2026 · Thesis ·
Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang serius dan sering kali dijuluki sebagai the silent killer karena berkembang tanpa gejala nyata hingga memicu komplikasi fatal. Berdasarkan data pada tahun 2021, penduduk berusia 18 keatas di kota Tarakan menderita hipertensi dengan prevalensi hipertensi menunjukkan angka yang cukup signifikan yakni mencapai 30,21%, sehingga diperlukan alat bantu skrining mandiri dan edukasi dini yang mudah diakses masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, mengimplementasikan, serta menguji aplikasi mobile bernama "SiTensi" yang mengintegrasikan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dengan metode SAW (Simple Additive Weighting) untuk mengklasifikasikan tingkat risiko hipertensi berdasarkan faktor risiko pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Borg and Gall yang mencakup delapan tahapan sistematis. Aplikasi dibangun berbasis Android menggunakan framework Flutter. Algoritma SAW diintegrasikan ke dalam sistem untuk menganalisis data kuesioner yang melibatkan sembilan kriteria risiko yang telah divalidasi oleh pakar kesehatan. Hasil pengujian fungsionalitas dengan Blackbox Testing menunjukkan seluruh fitur utama aplikasi berjalan dengan status valid dan sesuai harapan. Verifikasi perhitungan algoritma SAW pada sistem terbukti akurat dan konsisten dengan perhitungan manual. Berdasarkan pengujian performa klasifikasi menggunakan Confusion Matrix, aplikasi SiTensi menghasilkan tingkat sensitivitas (Recall) yang sangat tinggi mencapai 95,7%, dengan akurasi keseluruhan sebesar 55,1% dan presisi sebesar 39,3%. Tingginya nilai sensitivitas ini dinilai sangat baik untuk kebutuhan skrining medis awal demi meminimalisasi keterlambatan penanganan pasien. Pengujian aspek kepuasan pengguna menggunakan System Usability Scale (SUS) menghasilkan skor rata-rata sebesar 74,1666, yang menunjukkan bahwa aplikasi SiTensi masuk dalam kategori "Good" (Acceptable) dan mudah dioperasikan oleh masyarakat umum sebagai alat deteksi dini risiko hipertensi secara mandiri.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Campuran Open Graded Friction Course (OGFC) 13 memiliki kemampuan drainase yang baik, namun rentan terhadap kerusakan berupa raveling, rendahnya stabilitas, dan kehilangan aspal (draindown). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan serat daun nanas terhadap kinerja campuran dan menentukan kadar optimum serat. Metode yang digunakan meliputi eksperimen laboratorium dengan pengujian secara langsung terhadap benda uji dengan variasi kadar serat 0,25%; 0,50%; 0,75%; dan 1,00%. Pada tiap variasi kadar serat dibuat sebanyak 30 buah benda uji pada kadar aspal optimum 5,65%. Sebanyak 10 benda uji untuk pengujian raveling, 10 benda uji untuk pengujian draindown, dan 10 benda uji untuk pengujian stabilitas dan permeabilitas. Sehingga, total benda uji berjumlah 120 buah benda uji. Penelitian ini dilaksanakan dengan merujuk pada Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2025, Standar Nasional Indonesia dan Spesifikasi Australian Asphalt Pavement Association (AAPA) 1997. Penambahan serat daun nanas meningkatkan stabilitas hingga 1239,33 kg pada kadar serat 0,50%, draindown 0,07% pada kadar serat 0,25%, permeabilitas 0,41 cm/s pada kadar serat 0,50%, dan raveling 52,89% pada kadar serat 0,50%. Serat daun nanas efektif meningkatkan stabilitas, draindown, dan permeabilitas, hanya belum mampu memenuhi standar raveling. Sehingga, diperoleh kadar serat optimum pada variasi 0,50%. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi variasi panjang serat dan kadar serat disekitar nilai optimum.
