Analisis Trend Harga Beras (Oryza Sativa L) Di Kota Tarakan
A
Profil penulis
63 karya publik ditemukan.
A
A
Kemampuan pemecahan masalah merupakan kemampuan yang penting dimiliki oleh siswa karena menjadi dasar dalam melatih kebiasaan berpikir kritis dan berpikir sistematis saat menghadapi berbagai permasalahan, baik dalam konteks matematika maupun dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis di SMP Negeri 14 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara tes berupa soal essay. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal pretest dan posttest sebanyak 3 soal essay, dengan masing-masing soal memuat 4 indikator kemampuan pemecahan masalah. Penelitian kuasi eksperimen ini menggunakan desain non-equivalent control group dengan populasi seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 14 Tarakan yaitu sebanyak 128 orang. Melalui teknik kluster sampling diperoleh kelas VII-2 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-1 sebagai kelas kontrol, dengan masing-masing kelas terdiri dari 32 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil pretest, sebagian besar siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol berada dalam kategori sedang, masing-masing sebanyak 14 siswa (46,6%) dan 13 siswa (44,8%). Setelah diberi perlakuan sebagian besar siswa yang mengikuti posttest berada dalam kategori tinggi dan sangat tinggi, yaitu 15 siswa (50%) di kelas eksperimen dan 13 siswa (44,8%) di kelas kontrol. Berdasarkan hasil uji t diperoleh bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran STAD terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis.
Writing is an English language ability that many students still struggle with. This study aimed to improve the writing skills of eleventh-grade students at SMK Kesehatan Kaltara Tarakan by applying the Think-Talk-Write (TTW) strategy. This research was conducted using the Classroom Action Research (CAR) method. consisting of two cycles, which included planning, action, observation, and reflection stages. The research subjects were 22 students from class XI-Pharmacy. The data of this study were analyzed using qualitative and quantitative methods. The results showed that applying the TTW strategy significantly improved students' ability to write descriptive text. In the first cycle, most students experienced difficulties in writing. However, after implementing the TTW strategy in the second appropriate linguistic features, and composing paragraphs coherently. Quantitative data supported these findings, with the percentage of students meeting the minimum completion criteria increasing from only 5% in the first cycle to a much higher percentage in the second cycle. The observation results also indicated an increase in students' involvement, participation, and motivation in the writing process. Based on these results, it can be concluded that the Think-Talk-Write strategy was effective in improving students' descriptive writing skills and can be recommended as an alternative method in learning English writing at SMK Kesehatan Kaltara Tarakan.
Motivasi belajar merupakan keinginan seseorang untuk mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan, dan mengarahkan sikap atau perilaku seseorang untuk belajar. Motivasi belajar yang rendah termasuk bentuk perilaku negatif yang timbul karena adanya beberapa faktor seperti metode pembelajaran yang monoton, kurangnya kemampuan konsentrasi, dan lingkungan yang kurang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan informasi terhadap motivasi belajar peserta didik di SMP Negeri 12 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan pendekatan pre-experiment dan desain one-group pretestposttest design. Jenis pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random, dengan populasi sebanyak 60 peserta didik dan sampel berjumlah 30 peserta didik kelas VIII. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrument berupa skala likert tentang motivasi belajar. Analisis data dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired sample t-test. Berdasarkan hasil penelitian ini, perhitungan uji paired sample t-test dengan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat pengaruh layanan informasi terhadap motivasi belajar peserta didik di SMP Negeri 12 Tarakan.
Motivasi belajar merupakan keinginan seseorang untuk mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan, dan mengarahkan sikap atau perilaku seseorang untuk belajar. Motivasi belajar yang rendah termasuk bentuk perilaku negatif yang timbul karena adanya beberapa faktor seperti metode pembelajaran yang monoton, kurangnya kemampuan konsentrasi, dan lingkungan yang kurang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan informasi terhadap motivasi belajar peserta didik di SMP Negeri 12 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan pendekatan pre-experiment dan desain one-group pretestposttest design. Jenis pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random, dengan populasi sebanyak 60 peserta didik dan sampel berjumlah 30 peserta didik kelas VIII. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrument berupa skala likert tentang motivasi belajar. Analisis data dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired sample t-test. Berdasarkan hasil penelitian ini, perhitungan uji paired sample t-test dengan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat pengaruh layanan informasi terhadap motivasi belajar peserta didik di SMP Negeri 12 Tarakan.
