ThesisOpen AccessMetadata saja
•
Telah dilakukan penelitian bioekologi kepiting batu (Menippe mercenaria) di perairan Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan di tiga stasiun perairan yaitu 1. Tanjung Pasir, 2. Pelabuhan Tengkayu 1 (SDF) dan 3. Muara Idec Mamburungan. Berdasarkan hasil penelitian di tiga perairan tersebut dapat disimpulkan bahwa pengamatan pada saat pasang tertinggi lebih banyak populasi kepiting batu (Menippe mercenaria) dibandingkan pengamatan pada saat surut terendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik morfometrik dan meristik serta bioekologi kepiting (Menippe mercenaria) yaitu parameter kualitas air yang terdiri dari parameter fisik dan kimia
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kekayaan unsur alam dan ruang yang dihadirkan dalam kumpulan puisi Elegi-Elegi Yogya karya Budhi Setyawan, yang tidak sekadar berfungsi sebagai latar geografis, melainkan juga menyimpan makna simbolik serta kritik ekologis terhadap kondisi Kota Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk representasi alam dan representasi ruang dalam kumpulan puisi tersebut melalui pendekatan ekologi sastra dengan merujuk pada teori Cheryll Glotfelty, didukung oleh teori representasi Stuart Hall dan teori ruang Henri Lefebvre. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data primer berupa kumpulan puisi Elegi-Elegi Yogya terbitan Diva Press, Yogyakarta, tahun 2024. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca, simak, dan catat, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 30 data yang terbagi ke dalam dua kategori besar, yaitu representasi alam dan representasi ruang. Representasi alam ditemukan dalam tiga bentuk, yaitu alam sebagai latar, alam sebagai simbol, dan alam sebagai kritik ekologis. Representasi ruang ditemukan dalam tiga bentuk, yaitu ruang fisik, ruang sosial, serta ruang budaya dan simbolik. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kumpulan puisi Elegi-Elegi Yogya merepresentasikan Yogyakarta sebagai ruang hidup yang menyatukan dimensi ekologis, sosial, dan kultural, sekaligus merefleksikan kesadaran ekologis penyair di tengah tekanan modernisasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tarakan merupakan salah satu wilayah kepulauan di Provinsi Kalimantan Utara yang memiliki hutan mangrove dengan luas sekitar 1.587 hektare. Namun, dalam kurun waktu lima tahun, terjadi penyusutan luas mangrove sebesar 51,73%. Ekosistem hutan mangrove saat ini menghadapi tekanan yang serius akibat degradasi mangrove yang dilakukan dengan adanya aktivitas manusia seperti pembangunan infrastruktur, konversi lahan menjadi tambak, penebangan liar, serta praktik eksploitasi yang cenderung hanya berorientasi pada kepentingan ekonomi. Pelestarian hutan mangrove menjadi sangat krusial, mengingat fungsi utama mangrove dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir serta memberikan manfaat ekologis dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat. Penelitian untuk mendukung upaya pelestarian tersebut perlu dilakukan. Penelitian tentang struktur komunitas mangrove telah dilaksanakan pada Febuari-Maret 2026, berlokasi di Kelurahan Kampung Empat Kecamatan Tarakan Timur Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa struktur komunitas mangrove, karena struktur komunitas mangrove memegang peranan penting dalam memahami peran ekologis masing-masing jenis mangrove. Struktur komunitas mangrove dinilai berdasarkan Indeks Keanekaragaman Jenis (H’), Indeks Kekayaan Jenis (R), Indeks Keseragaman Jenis (E), Indeks Dominansi (C) dan Indeks Nilai Penting (INP). Nilai indeks ekologis yang dihasilkan H’ = 0,24; R = 0,43; E = 0,51 dan C = 0,71. INP untuk R. apiculata, S. alba dan A. alba masing-masing berurutan 204.51%; 60.47% dan 35.02%. Lokasi penelitian didominansi oleh R. apiculata. Struktur komunitas mangrove pada area penelitian kurang seimbang, sehingga kondisi lingkungan tidak stabil.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS STATUS KEBERLANJUTAN USAHATANI KAKAO (Theobroma cacao L.) DI DESA METUN SAJAU TANJUNG PALAS TIMUR KABUPATEN BULUNGAN Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh pengembangan usahatani kakao di Desa Metun Sajau dengan dukungan program kemitraan, namun keberlanjutan usahatani kakao masih menghadapi berbagai permasalahan seperti masalah hama dan penyakit, budidaya tidak ramah lingkungan dan fluktuasi harga. Peningkatan produktivitas dan pendapatan petani diperlukan untuk kesejahteraan ekonomi, sementara hubungan kemitraan petani dengan perusahaan perlu dipertahankan untuk keberlanjutan jangka panjang. Penelitian ini dilakukan di Desa Metun Sajau Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menganalisis status keberlanjutan usahatani kakao dari dimensi ekologi, dimensi