Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

ANDI

404 karya publik ditemukan.

2026: 792025: 672024: 662023: 722022: 512021: 412020: 242019: 2

PENYELESAIAN PERKARA PIDANA ANAK MELALUI DIVERSI SEBAGAI BENTUK PERLINDUNGAN BAGI ANAK

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui Penyelesaian Perkara Pidana Anak Melalui Diversi Sebagai Bentuk Perlindungan Bagi Anak. Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini yaitu, Bagaimanakah Penerapan Diversi Sebagai Bentuk Penyelesaian Perkara Pidana Anak dan Bagaimana Konsep Diversi yang Ideal dalam Penyelesaian Perkara Pidana Anak. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan studi Kasus (case approach). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan diversi terhadap anak yang berhadapan dengan hukum dalam sistem peradilan anak merupakan implementasi sistem dalam restorative jusctice untuk memberikan keadilan dan perlindungan hukum kepada anak yang berkonflik dengan hukum tanpa mengabaikan pertanggungjawaban pidana anak. Diversi bukanlah sebuah upaya damai antara anak yang berkonflik dengan hukum dengan korban atau keluarganya akan tetapi sebuah bentuk pemidanaan terhadap anak yang berkonflik dengan hukum dengan cara nonformal. Pelaksanaan diversi bahwa pelaksanaan diversi dalam restorative justice pada Sistem Peradilan Pidana Anak adalah pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses diluar peradilan pidana yang adil dengan penekanan pada pemulihan kembali pada keadaan semula, dan bukan yang bersifat pembalasan. Selain itu diversi merupakan bentuk pemidanaan yang beraspek pendidikan terhadap anak. Konsep Diversi yang Ideal dalam Penyelesaian Perkara Pidana Anak adalah dengan menggunakan metode 1) Diversi Dengan Bentuk Kebijakan Depenalisasi yang merupakan salah satu bentuk alternatif penyelesaian sengketa diluar pengadilan yang biasa dikenal dengan istilah ADR atau “Alternative Dispute Resolution” dengan model Informal mediation, Traditional village or tribal moots, Victim-offender mediation, Reparation negotiation programmes, Community panels or courts, dan Family and community group conferences. 2) Restoratif Justice (Keadilan Restoratif) yang merupakan cara lain dari peradilan pidana yang mengedepankan pendekatan integrasi pelaku disatu sisi dan korban serta masyarakat disisi lain sebagai satu kesatuan untuk mencari solusi serta kembali kepada pola hubungan baik masyarakat. Penerapan keadilan restoratif dalam penyelesaian tindak pidana yang dilakukan oleh anak-anak merupakan perintah secara sah, jelas dan tegas berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Pemuda Terhadap Sektor Pertanian DiKota Tarakan Dengan Pendekatan Struktural Equation Modeling (SEM)

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pemuda seringkali menghindari bekerja di sektor pertanian karena memandangnya sebagai pekerjaan yang kotor, melelahkan, penghasilan yang tidak menetap dan pemuda jugalah yang memutuskan bagaimana minat mereka terhadap sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat pemuda terhadap sektor pertanian di Kota Tarakan dengan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM) (2) mengetahui faktor-faktor yang paling mempengaruhi minat pemuda terhadap sektor pertanian di Kota Tarakan dengan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM). Penelitian dilaksanakan di Kota Tarakan sejak Oktober 2023 sampai Januari 2024. Teknik penentuan jumlah sampel pada penelitian ini ditentukan secara Proportionate (Proposional). Selanjutnya responden ditentukan secara purposive sampling, dengan jumlah responden sebanyak 100 responden yang setiap kecamatannya di ambil berdasarakan hasil perhitungan yaitu Kecamatan Tarakan Utara 14 responden, Tarakan Barat 34 responden, Tarakan Tengah 28 responden dan Tarakan Timur 24 responden. Hasil penelitian di analisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan Structural Equation Modeling (SEM). Faktor-faktor yang mempengaruhi minat pemuda terhadap sektor pertanian di Kota Tarakan dengan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM) ialah umur, pendidikan, kekosmopolitan, ekonomi keluarga, ketersediaan SDA, keinginan berprestasi, kesenangan, keterlibatan dan ketertarikan yang memiliki nilai konstruk yang valid dalam membangun masing-masing variabel laten dibandingkan dengan indikator lainnya yang memiliki nilai indikator yang tidak valid (kurang dari 0,5). Menghasilkan R2 26,3% yang merupakan hasil yang telah diberikan dan dibangun oleh masing-masing varibel laten, dari hasil tersebut dapat dilihat faktor yang paling mempengaruhi minat pemuda Kota Tarakan terhadap sektor pertanian ialah variabel motivasi dengan signifikan sebesar 0,000 dan besaran pengaruhnya ialah 43,1%.

PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL DITINJAU DARI MODEL CONTEXT INPUT PROCESS PRODUCT (CIPP) DI SMA NEGERI 1 TARAKAN

2024 · Thesis ·

Andikha Rachmadhan Pratama, 2024, Penelitian ini membahas tentang pelaksanaan layanan bimbingan klasikal ditinjau dari model context input process product (CIPP) di SMA Negeri 1 Tarakan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan layanan bimbingan klasikal ditinjau dari model context input process product (CIPP) di SMA Negeri 1 Tarakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi dan kejelasan tentang pelaksanaan layanan bimbingan klasikal ditinjau dari model context input process product (CIPP) di SMA Negeri 1 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan informan dalam penelitian ini terdiri dari 1 orang guru BK. Teknik yang digunakan adalah teknik komunikasi langsung, sedangkan alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data kualitatif dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan bimbingan klasikal ditinjau dari model context input process product (CIPP) di SMA Negeri 1 Tarakan sesuai dengan sumber data yang di dapatkan. Triangulasi sumber dilakukan meliputi konteks, input, proses dan produk dalam layanan bimbingan klasikal. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa layanan bimbingan klasikal di SMA Negeri 1 Tarakan memiliki tujuan atau context seperti, meningkatkan kompetensi siswa berdasarkan 4 bidang BK. Adapun input atau persiapan yang dilakukan guru BK yaitu perencanaan layanan meliputi AKPD, RPL Media, Metode/Teknik. Pada tahap pelaksaan atau process meliputi tahap awal, kegiatan inti, dan penutup. Pada tahap hasil atau product guru BK akan melakukan evaluasi atau follow up terhadap layanan yang telah dilakukan.

Pemanfaatan kulit udang sebagai bahan edible coating untuk memperpanjang masa simpan jambu air ( syszygium samarangense aquenum )

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Jambu air merupakan jenis buah berkulit tipis yang sangat mudah mengalami pembusukan, sehingga rusak fisik sedikit saja pada buah akan mempercepat terjadinya pembusukan buah. Buah jambu air juga memiliki kadar air yang tinggi dan masa simpan yang pendek. Sebanyak 50% dari limbah kulit udang mengandung kitin yang dapat dimanfaatkan sebagai edible coating. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh kulit udang sebagai bahan edible coating dalam memperpanjang masa simpan buah jambu air dan untuk mengetahui konsentrasi bahan edible coating yang tepat dalam memperpanjang masa simpan buah jambu air. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) 1 faktor yaitu konsentrasi kitosan yang terdiri 6 perlakuan yaitu C0 = Tanpa pemberian kitosan, C1 = Kitosan konsentrasi 1%, C2 = Kitosan konsentrasi 1,5%, C3 = Kitosan konsentrasi 2%, C4 = Kitosan konsentrasi 2,5, C5 = Kitosan konsentrasi 3%. Parameter pengamatan dalam penelitian ini terdiri dari analisis kadar abu kitosan, analisis kadar air kitosan, derajat deasetilasi kitosan, kadar air jambu air, susut bobot jambu air, dan kadar vitamin C jambu air. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada hari ke-12 setelah diberi edible coating kitosan kulit udang kadar air tertinggi buah jambu air ialah pada perlakuan C3 (Kitosan konsentrasi 2%) yaitu sebesar 83,00% dan kadar air terendah pada perlakuan kontrol P0 (Tanpa pemberian kitosan) yaitu sebesar 71,57%. Pada kadar vitamin C, jambu air yang memiliki kadar vitamin C tertinggi yaitu pada perlakuan C3 (Kitosan konsentrasi 2%) yaitu sebesar 43,03% dan kadar vitamin C terendah pada perlakuan kontrol P0 (Tanpa pemberian kitosan) yaitu sebesar 31,07%. Parameter susut bobot jambu air menunjukkan perlakuan konsentrasi kitosan kulit udang pada jambu air tidak memberikan pengaruh nyata terhadap susut bobot jambu air.

The Effectiveness of Kahoot on Students' Reading Ability at SMA Patra Dharma Tarakan

2024 · Thesis ·

The utilisation of information technology in Education has been widely used as a supporting medium in teaching and learning activities in the classroom. Kahoot is one of the game-based online learning applications. The purpose of this study was to determine the effectiveness of Kahoot on students’ reading skills at Patra Dharma Tarakan High School. This research method was quantitative with pre-experimental research, Student learning outcomes will be displayed in the form of student learning outcomes scores before and after using Kahoot. It was proven by the results of students’ average score. The average results in the Pre-test and post-test were at 73.94 and 24.21. These showed that there was a significant difference using Kahoot as a learning media. This study found that after using Kahoot as a learning media, there was a significant change. Thus, it can be concluded that Kahoot as a learning tool has proven to be successful in improving the reading skills of Patra Dharma Tarakan High School students.

PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELANGGARAN SABUK KESELAMATAN PADA KENDARAAN PRIBADI BERMOTOR RODA EMPAT DI KOTA TARAKAN

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pelanggaran lalu lintas tidak menggunakan sabuk keselamatan adalah salah satu jenis-jenis pelanggaran yang telah termuat ketentuan hukumnya dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Meskipun adanya peraturan yang mengatur dan penegakan hukum yang berjalan, fakta yang terjadi di lapangan masih banyak ditemukannya pelanggaran lalu lintas tidak menggunakan sabuk keselamatan. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk menjelaskan faktor penyebab terjadinya pelanggaran lalu lintas tidak menggunakan sabuk keselamatan, upaya dan sanksi yang diterapakan terhadap pelaku pelanggaran lalu lintas tidak menggunakan sabuk keselamatan dan kesadaran hukum masyarakat Kota Tarakan terhadap kewajiban penggunaan sabuk keselamatan pada saat mengemudi. Data primer dalam penelitian ini didapatkan melalui data lapangan yaitu dengan mewawancarai. Lokasi penelitian dilaksanakan pada Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor kota Tarakan. Sementara data sekunder didapatkan melalui analisa dari berbagai bahan bacaan yang terkait dengan penelitian. Berdasarkan penelitian ini diperolah faktor penyebab pelanggaran lalu lintas umumnya disebabkan oleh tiga faktor yang diantaranya faktor manusia, penegak hukum dan fasilitas pendukung. Upaya dan sanksi telah diterapkan kepada pelanggar berupa upaya sosialisasi dan sanksi yang telah diberlakukan sesuai aturan hukum yang berlaku untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas tidak menggunakan sabuk keselamatan, namun kesadaran hukum masyarakat Kota Tarakan terbilang masih cukup rendah terhadap kewajiban penggunaan sabuk keselamatan. Disarankan kepada aparat penegak hukum untuk dapat mempertahankan penegakan hukum yang telah berjalan dengan semestinya dan diharapkan kepada masyarakat untuk dapat mematuhi aturan hukum penggunaan sabuk keselamatan pada saat mengemudi demi keselamatan diri sendiri

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Pemuda Terhadap Sektor Pertanian DiKota Tarakan Dengan Pendekatan Struktural Equation Modeling (SEM)

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemuda seringkali menghindari bekerja di sektor pertanian karena memandangnya sebagai pekerjaan yang kotor, melelahkan, penghasilan yang tidak menetap dan pemuda jugalah yang memutuskan bagaimana minat mereka terhadap sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat pemuda terhadap sektor pertanian di Kota Tarakan dengan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM) (2) mengetahui faktor-faktor yang paling mempengaruhi minat pemuda terhadap sektor pertanian di Kota Tarakan dengan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM). Penelitian dilaksanakan di Kota Tarakan sejak Oktober 2023 sampai Januari 2024. Teknik penentuan jumlah sampel pada penelitian ini ditentukan secara Proportionate (Proposional). Selanjutnya responden ditentukan secara purposive sampling, dengan jumlah responden sebanyak 100 responden yang setiap kecamatannya di ambil berdasarakan hasil perhitungan yaitu Kecamatan Tarakan Utara 14 responden, Tarakan Barat 34 responden, Tarakan Tengah 28 responden dan Tarakan Timur 24 responden. Hasil penelitian di analisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan Structural Equation Modeling (SEM). Faktor-faktor yang mempengaruhi minat pemuda terhadap sektor pertanian di Kota Tarakan dengan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM) ialah umur, pendidikan, kekosmopolitan, ekonomi keluarga, ketersediaan SDA, keinginan berprestasi, kesenangan, keterlibatan dan ketertarikan yang memiliki nilai konstruk yang valid dalam membangun masing-masing variabel laten dibandingkan dengan indikator lainnya yang memiliki nilai indikator yang tidak valid (kurang dari 0,5). Menghasilkan R2 26,3% yang merupakan hasil yang telah diberikan dan dibangun oleh masing-masing varibel laten, dari hasil tersebut dapat dilihat faktor yang paling mempengaruhi minat pemuda Kota Tarakan terhadap sektor pertanian ialah variabel motivasi dengan signifikan sebesar 0,000 dan besaran pengaruhnya ialah 43,1%.

