Abstrak
ABSTRAK HAJUA PRIDELA 2025. Perbandingan Kosakata Bahasa Dayak Punan Dengan Bahasa Dayak Kenyah Bakung (Kajian Linguistik Historis Komparatif). Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Dosen Pembimbing Utama, Siti Fathonah, M.Pd. Anggota Pembimbing Rita Kumala Sari, M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persamaan, kemiripan, dan perbedaan antara Bahasa Dayak Punan Menalui dan Bahasa Dayak Kenyah Bakung melalui pendekatan linguistik historis komparatif. Metode yang digunakan adalah deskriptif dan leksikostatistik dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, perekaman, pencatatan, dan dokumentasi. Teori yang digunakan merujuk pada konsep Gorys Keraf (1996), dengan menggunakan daftar 200 kosakata dasar dari Morris Swadesh sebagai acuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 200 kosakata yang dibandingkan, terdapat 66 kosakata yang memiliki hubungan kekerabatan, terdiri atas: 29 pasangan kata yang identik, 25 pasangan dengan korespondensi fonemis, 8 pasangan dengan satu fonem berbeda, dan 4 pasangan yang memiliki kemiripan fonetis. Sementara itu, 134 kosakata lainnya tidak menunjukkan hubungan kekerabatan. Perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor geografis, interaksi sosial yang berbeda, serta pengaruh budaya lokal. Berdasarkan perhitungan leksikostatistik, tingkat kekerabatan antara kedua bahasa mencapai 33%. Analisis kronologis menunjukkan bahwa Bahasa Dayak Punan Menalui dan Bahasa Dayak Kenyah Bakung berasal dari satu bahasa induk sekitar 2.843 hingga 2.433 tahun yang lalu, dan mulai mengalami pemisahan sekitar tahun 818 M hingga 408 M (berdasarkan perhitungan dari tahun 2025). Berdasarkan temuan ini, kedua bahasa dapat dikategorikan ke dalam satu kelompok rumpun (stock).