STABILISASI TANAH LEMPUNG LUNAK DENGAN STABILIZER KAPUR,BUBUK DAMAR DAN BESI OKSIDA DI KOTA TARAKAN.
.
Profil penulis
33 karya publik ditemukan.
.
.Tanah adalah salah satu komponen penting dalam dunia konstruksi karena hampir semua bangunan konstruksi didirikan di atas tanah. Namun tidak semua tanah dapat langsung digunakan dikarenakan daya dukung tanah yang buruk. Penelitian ini membahas tentang stabilisasi tanah lempung lunak dengan menggunakan stabilizer (kapur, oksida besi dan bubuk damar). Tujuan penelitian (1) Menilai pengaruh penambahan stabilizer serta masa peram terhadap sifat fisis dan sifat teknis (2) Menetapkan persentase bahan stabilizer yang harus dicampurkan agar diperoleh hasil yang maksimum terhadap parameter sifat fisis dan sifat teknis (3) Menetapkan lama masa peram tanah lempung lunak yang distabilisasi menggunakan stabilizer agar diperoleh hasil yang maksimum terhadap parameter sifat fisis dan sifat teknis. Adapun metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dan dilakukan dalam skala laboratorium. Sifat fisis dan teknis tanah dari Kelurahan Kampung Empat, Kota Tarakan Kalimantan Utara diperoleh w =88,74%, Gs =2,23, =1,09gr/cm³, tanah lolos saringan No.200 =84,58%, LL =73,72%, PL =21,05%, IP =52,67%, wopt =26,15% dan dry =1,3 gr/cm³ serta nilai qu =0,21kg/cm². Adapun hasil penelitian tanah stabilisasi diperoleh bahwa pada stabilisasi tanah lempung lunak dengan stabilizer dapat mempengaruhi sifat fisis dan sifat teknis tanah, namun pada sifat teknis tanah untuk variasi stabilizer 25% dan 30% tidak dapat dilakukan pengujian UCT karena benda uji mengalami perubahan sifat fisis sehingga tidak dapat dicetak dan dilakukan pengujian. Pengaruh stabilisasi tanah dengan stabilizer menurunkan persentase tanah yang lolos saringan No.200, meningkatkan nilai Gs, , qu serta menurunkan w, LL dan IP.
Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi Kemampuan Socio-Scientific Reasoning (SSR) Terkait Isu Sains pada Mata Pelajaran Biologi di SMA Negeri 1 Nunukan menggunakan instrumen Quantitative Assessment of Socio-Scientific Reasoning (QuASSR). Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian ini siswa SMA Negeri 1 Nunukan yaitu kelas XI MIA. Penentuan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling. Data diperoleh berdasarkan hasil tes QuASSR dalam bentuk soal yang terdiri atas skenario isu sosiosaintific dan soal bertingkat 2 (dua) sebanyak 7 (tujuh) soal. Untuk tingkat pertama yaitu soal dengan pilihan jawaban Ya / Tidak sedangkan tingkat kedua yaitu respon terbuka yang memunculkan alasan pada jawaban tingkat pertama, yang terbagi kedalam lima dimensi SSR. Dimensi Tersebut meliputi kompleksitas, penyelidikan, pengambilan perspektif, skeptisisme dan keterjangkauan dan keterbatasan sains. Rata-rata perolehan skor pada masing-masing isu, pada Isu Global yaitu 9,2 dan pada Isu Global yaitu 1,5, dengan frekuensi tingkat penalaran siswa dari level 0-4 untuk setiap dimensi nya, tingkat penalaran siswa secara umum berada ditingkat penalaran level 0 dan 1, sedangkan pada tingkat penalaran level 2 hanya diperoleh oleh beberapa siswa.
Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi Kemampuan Socio-Scientific Reasoning (SSR) Terkait Isu Sains pada Mata Pelajaran Biologi di SMA Negeri 1 Nunukan menggunakan instrumen Quantitative Assessment of Socio-Scientific Reasoning (QuASSR). Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian ini siswa SMA Negeri 1 Nunukan yaitu kelas XI MIA. Penentuan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling. Data diperoleh berdasarkan hasil tes QuASSR dalam bentuk soal yang terdiri atas skenario isu sosiosaintific dan soal bertingkat 2 (dua) sebanyak 7 (tujuh) soal. Untuk tingkat pertama yaitu soal dengan pilihan jawaban Ya / Tidak sedangkan tingkat kedua yaitu respon terbuka yang memunculkan alasan pada jawaban tingkat pertama, yang terbagi kedalam lima dimensi SSR. Dimensi Tersebut meliputi kompleksitas, penyelidikan, pengambilan perspektif, skeptisisme dan keterjangkauan dan keterbatasan sains. Rata-rata perolehan skor pada masing-masing isu, pada Isu Global yaitu 9,2 dan pada Isu Global yaitu 1,5, dengan frekuensi tingkat penalaran siswa dari level 0-4 untuk setiap dimensi nya, tingkat penalaran siswa secara umum berada ditingkat penalaran level 0 dan 1, sedangkan pada tingkat penalaran level 2 hanya diperoleh oleh beberapa siswa.