Pemanfaatan kulit udang sebagai bahan edible coating untuk memperpanjang masa simpan jambu air ( syszygium samarangense aquenum )

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jambu air merupakan jenis buah berkulit tipis yang sangat mudah mengalami pembusukan, sehingga rusak fisik sedikit saja pada buah akan mempercepat terjadinya pembusukan buah. Buah jambu air juga memiliki kadar air yang tinggi dan masa simpan yang pendek. Sebanyak 50% dari limbah kulit udang mengandung kitin yang dapat dimanfaatkan sebagai edible coating. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh kulit udang sebagai bahan edible coating dalam memperpanjang masa simpan buah jambu air dan untuk mengetahui konsentrasi bahan edible coating yang tepat dalam memperpanjang masa simpan buah jambu air. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) 1 faktor yaitu konsentrasi kitosan yang terdiri 6 perlakuan yaitu C0 = Tanpa pemberian kitosan, C1 = Kitosan konsentrasi 1%, C2 = Kitosan konsentrasi 1,5%, C3 = Kitosan konsentrasi 2%, C4 = Kitosan konsentrasi 2,5, C5 = Kitosan konsentrasi 3%. Parameter pengamatan dalam penelitian ini terdiri dari analisis kadar abu kitosan, analisis kadar air kitosan, derajat deasetilasi kitosan, kadar air jambu air, susut bobot jambu air, dan kadar vitamin C jambu air. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada hari ke-12 setelah diberi edible coating kitosan kulit udang kadar air tertinggi buah jambu air ialah pada perlakuan C3 (Kitosan konsentrasi 2%) yaitu sebesar 83,00% dan kadar air terendah pada perlakuan kontrol P0 (Tanpa pemberian kitosan) yaitu sebesar 71,57%. Pada kadar vitamin C, jambu air yang memiliki kadar vitamin C tertinggi yaitu pada perlakuan C3 (Kitosan konsentrasi 2%) yaitu sebesar 43,03% dan kadar vitamin C terendah pada perlakuan kontrol P0 (Tanpa pemberian kitosan) yaitu sebesar 31,07%. Parameter susut bobot jambu air menunjukkan perlakuan konsentrasi kitosan kulit udang pada jambu air tidak memberikan pengaruh nyata terhadap susut bobot jambu air.

PRINSIP KESEIMBANGAN DALAM KONTRAK PENGADAAN BARANG DAN JASA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN MALINAU

2024 · Thesis ·

Kontrak pengadaan barang/jasa Pemerintah mempunyai peran penting dalam pelaksanaan pembangunan nasional untuk peningkatan pelayanan publik dan pengembangan perekonomian nasional dan daerah. Tujuan penelitian ini adalah ingin menganalisis prinsip keseimbangan dalam kontrak pengadaan barang dan jasa Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau serta kedudukan para pihak dalam kontrak kerja sama antar pemerintah daerah dengan pihak swasta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum normatif, dengan pendekatan konseptual dan pendekatan perundang-undangan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa antara pemerintah daerah selaku pengguna barang/jasa dengan pihak swasta selaku penyedia barang/jasa memiliki posisi yang seimbang. Para pihak yang terlibat dalam kontrak memiliki kedudukan atau posisi yang seimbang, tidak ada yang mendominasi, dan juga para pihak memiliki posisi tawar yang seimbang, baik dari kedudukan para pihak, kepentingan maupun hak dan kewajiban para pihak. Prinsip keseimbangan yang merupakan salah satu asas dalam hukum kontrak belum dapat diimplementasikan secara baik dalam kontrak untuk kepentingan pemerintah. Kedudukan hukum para pihak dalam kontrak kerja sama pengadaan barang dan jasa antar pemerintah daerah dengan pihak swasta, dimana pemerintah berkedudukan sebagai pihak yang membutuhkan barang dan atau jasa sekaligus pemberi pekerjaan atau proyek, sementara pihak swasta berkedudukan sebagai penyedia barang dan atau jasa. Dalam kontrak ini, pemerintah sebagai pihak pemberi pekerjaan, kedudukannya dalam kontrak merupakan subjek hukum badan hukum publik. Sementara itu, pihak swasta kedudukannya sebagai subjek hukum perdata sangat lemah. Perbedaan kedudukan hukum para pihak juga berpengaruh terhadap jenis kontraknya dan juga peraturan yang digunakan sebagai dasarnya. Kontrak pengadaan barang dan jasa pemerintah memamg merupakan bentuk kontrak yang sepesifik.

PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELANGGARAN SABUK KESELAMATAN PADA KENDARAAN PRIBADI BERMOTOR RODA EMPAT DI KOTA TARAKAN

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pelanggaran lalu lintas tidak menggunakan sabuk keselamatan adalah salah satu jenis-jenis pelanggaran yang telah termuat ketentuan hukumnya dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Meskipun adanya peraturan yang mengatur dan penegakan hukum yang berjalan, fakta yang terjadi di lapangan masih banyak ditemukannya pelanggaran lalu lintas tidak menggunakan sabuk keselamatan. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk menjelaskan faktor penyebab terjadinya pelanggaran lalu lintas tidak menggunakan sabuk keselamatan, upaya dan sanksi yang diterapakan terhadap pelaku pelanggaran lalu lintas tidak menggunakan sabuk keselamatan dan kesadaran hukum masyarakat Kota Tarakan terhadap kewajiban penggunaan sabuk keselamatan pada saat mengemudi. Data primer dalam penelitian ini didapatkan melalui data lapangan yaitu dengan mewawancarai. Lokasi penelitian dilaksanakan pada Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor kota Tarakan. Sementara data sekunder didapatkan melalui analisa dari berbagai bahan bacaan yang terkait dengan penelitian. Berdasarkan penelitian ini diperolah faktor penyebab pelanggaran lalu lintas umumnya disebabkan oleh tiga faktor yang diantaranya faktor manusia, penegak hukum dan fasilitas pendukung. Upaya dan sanksi telah diterapkan kepada pelanggar berupa upaya sosialisasi dan sanksi yang telah diberlakukan sesuai aturan hukum yang berlaku untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas tidak menggunakan sabuk keselamatan, namun kesadaran hukum masyarakat Kota Tarakan terbilang masih cukup rendah terhadap kewajiban penggunaan sabuk keselamatan. Disarankan kepada aparat penegak hukum untuk dapat mempertahankan penegakan hukum yang telah berjalan dengan semestinya dan diharapkan kepada masyarakat untuk dapat mematuhi aturan hukum penggunaan sabuk keselamatan pada saat mengemudi demi keselamatan diri sendiri

Rancang Bangun Prototipe Mesin Pengering Rumput Laut Dengan Pemanas Elektrik

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tarakan merupakan daerah yang memiliki potensi rumput laut yang menjanjikan yang mana memiliki wilayah perairan laut seluas 406, 52 km2 sehingga budidaya rumput laut dengan jenis Eucheuma Cottonii menjadi salah satu sektor yang mampu menunjang perekonomian masyarakat. Rumput laut yang dihasilkan kemudian dikeringkan secara konvensional dengan memanfaatkan matahari. Masalah yang timbul adalah iklim tidak menentu sehingga memerlukan waktu dan tenaga yang lebih banyak. Tujuan dari penelitian ini yaitu merancang bangun prototipe mesin pengering rumput laut menggunakan pemanas elektrik. Adapun metode yang digunakan untuk mencapai tujuan pada penelitian ini yaitu rancang bangun prototipe mesin pengering rumput laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prototipe mesin pengering rumput laut ini memiliki volume tungku 0,0889 dan kapasitas pada mesin pengering yaitu 1 kg dengan volume tabung , memakai pemanas elektrik jenis finned heater daya 1000 watt. Mekanisme rotary dryer mesin ini menggunakan dinamo 14 watt yang ditransmisikan oleh sistem sprocket rantai nomor nomor 25. Efektifitas mesin ini dalam mengeringkan rumput laut yaitu mencapai presentase kadar air yang tersisa sebesar 45,2 % pada proses pengeringan dengan suhu 95 ℃ selama 90 menit. Kata Kunci: Rumput laut, Mesin Pengering, Finned Heater