ekonomi, dan dimensi sosial budaya 2) Mengidentifikasi atribut-atribut sensitif yang berpengaruh pada keberlanjutan usahatani kakao. Data yang digunakan yaitu, data primer dan data sekunder. Responden penelitian ini adalah petani mitra di Desa Metun Sajau Kecamatan Tanjung Palas Timur. Metode penentuan responden menggunakan metode sensus dengan melibatkan seluruh petani mitra tersebut untuk memperoleh informasi melalui observasi, wawancara, serta kuesioner terhadap 42 petani. Analisis data adalah analisis MDS (Multidimensional Scalling), analisis leverage, dan monte carlo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status keberlanjutan usahatani kakao secara multidimensi menunjukkan nilai sebesar 38,08 dalam status kurang berkelanjutan. Status keberlanjutan usahatani kakao dari masing-masing dimensi adalah dimensi ekologi 40,39 (kurang berkelanjutan), dimensi ekonomi 37,41 (kurang berkelanjutan), dimensi sosial budaya 36,45 (kurang berkelanjutan). Terdapat 7 atribut sensitif yang paling memengaruhi keberlanjutan usahatani kakao yaitu (1) serangan hama dan penyakit, (2) tingkat penggunaan pupuk kimia, (3) akses ke pasar, (4) alternatif pendapatan di luar usahatani kakao, (5) tingkat kepercayaan petani dengan perusahaan, (6) komunikasi petani dengan perusahaan, dan (7) tingkat pendidikan petani.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Udang galah (Macrobrachium rosenbergii) merupakan komoditas perikanan air tawar bernilai ekonomi tinggi yang hidup pada sistem sungai dan estuari. Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, merupakan salah satu habitat alami udang galah yang belum banyak dikaji secara komprehensif dari aspek bioekologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek reproduksi (nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad/TKG, indeks kematangan gonad/IKG), aspek pertumbuhan (hubungan panjang–berat dan faktor kondisi), parameter lingkungan (DO, salinitas, pH, suhu), serta pola distribusi spasial dan temporal udang galah. Penelitian dilakukan pada tiga stasiun (hulu, tengah, hilir) dengan total sampel 300 ekor. Analisis reproduksi dilakukan melalui identifikasi TKG dan perhitungan IKG, sedangkan pertumbuhan dianalisis menggunakan persamaan hubungan panjang–berat (W = aLᵇ) dan faktor kondisi. Parameter kualitas air diukur secara langsung di lapangan. Distribusi spasial dianalisis berdasarkan kelas ukuran antar stasiun, sedangkan distribusi temporal dibandingkan antara fase spring tide dan neap tide. Hasil penelitian menunjukkan nisbah kelamin relatif seimbang (1:1,02). TKG betina didominasi tahap IV, menunjukkan aktivitas reproduksi aktif. Nilai IKG betina lebih tinggi dibanding jantan pada seluruh stasiun. Hubungan panjang–berat menunjukkan pola pertumbuhan allometrik positif pada jantan (b = 3,1342; R² = 0,896) dan allometrik negatif pada betina (b = 2,9366; R² = 0,9127). Parameter kualitas air masih berada pada kisaran optimal (DO 6,7–7,2 mg/L; pH 6,6–7,2; suhu 26,9–32,4°C; salinitas 0‰). Distribusi spasial didominasi kelas ukuran menengah (13–18 cm), dengan kecenderungan individu lebih besar ditemukan di hilir. Distribusi temporal menunjukkan dominasi ukuran menengah pada fase spring tide maupun neap tide. Disimpulkan bahwa populasi udang galah di Sungai Sesayap berada dalam kondisi pertumbuhan aktif dan reproduktif, dengan struktur ukuran yang relatif stabil serta kualitas lingkungan yang mendukung keberlanjutan populasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pulau Maratua memiliki ekosistem pesisir yang kompleks, dengan kondisi padang lamun yang baik memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan laut. Data dan informasi tentang ekosistem lamun serta aspek ekologis di perairan Indonesia masih sangat minim, diperkirakan kurang dari 20% total luas perairan nasional. Oleh karena itu, penting sekali untuk meneliti kondisi ekosistem pesisir seperti padang lamun dan kualitas air laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks kesehatan SEQI (Seagrass Ecological Quality Indekx) dan Status Indeks Kualitas Air laut. Penilitian ini dilaksanakan pada Januari – Maret 2025. Pengambilan data sampel menggunakan metode purposive sampling dan metode Line Intercept Transet (LIT) dengan 7 stasiun. Jenis lamun yang ditemukan terdiri dari Halodule uninervis, Cymodocea serrulata, dan Halophila minor. Nilai SEQI menunjukkan kondisi ekologi padang lamun berada pada kategori sedang hingga baik. Parameter kualitas air laut meliputi suhu, salinitas, pH, DO, TSS, minyak dan lemak, amonia total, serta ortofosfat. Hasil indeks IKAL menunjukkan kualitas air laut di pesisir Desa Teluk Harapan dan Desa Payung - Payung berada pada kategori baik hingga sedang. Kompilasi hasil analisis nilai SEQI di pesisir Pulau Maratua Desa Teluk Harapan