2026 · Thesis ·
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh brand image, service quality, dan promotion terhadap purchase decision konsumen McDonald's di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 154 responden yang pernah melakukan pembelian di McDonald’s Kota Tarakan. Data dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji t, dan koefisien determinasi dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand image dan service quality berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap purchase decision, sedangkan promotion berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase decision konsumen McDonald’s di Kota Tarakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa promosi menjadi faktor yang paling berpengaruh dalam mendorong keputusan pembelian konsumen.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja, motivasi kerja, dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja staf Kantor Camat Krayan Long Bawan. Penelitian dilatarbelakangi oleh masih rendahnya disiplin kerja, belum optimalnya motivasi kerja, serta kondisi lingkungan kerja yang kurang mendukung, yang berpotensi memengaruhi kepuasan kerja staf. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, dengan populasi sebanyak 46 staf yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan wawancara dengan skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS melalui uji parsial (t) dan uji simultan (F). Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, sedangkan motivasi kerja berpengaruh positif namun tidak signifikan. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja staf. Dengan demikian, peningkatan disiplin kerja dan perbaikan lingkungan kerja menjadi faktor utama dalam meningkatkan kepuasan kerja staf, sementara motivasi kerja perlu dikelola secara lebih efektif.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja, motivasi kerja, dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja staf Kantor Camat Krayan Long Bawan. Penelitian dilatarbelakangi oleh masih rendahnya disiplin kerja, belum optimalnya motivasi kerja, serta kondisi lingkungan kerja yang kurang mendukung, yang berpotensi memengaruhi kepuasan kerja staf. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, dengan populasi sebanyak 46 staf yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan wawancara dengan skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS melalui uji parsial (t) dan uji simultan (F). Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, sedangkan motivasi kerja berpengaruh positif namun tidak signifikan. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja staf. Dengan demikian, peningkatan disiplin kerja dan perbaikan lingkungan kerja menjadi faktor utama dalam meningkatkan kepuasan kerja staf, sementara motivasi kerja perlu dikelola secara lebih efektif.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas aparatur daerah dan kepatuhan regulasi terhadap pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) dengan pengawasan internal sebagai variabel moderasi di lingkungan Pemerintah Kota Tarakan. Pengelolaan aset yang akuntabel dan transparan merupakan instrumen krusial bagi pemerintah daerah dalam mempertahankan opini audit Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) serta meningkatkan efisiensi pelayanan publik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan Explanatory Research. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 149 responden yang terdiri dari Pejabat Penatausahaan Barang, Pengurus Barang, dan staf pengelola aset di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Tarakan. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, kualitas aparatur tidak berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan BMD, mengindikasikan bahwa kompetensi individu memerlukan dukungan sistem kerja yang kuat. Sebaliknya, kepatuhan regulasi dan pengawasan internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan BMD, di mana pengawasan internal ditemukan sebagai faktor determinan yang paling dominan dalam model. Pengujian efek moderasi membuktikan bahwa pengawasan internal berperan sebagai katalisator yang memperkuat pengaruh kualitas aparatur terhadap kualitas pengelolaan aset. Namun, pengawasan internal ditemukan memitigasi pengaruh kepatuhan regulasi terhadap pengelolaan BMD (efek substitusi), yang menunjukkan bahwa kontrol sistemik yang ketat cenderung mengambil alih peran kepatuhan normatif aparatur secara mandiri. Nilai R-Square sebesar 0,917 menunjukkan bahwa model ini mampu menjelaskan 91,7% variasi pengelolaan BMD. Implikasi penelitian ini menekankan urgensi peningkatan kapabilitas APIP dan integrasi fungsi pengawasan untuk mengoptimalisasi potensi aparatur dalam menjaga akuntabilitas aset daerah secara berkelanjutan.