PENYELESAIAN PERKARA PIDANA ANAK MELALUI DIVERSI SEBAGAI BENTUK PERLINDUNGAN BAGI ANAK

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui Penyelesaian Perkara Pidana Anak Melalui Diversi Sebagai Bentuk Perlindungan Bagi Anak. Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini yaitu, Bagaimanakah Penerapan Diversi Sebagai Bentuk Penyelesaian Perkara Pidana Anak dan Bagaimana Konsep Diversi yang Ideal dalam Penyelesaian Perkara Pidana Anak. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan studi Kasus (case approach). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan diversi terhadap anak yang berhadapan dengan hukum dalam sistem peradilan anak merupakan implementasi sistem dalam restorative jusctice untuk memberikan keadilan dan perlindungan hukum kepada anak yang berkonflik dengan hukum tanpa mengabaikan pertanggungjawaban pidana anak. Diversi bukanlah sebuah upaya damai antara anak yang berkonflik dengan hukum dengan korban atau keluarganya akan tetapi sebuah bentuk pemidanaan terhadap anak yang berkonflik dengan hukum dengan cara nonformal. Pelaksanaan diversi bahwa pelaksanaan diversi dalam restorative justice pada Sistem Peradilan Pidana Anak adalah pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses diluar peradilan pidana yang adil dengan penekanan pada pemulihan kembali pada keadaan semula, dan bukan yang bersifat pembalasan. Selain itu diversi merupakan bentuk pemidanaan yang beraspek pendidikan terhadap anak. Konsep Diversi yang Ideal dalam Penyelesaian Perkara Pidana Anak adalah dengan menggunakan metode 1) Diversi Dengan Bentuk Kebijakan Depenalisasi yang merupakan salah satu bentuk alternatif penyelesaian sengketa diluar pengadilan yang biasa dikenal dengan istilah ADR atau “Alternative Dispute Resolution” dengan model Informal mediation, Traditional village or tribal moots, Victim-offender mediation, Reparation negotiation programmes, Community panels or courts, dan Family and community group conferences. 2) Restoratif Justice (Keadilan Restoratif) yang merupakan cara lain dari peradilan pidana yang mengedepankan pendekatan integrasi pelaku disatu sisi dan korban serta masyarakat disisi lain sebagai satu kesatuan untuk mencari solusi serta kembali kepada pola hubungan baik masyarakat. Penerapan keadilan restoratif dalam penyelesaian tindak pidana yang dilakukan oleh anak-anak merupakan perintah secara sah, jelas dan tegas berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

PEMBUKTIAN KEJAHATAN SIBER DALAM TINDAK PIDANA PENCEMARAN NAMA BAIK MELALUI MEDIA SOSIAL

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait Pembuktian Kejahatan Siber Dalam Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik Melalui Media Sosial. Pertama, apakah ketentuan hukum pidana kejahatan siber pencemaran nama baik di Indonesia; Kedua, pembuktian tindak pidana pencemaran nama baik di Indonesia. Penelitian ini termasuk jenis penelitian yuridis normatif dan yuridis sosiologis, di mana data-data yang dipakai adalah data kepustakaan kemudian melakukan telaah terhadap kasus-kasus yang berkaitan dengan isu yang sedang ditangani. Penelitian ini menggunakan pendekatan Perundang-Undangan (Statute Approach), Kasus (Case Approach), sedangkan menganalisis, penulis menggunakan metode deduktif. Hasil penelitian menunjukkan Ketentuan hukum tentang tindak pidana pencemaran nama baik di Indonesia diatur dalam, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dan Undang-Undang Nomor 1 tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Serta, Pembuktian tindak pencemaran nama baik di Indonesia mengacu pada Pasal 184 KUHAP, majelis hakim dalam menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa tentu sudah mempertimbangkan sesuai dengan fakta hukum yang terungkap di persidangan. Dalam proses pemeriksaan di persidangan disitu akan dihadirkan, bukti saksi, bukti elektronik, barang bukti lainnya dihadirkan dan terdakwa memberikan kesaksiannya juga dan ternyata hakim meyakini bahwa ternyata benar ini adalah tindak pidana, sehingga dalam putusan hakim menuangkan bahwa setelah didukung dengan alat bukti-alat bukti, saksi-saksi dan keteranagn terdakwa serta barang bukti yang didapat keyakinan hakim bahwa betul terdakwa melakukan tindakan pencemaran nama baik tersebut.

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU MEMILIKI BALITA USIA 1-5 TAHUN MENGENAI ASUPAN NUTRISI DALAM PENCEGAHAN STUNTING

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Stunting adalah anak balita (bayi di bawah lima tahun) yang gagal tumbuh akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir, akan tetapi kondisi stunting baru terlihat setelah bayi berusia 2 tahun. Di Indonesia prevalensi stunting 21,6% pada tahun 2022. Di Kalimantan Utara, khususnya di Kabupaten Tana Tidung prevalensi stunting 30,7%. Pengetahuan ibu merupakan faktor yang paling dominan dengan kejadian stunting pada balita. Pengetahuan ibu berperan penting dalam menentukan asupan makanan. Tingkat pengetahuan gizi seseorang berpengaruh terhadap perilaku serta pola hidup bersih dan sehat dalam memilih makanan yang berdampak pada asupan gizinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu mengenai asupan nutrisi dalam pencegahan stunting. Desain penelitian kuantitatif dengan teknik purposive sampling, sampel penelitian sebanyak 60 responden.Hasil penelitian menunjukkan bahwa setengah dari responden pengetahuan ibu cukup yaitu sebanyak 30 reponden (50,0%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setengah dari responden pengetahuan ibu cukup dan tidak ada keterkaitan antara karakteristik responden terhadap pengetahuan ibu.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER DENGAN KONTEN ISU SOSIOSAINTIFIK TERHADAP KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH SISWA DI SMP NEGERI 3 TARAKAN