dan Desa Payung – Payung menghasilkan nilai 0,75 hingga 0,99 dengan kriteria sedang, bagus dan bagus sekali. Kompilasi hasil pengukuran dan analisis nilai IKAL di pesisie Pulau Maratua Desa Teluk Harapan dan Desa Payung – Payung memiliki nilai antara 78,04 hingga 94,83 yang masuk dalam kategori Baik dan Sangat baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Wijen (sesamum indicum L.) merupakan komoditas perkebunan rakyat yang potensial sebagai sumber minyak pangan yang banyak dibutuhkan. Tanaman ini mempunyai potensi agroindustri yang berjalan dengan baik diantaranya untuk keperluan berbagai industri makanan, kimia, obat-obatan farmasi dan kosmetik. Akan tetapi produktifitas produktifitas wijen di Kalimantan Utara rendah. Penelitian ini bertujuan Untuk menegetahui agroekologi pertumbuhan dan produksi 2 varietas wijen (sesamuan indocum L.) lahan masam yang diberi kapur. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok factorial dengan 6 perlakuan, perlakuan pertaman yaitu P1: Varietas wijen sumberrejo 4 (tanpa kapur) P1:Varietas wijen sumberrejo 4 (tanpa kapur), P2: varietas wijen sumberrejo 4, (20gram kapur), P3: Varietas wijen sumberrejo 4 (40gram kapur), P4 :Varietas wijen semberrejo 3 (tanpa kapur), P5 : Varietas wije sumberrejo 3, (60gram kapur), P6: vareitas wijen semberrejo 3 (80gram kapur),parameter agroekolgi yaitu tanah dan suhu dan kelembapan sedangankan parameter yang diamati yaitu parameter pertumbuhan meliputi tinggi tanaman, panjang daun, jumlah daun, dan diameter batang dan parameter hasil jumlah polong, panjang akar, berat biji. Hasil penelitian menenjukkan bahwa perlakuan pemberian kapur mampu me
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pertanian merupakan salah satu sektor riil yang dapat berperan sangat nyata dalam meningkatkan pendapatan negara, dimana terdapat beberapa subsektor penunjang salah satunya subsektor tanaman hortikultura meliputi berbagai jenis tanaman hias, sayuran, buah-buahan dan tanaman obat. Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk mengakibatkan permintaan akan sayuran terus bertambah, menjadi peluang besar bagi petani sayuran untuk lebih meningkatkan usahataninya. Namun disadari betul bahwa petani pada umumnya masih dalam kondisi serba kekurangan sehingga pemenuhan kebutuhan jangka pendek lebih diprioritaskan dibandingkan jangka panjang. Tujuan penelitian ini, (1) untuk mengetahui karakteristik petani sayuran yang ada di Kecamatan Tarakan Timur, (2) untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan penerapan prinsip ekologi dalam pertanian berkelanjutan pada usahatani sayuran di Kecamatan Tarakan Timur dan (3) untuk mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi tingkat penerapan prinsip ekologi dalam pertanian berkelanjutan pada usahatani sayuran di Kecamatan Tarakan Timur. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tarakan Timur pada bulan November 2023 sampai dengan selesai. Metode responden dalam penelitian ini yaitu purposive sampling. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear berganda dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik petani di Kecamatan Tarakan Timur berdasarkan umur yaitu petani yang berumur 34-39 tahun sebanyak 24 orang, pendidikan yaitu petani yang berpendidikan selama 5-9 tahun sebanyak 29 orang, lama berusahatani yaitu 1-15 tahun sebanyak 28 orang dan luas lahan yaitu 100 m2-3399 m2 sebanyak 45 orang. Tingkat pengetahuan petani yaitu pada kategori tinggi dengan persentase sebesar 87% sedangkan tingkat penerapan yaitu pada kategori tinggi dengan persentase sebesar 100%. Faktor yang mempengaruhi tingkat penerapan prinsip ekologi dalam pertanian berkelanjutan pada usahatani sayuran di Kecamatan Tarakan Timur secara nyata adalah pendidikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis literasi lingkungan pada mahasiswa pendidikan biologi angkatan 2021 dan 2022. Penelitian dilakukan di Universitas Borneo Tarakan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif karena penelitian ini dilakukan pada tempat tertentu yang alamiah (bukan buatan). Pengumpulan data melalui tes pilihan ganda, angket dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan soal tes pilihan ganda dan angket. Objek dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Pendidikan Biologi angkatan 2021 dan 2022 sebanyak 125 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek Pengetahuan ekologi dan Keterampilan kognitif pada mahasiswa Pendidikan Biologi angkatan 2021 dan 2022 aspek pengetahuan dan keterampilan kognitif memiliki rata-rata 87, memiliki pengetahuan ekologi dan keterampilan kognitif dengan rata-rata sebesar 70 kategori sangat tinggi sedangkan kategori sangat kurang dengan nilai 24 untuk angkatan 2021 sedangkan pada angkatan 2022 memiliki rata-rata 26.