Terorisme di Indonesia kian marak terjadi. Sejak disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018, pemerintah khususnya Polri mempunyai paying hukum yang kuat dalam pencegahan terorisme. Terorisme masih menjadi masalah krusial yang dihadapi banyak negara di dunia termasuk Indonesia. Indeks Terorisme Global tahun 2020 menempatkan Indonesia sebagai negara paling terdampak terorisme dengan peringkat empat di Asia Pasifik dan peringkat ke-37 secara global (Institute of Economics and Peace [IEP], 2020). Aksi terorisme di Indonesia mulai mendapatkan sorotan ketika terjadi serangan Bom Bali I tahun 2002 yang menewaskan 202 orang. Serangan terorisme terus berlangsung sejak tragedi tersebut hingga saat ini dalam skala yang lebih kecil dengan pelaku perorangan maupun kelompok. Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini yaitu, pertama, Bentuk pencegahan terorisme berdasarkan undang-undang nomor 5 tahun 2018. Dan permasalahan kedua adalah Pelaksanaan deradikalisasi untuk eks narapidana terorisme. Dalam penelitan ini tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan studi Kasus (case approach). Hasil penelitian menunjukkan pencegahan terorisme berdasarkan undang-undang nomor 5 tahun 2018 yang dilakukan yaitu deradikalisasi. Meskipun telah dilaksanakan sebelum UU No. 5 Tahun 2018 berlaku, program ini belum dapat dilakukan secara maksimal karena tidak ada payung hukum yang kuat dan Kementerian/Lembaga pelaksana belum dapat melakukan secara integratif dan koordinatif dalam penanggulangan terorisme. Oleh karena itu, BNPT dan Kementerian/Lembaga terkait harus menyusun grand strategy nasional deradikalisasi strategi dan target untuk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka Panjang.
Terorisme di Indonesia kian marak terjadi. Sejak disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018, pemerintah khususnya Polri mempunyai paying hukum yang kuat dalam pencegahan terorisme. Terorisme masih menjadi masalah krusial yang dihadapi banyak negara di dunia termasuk Indonesia. Indeks Terorisme Global tahun 2020 menempatkan Indonesia sebagai negara paling terdampak terorisme dengan peringkat empat di Asia Pasifik dan peringkat ke-37 secara global (Institute of Economics and Peace [IEP], 2020). Aksi terorisme di Indonesia mulai mendapatkan sorotan ketika terjadi serangan Bom Bali I tahun 2002 yang menewaskan 202 orang. Serangan terorisme terus berlangsung sejak tragedi tersebut hingga saat ini dalam skala yang lebih kecil dengan pelaku perorangan maupun kelompok. Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini yaitu, pertama, Bentuk pencegahan terorisme berdasarkan undang-undang nomor 5 tahun 2018. Dan permasalahan kedua adalah Pelaksanaan deradikalisasi untuk eks narapidana terorisme. Dalam penelitan ini tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan studi Kasus (case approach). Hasil penelitian menunjukkan pencegahan terorisme berdasarkan undang-undang nomor 5 tahun 2018 yang dilakukan yaitu deradikalisasi. Meskipun telah dilaksanakan sebelum UU No. 5 Tahun 2018 berlaku, program ini belum dapat dilakukan secara maksimal karena tidak ada payung hukum yang kuat dan Kementerian/Lembaga pelaksana belum dapat melakukan secara integratif dan koordinatif dalam penanggulangan terorisme. Oleh karena itu, BNPT dan Kementerian/Lembaga terkait harus menyusun grand strategy nasional deradikalisasi strategi dan target untuk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka Panjang.