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Model pembelajaran treffinger adalah model yang dapat didukung dengan konten isu sosiosaintifik untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang dibutuhkan oleh siswa pada abad ke 21 saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran treffinger dengan konten isu sosiosaintifik terhadap keterampilan pemecahan masalah siswa di SMP Negeri 3 Tarakan. Metode penelitian dengan metode Eksperimmen dengan bentuk eksperimen semu (quasy eksperimen) dengan desain Nonequivalent control group. Subjek dalam penelitian ini yaitu peserta didik kelas VIII 8 dan kelas VIII 9 yang berjumlah 64 orang di SMP Negeri 3 Tarakan dengan penentuan sampel menggunakan Teknik purposive sampling. Data diambil berdasarkan hasil tes keterampilan pemecahan masalah siswa dalam bentuk soal uraian. Hasil penelitian dari signifikansi uji anacova yaitu 0,000 lebih kecil dari 0,05 dimana dari kedua kelas tersebut dilakukan perlakuan yang berbeda maka H0 diterima. Maka dapat dikatakan bahwa model pembelajaran treffinger dengan konten isu sosiosaintifik berpengaruh terhadap keterampilan pemecahan masalah siswa. dikarenakan model treffinger memberikan pembelajaran yang kreatif pada pengembangan aktivitas dan pengembangan keterampilan pemecahan masalah siswa.

PEMBUKTIAN KEJAHATAN SIBER DALAM TINDAK PIDANA PENCEMARAN NAMA BAIK MELALUI MEDIA SOSIAL

2023 · Thesis ·

Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait Pembuktian Kejahatan Siber Dalam Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik Melalui Media Sosial. Pertama, apakah ketentuan hukum pidana kejahatan siber pencemaran nama baik di Indonesia; Kedua, pembuktian tindak pidana pencemaran nama baik di Indonesia. Penelitian ini termasuk jenis penelitian yuridis normatif dan yuridis sosiologis, di mana data-data yang dipakai adalah data kepustakaan kemudian melakukan telaah terhadap kasus-kasus yang berkaitan dengan isu yang sedang ditangani. Penelitian ini menggunakan pendekatan Perundang-Undangan (Statute Approach), Kasus (Case Approach), sedangkan menganalisis, penulis menggunakan metode deduktif. Hasil penelitian menunjukkan Ketentuan hukum tentang tindak pidana pencemaran nama baik di Indonesia diatur dalam, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dan Undang-Undang Nomor 1 tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Serta, Pembuktian tindak pencemaran nama baik di Indonesia mengacu pada Pasal 184 KUHAP, majelis hakim dalam menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa tentu sudah mempertimbangkan sesuai dengan fakta hukum yang terungkap di persidangan. Dalam proses pemeriksaan di persidangan disitu akan dihadirkan, bukti saksi, bukti elektronik, barang bukti lainnya dihadirkan dan terdakwa memberikan kesaksiannya juga dan ternyata hakim meyakini bahwa ternyata benar ini adalah tindak pidana, sehingga dalam putusan hakim menuangkan bahwa setelah didukung dengan alat bukti-alat bukti, saksi-saksi dan keteranagn terdakwa serta barang bukti yang didapat keyakinan hakim bahwa betul terdakwa melakukan tindakan pencemaran nama baik tersebut.

PENGARUH PEMBERIAN CACING LAUT (Nereis sp.) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP JUVENIL UDANG WINDU (Penaeus monodon)

2023 · Book ·

Kalimantan Utara sebagai penghasil udang windu terbesar di Indonesia yang berkontribusi dalam usaha budidaya air payau di tambak. Udang windu banyak digemari oleh masyarakat karena memiliki kandungan protein tinggi serta asam amino yang cukup lengkap. Produk perikanan ini menjadi penyumbang devisa negara dari ekspor non-migas dengan negara tujuan utama adalah Jepang, Eropa dan Amerika Serikat. Salah satu permasalahan tambak tradisional adalah kurangnya ketersediaan pakan alami selama masa pemeliharaan khususnya pakan juvenil udang windu yang berumur lebih dari satu bulan hingga panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian cacing laut (Nereis sp.) terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup juvenil udang windu (Penaeus monodon). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan dengan padat penebaran yang digunakan dalam setiap wadah sama yaitu 20 ekor. Hasil penelitian yang diberi pakan cacing laut (Nereis sp.) memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup juvenil udang windu (Penaeus monodon). Pada perlakuan 4 menunjukkan pertambahan panjang dan berat total yang paling tinggi dari perlakuan lainnya sedangkan pada perlakuan 3 dan 2 memiliki nilai persentase kelangsungan hidup yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan 4 dan 1.

