2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI, BUDAYA ORGANISASI, MOTIVASI KERJA DAN SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL TERHADAP AKUNTABILITAS DESA PADA KANTOR DESA DI WILAYAH KECAMATAN SEMBAKUNG Risaldi (Budi Hasyim, S.E,. M.Sc) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Pengaruh Komitmen Organisasi, Budaya Organisasi, Motivasi Kerja Dan Sistem Pengendalian Internal Terhadap Akuntabilitas Desa Pada Kantor Desa Di Wilayah Kecamatan Sembakung”. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik nonprobability sampling dengan sampling jenuh. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey dengan instrumen pernyataan dan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner (angket). Adapun sampel dalam penelitian ini adalah Perangkat Desa Di Wilayah Kecamatan Sembakung yang berjumlah 140 responden. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS versi 26.0. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel komitmen organisasi tidak berpengaruh terhadap akuntabilitas desa, budaya organisasi tidak berpengaruh terhadap akuntabilitas desa, motivasi kerja tidak berpengaruh terhadap akuntabilitas desa dan sistem pengendalian interal tidak berpengaruh terhadap akuntabilitas desa. Kata kunci: Komitmen Organisasi, Budaya Organisasi, Motivasi Kerja, Sistem Pengendalian Internal, Akuntabilitas.
2020 · Thesis ·
Skizofrenia merupakan gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antar pribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra). Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn. S. Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Tn. “S”. Hasil pengkajian klien terdapat 5 masalah keperawatan yaitu: isolasi sosial: menarik diri, gangguankonsep diri: harga diri rendah, defisit perawatan diri: mandi dan berpakaian, risiko gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, dan defisit pengetahuan, dan 4 yang menjadi diagnosa prioritas yaitu: isolasi sosial: menarik diri, gangguan konsep diri: harga diri rendah, defisit perawatan diri: mandi dan berpakaian, risiko gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran. Kesimpulan: penulis menemukan 2 kesenjangan yang ada pada teori tapi tidak ada pada kasus, dan pada saat pelaksanaan ada satu diagnosa yang intervensinya belum teratasi yaitu isolasi sosial: menarik diri. Proses asuhan keperawatan klien membutuhkan stimulus dari perawat, untuk melakukan tindakan yang dianjurkan karena klien mampu melakukan dengan benar tetapi klien belum mampu melakukan secara mandiri, intervensi didelegasikan pada perawat ruangan. Diharapkan perawat mampu melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan perawat agar indikator dapat teratasi.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
One of the problem cultuvation of catfish in the North of Kalimantan is the cost of commercial fish feed in the market is relative expensive. The alternative that can be effort is make feeds by homemade with utilizing local ingredients from nature that is no economi value like fig fruit (F. racemosa) and cassava leaves (M. utillisima) the plants are commonly found in Malinau District. The purpose of the research is to find out the growth of catfish seeds (P. hypophthalmus) by using a combination of fig fruit (F. racemosa) and cassava leaves (M. utillisima). This research using experimental method, completely randomized design with four treatments and three replications. The data obtained were processed using Analysis of Variance (ANOVA) and continued with test least significant difference. The best absolute weight growth of catfish (P. hypophthalmus) at the treatment D was (1.21 grams), the best absolute length growth at treatment D was (1.09 cm), the best specific growth at the thirty five (0,013%), the best Feed Covertion Ratio for treatment D was (2.11%) and the best Survival Rate for treatment D was (96.67), while the water quality in ammonia on the threatment A was not better than the optimal value 1 mg / L.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
One of the problem cultuvation of catfish in the North of Kalimantan is the cost of commercial fish feed in the market is relative expensive. The alternative that can be effort is make feeds by homemade with utilizing local ingredients from nature that is no economi value like fig fruit (F. racemosa) and cassava leaves (M. utillisima) the plants are commonly found in Malinau District. The purpose of the research is to find out the growth of catfish seeds (P. hypophthalmus) by using a combination of fig fruit (F. racemosa) and cassava leaves (M. utillisima). This research using experimental method, completely randomized design with four treatments and three replications. The data obtained were processed using Analysis of Variance (ANOVA) and continued with test least significant difference. The best absolute weight growth of catfish (P. hypophthalmus) at the treatment D was (1.21 grams), the best absolute length growth at treatment D was (1.09 cm), the best specific growth at the thirty five (0,013%), the best Feed Covertion Ratio for treatment D was (2.11%) and the best Survival Rate for treatment D was (96.67), while the water quality in ammonia on the threatment A was not better than the optimal value 1 mg / L.
2019 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI TAMBAK UDANG WINDU SISTEM TRADISIONAL DI KALIMANTAN UTARA Muhammad Rivaldi Jafar Sidik Salim, S.E., M.Si Budidaya udang windu sistem tradisional di Kalimantan Utara ini sangat dibutuhkan untuk mendorong ekspor dari sektor bagian perikanan dan dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian sehingga dapat mempenggaruhi pembangunan di Daerah Kalimantan Utara. Hasil dari budidaya udang windu dalam sistem tradisional ini juga dapat menyediakan permintaan udang windu yang sangat tinggi yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat lokal sehingga produksi budidaya udang windu dalam sistem tradisional ini harus ditingkatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah bibit, luas lahan, jumlah tenaga kerja, pemupukan lahan, pemberian pestisida, dan pemeliharaan terhadap produksi budidaya udang windu sistem tradisional yang ada di Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Tana Tidung. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode analisis regresi linear berganda. Data diolah menggunakan Eviews9 dan responden sebanyak 52 responden sebagai sampel dengan menggunakan metode random sampling dari 110 populasi. Hasil dari penelitian ini bahwa secara parsial (uji t), bahwa jumlah bibit, luas lahan, pemberian pestisida, dan pemeliharaan berpengaruh nyata terhadap produksi, sedangkan jumlah tenaga kerja, dan pemupukan lahan tidak berpengaruh secara nyata. Secara serempak (uji f), bahwa jumlah bibit, luas lahan, jumlah tenaga kerja, pemupukan lahan, pemberian pestisida, dan pemeliharaan berpengaruh nyata terhadap produksi budidaya udang windu sistem tradisional ini. Persamaan regresi LnY = -7,629541 + 0,681558 (X1) + 0,729861 (X2) + 0,212685 (X3) + 0,055199 (X4) + 0,264375 (X5) + 0,390764 (X6) + e, dan R2 sebesar 0,755886 hal ini menunjukan bahwa sebesar 75% variabel terikat (produksi) dapat dijelaskan oleh variabel bebas (jumlah bibit, luas lahan, jumlah tenaga kerja, pemupukan lahan, pemberian pestisida, dan pemeliharaan). Sedangkan sisanya 25% dipengaruhi oleh variabel bebas lainnya yang belum dimasukan ke dalam model.