Pengelasan SMAW adalah suatu proses penyambungan dua buah keping logam atau lebih dengan memanfaatkan panas yang terjadi dari loncatan elektroda pada dua buah kutub yang berbeda. Material baja ST 37 merupakan jenis baja ringan atau mild steel yang banyak dijadikan sebagai bahan konstruksi rangka mesin karena jenis material ini mudah didapatkan. Gerakan zig-zag merupakan gerakan elektroda yang menyerupai gerakan untuk menjahit serta memperluas area penyambungan dan gerakan spiral merupakan gerakan elektroda yang gerakannya hampir melingkar dan dilakukan secara kontinyu. Salah satu pemanfaatan pengelasan SMAW adalah sebagai penyambung besi siku baja ST 37 pada rangka mesin pemipil jagung yang menjadi objek pada penelitian ini. Tujuannya adalah untuk mengetahui kekuatan sambungan las alur zig-zag dan spiral serta mengetahui kecacatan hasil sambungan pengelasannya. Proses pengujian pada penelitian ini menggunakan tiga metode pengujian yakni NDT penetrant, metalografi, dan uji kekerasan vickers. Hasilnya untuk alur zig-zag terlihat satu kecacatan yang muncul begitu pula dengan alur spiral yang juga memiliki satu kecacatan. Untuk struktur mikronya alur zig-zag didominasi oleh fasa ferrite begitu juga dengan alur spiral, tetapi alur spiral banyak terlihat fasa perlite. Alur zig-zag memiliki nilai kekerasan 216,06 kgf/〖mm〗^2 sedangkan alur spiral memiliki nilai kekerasan 250,51 kgf/〖mm〗^2. Kedua alur pengelasan memiliki kecacatan yang sama tetapi struktur mikro dan nilai kekerasannya berbeda di mana alur spiral memiliki kekerasan lebih baik dari pada alur zig-zag.
Pengelasan SMAW adalah suatu proses penyambungan dua buah keping logam atau lebih dengan memanfaatkan panas yang terjadi dari loncatan elektroda pada 2 buah kutub yang berbeda. Pengelasan metode SMAW sangat banyak digunakan dalam pembangunan kapal dan reparasi kapal, di samping harga yang terjangkau juga dikarenakan pengelasan dengan metode SMAW sangat fleksibel dalam penggunaannya. Salah satu pemanfaatan pengelasan SMAW adalah sebagai penyambung rangka mesin pemipil jagung yang menjadi objek pada penelitian ini. Tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh kekuatan sambungan las alur zig-zag dan spiral serta mengetahui kecacatan hasil sambungan pengelasannya. Proses pengujian pada penelitian ini menggunakan dua variasi arus yaitu alur zig-zag dan spiral serta menggunakan tiga metode pengujian yakni NDT penetrant, metalografi, dan uji kekerasan vickers. Hasilnya untuk alur zig-zag terlihat satu kecacatan yang muncul begitu pula dengan alur spiral yang juga memiliki satu kecacatan, untuk struktur mikronya alur zig-zag di dominasi oleh fasa ferrite sedangkan alur spiral di dominasi oleh fasa perlite, dan alur zig-zag memiliki nilai kekerasan 216,12 kgf/〖mm〗^2 sedangkan alur spiral memiliki nilai kekerasan 250,56 kgf/〖mm〗^2. Kedua alur pengelasan memiliki kecacatan yang sama tetapi struktur mikro dan nilai kekerasannya berbeda.
Buku ini memposisikan diri sebagai upaya strategis untuk membangun kemampuan warga negara dalam wacana berpikir kritis dan merefleksikan kajian teori dan praktik secara das sein dan das sollen tentang Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, maka upaya strategis yang penulis tawarkan tersebut untuk menciptakan warga negara yang Pancasilais dan warga negara Indonesia yang ber kemapanan masa depan sebagai estafet peradaban bangsa. Dengan meningkatkan daya berpikir kritis menjadi bekal bagi warga negara terhadap persoalan dan tantangan Pancasila dari era ke era sekaligus merefleksikan tentang pentingnya Pancasila sebagai landasan berpikir dan alasan mengapa Pancasila dijadikan sebagai jawaban atas segala persoalan bangsa dan negara, sehingga nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila dapat diwujudkan dan diimplementasikan dalam kualitas kehidupan secara individu maupun sosial. Adapun isi pembahasan atau konten yang termuat pada buku ini terdiri dari beberapa kajian, yaitu; Pengantar Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan; Pancasila Dalam Konteks Historis; Pancasila Dalam Konteks Politis; Pancasila Dalam Konteks Filsafat; Pancasila Dalam Konteks Demokrasi; Kewargaan Global (Etnisitas, Nasionalis dan Kosmopolitian); Politik Kewargaan (Kritik dan Partisipasi Publik); Hak Asasi Manusia dan Kewargaan; Isu-Isu Kewargaan (Radikalisme dan Intoleransi).
