ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH PELAKSANAAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VII SMP NEGERI 14 TARAKAN ABSTRAK Risna Arfintiani 2024. Pengaruh Pelaksanaan Pengayaan dan Remedial Terhadap Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII SMP Negeri 14 Tarakan. (dibimbing oleh Muhammad Ilham, S.S., M.Pd. dan Achmad Dicky Romadhan, S.Pd., M. Hum.) Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelaksaan pengayaan dan remedial terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VII SMP Negeri 14 Tarakan. Jenis Penelitian ini menggunakan penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas VII yang berjumlah 90 orang siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling simple random sampling. Sampel data dalam penelitian ini berjumlah 30 orang siswa. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan penyebaran angket. Berdasarkan analisis deskriptif nilai rata-rata pengayaan 81,50, remedial 80,90 dan hasil belajar Bahasa Indonesia 71,40. Berdasarkan analisis statistik inferensial diperoleh hasil uji hipotesis Berdasarkan analisis statistik inferensial diperoleh hasil uji T. Uji T adalah uji signifikasi yang dilakukan untuk menguji kebenaran atau kesalahan dari hasil hipotesis. Dengan hasil Thitung variabel X1 sebesar 4,503 dan Thitung variabel X2 sebesar 4,494 dengan nilai sig kedua variabel adalah X1 0,004 dan X2 0,00. Thitung X1= 4,503 > ttabel = 2,052 dan Thitung X2 = 4,494 > ttabel = 2,052. Dari analisis tersebut dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha dierima. Artinya adalah pelaksanaan pengayaan dan remedial berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 14 Tarakan. Kata Kunci : Hasil Belajar, Pengayaan, Remedial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS REMEDIAL TEACHING MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS XI DI SMA NEGERI 1 SEBATIK TAHUN AJARAN 2022/2023 ABSTRAK Pembelajaran remedial adalah sebuah kegiatan yang sangat penting dalam keseluruhan proses belajar mengajar. Melalui program remedial, guru berusaha membantu siswa untuk mencapai kesuksesan belajar secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis Remedial Teaching pada mata pelajaran biologi kelas XI SMA Negeri 1 Sebatik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Triangulasi yang digunakan adalah triangulasi sumber untuk menguji keabsahan data. Subjek penelitiannya yaitu 1 orang guru yang mengajar mata pelajaran Biologi di kelas XI SMA dengan penentuan sampel menggunakan Purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa yang dilakukan oleh Guru biologi pada perencanaan pengajaran remedial: Guru biologi Meneliti kembali kasus (melakukan diagnosis), dan Pemilihan alternatif tindakan, dan kegiatan yang tidak dilaksanakan yaitu Pemberian layanan Bimbingan dan Konseling. Pada pelaksanaan pengajaran remedial: Remedial dilaksanakan di kelas. Waktu dilaksanakan remedial remedial Setelah Ulangan Akhir Semester (UAS). Metode yang digunakan adalah metode kerja kelompok. Strategi pendekatan remedial yaitu kuratif. Pada evaluasi pengajaran remedial: Guru melakukan pengukuran kembali terhadap prestasi belajar dalam bentuk merangkum materi, guru memberikan Re-evaluasi kepada siswa yang sudah remedial tapi masih belum tuntas dalam bentuk rangkuman. Guru Biologi hanya melakukan re-diagnosis melalui pengamatan pengalaman mengajar setiap proses pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterlaksanaan pengajaran remedial terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Triangaulasi yang digunakan adalah triangulasi teknik dan triangulasi sumber untuk menguji keabsahan data. Objek dalam penelitian ini adalah pengajaran remedial terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Subjek penelitiannya yaitu 1 orang guru yang mengajar mata pelajaran IPA dikelas VIII dan 11 siswa kelas VIII yang belum mencapai standar KKM. Berdasarkan analisis data yang dilakukan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pengajaran remedial yang dilakukan oleh guru adalah diagnosis kesulitan belajar, menyusun program remedial dan pengukuran kembali hasil belajar. Adapun keterlaksanaan pengajaran remedial terhadap hasil belajar siswa kelas VIII-3 dan VIII-4 terjadi peningkatan yaitu dari 25 siswa kelas VIII-3 dan 27 siswa kelas VIII-4 memperoleh ketuntasan 100%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi kasus menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis data dilakukan secara deskriptif. Tempat penelitian di SMP 1, SMP 5, SMP 8 dan SMP 10 Tarakan. Responden dalam penelitian ini adalah Guru IPA kelas VII serta siswa kelas VII di kota tarakan. Teknik pengambilan responden berdasarkan metode purposive sampling yaitu pengambilan responden berdasarkan pada pencapaian tujuan penelitian dan berdasarkan pertimbangan tertentu. Responden dalam penelitian ini berjumlah 4 guru dan 4 siswa dari masing-masing sekolah yang sudah ditentukan. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru IPA di Kota Tarakan terkait pembelajaran remedial. Teknik analisis data dilakukan menggunakan komponen model interaktif seperti pengumplan data, reduksi data, data display, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Pembelajaran remedial mempunyai 3 tahapan yaitu Diagnosis, Prognosis dan Rekomendasi. Hasil wawancara persepsi guru ipa smp di kota tarakan terkait tahapan remedial menunjukkan bahwa R1 (Guru Pertama) tidak sama sekali melakukan tahapan diagnosis, prognosis dan rekomendasi. R2 (Guru Kedua) melakukan tahapan diagnosis tetapi tidak melakukan tahapan prognosis dan rekomendasi. R3 (Guru Ketiga) melakukan tahapan diagnosis tetapi tidak melakukan tahapan prognosis dan rekomendasi. R4 (Guru Keempat) tidak melakukan tahapan diagnosis, prognosis dan rekomendasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari ke 4 guru belum melakukan remedial dengan benar sesuai dengan tahapan remedial sebenarnya yang dilakukan guru hanya sebatas tes ulang saja. This research is a type of case study research using a qualitative approach with descriptive data analysis. The research sites are SMP 1, SMP 5, SMP 8 and SMP 10 Tarakan. Respondents in this study were seventh grade science teachers and seventh grade students in the city of Tarakan. The respondent collection technique is based on the purposive sampling method, namely the respondent is taken based on the achievement of research objectives and based on certain considerations. Respondents in this study amounted to 4 teachers and 4 students from each school that has been determined. The method of data collection was done through interviews and documentation. This study aims to describe the perception of science teachers in Tarakan City regarding remedial learning. Data analysis techniques were carried out using interactive model components such as data collectors, data reduction, data display, and drawing conclusions. The data validity technique in this study used source triangulation. Remedial learning has 3 stages, namely Diagnosis, Prognosis and Recommendations. The results of the interview on the perception of science teachers at the junior high school in Tarakan city regarding the remedial stages showed that R1 (First Teacher) did not carry out the stages of diagnosis, prognosis and recommendation at all. R2 (Second Teacher) performs the stages of diagnosis but does not carry out the stages of prognosis and recommendations. R3 (Third Teacher) performs the diagnosis stage but does not carry out the prognosis and recommendation stages. R4 (Fourth Teacher) did not carry out the stages of diagnosis, prognosis and recommendations. The results of this study indicate that out of the 4 teachers, they have not done remedial correctly according to the actual remedial stages that were carried out by the teacher, only retesting.