ABSTRAK ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) PADA UKM BATIK D’ERTE KOTA TARAKAN Persediaan merupakan suatu hal yang penting dalam perusahaan yang harus diperhatikan oleh para pengusaha. Kelebihan persediaan akan mampu menyebabkan perusahaan menanggung risiko kerusakan dan biaya penyimpanan yang tinggi. namun, sebaliknya jika terjadi kekurangan persediaan akan mengganggu kelancaran proses penjualan. Objek penelitian ini dilakukan pada UKM Batik D’erte Kota Tarakan yang beralamat Jl. P. Nias, Kp, Satu Skip, Kec. Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. UKM memproduksi kain batik cap dan menghasilkan baju batik siap pakai. Bahan baku yang diteliti adalah bahan baku persediaan kain. Tujuan dari penelitian ini adalah agar UKM Batik D’erte mampu menentukan pengendalian persediaan bahan baku kain antara perhitungan perusahaan aktual dengan perhitungan metode Economic Order Quantity (EOQ). Jenis penelitian ini adalah menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ). Hasil penelitian ini menunjukan pengendalian persediaan bahan baku kain menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) memiliki safety stock sebesar 3.906 yard, kuantitas pemesanan sebesar 3.018 Yard, dengan ROP sebesar 4.168,92 yard, serta biaya total persediaan sebesar Rp 2.905.967 yang efektif dan efisien dalam menentukan persediaan bahan baku untuk biaya yang dikeluarkan. Pemilik UKM Batik D’erte Kota Tarakan sebaiknya menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) dalam persediaan bahan baku sehingga UKM tersebut dapat lebih meminimumkan biaya persediaan.
ABSTRAK ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) PADA UKM BATIK D’ERTE KOTA TARAKAN Persediaan merupakan suatu hal yang penting dalam perusahaan yang harus diperhatikan oleh para pengusaha. Kelebihan persediaan akan mampu menyebabkan perusahaan menanggung risiko kerusakan dan biaya penyimpanan yang tinggi. namun, sebaliknya jika terjadi kekurangan persediaan akan mengganggu kelancaran proses penjualan. Objek penelitian ini dilakukan pada UKM Batik D’erte Kota Tarakan yang beralamat Jl. P. Nias, Kp, Satu Skip, Kec. Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. UKM memproduksi kain batik cap dan menghasilkan baju batik siap pakai. Bahan baku yang diteliti adalah bahan baku persediaan kain. Tujuan dari penelitian ini adalah agar UKM Batik D’erte mampu menentukan pengendalian persediaan bahan baku kain antara perhitungan perusahaan aktual dengan perhitungan metode Economic Order Quantity (EOQ). Jenis penelitian ini adalah menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ). Hasil penelitian ini menunjukan pengendalian persediaan bahan baku kain menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) memiliki safety stock sebesar 3.906 yard, kuantitas pemesanan sebesar 3.018 Yard, dengan ROP sebesar 4.168,92 yard, serta biaya total persediaan sebesar Rp 2.905.967 yang efektif dan efisien dalam menentukan persediaan bahan baku untuk biaya yang dikeluarkan. Pemilik UKM Batik D’erte Kota Tarakan sebaiknya menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) dalam persediaan bahan baku sehingga UKM tersebut dapat lebih meminimumkan biaya persediaan.
Gangguan jiwa merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting di Indonesia. Tingginya angka gangguan jiwa di indonesia memerlukan perhatian yang cukup serius dari dari pemerintah dan masyarakat akan persoalan gangguan jiwa tersebut. selanjutnya dibutuhkan tingkat pengetahua, sikap, dan perilaku yang khusus dalam membantu menagani persoalan tersebut. Pengetahuan yang memadai tentang kondisi kesehatan anggota keluarga dapat membantu dalam memberikan perawatan yang tepat dan mendukung. Selain itu, sikap positif dari anggota keluarga juga sangat berperan penting dalam perawatan. Dengan adanya dukungan pengetahuan dan sikap yang baik dari keluarga, proses pemulihan dan kesejahteraan anggota keluarga yang sedang dirawat dapat terbantu secara signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku keluarga yang merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 68 orang yang berada dalam wilayah kerja Puskesmas Sebengkok kota Tarakan. Berdasarkan hasil dari penelitian didapatkan hubungan antara tingkat penegtahuan dan sikap keluarga dengan perilaku keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya adalah memerbanyak karakteristik yang sekiranya berkaitan dengan faktor-faktor keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa.
.