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan infromasi mengenai kelebihan dan kekurangan Google Form sebagai alat evaluasi pada mata pelajaran Bahasa Inggris di SMP N 5 Tarakan. Google Form sendiri merupakan bagian dari fitur Google yang dapat mengumpulkan informasi dari berbagai respon terhadap berbagai kebutuhan seperti kuesioner dan media tugas. Penelitian ini berkaitan dengan penggunaan Google Form sebagai alat evaluasi yang diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data meliputi studi dokumentasi, observasi dan wawancara serta dianalisis secara kualitatif melalui sistem pengkodean dan dideskripsikan secara naratif. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Inggris dan siswa yang diwakili berdasarkan nilai tertinggi dalam mata pelajaran bahasa Inggris dari setiap kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan sisi positif dan negatif penggunaan Google Form sebagai alat evaluasi oleh guru Bahasa inggris dan siswa mulai pembelajaran dari tahap perencanaan, persiapan dan kesiapan sarana dan prasarana, sampai dengan tahap implementasi, penggunaan Google Form dalam evaluasi pembelajaran memiliki dampak dan manfaat dalam aspek efektivitas dan efisiensi. Bagi guru sangat terbantu dengan adanya Google Form baik dari segi biaya, waktu, maupun tenaga. Bagi siswa sendiri terbantu dalam penyelesaian tugas secara praktis dengan hasil yang lebih memuaskan.
Perairan Laut Juata Permai terdapat berbagai aktivitas kegiatan seperti industri perkapalan dan transportasi laut yang berpotensi menghasilkan zat pencemar berupa logam berat kadmium. Keberadaan logam berat Kadmium (Cd) yang terdapat di perairan dan sedimen dalam bentuk terlarut dan tersuspensi dapat berbahaya apabila konsentrasinya melebihi ambang baku mutu yang ditentukan. Tujuan dari penelitian ini menganalisis kandungan logam berat Cd yang terdapat pada air dan sedimen serta menganalisis hubungan parameter kualitas air dengan keberadaan logam berat Kadmium yang terkandung di Perairan Laut Kelurahan Juata Permai Kota Tarakan. Parameter kualitas air yang diuji meliputi suhu, pH, dan salinitas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan metode pengambilan sampel purposive sampling yang diambil pada empat titik stasiun sampling dan dianalisis menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA).Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Kadmium (Cd) yang terkandung pada air dan sedimen di empat stasiun penelitian berada di bawah limit deteksi SSA yaitu 0,0010 mg/L sehingga kadar logam berat Kadmium pada air di Perairan Juata Permai masih berada di bawah nilai baku mutu menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2021 begitu juga pada sedimen menurut Swedish Enviromental Protection Agency, (SEPA) Tahun 2000.
Perairan Laut Juata Permai terdapat berbagai aktivitas kegiatan seperti industri perkapalan dan transportasi laut yang berpotensi menghasilkan zat pencemar berupa logam berat kadmium. Keberadaan logam berat Kadmium (Cd) yang terdapat di perairan dan sedimen dalam bentuk terlarut dan tersuspensi dapat berbahaya apabila konsentrasinya melebihi ambang baku mutu yang ditentukan. Tujuan dari penelitian ini menganalisis kandungan logam berat Cd yang terdapat pada air dan sedimen serta menganalisis hubungan parameter kualitas air dengan keberadaan logam berat Kadmium yang terkandung di Perairan Laut Kelurahan Juata Permai Kota Tarakan. Parameter kualitas air yang diuji meliputi suhu, pH, dan salinitas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan metode pengambilan sampel purposive sampling yang diambil pada empat titik stasiun sampling dan dianalisis menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA).Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Kadmium (Cd) yang terkandung pada air dan sedimen di empat stasiun penelitian berada di bawah limit deteksi SSA yaitu 0,0010 mg/L sehingga kadar logam berat Kadmium pada air di Perairan Juata Permai masih berada di bawah nilai baku mutu menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2021 begitu juga pada sedimen menurut Swedish Enviromental Protection Agency, (SEPA) Tahun 2000.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan infromasi mengenai kelebihan dan kekurangan Google Form sebagai alat evaluasi pada mata pelajaran Bahasa Inggris di SMP N 5 Tarakan. Google Form sendiri merupakan bagian dari fitur Google yang dapat mengumpulkan informasi dari berbagai respon terhadap berbagai kebutuhan seperti kuesioner dan media tugas. Penelitian ini berkaitan dengan penggunaan Google Form sebagai alat evaluasi yang diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data meliputi studi dokumentasi, observasi dan wawancara serta dianalisis secara kualitatif melalui sistem pengkodean dan dideskripsikan secara naratif. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Inggris dan siswa yang diwakili berdasarkan nilai tertinggi dalam mata pelajaran bahasa Inggris dari setiap kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan sisi positif dan negatif penggunaan Google Form sebagai alat evaluasi oleh guru Bahasa inggris dan siswa mulai pembelajaran dari tahap perencanaan, persiapan dan kesiapan sarana dan prasarana, sampai dengan tahap implementasi, penggunaan Google Form dalam evaluasi pembelajaran memiliki dampak dan manfaat dalam aspek efektivitas dan efisiensi. Bagi guru sangat terbantu dengan adanya Google Form baik dari segi biaya, waktu, maupun tenaga. Bagi siswa sendiri terbantu dalam penyelesaian tugas secara praktis dengan hasil yang lebih memuaskan.