Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: mediasi.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENYELESAIAN SENGKETA BATAS WILAYAH MELALUI MEDIASI ANTAR KABUPATEN/KOTA KALIMANTAN UTARA

2026•

Pembentukan daerah otonom baru di Propinsi Kalimantan Utara membawa sejumlah konsekuensi administratif yaitu batas administratif antar kabupaten/kota yang berada dalam provinsi. Dalam banyak kasus di Kaltara, sengketa batas wilayah antar kabupaten/kota muncul, baik yang terkait batas darat maupun pesisir, yang kemudian dapat memunculkan dampak negatif seperti konflik sosial, ketidakpastian pelayanan publik, dan hambatan pembangunan. Permasalahan dalam penulisan ini adalah sistem penyelesaian sengketa batas wilayah melalui mediasi antar kabupaten/kota serta implikasi hukum dari penyelesaian sengketa batas wilayah melalui mediasi di Provinsi Kalimantan Utara. Tujuan penelitian adalah mendiskripsikan dan sistem penyelesaian sengketa batas wilayah melalui mediasi antar kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara serta mengkaji dan menganalisis implikasi hukum dari penyelesaian sengketa batas wilayah melalui mediasi di Provinsi Kalimantan Utara. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian normatif. Penelitian hukum normatif adalah penelitian hukum yang dilakukan dengan cara mengkaji bahan-bahan yang berasal dari berbagai peraturan perundang-undangan dan bahan lain dari berbagai literatur. Hasil penelitian menjelaskan bahwa mediasi dalam penyelesaian sengketa batas wilayah di Kalimantan Utara belum memiliki kekuatan hukum mengikat secara penuh, melainkan bersifat administratif dan deklaratif. Mediasi tetap penting sebagai instrumen hukum preventif untuk menghindari konflik terbuka dan mempercepat proses administratif penyelesaian batas daerah. Serta implikasi hukumnya bersifat potensial, baru efektif setelah diformalkan melalui Keputusan Mendagri. Diperlukan penguatan norma dan mekanisme hukum agar hasil mediasi memperoleh legitimasi hukum yang lebih kuat dalam sistem pemerintahan daerah. Sebagai saran dari penulisan ini yaitu perlunya peraturan perundang-undangan tentang batas wilayah dan penyelesaian perselisihan melalui mediasi terhadap batas wilayah dan upaya bersama untuk menetapkan rencana tata ruang perbatasan yang dituangkan dalam program nasional serta diperlukan penguatan norma dan mekanisme hukum agar hasil mediasi memperoleh legitimasi hukum yang lebih kuat dalam sistem pemerintahan daerah

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Jumlah Uang Beredar Terhadap Inflasi Melalui Suku Bunga Rill di Indonesia Tahun 2010-2024

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah uang beredar (M1) terhadap inflasi di Indonesia, serta menelaah apakah suku bunga riil memediasi hubungan tersebut selama periode 2010–2024. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan data sekunder triwulanan dari Bank Indonesia dan BPS. Analisis dilakukan dengan regresi linier bertahap dan pendekatan mediasi. Hasil menunjukkan bahwa jumlah uang beredar berpengaruh negatif dan signifikan terhadap inflasi. Temuan ini tidak sejalan dengan teori kuantitas uang klasik, namun dapat dijelaskan melalui pendekatan teori perilaku konsumen, khususnya konsep budget line, di mana konsumen hanya mampu berbelanja sesuai batas anggaran. Dalam konteks ini, meskipun uang beredar meningkat, daya beli masyarakat tidak serta-merta naik karena pendapatan riil terbatas. Sebagian besar uang tersebut tidak digunakan untuk konsumsi, melainkan habis untuk kebutuhan pokok atau bahkan tersimpan tidak produktif. Penurunan inflasi yang terjadi lebih merefleksikan lemahnya konsumsi masyarakat daripada kestabilan harga yang sehat. Kondisi ini juga memperlihatkan bahwa distribusi uang yang tidak merata menyebabkan peningkatan uang beredar tidak selalu mendorong inflasi, tetapi justru netral terhadap output dan pertumbuhan. Dalam hal ini, suku bunga riil tidak terbukti memediasi secara signifikan hubungan antara uang beredar dan inflasi, sehingga pengaruh langsung dari M1 terhadap inflasi tetap dominan. Temuan ini menyiratkan pentingnya peran kebijakan fiskal yang komplementer, seperti subsidi transportasi dan energi, guna merangsang konsumsi masyarakat agar inflasi kembali bergerak dalam zona sehat yang mencerminkan aktivitas ekonomi riil. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi otoritas moneter dalam merancang kebijakan berbasis pemahaman perilaku konsumen dan dinamika distribusi likuiditas di masyarakat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail