakni seseorang tidak dapat dipidana tanpa dasar hukum yang pasti. Dalam praktiknya, aparat kepolisian lebih mengutamakan pendekatan persuasif berupa teguran dan pembinaan dibandingkan penindakan tegas, sehingga penegakan hukum belum efektif dan belum menimbulkan efek jera. Akibat hukum terhadap anak tetap mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dengan menekankan pembinaan, diversi, dan restorative justice, serta keterlibatan aktif orang tua dalam pengawasan dan tanggung jawab moral. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan regulasi khusus sepeda motor listrik yang mengatur batas usia, standar keselamatan, registrasi, dan identifikasi kendaraan, penegakan hukum yang tegas dan konsisten, sosialisasi hukum yang meluas, serta pembinaan anak yang terukur, sehingga diharapkan tercipta kepastian hukum, keselamatan lalu lintas, dan perlindungan hukum bagi anak di Kota Tarakan.

Deskripsi Penerapan Pendekatan Diferensiasi Pada Pembelajaran Matematika Di Kelas 1 SDN 017 Tarakan

2025 · Book ·

Pendekatan diferensiasi adalah cara mengajar yang menyesuaikan pembelajaran dengan perbedaan kemampuan dan keberagaman siswa. Artinya, guru tidak memberikan perlakuan yang sama persis kepada semua siswa, tetapi menyesuaikan materi, cara belajar, hasil belajar, dan suasana kelas agar setiap anak bisa belajar dengan baik sesuai kebutuhannya. Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan pendekatan diferensiasi pada pembelajaran matematika di kelas 1 SDN 017 Tarakan, dengan fokus pada aspek konten, lingkungan belajar, proses, dan produk. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian terdiri dari satu guru kelas I dan tiga orang siswa. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasif. Kemudian analisis data dengan menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah berupaya menerapkan diferensiasi pada aspek konten melalui variasi materi secara bertahap dan tingkat kesulitan soal, pada aspek proses dengan pembelajaran individu maupun kelompok sesuai kemampuan, pada aspek produk melalui variasi hasil kerja siswa, serta pada aspek lingkungan belajar dengan pemanfaatan fasilitas sekolah dan penciptaan suasana kelas yang kondusif.

Deskripsi Penerapan Pendekatan Diferensiasi Pada Pembelajaran Matematika Di Kelas 1 SDN 017 Tarakan

2025 · Thesis ·

Pendekatan diferensiasi adalah cara mengajar yang menyesuaikan pembelajaran dengan perbedaan kemampuan dan keberagaman siswa. Artinya, guru tidak memberikan perlakuan yang sama persis kepada semua siswa, tetapi menyesuaikan materi, cara belajar, hasil belajar, dan suasana kelas agar setiap anak bisa belajar dengan baik sesuai kebutuhannya. Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan pendekatan diferensiasi pada pembelajaran matematika di kelas 1 SDN 017 Tarakan, dengan fokus pada aspek konten, lingkungan belajar, proses, dan produk. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian terdiri dari satu guru kelas I dan tiga orang siswa. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasif. Kemudian analisis data dengan menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah berupaya menerapkan diferensiasi pada aspek konten melalui variasi materi secara bertahap dan tingkat kesulitan soal, pada aspek proses dengan pembelajaran individu maupun kelompok sesuai kemampuan, pada aspek produk melalui variasi hasil kerja siswa, serta pada aspek lingkungan belajar dengan pemanfaatan fasilitas sekolah dan penciptaan suasana kelas yang kondusif.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN BERKELUARGA DENGAN KESIAPAN DIRI REMAJA UNTUK MENIKAH DI SMKN 2 KOTA TARAKAN

