2026 · Book ·
Penerapan Terapi Bermain Pada Tingkat Kecemasan Pada Anak Pra Sekolah Selama Terapi Inhalasi Terapi inhalasi adalah pengobatan mukolitik dan bronkodilator dalam bentuk hirupan yang melonggarkan sekresi di saluran pernapasan yang dapat menyebabkan obstruksi saluran pernapasan. Terapi inhalasi ini umum digunakan pada anak-anak dan tidak menimbulkan rasa sakit, namun penggunaan masker dan terapi nebulizer yang berlangsung lama dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan memicu kecemasan pada anak. Kecemasan pada anak yang muncul karena prosedur terapi inhalasi dapat dicegah dan diminimalisir dengan beberapa penggunaan metode terapi non-farmakologis. Terapi non-farmakologis yang dapat digunakan ialah seperti bermain teraputik. Bermain terapeutik dapat menjadi solusi yang tepat untuk mengurangi kecemasan pada anak saat menjalani prosedur medis dan pengobatan. Untuk mengurangi dampak kecemasan yang dialami anak usia prasekolah diperlukan media yang dapat mengurangi rasa cemas pada anak usia prasekolah, media tersebut bisa dengan cara terapi bermain menggambar, bercerita, mendengarkan musik, bermain puzzle, dan Pop-it. Berdasarkan hasil evaluasi pada kedua pasien, pemberian terapi bermain Pop-it selama 3 hari saat terapi inhalasi didapatkan penurunan pada score VFAS dari nilai tingkat kecemasan paling tinggi (5) menjadi tingkat kecemasan yang rendah (1). Dari hal tersebut menunjukkan terapi bermain mampu menurunkan tingkat kecemasan pada anak usia pra sekolah selama terapi inhalasi.
2026 · Thesis ·
Penerapan Terapi Bermain Pada Tingkat Kecemasan Pada Anak Pra Sekolah Selama Terapi Inhalasi Terapi inhalasi adalah pengobatan mukolitik dan bronkodilator dalam bentuk hirupan yang melonggarkan sekresi di saluran pernapasan yang dapat menyebabkan obstruksi saluran pernapasan. Terapi inhalasi ini umum digunakan pada anak-anak dan tidak menimbulkan rasa sakit, namun penggunaan masker dan terapi nebulizer yang berlangsung lama dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan memicu kecemasan pada anak. Kecemasan pada anak yang muncul karena prosedur terapi inhalasi dapat dicegah dan diminimalisir dengan beberapa penggunaan metode terapi non-farmakologis. Terapi non-farmakologis yang dapat digunakan ialah seperti bermain teraputik. Bermain terapeutik dapat menjadi solusi yang tepat untuk mengurangi kecemasan pada anak saat menjalani prosedur medis dan pengobatan. Untuk mengurangi dampak kecemasan yang dialami anak usia prasekolah diperlukan media yang dapat mengurangi rasa cemas pada anak usia prasekolah, media tersebut bisa dengan cara terapi bermain menggambar, bercerita, mendengarkan musik, bermain puzzle, dan Pop-it. Berdasarkan hasil evaluasi pada kedua pasien, pemberian terapi bermain Pop-it selama 3 hari saat terapi inhalasi didapatkan penurunan pada score VFAS dari nilai tingkat kecemasan paling tinggi (5) menjadi tingkat kecemasan yang rendah (1). Dari hal tersebut menunjukkan terapi bermain mampu menurunkan tingkat kecemasan pada anak usia pra sekolah selama terapi inhalasi.
2026 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendekatan pembelajaran di SMPN 4 Tarakan dalam kerangka Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran 2024/2025. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi strategi yang efektif, tantangan yang dihadapi guru Bahasa Inggris, serta aspek-aspek yang perlu ditingkatkan untuk lebih mendukung perkembangan holistik peserta didik. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan guru Bahasa Inggris di SMPN 4 Tarakan sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi, di mana wawancara dan observasi dianggap sebagai instrumen yang paling penting. Triangulasi data digunakan untuk memastikan kredibilitas dan konsistensi temuan dengan cara membandingkan hasil dari berbagai metode dan sumber.Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, guru Bahasa Inggris umumnya menerapkan strategi pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) dan pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning), yang mendorong siswa lebih aktif, kritis, dan kolaboratif sekaligus meningkatkan keterampilan komunikasi serta pemecahan masalah. Kedua, proses pembelajaran Bahasa Inggris menekankan pendekatan berpusat pada siswa yang memungkinkan mereka berpartisipasi secara aktif melalui kolaborasi dan pembelajaran berbasis pengalaman, selaras dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka. Ketiga, guru menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan akses fasilitas dan media digital, perbedaan tingkat kemampuan siswa, beban kerja yang meningkat akibat tuntutan administrasi dan asesmen, waktu persiapan yang terbatas, serta pemahaman yang masih kurang terhadap kurikulum baru. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan bagi guru berupa ketersediaan sumber daya yang memadai, pelatihan, serta sosialisasi kurikulum guna mengoptimalkan implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Bahasa Inggris.
2025 · Thesis ·
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendekatan pembelajaran di SMPN 4 Tarakan dalam kerangka Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran 2024/2025. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi strategi yang efektif, tantangan yang dihadapi guru Bahasa Inggris, serta aspek-aspek yang perlu ditingkatkan untuk lebih mendukung perkembangan holistik peserta didik. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan guru Bahasa Inggris di SMPN 4 Tarakan sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi, di mana wawancara dan observasi dianggap sebagai instrumen yang paling penting. Triangulasi data digunakan untuk memastikan kredibilitas dan konsistensi temuan dengan cara membandingkan hasil dari berbagai metode dan sumber.Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, guru Bahasa Inggris umumnya menerapkan strategi pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) dan pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning), yang mendorong siswa lebih aktif, kritis, dan kolaboratif sekaligus meningkatkan keterampilan komunikasi serta pemecahan masalah. Kedua, proses pembelajaran Bahasa Inggris menekankan pendekatan berpusat pada siswa yang memungkinkan mereka berpartisipasi secara aktif melalui kolaborasi dan pembelajaran berbasis pengalaman, selaras dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka. Ketiga, guru menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan akses fasilitas dan media digital, perbedaan tingkat kemampuan siswa, beban kerja yang meningkat akibat tuntutan administrasi dan asesmen, waktu persiapan yang terbatas, serta pemahaman yang masih kurang terhadap kurikulum baru. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan bagi guru berupa ketersediaan sumber daya yang memadai, pelatihan, serta sosialisasi kurikulum guna mengoptimalkan implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Bahasa Inggris.
2024 · Book ·
Serangga berpotensi sebagai suber protein hewani. Pemanfaatan serangga sebagai protein dapat diuji menggunakan tikus sebagai hewan perobaan.. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) menguji pengaruh penggunaan serangga sebagai bahan pakan tambahan bagi pertumbuhan tikus putih; dan (2) menguji perbedaan pengaruh pertumbuhan tikus putih dengan menggunakan serangga sebagai bahan pakan tambahan tikus putih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 1 faktor yang terdiri dari 4 perlakuan yakni ransum komersial tanpa tambahan tepung serangga (kontrol), ransum komersial ditambahkan tepung serangga jangkrik, ulat hongkong, dan serangga kroto. Masing-masing perlakuan diulang 7 kali, sehingga diperoleh 28 unit percobaan. Analisis data menggunakan Analisis Sidik Ragam (Anova) dan Uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan berat badan tikus, panjang badan, dan sisa pakan antara pemberian pakan komersil dan pemberian pakan komersil yang dicampur dengan tepung berbahan dasar serangga (tepung serangga). Selanjuntnya, pakan komersil yang ditambahkan tepung serangga jangkrik memiliki berat tikus tertinggi dengan rata-rata 5.38 g dan sisa pakan akhir pengamatan terendah dengan rata-rata 0.93 g. Sedangkan, panjang badan tikus tertinggi pada pemberian tepung serangga ulat kroto 1.49 cm