Persepsi Siswa Kelas VIII Terhadap Penggunaan Konteks Etnomatematika dalam Pembelajaran di SMP Negeri 5 Tarakan

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pembelajaran matematika dengan menggunakan sumber belajar yang konkrit dapat membuat proses pembelajaran matematika menjadi lebih bermakna. Salah satu sumber belajar yang memungkinkan siswa mendapatkan sumber yang konkrit adalah etnomatematika. Etnomatematika dapat disesuaikan dengan budaya siswa, salah satunya adalah konsep matematika yang berkaitan dengan kebudayaan berbentuk benda atau artefak untuk dijadikan sumber atau media belajar geometri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persepsi siswa kelas VIII jika etnomatematika dijadikan konteks dalam pembelajaran matematika di SMP Negeri 5 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan menggali informasi dari siswa untuk menyelidiki dan menganalisis secara mendalam bagaimana persepsi siswa apabila etnomatematika dijadikan konteks dalam pembelajaran matematika di sekolah. Informasi yang didapatkan dianalisis kemudian dideskripsikan untuk menyimpulkan yang sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa setuju jika penggunaan unsur budaya atau etnomatematika lebih banyak diterapkan di dalam kelas karena siswa merasa tertarik dan lebih mudah paham.

Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia Tataran Sintaksis pada Kolom Nusantara dalam Surat Kabar Radar Tarakan Edisi Juni 2022

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

This research aims to describe language errors made by writers at the syntactic level in the field of sentences in the Nusantara column in the June 2022 edition of Radar Tarakan newspaper. Language errors in the field of syntax included the use of illogical sentences, the use of redundant sentences, the use of unnecessary question words and the use of foreign language terms. This research used descriptive qualitative. The data source in this research was cited in the Nusantara column in Radar Tarakan newspaper in June 2022. The techniques were the reading technique, note-taking technique and inferring technique. Based on the research and discussion results, 17 newspapers found language errors at the syntactic level. The total was 47 language errors, which were divided into 4 (four) language errors: the use of illogical sentences; 4 (four) language errors, the use of redundant sentences; 4 (four) language errors, the use of unnecessary question words, 5 (five) language errors, and the use of foreign language terms were 34 (thirty-four) language errors.

IMPLEMENTASI KEGIATAN ESCYMO TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA SISWA DI JURUSAN BAHASA INGGRIS UNIVERSITAS TARAKAN BORNEO

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mendeskripsikan hasil persepsi mahasiswa terhadap Escymo dalam kegiatan berbicara dan implementasi kegiatan Escymo dalam Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Borneo Tarakan, dengan menggunakan metode campuran. Peneliti memilih 55 mahasiswa dari kelas Al dan A2, dan menggunakan kuesioner, wawancara, dan tes berbicara sebagai instrumen penelitian. Data kualitatif dianalisis dalam tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan verifikasi kesimpulan. Hasil kuesioner siswa menunjukkan bahwa 60% siswa termotivasi oleh kegiatan Escymo untuk belajar bahasa Inggris, 70,9% lebih menyukai Escymo untuk latihan berbicara, 69,1% merasa lebih mudah secara psikologis untuk berlatih bahasa Inggris dengan Escymo, 61,8% merasa bahwa Escymo mendorong mereka untuk menggunakan bahasa Inggris lebih sering, dan 70,9% merasa bahwa Escymo membantu meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka. Selain itu, 65,5% percaya bahwa kegiatan Escymo dapat meningkatkan kefasihan, kosakata, pengucapan, dan kompetensi tata bahasa dalam Bahasa Inggris. Pelaksanaan kegiatan Escymo berdampak positif pada kemampuan siswa, dengan peningkatan yang nyata dalam kosakata, tata bahasa, kefasihan, pemahaman, dan kepercayaan diri. Escymo memberikan kesempatan kepada para siswa untuk berlatih bahasa Inggris dalam suasana yang santai dan informal, sehingga meningkatkan kemampuan bersosialisasi mereka. Kegiatan dibagi menjadi tiga tahap: pra-kegiatan, kegiatan inti, dan pasca-kegiatan, dengan pra-kegiatan yang berfungsi sebagai pemanasan dan sesi curah pendapat, kegiatan inti yang berfokus pada materi pengajaran dan berlatih berbicara, dan pasca-kegiatan yang mengevaluasi kinerja siswa dan memberikan motivasi. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan Escymo dibuktikan dengan respon positif dari para siswa.