2025 · Book ·

Masa remaja merupakan masa kritis dalam kehidupan, peran remaja sebagai bagian dari usia produktif untuk pembangunan berkelanjutan yang bertujuan menghapus semua praktik berbahaya termasuk perkawinan anak. Di Kota Tarakan angka remaja yang melahirkan di usia 15-19 tahun masih tinggi, disertai 27 kasus pernikahan usia dini, dan sebanyak 1.857 kasus perceraian terjadi di Kota Tarakan terjadi sepanjang tahun 2021-2023. Hal ini menunjukkan kurangnya pengetahuan dan kesiapan sebelum menjalani kehidupan berkeluarga dan menghadapi pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan berkeluarga dengan kesiapan diri remaja untuk menikah di SMKN 2 Kota Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Sampel berjumlah 93 siswa-siswi SMKN 2 Kota Tarakan yang diambil dengan proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner tingkat pengetahuan berkeluarga dan kesiapan menikah. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi square. Hasil uji menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan berkeluarga dengan kesiapan diri remaja untuk menikah di SMKN 2 Kota Tarakan dengan nilai p-value = 0,004 (p value 0,05). Hasil penelitian menunjukkan remaja di SMKN 2 Kota Tarakan memiliki tingkat pengetahuan baik tentang kehidupan berkeluarga, namun untuk kesiapan menikah terdapat sedikit perbedaan. Kesimpulan dari hasil menunjukkan semakin baik tingkat pengetahuan berkeluarga, semakin baik kesiapan yang dimiliki remaja untuk menikah.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN BERKELUARGA DENGAN KESIAPAN DIRI REMAJA UNTUK MENIKAH DI SMKN 2 KOTA TARAKAN

2025 · Thesis ·

Masa remaja merupakan masa kritis dalam kehidupan, peran remaja sebagai bagian dari usia produktif untuk pembangunan berkelanjutan yang bertujuan menghapus semua praktik berbahaya termasuk perkawinan anak. Di Kota Tarakan angka remaja yang melahirkan di usia 15-19 tahun masih tinggi, disertai 27 kasus pernikahan usia dini, dan sebanyak 1.857 kasus perceraian terjadi di Kota Tarakan terjadi sepanjang tahun 2021-2023. Hal ini menunjukkan kurangnya pengetahuan dan kesiapan sebelum menjalani kehidupan berkeluarga dan menghadapi pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan berkeluarga dengan kesiapan diri remaja untuk menikah di SMKN 2 Kota Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Sampel berjumlah 93 siswa-siswi SMKN 2 Kota Tarakan yang diambil dengan proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner tingkat pengetahuan berkeluarga dan kesiapan menikah. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi square. Hasil uji menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan berkeluarga dengan kesiapan diri remaja untuk menikah di SMKN 2 Kota Tarakan dengan nilai p-value = 0,004 (p value 0,05). Hasil penelitian menunjukkan remaja di SMKN 2 Kota Tarakan memiliki tingkat pengetahuan baik tentang kehidupan berkeluarga, namun untuk kesiapan menikah terdapat sedikit perbedaan. Kesimpulan dari hasil menunjukkan semakin baik tingkat pengetahuan berkeluarga, semakin baik kesiapan yang dimiliki remaja untuk menikah.

GAMBARAN PERILAKU MEROKOK ORANGTUA PADA BALITA YANG TERKENA PNEUMONIA

2025 · Book ·

Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak, terutama pada usia balita. Salah satu faktor risiko yang signifikan namun sering diabaikan adalah paparan asap rokok di lingkungan rumah tangga. Orangtua yang merokok dapat meningkatkan risiko anak terkena pneumonia, baik melalui paparan langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku merokok orangtua pada anak yang terkena pneumonia di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo, Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 163 responden yang merupakan orangtua dari anak usia 1–5 tahun yang mengalami pneumonia. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan instrumen berupa kuesioner yang mencakup aspek durasi, frekuensi, dan intensitas merokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orangtua (89,0%) berada dalam kategori perilaku merokok sedang, 7,4% rendah, dan 3,6% tinggi. Mayoritas anak yang terkena pneumonia berusia 1–4 tahun (84,0%) dan sedikit lebih banyak berjenis kelamin laki-laki (50,3%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perilaku merokok orangtua di rumah memiliki potensi besar sebagai faktor risiko pneumonia pada anak, terutama di usia balita. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berbasis edukasi kesehatan kepada orangtua untuk menurunkan paparan asap rokok di lingkungan rumah.