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Serangga berpotensi sebagai suber protein hewani. Pemanfaatan serangga sebagai protein dapat diuji menggunakan tikus sebagai hewan perobaan.. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) menguji pengaruh penggunaan serangga sebagai bahan pakan tambahan bagi pertumbuhan tikus putih; dan (2) menguji perbedaan pengaruh pertumbuhan tikus putih dengan menggunakan serangga sebagai bahan pakan tambahan tikus putih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 1 faktor yang terdiri dari 4 perlakuan yakni ransum komersial tanpa tambahan tepung serangga (kontrol), ransum komersial ditambahkan tepung serangga jangkrik, ulat hongkong, dan serangga kroto. Masing-masing perlakuan diulang 7 kali, sehingga diperoleh 28 unit percobaan. Analisis data menggunakan Analisis Sidik Ragam (Anova) dan Uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan berat badan tikus, panjang badan, dan sisa pakan antara pemberian pakan komersil dan pemberian pakan komersil yang dicampur dengan tepung berbahan dasar serangga (tepung serangga). Selanjuntnya, pakan komersil yang ditambahkan tepung serangga jangkrik memiliki berat tikus tertinggi dengan rata-rata 5.38 g dan sisa pakan akhir pengamatan terendah dengan rata-rata 0.93 g. Sedangkan, panjang badan tikus tertinggi pada pemberian tepung serangga ulat kroto 1.49 cm
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
KORELASI MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS XI PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI DI SMA MUHAMMADIYAH BOARDING SCHOOL TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan minat belajar siswa terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas XI pada mata pelajaran biologi di SMA Muhammadiyah Boarding School Tarakan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei, dengan metode deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI biologi di SMA Muhammdiyah Boarding School. Sedangkan sampel penelitian yaitu siswa kelas XI MIPA putra yang berjumlah sebanyak 19 siswa dan siswa kelas XI MIPA putri yang berjumlah sebanyak 33 siswi yang dipilih berdasarkan jurusan yaitu MIPA. Keseluruhan data diperoleh berdasarkan jawaban dari angket minat yang disebarkan langsung di sekolah dan dari hasil nilai ulangan harian yang dilakukan oleh guru mata pelajaran biologi di SMA Muhammadiyah Boarding School Tarakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi atau hubungan yang signifikan antara minat belajar siswa (X) terhadap hasil belajar (Y). Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis menggunakan uji regresi dengan nilai signifikan sebesar 0,170 > 0,005 pada KD I dan 0,239 > 0,005 pada KD II. Kata Kunci: Korelasi, Minat, Hasil Belajar
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pembelajaran Bahasa Indonesia dapat mengembangkan kemampuan berbahasa, baik lisan maupun tulisan. Kurangnya keefektifan pembelajaran menimbulkan kurangnya pemahaman siswa khususnya pada siswa yang kurang aktif, kurangnya minat dalam mengerjakan tugas dan berdampak pada nilai siswa dengan adanya permasalahan tersebut peneliti ingin mendeskripsikan peningkatan menulis teks eksplanasi siswa kelas XI SMA Hang Tuah Tarakan dengan menggunakan metode pembelajaran Inquiry Based Learning. Jenis Penelitian yaitu tindakan kelas (Classroom Action Research). Subjek penelitian memilih salah satu kelas yang memiliki kendala menulis teks eksplanasi. Desain penelitian yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan (Observasi), refleksi. Instrumen Penelitian yaitu Instrumen Pedoman Penilaian, Instrumen Tes Hasil Belajar Siswa, Lembar Observasi Pembelajaran. Teknik Pengumpulan Data Observasi, Tes, Dokumentasi. Teknik Analisis Data Teknik Analisis Data Kualitatif Teknik Analisis Data Kuantitatif, Indikator Keberhasilan Proses. Hasil peningkatan kemampuan menulis teks eksplanasi pada siklus I observasi guru mendapatkan skor 64 dengan skor rata-rata 32 terbilang cukup, observasi siswa mendapatkan skor 64 dengan skor rata-rata 32 yang terbilang cukup. Nilai KKM 75, 14 siswa mendapatkan nilai dibawah kkm terbilang tidak tuntas. Siklus II terdapat peningkatan observasi guru mendapatkan 82 skor rata-rata 41 yang terbilang baik, observasi siswa 81 skor rata-rata 40,5 yang tebilang baik. Dalam analisis nilai tugas pada siklus II terdapat peningkatan kemampuan menulis teks eksplanasi yaitu 23 Siklus I siswa tidak mengalami peningkatan dan siklus II mengalami peningkatan.
