Abstrak
Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi kasus menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis data dilakukan secara deskriptif. Tempat penelitian di SMP 1, SMP 5, SMP 8 dan SMP 10 Tarakan. Responden dalam penelitian ini adalah Guru IPA kelas VII serta siswa kelas VII di kota tarakan. Teknik pengambilan responden berdasarkan metode purposive sampling yaitu pengambilan responden berdasarkan pada pencapaian tujuan penelitian dan berdasarkan pertimbangan tertentu. Responden dalam penelitian ini berjumlah 4 guru dan 4 siswa dari masing-masing sekolah yang sudah ditentukan. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru IPA di Kota Tarakan terkait pembelajaran remedial. Teknik analisis data dilakukan menggunakan komponen model interaktif seperti pengumplan data, reduksi data, data display, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Pembelajaran remedial mempunyai 3 tahapan yaitu Diagnosis, Prognosis dan Rekomendasi. Hasil wawancara persepsi guru ipa smp di kota tarakan terkait tahapan remedial menunjukkan bahwa R1 (Guru Pertama) tidak sama sekali melakukan tahapan diagnosis, prognosis dan rekomendasi. R2 (Guru Kedua) melakukan tahapan diagnosis tetapi tidak melakukan tahapan prognosis dan rekomendasi. R3 (Guru Ketiga) melakukan tahapan diagnosis tetapi tidak melakukan tahapan prognosis dan rekomendasi. R4 (Guru Keempat) tidak melakukan tahapan diagnosis, prognosis dan rekomendasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari ke 4 guru belum melakukan remedial dengan benar sesuai dengan tahapan remedial sebenarnya yang dilakukan guru hanya sebatas tes ulang saja. This research is a type of case study research using a qualitative approach with descriptive data analysis. The research sites are SMP 1, SMP 5, SMP 8 and SMP 10 Tarakan. Respondents in this study were seventh grade science teachers and seventh grade students in the city of Tarakan. The respondent collection technique is based on the purposive sampling method, namely the respondent is taken based on the achievement of research objectives and based on certain considerations. Respondents in this study amounted to 4 teachers and 4 students from each school that has been determined. The method of data collection was done through interviews and documentation. This study aims to describe the perception of science teachers in Tarakan City regarding remedial learning. Data analysis techniques were carried out using interactive model components such as data collectors, data reduction, data display, and drawing conclusions. The data validity technique in this study used source triangulation. Remedial learning has 3 stages, namely Diagnosis, Prognosis and Recommendations. The results of the interview on the perception of science teachers at the junior high school in Tarakan city regarding the remedial stages showed that R1 (First Teacher) did not carry out the stages of diagnosis, prognosis and recommendation at all. R2 (Second Teacher) performs the stages of diagnosis but does not carry out the stages of prognosis and recommendations. R3 (Third Teacher) performs the diagnosis stage but does not carry out the prognosis and recommendation stages. R4 (Fourth Teacher) did not carry out the stages of diagnosis, prognosis and recommendations. The results of this study indicate that out of the 4 teachers, they have not done remedial correctly according to the actual remedial stages that were carried out by the teacher, only retesting.