Gangguan jiwa merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting di Indonesia. Tingginya angka gangguan jiwa di indonesia memerlukan perhatian yang cukup serius dari dari pemerintah dan masyarakat akan persoalan gangguan jiwa tersebut. selanjutnya dibutuhkan tingkat pengetahua, sikap, dan perilaku yang khusus dalam membantu menagani persoalan tersebut. Pengetahuan yang memadai tentang kondisi kesehatan anggota keluarga dapat membantu dalam memberikan perawatan yang tepat dan mendukung. Selain itu, sikap positif dari anggota keluarga juga sangat berperan penting dalam perawatan. Dengan adanya dukungan pengetahuan dan sikap yang baik dari keluarga, proses pemulihan dan kesejahteraan anggota keluarga yang sedang dirawat dapat terbantu secara signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku keluarga yang merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 68 orang yang berada dalam wilayah kerja Puskesmas Sebengkok kota Tarakan. Berdasarkan hasil dari penelitian didapatkan hubungan antara tingkat penegtahuan dan sikap keluarga dengan perilaku keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya adalah memerbanyak karakteristik yang sekiranya berkaitan dengan faktor-faktor keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa.
This research aims to determine the effectiveness of Quizizz on student vocabulary for grade 8 students at SMPN 2 Tarakan for the 2023/2024 academic year. The population of this research was 8th-grade students at SMPN 2 Tarakan, totaling 356 people. The researcher applied purposive sampling techniques to select participants. Thus, the researcher decided on two groups for this study: the experimental and control groups. This study employed a vocabulary test as an instrument to collect data. The data were analyzed using the parametric statistical technique Independent Sample t-test via SPSS. The results demonstrated that the difference in the average pre-test between the two group was 5.55, while the average difference in the post-test between the two groups was 10.82. Second, the results illustrated the significance of the t-test 0.05, meaning there is a significant difference in student learning achievement between the experimental and control groups. The post-test results of the experimental showed that the achievement of students who were given vocabulary through Quizizz was higher than those who were not given vocabulary through Quizizz. In addition, although the control group was not assigned vocabulary through Quizizz, the post-test results of this group also showed significance compared to their pre-test results. To implement engaging learning, teachers at SMP Negeri 2 Tarakan and various other schools can use Quizizz as a learning medium for vocabulary learning.
.
TINJAUAN KRIMINOLOGI TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PERJUDIAN DARING ABSTRAK Perkembangan teknologi di era globalisasi seperti sekarang ini mengalami kemajuan yang begitu pesat khususnya dalam bidang teknologi dan infomasi, sehingga memudahkan masyarakat untuk menerima dan memberikan informasi kepada masyarakat luas. Bahkan dapat dikatakan bahwa teknologi dan informasi terkadang bisa menjadi pedang bermata dua karena selain berkontribusi terhadap kesejahteraan, peradaban dan kemajuan manusia, juga merupakan sarana yang efektif untuk melakukan kejahatan. Berdasarkan rumusan masalah serta tujuan penelitian ini, maka tipe penelitian ini menggunakan penelitian normatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini ialah studi kepustakaan guna mendapatkan bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder yang berupa peraturan perundang-undangan, jurnal, buku, adan artikel yang berkaitan dengan objek yang diteliti. Perkembangan teknologi di era sekarang berkembang dengan pesat, dimana apapun bisa diakses dengan mudah hanya dengan menggunakan internet. Kejahatan dapat dengan mudah dilakukan juga dengan menggunakan internet. Salah satunya ialah perjudian yang dilakukan secara daring atau online. Adapun dijelaskan diatas ada beberapa teori sebab terjadinya kejahatan yaitu teori anonim, teori asosiasi diferensial, teori kontrol sosial, dan teori labelling. Dari hasil penelitian jika dihubungkan dengan teori diatas didapatkan bahwa sebab terjadinya perjudian adalah pergaulan yang menyimpang, individu itu sendiri, lingkungan yang memberikan kesempatan, kebiasaan masyarakat, dan ekonomi.