2023 · Thesis ·
Pembelajaran Bahasa Indonesia dapat mengembangkan kemampuan berbahasa, baik lisan maupun tulisan. Kurangnya keefektifan pembelajaran menimbulkan kurangnya pemahaman siswa khususnya pada siswa yang kurang aktif, kurangnya minat dalam mengerjakan tugas dan berdampak pada nilai siswa dengan adanya permasalahan tersebut peneliti ingin mendeskripsikan peningkatan menulis teks eksplanasi siswa kelas XI SMA Hang Tuah Tarakan dengan menggunakan metode pembelajaran Inquiry Based Learning. Jenis Penelitian yaitu tindakan kelas (Classroom Action Research). Subjek penelitian memilih salah satu kelas yang memiliki kendala menulis teks eksplanasi. Desain penelitian yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan (Observasi), refleksi. Instrumen Penelitian yaitu Instrumen Pedoman Penilaian, Instrumen Tes Hasil Belajar Siswa, Lembar Observasi Pembelajaran. Teknik Pengumpulan Data Observasi, Tes, Dokumentasi. Teknik Analisis Data Teknik Analisis Data Kualitatif Teknik Analisis Data Kuantitatif, Indikator Keberhasilan Proses. Hasil peningkatan kemampuan menulis teks eksplanasi pada siklus I observasi guru mendapatkan skor 64 dengan skor rata-rata 32 terbilang cukup, observasi siswa mendapatkan skor 64 dengan skor rata-rata 32 yang terbilang cukup. Nilai KKM 75, 14 siswa mendapatkan nilai dibawah kkm terbilang tidak tuntas. Siklus II terdapat peningkatan observasi guru mendapatkan 82 skor rata-rata 41 yang terbilang baik, observasi siswa 81 skor rata-rata 40,5 yang tebilang baik. Dalam analisis nilai tugas pada siklus II terdapat peningkatan kemampuan menulis teks eksplanasi yaitu 23 Siklus I siswa tidak mengalami peningkatan dan siklus II mengalami peningkatan.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Keterangan saksi adalah jenis alat bukti yang paling penting, bukan saja karena kebenarannya, karena saksi adalah manusia, artinya keterangan saksi tidak serta merta sama dengan jenis-jenis alat bukti yang lain. Beriringan dengan berkembangnya pengetahuan masyarakat mengenai hukum di indonesia, Perkembangan terkait keterangan saksi telah diperluas dalam praktek peradilan pidana, berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi No. 65/PUU-VIII/2010 menyatakan bahwa saksi adalah suatu keterangan seseorang yang mampu memberikan kesaksian guna proses penyidikan, penuntutan, dan persidangan, yang tidak selalu mendengar, keterangan yang berasal dari saksi tidak hanya keterangan yang dia lihat, dengar, dan alami sendiri. Pada Prinsipnya di Indonesia Penggunaan saksi de auditu dalam prakteknya masih banyak yang tidak di benarkan dan tidak memiliki kekuatan hukum tetap menjadi alat bukti dalam persidangan sebagai alat bukti saksi, tetapi kesaksian saksi de auditu sebenarnya dapat menjadi bukti petunjuk dalam hukum acara pidana sepanjang memiliki relevansi dengan keterangan alat bukti lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keabsahan testimonium de auditu sebagai alat bukti dalam persidangan dan untuk mengetahui konsekuensi hukum terhadap penggunaan testimonium de auditu sebagai saksi dalam persidangan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif. Penelitian ini menunjukan bahwa kesaksian de auditu dalam hukum acara pidana tidak dapat secara langsung diberlakukan sebagai alat bukti penuh akan tetapi kesaksian de auditu dapat digunakan sebagai alat bukti petunjuk dalam hukum acara pidana serta bahwa keterangan saksi dalam hal ini testimonium de auditu selama memiliki relevansi dengan keterangan saksi lainnya atau dengan alat bukti lainnya, maka keterangan saksi testimonium de auditu dapat di pertimbangkan menjadi alat bukti petunjuk dan dapat menjadi pertimbangan dalam putusan hakim.