ASUHAN KEBIDANAN PERSALINAN DENGAN PENERAPAN TEKNIK BIRTHBALL UNTUK MENGURANGI INTENSITAS NYERI KALA I FASE AKTIF DI PUSKESMAS SEBENGKOK TARAKAN

2025 · Book ·

Nyeri persalinan kala I fase aktif merupakan tantangan utama dalam proses persalinan. Penanganan nyeri yang efektif sangat penting untuk menjaga kenyamanan dan ketenangan ibu selama persalinan. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat digunakan adalah teknik birthball, yang berfungsi membantu mempercepat kemajuan persalinan serta mengurangi intensitas nyeri melalui gerakan aktif dan posisi ergonomis. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan teknik birthball terhadap intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one shot case study, di mana pengukuran dilakukan satu kali setelah intervensi tanpa adanya kelompok kontrol. Intervensi dilakukan dalam dua sesi menggunakan teknik birthball, dan intensitas nyeri diukur dengan Numeric Rating Scale (NRS) setelah setiap intervensi. Hasil menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri persalinan setelah intervensi teknik birthball dilakukan. Ibu melaporkan rasa lebih nyaman dan berkurangnya nyeri dibandingkan sebelum intervensi. Penerapan teknik birthball efektif dalam menurunkan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif dan meningkatkan kenyamanan ibu bersalin. Intervensi ini dapat dijadikan pilihan dalam asuhan kebidanan untuk manajemen nyeri non-farmakologis.

ASUHAN KEBIDANAN PERSALINAN DENGAN PENERAPAN TEKNIK BIRTHBALL UNTUK MENGURANGI INTENSITAS NYERI KALA I FASE AKTIF DI PUSKESMAS SEBENGKOK TARAKAN

2025 · Thesis ·

Nyeri persalinan kala I fase aktif merupakan tantangan utama dalam proses persalinan. Penanganan nyeri yang efektif sangat penting untuk menjaga kenyamanan dan ketenangan ibu selama persalinan. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat digunakan adalah teknik birthball, yang berfungsi membantu mempercepat kemajuan persalinan serta mengurangi intensitas nyeri melalui gerakan aktif dan posisi ergonomis. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan teknik birthball terhadap intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one shot case study, di mana pengukuran dilakukan satu kali setelah intervensi tanpa adanya kelompok kontrol. Intervensi dilakukan dalam dua sesi menggunakan teknik birthball, dan intensitas nyeri diukur dengan Numeric Rating Scale (NRS) setelah setiap intervensi. Hasil menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri persalinan setelah intervensi teknik birthball dilakukan. Ibu melaporkan rasa lebih nyaman dan berkurangnya nyeri dibandingkan sebelum intervensi. Penerapan teknik birthball efektif dalam menurunkan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif dan meningkatkan kenyamanan ibu bersalin. Intervensi ini dapat dijadikan pilihan dalam asuhan kebidanan untuk manajemen nyeri non-farmakologis.

GAMBARAN PERILAKU MEROKOK ORANGTUA PADA BALITA YANG TERKENA PNEUMONIA

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak, terutama pada usia balita. Salah satu faktor risiko yang signifikan namun sering diabaikan adalah paparan asap rokok di lingkungan rumah tangga. Orangtua yang merokok dapat meningkatkan risiko anak terkena pneumonia, baik melalui paparan langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku merokok orangtua pada anak yang terkena pneumonia di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo, Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 163 responden yang merupakan orangtua dari anak usia 1–5 tahun yang mengalami pneumonia. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan instrumen berupa kuesioner yang mencakup aspek durasi, frekuensi, dan intensitas merokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orangtua (89,0%) berada dalam kategori perilaku merokok sedang, 7,4% rendah, dan 3,6% tinggi. Mayoritas anak yang terkena pneumonia berusia 1–4 tahun (84,0%) dan sedikit lebih banyak berjenis kelamin laki-laki (50,3%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perilaku merokok orangtua di rumah memiliki potensi besar sebagai faktor risiko pneumonia pada anak, terutama di usia balita. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berbasis edukasi kesehatan kepada orangtua untuk menurunkan paparan asap rokok di lingkungan rumah.

PENGARUH TEKNIK SELF-MANAGEMENT TERHADAP KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA KELAS VIII DI SMP FRATER DON BOSCO TARAKAN

2025 · Book ·

Self-management merupakan suatu teknik pengelolaan perilaku yang bertujuan untuk membantu individu dalam memantau, mengontrol, serta mengevaluasi diri secara sadar dan sistematis guna membentuk kebiasaan positif, meningkatkan efektivitas diri, dan mencapai tujuan secara berkelanjutan. Teknik ini berperan penting dalam membangun kesadaran diri dan regulasi diri siswa, khususnya dalam konteks pembelajaran. Di sisi lain, disiplin belajar adalah bentuk kepatuhan siswa terhadap aturan serta tanggung jawab pribadi dalam proses pendidikan, mencakup kehadiran tepat waktu, penyelesaian tugas dengan konsisten, partisipasi aktif dalam kegiatan kelas, serta kemampuan mengatur waktu dan perhatian secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik self-management terhadap peningkatan kedisiplinan belajar siswa kelas VIII di SMP Frater Don Bosco Tarakan. Hasil observasi awal dan wawancara dengan guru Bimbingan dan Konseling menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat kedisiplinan belajar yang rendah, ditandai dengan kebiasaan datang terlambat, kurangnya komitmen terhadap tugas, dan minimnya keterlibatan dalam proses belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 10 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kategori kedisiplinan belajar rendah hingga sedang. Intervensi dilakukan melalui enam pertemuan: satu kali pretest, empat sesi perlakuan dengan teknik self-management (topik: manajemen waktu, keteraturan, fokus, dan ketertiban), serta satu kali posttest. Hasil analisis paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0.000 ( 0.05), mengindikasikan adanya pengaruh signifikan. Nilai rata-rata pretest sebesar 81,7 meningkat menjadi 113,6 pada posttest. Uji N-Gain menunjukkan skor 0,5444 (kategori sedang). Hasil ini menegaskan bahwa teknik self-management mampu meningkatkan kedisiplinan belajar siswa secara efektif, konsisten, dan dapat diimplementasikan dalam layanan bimbingan kelompok di sekolah.

penegakan hukum terhadap perdagangan pangan kedaluwarsa di kota tarakan

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi penegakan hukum terhadap perdagangan pangan kedaluwarsa serta faktor-faktor yang menghambat penegakan hukum tersebut di Kota Tarakan. Kota Tarakan, yang terletak di Kalimantan Utara, memiliki posisi strategis sebagai jalur perdagangan antara Indonesia dan Malaysia. Namun, tingginya permintaan pangan dan lemahnya pengawasan menyebabkan banyak produk pangan kedaluwarsa beredar di pasaran, yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode empiris dengan pengumpulan data melalui wawancara dan observasi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi penegakan hukum terhadap perdagangan pangan kedaluwarsa di Kota Tarakan belum optimal. Meskipun Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan kepolisian telah melakukan pengawasan, keterbatasan sumber daya dan rendahnya kesadaran hukum pelaku usaha menjadi kendala utama. Selain itu, faktor ekonomi dan kurangnya edukasi hukum juga berkontribusi terhadap masalah ini. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan hukum dan perlindungan konsumen di Indonesia, khususnya dalam konteks perdagangan pangan

STRATEGI PEMASARAN SAYURAN ORGANIK PADA HIDROPONIK BOBO GREEN KOTA TARAKAN

2025 · Book ·

MARKETING STRATEGY FOR ORGANIC VEGETABLES AT BOBO GREEN HYDROPONICS, TARAKAN CITY Abstract The increasing public demand for healthy and environmentally friendly vegetables presents a significant opportunity for entrepreneurs in the horticulture sector. Bobo Green is a micro, small, and medium enterprise (UMKM) engaged in the cultivation of organic vegetables using a hydroponic system in Tarakan City. However, the enterprise faces several marketing challenges, including low production capacity, limited promotional efforts, and competition from similar businesses. This study aims to analyze the marketing strategies employed by Bobo Green using the marketing mix (4Ps) framework: product, price, place (distribution), and promotion. A qualitative descriptive method was used, with data collected through interviews, observations, questionnaires, and documentation. Data credibility was ensured through triangulation of techniques, and the findings were presented in narrative form. The results show that Bobo Green produces various types of vegetables such as lettuce, pakcoy, Chinese mustard (sawi caisim), and water spinach (kangkung), characterized by high quality and pesticide-free attributes. Pricing is determined based on the desired profit margin while aligning with current market prices. Bobo Green operates in two business locations. Product distribution follows an intensive strategy, with sales conducted at multiple points including vegetable stores, partner resellers, and directly at the production site. Promotion is carried out through WhatsApp and word-of-mouth marketing, which has resulted in limited market reach. While the current marketing strategy is relatively effective, improvements are needed, particularly in promotional activities and production capacity. A more integrated and innovative marketing approach is expected to expand market reach and increase sales volume.

Analisis Struktur komunitas Plankton di Tambak Budidaya Udang Windu (Penaeus monodon) Sistem Tradisional di pulau tibi Kabupaten Bulungan

2025 · Book ·

The success of tiger shrimp (Penaeus mondon) aquaculture in ponds is highly influenced by water quality, the presence of pests and diseases, the fertility of the aquatic environment, and the availability of natural feed such as plankton. This study aims to analyze the plankton community structure in traditional tiger shrimp ponds on Tibi Island, Bulungan Regency. The research was conducted from May to September 2024. Plankton samples were collected eight times (every two weeks) using a composite sampling technique. The study focused on species identification, abundance, and ecological indices including diversity index, evenness index, and dominance index. Results showed that phytoplankton were dominated by the - classes Bacillariophyceae and Zygnemophyceae, while zooplankton were predominantly from the class Maxillopoda. Phytoplankton abundance ranged from 131-299 cells/L in plot 1 and 177-345 cells/L in plot 2, indicating oligotrophic conditions. The phytoplankton diversity index ranged from 0.88-1.51 (plot 1) and 0.43-1.29 (plot 2), reflecting low to moderate diversity levels. Evenness index ranged from 0.40-0.69 (plot 1) and 0.18-0.55 (plot 2); dominance index ranged from 0.24-0.50 (plot 1) and 0.25-0.78 (plot 2). Zooplankton abundance was recorded at 0-56 ind/L in plot 1 and 0-47 ind/L in plot 2 (also indicating oligotrophic conditions). Zooplankton diversity index ranged from 0.00-1.33; evenness index from 0.00-1.00; and dominance index from 0.00-1.00. The overall plankton community structure suggests that the aquatic environment remains relatively fertile and continues to support traditional tiger shrimp aquaculture.

penegakan hukum terhadap perdagangan pangan kedaluwarsa di kota tarakan

2025 · Thesis ·

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi penegakan hukum terhadap perdagangan pangan kedaluwarsa serta faktor-faktor yang menghambat penegakan hukum tersebut di Kota Tarakan. Kota Tarakan, yang terletak di Kalimantan Utara, memiliki posisi strategis sebagai jalur perdagangan antara Indonesia dan Malaysia. Namun, tingginya permintaan pangan dan lemahnya pengawasan menyebabkan banyak produk pangan kedaluwarsa beredar di pasaran, yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode empiris dengan pengumpulan data melalui wawancara dan observasi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi penegakan hukum terhadap perdagangan pangan kedaluwarsa di Kota Tarakan belum optimal. Meskipun Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan kepolisian telah melakukan pengawasan, keterbatasan sumber daya dan rendahnya kesadaran hukum pelaku usaha menjadi kendala utama. Selain itu, faktor ekonomi dan kurangnya edukasi hukum juga berkontribusi terhadap masalah ini. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan hukum dan perlindungan konsumen di Indonesia, khususnya dalam konteks perdagangan pangan