2026 · Book ·
PPneumonia merupakan infeksi akut pada saluran napas bawah yang dapat mengakibatkan kesakitan bahkan kematian pada anak. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan secara menyeluruh proses asuhan keperawatan pada dua pasien anak dengan pneumonia, mulai dari pengkajian, menetapkan diagnosis keperawatan, perumusan tujuan, intervensi, hingga hasil evaluasi. Metode yang digunakan adalah studi kasus (case study) dengan pendekatan observasional analitik, pelaksanaan asuhan keperawatan dilaksanakan selama tiga hari pada dua pasien anak laki-laki dengan diagnosis medis pneumonia. Pengkajian menunjukan bahwa kedua pasien mengalami gejala utama berupa sesak napas dan batuk berdahak. Diagnosis keperawatan yang sama ditemukan pada kedua pasien meliputi: bersihan jalan napas tidak efektif dan defisit pengetahuan. Diagnosis keperawatan yang berbeda: pola napas tidak efektif, dan gangguan rasa nyaman. Intervensi keperawatan dan implementasi yang diberikan disesuaikan dengan permasalahan yang dialami pasien. Evaluasi akhir didapatkan pasien 1 dan pasien 2 dengan tiga diagnosis keperawatan semua dapat teratasi, pelaksanaan asuhan keperawatan yang dilakukan secara profesional dapat mengatasi permasalahan yang dialami oleh pasien.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PPneumonia merupakan infeksi akut pada saluran napas bawah yang dapat mengakibatkan kesakitan bahkan kematian pada anak. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan secara menyeluruh proses asuhan keperawatan pada dua pasien anak dengan pneumonia, mulai dari pengkajian, menetapkan diagnosis keperawatan, perumusan tujuan, intervensi, hingga hasil evaluasi. Metode yang digunakan adalah studi kasus (case study) dengan pendekatan observasional analitik, pelaksanaan asuhan keperawatan dilaksanakan selama tiga hari pada dua pasien anak laki-laki dengan diagnosis medis pneumonia. Pengkajian menunjukan bahwa kedua pasien mengalami gejala utama berupa sesak napas dan batuk berdahak. Diagnosis keperawatan yang sama ditemukan pada kedua pasien meliputi: bersihan jalan napas tidak efektif dan defisit pengetahuan. Diagnosis keperawatan yang berbeda: pola napas tidak efektif, dan gangguan rasa nyaman. Intervensi keperawatan dan implementasi yang diberikan disesuaikan dengan permasalahan yang dialami pasien. Evaluasi akhir didapatkan pasien 1 dan pasien 2 dengan tiga diagnosis keperawatan semua dapat teratasi, pelaksanaan asuhan keperawatan yang dilakukan secara profesional dapat mengatasi permasalahan yang dialami oleh pasien.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PPneumonia merupakan infeksi akut pada saluran napas bawah yang dapat mengakibatkan kesakitan bahkan kematian pada anak. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan secara menyeluruh proses asuhan keperawatan pada dua pasien anak dengan pneumonia, mulai dari pengkajian, menetapkan diagnosis keperawatan, perumusan tujuan, intervensi, hingga hasil evaluasi. Metode yang digunakan adalah studi kasus (case study) dengan pendekatan observasional analitik, pelaksanaan asuhan keperawatan dilaksanakan selama tiga hari pada dua pasien anak laki-laki dengan diagnosis medis pneumonia. Pengkajian menunjukan bahwa kedua pasien mengalami gejala utama berupa sesak napas dan batuk berdahak. Diagnosis keperawatan yang sama ditemukan pada kedua pasien meliputi: bersihan jalan napas tidak efektif dan defisit pengetahuan. Diagnosis keperawatan yang berbeda: pola napas tidak efektif, dan gangguan rasa nyaman. Intervensi keperawatan dan implementasi yang diberikan disesuaikan dengan permasalahan yang dialami pasien. Evaluasi akhir didapatkan pasien 1 dan pasien 2 dengan tiga diagnosis keperawatan semua dapat teratasi, pelaksanaan asuhan keperawatan yang dilakukan secara profesional dapat mengatasi permasalahan yang dialami oleh pasien.
2025 · Book ·
ABSTRAK HAJUA PRIDELA 2025. Perbandingan Kosakata Bahasa Dayak Punan Dengan Bahasa Dayak Kenyah Bakung (Kajian Linguistik Historis Komparatif). Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Dosen Pembimbing Utama, Siti Fathonah, M.Pd. Anggota Pembimbing Rita Kumala Sari, M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persamaan, kemiripan, dan perbedaan antara Bahasa Dayak Punan Menalui dan Bahasa Dayak Kenyah Bakung melalui pendekatan linguistik historis komparatif. Metode yang digunakan adalah deskriptif dan leksikostatistik dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, perekaman, pencatatan, dan dokumentasi. Teori yang digunakan merujuk pada konsep Gorys Keraf (1996), dengan menggunakan daftar 200 kosakata dasar dari Morris Swadesh sebagai acuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 200 kosakata yang dibandingkan, terdapat 66 kosakata yang memiliki hubungan kekerabatan, terdiri atas: 29 pasangan kata yang identik, 25 pasangan dengan korespondensi fonemis, 8 pasangan dengan satu fonem berbeda, dan 4 pasangan yang memiliki kemiripan fonetis. Sementara itu, 134 kosakata lainnya tidak menunjukkan hubungan kekerabatan. Perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor geografis, interaksi sosial yang berbeda, serta pengaruh budaya lokal. Berdasarkan perhitungan leksikostatistik, tingkat kekerabatan antara kedua bahasa mencapai 33%. Analisis kronologis menunjukkan bahwa Bahasa Dayak Punan Menalui dan Bahasa Dayak Kenyah Bakung berasal dari satu bahasa induk sekitar 2.843 hingga 2.433 tahun yang lalu, dan mulai mengalami pemisahan sekitar tahun 818 M hingga 408 M (berdasarkan perhitungan dari tahun 2025). Berdasarkan temuan ini, kedua bahasa dapat dikategorikan ke dalam satu kelompok rumpun (stock).
2025 · Book ·
2025 · Book ·
Agro Wisata Karungan Tarakan merupakan salah satu destinasi wisata yang berada di Tarakan. Keberadaan destinasi wisata ini, berpotensi mengancam habitat tumbuhan yang ada di area tersebut, salah satunya adalah Pteridophyta. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis, menganalisis indeks keanekaragaman tumbuhan paku dan potensi implementasi tumbuhan paku teresterial dan epifit di Agro Wisata Karungan Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode survey dan jelajah dengan tekhnik purposive sampling, dan dianalisis menggunakan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Hasil penelitian di Agro Wisata Karungan Kelurahan Mamburungan Timur, Tarakan menujukkan bahwa ditemukan sebanyak 20 spesies tumbuhan paku (Pteridophyta) yang meliputi 13 spesies tumbuhan paku teresterial dan 7 spesies tumbuhan paku epifit dari 12 family yang terdiri dari family Aspleniaceae, Nephrolepidaceae, Blechnaceae, Athyriaceae, Dryopteridaceae, Thelypteridaceae, Polypodiaceae, Lygodiaceae, Pteridaceae, Gleicheniaceae, Lycopodiaceae, dan Cyatheaceae. Analisis data penelitian dan kurikulum pembelajaran ditingkat SMA menunujukkan bahwa pengetahuan keanekaragaman tumbuhan paku dapat diintegrasikan dalam pembelajaran Biologi di SMA dan potensi implementasi penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber belajar dalam bentuk flipbook untuk mendukung proses pembelajaran.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Agro Wisata Karungan Tarakan merupakan salah satu destinasi wisata yang berada di Tarakan. Keberadaan destinasi wisata ini, berpotensi mengancam habitat tumbuhan yang ada di area tersebut, salah satunya adalah Pteridophyta. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis, menganalisis indeks keanekaragaman tumbuhan paku dan potensi implementasi tumbuhan paku teresterial dan epifit di Agro Wisata Karungan Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode survey dan jelajah dengan tekhnik purposive sampling, dan dianalisis menggunakan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Hasil penelitian di Agro Wisata Karungan Kelurahan Mamburungan Timur, Tarakan menujukkan bahwa ditemukan sebanyak 20 spesies tumbuhan paku (Pteridophyta) yang meliputi 13 spesies tumbuhan paku teresterial dan 7 spesies tumbuhan paku epifit dari 12 family yang terdiri dari family Aspleniaceae, Nephrolepidaceae, Blechnaceae, Athyriaceae, Dryopteridaceae, Thelypteridaceae, Polypodiaceae, Lygodiaceae, Pteridaceae, Gleicheniaceae, Lycopodiaceae, dan Cyatheaceae. Analisis data penelitian dan kurikulum pembelajaran ditingkat SMA menunujukkan bahwa pengetahuan keanekaragaman tumbuhan paku dapat diintegrasikan dalam pembelajaran Biologi di SMA dan potensi implementasi penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber belajar dalam bentuk flipbook untuk mendukung proses pembelajaran.
2025 · Thesis ·
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
2025 · Book ·
Visi dan misi merupakan indikator yang termasuk dalam fungsi perencanaan keperawatan. keberadaan visi dan misi yang jelas di ruangan keperawatan sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan, motivasi perawat, serta membangun budaya organisasi yang positif. visi misi belum dirancang sehingga pelayanan diruangan belum maksimal dalam pelayanan karena tidak memiliki tujuan yang jelas sesuai dengan karakteristik. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan fungsi perencanaan kepala ruangan terkait visi misi dan kualitas pelayanan. Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ners ini adalah studi kasus. Metode pengambilan data yang digunakan adalah observasi, studi dokumentasi, Project Based Learning, kuesioner dan wawancara. Wawancara dilkukan pada Sekretaris Bidang Instalasi Rawat Inap, Kepala Ruangan Dahliah B, Ketua Tim, serta perawat pelaksana. Berdasarkan hasil kuesioner yang telah disebarkan kepada 28 perawat diruang Dahlia B dapat disimpulkan bahwa perawat di ruang Dahlia B telah memahami visi misi instalasi rawat inap. Visi misi yang dipahami dengan baik dapat memotivasi dalam peberian pelayanan kesehatan sehingga akan menigkatkan kualitas kinerja perawat yang berpengaruh terhadap kepuasan pasien.
2025 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh Differentiated Instructions (Pembelajaran Berdiferensiasi) terhadap pencapaian kemampuan berbicara siswa kelas tujuh di SMPN 3 Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan model one-group pretest-posttest. Peserta penelitian terdiri dari 30 siswa kelas tujuh dari satu kelas yang dipilih secara purposive. Instrumen yang digunakan adalah tes berbicara yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Selama perlakuan, Differentiated Instruction diterapkan melalui berbagai aktivitas pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan, tingkat kesiapan, minat belajar, dan gaya belajar siswa. Data dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed-Rank untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan pada skor berbicara siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Berdasarkan tabel Ranks, tidak ada siswa yang mengalami penurunan skor dari pretest ke posttest (0 siswa dalam negative ranks). Sebaliknya, seluruh 30 siswa mengalami peningkatan skor pada posttest dibandingkan dengan pretest, dengan rata-rata rank sebesar 15,50 dan total rank sebesar 465,00. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada skor kemampuan berbicara siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Hal ini menunjukkan bahwa Differentiated Instruction dapat memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan berbicara siswa. Oleh karena itu, disarankan kepada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan Differentiated Instruction guna meningkatkan keterampilan berbicara siswa.