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keterangan saksi adalah jenis alat bukti yang paling penting, bukan saja karena kebenarannya, karena saksi adalah manusia, artinya keterangan saksi tidak serta merta sama dengan jenis-jenis alat bukti yang lain. Beriringan dengan berkembangnya pengetahuan masyarakat mengenai hukum di indonesia, Perkembangan terkait keterangan saksi telah diperluas dalam praktek peradilan pidana, berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi No. 65/PUU-VIII/2010 menyatakan bahwa saksi adalah suatu keterangan seseorang yang mampu memberikan kesaksian guna proses penyidikan, penuntutan, dan persidangan, yang tidak selalu mendengar, keterangan yang berasal dari saksi tidak hanya keterangan yang dia lihat, dengar, dan alami sendiri. Pada Prinsipnya di Indonesia Penggunaan saksi de auditu dalam prakteknya masih banyak yang tidak di benarkan dan tidak memiliki kekuatan hukum tetap menjadi alat bukti dalam persidangan sebagai alat bukti saksi, tetapi kesaksian saksi de auditu sebenarnya dapat menjadi bukti petunjuk dalam hukum acara pidana sepanjang memiliki relevansi dengan keterangan alat bukti lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keabsahan testimonium de auditu sebagai alat bukti dalam persidangan dan untuk mengetahui konsekuensi hukum terhadap penggunaan testimonium de auditu sebagai saksi dalam persidangan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif. Penelitian ini menunjukan bahwa kesaksian de auditu dalam hukum acara pidana tidak dapat secara langsung diberlakukan sebagai alat bukti penuh akan tetapi kesaksian de auditu dapat digunakan sebagai alat bukti petunjuk dalam hukum acara pidana serta bahwa keterangan saksi dalam hal ini testimonium de auditu selama memiliki relevansi dengan keterangan saksi lainnya atau dengan alat bukti lainnya, maka keterangan saksi testimonium de auditu dapat di pertimbangkan menjadi alat bukti petunjuk dan dapat menjadi pertimbangan dalam putusan hakim.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KORELASI MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS XI PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI DI SMA MUHAMMADIYAH BOARDING SCHOOL TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan minat belajar siswa terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas XI pada mata pelajaran biologi di SMA Muhammadiyah Boarding School Tarakan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei, dengan metode deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI biologi di SMA Muhammdiyah Boarding School. Sedangkan sampel penelitian yaitu siswa kelas XI MIPA putra yang berjumlah sebanyak 19 siswa dan siswa kelas XI MIPA putri yang berjumlah sebanyak 33 siswi yang dipilih berdasarkan jurusan yaitu MIPA. Keseluruhan data diperoleh berdasarkan jawaban dari angket minat yang disebarkan langsung di sekolah dan dari hasil nilai ulangan harian yang dilakukan oleh guru mata pelajaran biologi di SMA Muhammadiyah Boarding School Tarakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi atau hubungan yang signifikan antara minat belajar siswa (X) terhadap hasil belajar (Y). Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis menggunakan uji regresi dengan nilai signifikan sebesar 0,170 > 0,005 pada KD I dan 0,239 > 0,005 pada KD II. Kata Kunci: Korelasi, Minat, Hasil Belajar
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari Dana Bagi Hasil MIGAS, MINERBA, dan Kehutanan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif yang digunakan adalah teknik pengumpulan data dengan metode yang digunakan adalah tinjauan kepustakaan dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah yaitu metode analisis koefisien regresi linier berganda yang dioperasikan didalam program eviews 10, berdasarkan pada hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Secara parsial (uji t) Dana Bagi Hasil MIGAS terdapat suatu pengaruh tidak signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi, Dana Bagi Hasil MINERBA berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi, dan Dana Bagi Hasil Kehutanan terdapat suatu pengaruh tidak signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Sedangkan simultan (uji f), bahwa jumlah Dana Bagi Hasil MIGAS, MINERBA, dan Kehutanan tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara.