2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Salah satu penyebab utama rendahnya produksi cabai dalam negeri adalah sebagian besar petani masih menggunakan benih varietas Lokal atau benih dari tanaman cabai yang telah dibudidayakan sebelumnya atau secara turun temurun. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi berbagai varietas tanaman cabai (Capsicum annuum L.) pada pengaplikasian POC kotoran ayam. Penelitian ini dilaksanakan di kelurahan Pantai amal kecamatan Tarakan Timur dan rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 1 faktor yaitu berbagai varietas tanaman cabai diantaranya varietas Lokal, Pilar F1, Beton F1 dan Panex 100 F1 dengan 8 perlakuan yaitu P1, P2, P3, P4, P5, P6, P7, P8 dan diulang sebanyak 4 kali. Prosedur penelitian dimulai dengan persiapan lahan dan persiapan media tanam, penyemaian benih, penanaman, aklimatisasi, pemasangan ajir, pembuatan dan pengaplikasian POC kotoran ayam, serta pemeliharaan tanaman. Parameter pengamatan penelitian terdiri dari parameter pertumbuhan dan parameter produksi kemudian data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dan di uji lanjut dengan uji jarak berganda Duncan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Panex 100 F1 adalah varietas yang memberikan respon terbaik pada parameter pertumbuhan dan produksi tanaman cabai, selain itu varietas tanaman cabai memberikan respon terhadap pemberian POC kotoran ayam.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu penyebab utama rendahnya produksi cabai dalam negeri adalah sebagian besar petani masih menggunakan benih varietas Lokal atau benih dari tanaman cabai yang telah dibudidayakan sebelumnya atau secara turun temurun. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi berbagai varietas tanaman cabai (Capsicum annuum L.) pada pengaplikasian POC kotoran ayam. Penelitian ini dilaksanakan di kelurahan Pantai amal kecamatan Tarakan Timur dan rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 1 faktor yaitu berbagai varietas tanaman cabai diantaranya varietas Lokal, Pilar F1, Beton F1 dan Panex 100 F1 dengan 8 perlakuan yaitu P1, P2, P3, P4, P5, P6, P7, P8 dan diulang sebanyak 4 kali. Prosedur penelitian dimulai dengan persiapan lahan dan persiapan media tanam, penyemaian benih, penanaman, aklimatisasi, pemasangan ajir, pembuatan dan pengaplikasian POC kotoran ayam, serta pemeliharaan tanaman. Parameter pengamatan penelitian terdiri dari parameter pertumbuhan dan parameter produksi kemudian data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dan di uji lanjut dengan uji jarak berganda Duncan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Panex 100 F1 adalah varietas yang memberikan respon terbaik pada parameter pertumbuhan dan produksi tanaman cabai, selain itu varietas tanaman cabai memberikan respon terhadap pemberian POC kotoran ayam.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH IPA DITINJAU DARI TINGKAT KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 9 TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahahan masalah IPA (Biologi) berdasarkan tingkat kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VIII. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang diperoleh langsung dengan teknik wawancara informan. Data sekunder diperoleh dari instrumen tes pilihan ganda kemampuan berpikir kreatif dan instrumen tes essay kemampuan pemecahan masalah. Hasil analisis penelitian ini, diketahui bahwa kemampuan pemecahan masalah pada peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir kreatif tinggi, sedang dan rendah adalah berbeda dan beragam. Dapat disimpulkan bahwa tidak semua peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir kreatif tinggi juga memiliki tingkat pemecahan masalah yang tinggi, begitu juga sebaliknya tidak semua peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir kreatif rendah akan memiliki kemampuan pemecahan masalah yang rendah juga.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH IPA DITINJAU DARI TINGKAT KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 9 TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahahan masalah IPA (Biologi) berdasarkan tingkat kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VIII. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang diperoleh langsung dengan teknik wawancara informan. Data sekunder diperoleh dari instrumen tes pilihan ganda kemampuan berpikir kreatif dan instrumen tes essay kemampuan pemecahan masalah. Hasil analisis penelitian ini, diketahui bahwa kemampuan pemecahan masalah pada peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir kreatif tinggi, sedang dan rendah adalah berbeda dan beragam. Dapat disimpulkan bahwa tidak semua peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir kreatif tinggi juga memiliki tingkat pemecahan masalah yang tinggi, begitu juga sebaliknya tidak semua peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir kreatif rendah akan memiliki kemampuan pemecahan masalah yang rendah juga.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tingginya AKI dan AKB masih menjadi masalah besar bagi Indonesia, karena dapat memberi gambaran perkembangan derajat kesehatan dan juga digunakan sebagai indicator dalam penilaian keberhasilan pelayanan kesehatan dan program pembangunan kesehatan. Tujuannyan untuk melakukan Asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. T dan bayinya sejak masa kehamilan, persalinan, nifas adan bayi baru lahir. Mulai dari mengidentifikasi, mendiagnosa, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi setiap kunjungan dan pemeriksaan sehingga dapat menurunkan resiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi. Asuhan kebidanan dari masa kehamilan selama 4 kali kunjungan meliputi, I kali pada kunjungan trimester I, I kali kunjungan di trimester II dan 2 kali kunjungan di trimester III, dengan standar petolongan persalinan menggunakan 60 langkah APN, nifas dilakukan 3 kali kunjungan yang meliputi 6 Jam, 14 hari dan 28 hari post partum, bayi baru lahir dilakukan 3 kali kunjungan bayi baru lahir 6 jam, 14 hari dan 28 hari. Asuhan kebidanan masa kehamilan teridentifikasi adanya masalah dimana HB ibu adalah 10 gr/dl sampai menjelang persalinan. Pada asuhan persalinan pada tanggal 29 November 2019 Ny. T G1P0A0 umur 23 tahun jam 08.40 Wita Ny. T dirujuk ke RSUD Tarakan karena Ketuban Pecah Dini (KPD) , setelah dilakukan pemeriksaan pembukaan 2 cm Ny. T di bawah naik keruangan Bougenvill jam 12.30 Wita dan dilakukan pemeriksaan pembukaan maju menjadi 4 cm porsio lunak, ketuban pecah, penurunan hodge I. Selanjutnya 4 jam kemudian dilakukan pemeriksaan kembali jam 16.40 Wita pembukaan maju 6 cm djj 130 x/m, porsio lunak, ketuban pecah, penurunan hodge II. Jam 21.45 pembukaan lengkap, setelah dipimpin meneran selama 30 menit tidak ada kemajuan persalinan , sehingga dokter memutuskan untuk melakukan tindakan Seksio Cesaria (SC) . Tanggal 29 November 2017 Jam 22.10 Wita Persiapan pasien untuk operasi mencukur rambut kemaluan, melepaskan semua perhiasan yang ada di tubuh pasien, memakaikan baju operasi, memasang kateter, infus terpasang cairan RL 20 tetes permenit 500 ml, setelah itu pasien diantar keruang operasi. Jam 00. 45 Wita Ny T selesai operasi kemudian dipindahkan ke ruang perawatan, hasil pemeriksaan post SC 2 jam keadaan Ny. T tekanan darah 110/80 mmHg, Nadi 84 x/menit, Pernafasan 20 x/menit. Bayi lahir pukul 23.36 Wita, berat badan : 2700 gram, panjang badan 48 cm, lingkar kepala: 30 cm, lingkar dada : 29 cm, lingkar perut : 30 cm, A/S : 8/9, anus berlubang, tidak ada kelainan pada tubuh bayi. Tanggal 30 November 2019. Pada Persiapan KB ibu telah diberikan penjelasan tentang jenis-jenis KB dan apa saja keuntungan dan kekurangan dari KB, kemudian menyakinkan ibu tentang KB yang akan digunakan dan ibu memutuskan untuk menggunakan KB Suntik 3 bulan.