TINJAUAN KRIMINOLOGI TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PERJUDIAN DARING ABSTRAK Perkembangan teknologi di era globalisasi seperti sekarang ini mengalami kemajuan yang begitu pesat khususnya dalam bidang teknologi dan infomasi, sehingga memudahkan masyarakat untuk menerima dan memberikan informasi kepada masyarakat luas. Bahkan dapat dikatakan bahwa teknologi dan informasi terkadang bisa menjadi pedang bermata dua karena selain berkontribusi terhadap kesejahteraan, peradaban dan kemajuan manusia, juga merupakan sarana yang efektif untuk melakukan kejahatan. Berdasarkan rumusan masalah serta tujuan penelitian ini, maka tipe penelitian ini menggunakan penelitian normatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini ialah studi kepustakaan guna mendapatkan bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder yang berupa peraturan perundang-undangan, jurnal, buku, adan artikel yang berkaitan dengan objek yang diteliti. Perkembangan teknologi di era sekarang berkembang dengan pesat, dimana apapun bisa diakses dengan mudah hanya dengan menggunakan internet. Kejahatan dapat dengan mudah dilakukan juga dengan menggunakan internet. Salah satunya ialah perjudian yang dilakukan secara daring atau online. Adapun dijelaskan diatas ada beberapa teori sebab terjadinya kejahatan yaitu teori anonim, teori asosiasi diferensial, teori kontrol sosial, dan teori labelling. Dari hasil penelitian jika dihubungkan dengan teori diatas didapatkan bahwa sebab terjadinya perjudian adalah pergaulan yang menyimpang, individu itu sendiri, lingkungan yang memberikan kesempatan, kebiasaan masyarakat, dan ekonomi.
Muara sungai adalah wilayah badan air yang memiliki produktivitas tinggi. Melihat kondisi eksisting penangkapan ikan di wilayah tersebut, terdapat beberapa jenis alat tangkap yang beroperasi seperti tugu, sero, pukat hela, gillnet, bubu dan lain-lain. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengevaluasi perikanan udang bintik (Metapenaeus sp.) dengan alat tangkap tugu berdasarkan domain teknik penangkapan ikan di muara Bulungan dan Sesayap. Metode yang digunakan indikator ini adalah metode survei dengan melakukan wawancara responden yang dianggap relevan. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 3 kali sampling pada alat tangkap tugu (stownet) selama 2 bulan. Analisis data domain teknik penangkapan ikan meliputi, penentuan daerah tangkapan, metode penangkapan yang bersifat destruktif atau ilegal, modifikasi alat penangkap ikan dan alat bantu penangkapan, kapasitas perikanan dan upaya penangkapan, dan selektivitas alat tangkap. Dari penelitian yang dilakukan penangkapan udang bintik dengan alat tangkap tugu dapat dideskripsikan sebagai penggunaan alat tangkap tugu di perairan muara bulungan dan sesayap tidak bersifat destruktif, tidak ada modifikasi atau penambahan alat bantu penangkapan ikan, hasil tangkapan didominasi oleh ikan target yaitu udang bintik. Didominasi ukuran yang sudah dewasa, tidak ada modifikasi terhadap alat tangkap maupun alat bantu penangkapan ikan.
This research aims to determine the effectiveness of Quizizz on student vocabulary for grade 8 students at SMPN 2 Tarakan for the 2023/2024 academic year. The population of this research was 8th-grade students at SMPN 2 Tarakan, totaling 356 people. The researcher applied purposive sampling techniques to select participants. Thus, the researcher decided on two groups for this study: the experimental and control groups. This study employed a vocabulary test as an instrument to collect data. The data were analyzed using the parametric statistical technique Independent Sample t-test via SPSS. The results demonstrated that the difference in the average pre-test between the two group was 5.55, while the average difference in the post-test between the two groups was 10.82. Second, the results illustrated the significance of the t-test 0.05, meaning there is a significant difference in student learning achievement between the experimental and control groups. The post-test results of the experimental showed that the achievement of students who were given vocabulary through Quizizz was higher than those who were not given vocabulary through Quizizz. In addition, although the control group was not assigned vocabulary through Quizizz, the post-test results of this group also showed significance compared to their pre-test results. To implement engaging learning, teachers at SMP Negeri 2 Tarakan and various other schools can use Quizizz as a learning medium for vocabulary learning.
Imunisasi merupakan pencegahan primer terhadap penyakit infeksi yang paling efektif dan murah serta juga dapat menghindarkan terjadi penyakit menular. Imunisasi yang dilakukan tepat waktu dapat mengurangi risiko stunting karena dapat mencegah penyakti yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak. penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengatahuan dan kepatuhan orang tua tentang imunisasi anak usia balita yang stunting dan berisiko stunting. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan desain one group post test only desain. teknik sampling yang digunakan orang tua balita (ibu atau ayah). Data dianalisa secara univariat dan bivariat. Hasil uji one sample T-Test menunjukan pendidikan kesehatan ridak efektif memengaruhi pengetahuan orang tua mengenai imunisasi anak (P = 0,232). Hasil uji chi-square menunjukan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan orang tua setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan tingkat kepatuhan imunisasi (P = 0,378). Berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan tidak mempengaruhi pengetahuan dan kepatuhan orang tua mengenai imunisasi.