2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penggunaan hormon sintetik dalam proses reproduksi ikan gurami dianggap belum efektif karena harganya yang relatif mahal dan bersifat karsinogenik. Sehingga dibutuhkan upaya alternatif untuk mengganti hormon sintetik, melalui penggunaan bahan alam, seperti kunyit dan katuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan pakan yang dimodifikasi dengan ekstrak daun katuk dan tepung kunyit untuk perkembangan gonad ikan gurami. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan kontrol (A), ekstrak katuk 0,6 g/kg pakan (B), tepung kunyit 4,8g /kg pakan (C), dan ekstrak katuk 0,6 g/kg pakan dan tepung kunyit 4,8 g/kg pakan. Berdasarkan hasil uji GCMS ektrak katuk mengandung 3 senyawa yang diduga berperan dalam proses reproduksi yaitu asam lemak, fenol, dan sterol. Uji BSLT menunjukkan nilai LC50 ekstrak daun katuk sebesar 552,208 mg/L. Hasil pengamatan perkembangan oosit pada akhir penelitian pada perlakuan A,B,C, dan D telah mencapai tahap vitelogenesis akhir. Ukuran diameter telur pada akhir pemeliharaan terbesar pada perlakuan D sebesar 38,82 ± 5,64 µm dan yang terkecil pada perlakuan A 14,18 ± 1,36 µm. Kualitas air selama penelitian menunjukkan suhu 25-30 oC, DO 3,2-5,3 mg/L dan pH 6,76-6,81. Pemberian ektrak katuk dan tepung kunyit mampu meningkatkan perkembangan gonad induk betina ikan gurami.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna yang terkandung di dalam Peribahasa Toraja yang ada di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, penelitian ini menggunakan kajian semantik. Penelitain ini dilaksanakan pada tanggal 29 Juli s/d 29 Agustus 2019 di kota Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah peribahasa Toraja, sumber data pada penelitin ini bersumber dari informan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini ialah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menerapkan beberapa langkah dalam teknik analisis data, yang meliputi (1) Mengumpulkan sejumlah data yang berkaitan dengan peribahasa yang terdapat pada suku toraja. (2) Data yang telah teridentifikasi akan diartikan dalam bahasa umum atau bahasa Indonesia, dan (3) Data-data yang telah diartikan dalam bahasa Indonesia kemudian diinterpretasikan dengan cara mengungkap makna yang terkandung dalam peribahasa suku Toraja. Hasil penelitian menunjukan bahwa peribahasa Toraja terdapat 45 data peribahasa. Peribahasa dalam bentuk pepatah yang berisi tentang ajaran maupun nasihat terdapat 9 data peribahasa, terdapat 14 data peribahasa dalam bentuk ungkapan berisi peribahasa berisi tentang kelompok kata atau gabungan kata yang megandung makna kias, terdapat 9 data peribahasa dalam bentuk perumpamaan yang berarti peribahasa yang berupa perbandingan yang biasanya menggunakan kata seperti, dan terdapat 13 data peribahasa dalam bentuk bidal yang berarti peribahasa mengandung sindiran.
2019 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh langsung berbagi pengetahuan dan budaya tim terhadap kinerja inovasi layanan. Penelitian ini menggunakan tiga variabel yaitu berbagi pengetahuan sebagai variabel independen, budaya tim sebagai variabel intervening dan kinerja inovasi pelayanan sebagai variabel dependen. Penelitian ini menggunakan data primer yang diolah menggunakan perangkat lunak SPSS dengan teknik analisis. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan pada Bank BNI dikota Tarakan, dengan kriteria yang sudah ditentukan oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Berbagi pengetahuan berpengaruh positif terhadap kinerja inovasi layanan, 2) budaya tim berpengaruh positif terhadap kinerja inovasi layanan, 3) berbagi pengetahuan dan budaya tim berpengaruh positif terhadap kinerja inovasi layanan.
2019 · Thesis ·
DINI ANDINI POETRI. 2015. Kecerdasan emosional merupakan kemampuan siswa dalam mengenali dan mengontrol emosi diri, sehingga berdampak positif pada saat mengikuti pembelajaran. Kecerdasan emosional erat kaitannya dengan keterampilan metakognitif. Keterampilan metakognitif adalah kemampuan siswa untuk mengontrol proses belajarnya, mulai dari tahap perencanaan, memilih strategi yang tepat sesuai masalah yang dihadapi kemudian melihat kemajuan dalam belajar dan mengoreksi jika terjadi kesalahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecerdasan emosional terhadap hasil belajar siswa dan menganalisis hubungan antara keterampilan metakognitif terhadap hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei dengan menggunakan metode deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah 920 siswa kelas VII seluruh SMP Negeri di Kabupaten Nunukan dan sampel penelitian adalah 242 siswa dengan penentuan sampel menggunakan rumus Nomogram Harry King. Keseluruhan data diperoleh berdasarkan skor dari angket kecerdasan emosional, tes essai keterampilan metakognitif dan tes pilihan ganda hasil belajar siswa, kemudian dianalisis dengan uji korelasi Pearson Product Moment, untuk mencari korelasi variabel kecerdasan emosional (X1) dengan variabel hasil belajar siswa (Y) dan variabel keterampilan metakognitif (X2) dengan variabel hasil belajar siswa (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memiliki korelasi terhadap hasil belajar siswa sebesar 0,122 yang berarti kecerdasan emosional tidak memiliki hubungan terhadap hasil belajar siswa serta keterampilan metakognitif memiliki korelasi terhadap hasil belajar siswa sebesar 0,029 yang berarti keterampilan metakognitif memiliki hubungan terhadap hasil belajar siswa. Sumbangan efektif kecerdasan emosional terhadap hasil belajar sebesar 0,9% dan sumbangan relatifnya 34% , serta sumbangan efektif keterampilan metakognitif terhadap hasil belajar sebesar 1,3% dan sumbangan relatifnya 48%. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa, diantaranya faktor internal yang meliputi kecerdasan, minat dan perhatian, motivasi belajar, ketekunan, sikap, kebiasaan belajar serta kondisi fisik dan kesehatan serta faktor eksternal meliputi keluarga, sekolah dan masyarakat