2025 · Book ·
Syela Dwi Asyari Harahap 2025. Penerapan Teknik Roleplay Dalam Bimbingan Kelompok Terhadap Perilaku Bullying Fisik di SMP Negeri 1 Tanjung Selor 2025/2026. Pembimbing Utama Emmy Ardiwinata, M.Pd, Pembimbing Kedua Tri Cahyono, M.Pd. Bullying fisik adalah perilaku agresif yang berulang, disengaja dan memiliki tujuan untuk menyakiti, merendahkan atau mendominasi orang lain, secara emosional, fisik atau mental. Tindakan bullying fisik bisa terjadi dalam berbagai konteks, seperti di sekolah, tempat kerja, atau ditempat umum antara lain memukul, menendang, mencubit, dan mendorong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perubahan penurunan perilaku bullying fisik di SMP Negeri 1 Tanjung Selor menggunakan teknik roleplay, roleplay merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan sebagai alternatif penurunan perilaku bullying fisik dan sistem pendukung yang sangat baik membantu mencegah juga menyelesaikan konflik permasalahan, metode pelaksanaan layanan dengan menggunakan permainan peran yaitu dengan tujuan memberikan siswa agar dapat memahami, melaksanakan dan menafsirkan peran tertentu. Penelitian ini termasuk dengan penelitian eksperimen dengan populasi 244 siswa dan menggunakan Teknik pengambilan sampel random sampling sebanyak 10 siswa. Teknik analisis hasil uji hipotesis yang diperoleh Ha diterima dan Ho ditolak dikarenakan nilai signifikasi 0,000 0,05 dan nilai hitung 16.666 > 2.101. sehingga ada pengaruh pada perubahan penurunan pada Perilaku Bulllying fisik melalui roleplay pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tanjung Selor.
2025 · Book ·
Strategi pengembangan yang terjadi di Desa Salimbatu adalah rendahnya penguasaan teknologi, karena petani masih belajar melalui media online. Selain itu, keterbatasan modal menjadi kendala, karena petani masih mengandalkan sumber pendanaan sendiri tanpa adanya jaminan ketersediaan modal di setiap musim. Pengelolaan padi sawah juga belum optimal, dengan berbagai kekurangan yang masih perlu diperbaiki. Penelitian ini bertujuan : (1) Mengetahui faktor internal pengembangan usahatani padi sawah di Desa Salimbatu. (2) Mengetahui faktor eksternal pengembangan usahatani padi sawah di Desa Salimbatu. (3) Merumuskan strategi pengembangan usahatani padi sawah di Desa Salimbatu. Penelitian ini melibatkan 15 responden yang terlibat dalam usahatani padi sawah, analisis data yang digunakan yaitu SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi SO (Strengths – Opportunities) merupakan pendekatan yang tepat untuk mengembangkan usahatani padi sawah di Desa Salimbatu, dengan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki untuk memanfaatkan peluang yang ada. Langkah-langkah yang dapat diterapkan meliputi peningkatan kuantitas dan kualitas padi melalui teknologi pertanian modern, diversifikasi usaha untuk memperluas pasar dan mengurangi risiko, serta penggunaan bibit unggul yang tahan terhadap perubahan cuaca, hama, dan penyakit. Implementasi strategi ini diharapkan dapat memperkuat posisi usahatani padi sawah di desa tersebut dan meningkatkan kesejahteraan petani.
2025 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi fungsi legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan periode 2019–2024, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan fungsi tersebut. DPRD sebagai lembaga legislatif daerah memiliki tanggung jawab dalam pembentukan peraturan daerah (Perda) melalui fungsi legislasi yang seharusnya dijalankan secara aktif dan inisiatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan metode kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara langsung dengan anggota Bapemperda DPRD Kota Tarakan serta dokumentasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan fungsi legislasi oleh DPRD Kota Tarakan belum optimal. Hal ini tercermin dari minimnya jumlah Perda yang dihasilkan melalui inisiatif DPRD, yang sebagian besar masih didominasi oleh usulan dari pihak eksekutif. Faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan fungsi legislasi antara lain adalah tingkat pendidikan dan pengalaman anggota DPRD, kurangnya pelatihan dan sarana pendukung, serta rendahnya sinergi internal dalam memproses Raperda. Kondisi ini menyebabkan lemahnya daya inisiatif DPRD dalam merancang Perda yang berpihak kepada kepentingan masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas anggota DPRD, penyediaan sarana memadai, serta optimalisasi peran Bapemperda sangat diperlukan guna memperkuat pelaksanaan fungsi legislasi secara lebih efektif dan responsif.