ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kehamilan fisiologis merupakan proses alami yang tetap memerlukan pemantauan secara berkesinambungan untuk mempertahankan kesehatan ibu dan janin serta mendukung keberlangsungan pelayanan kebidanan. Penerapan asuhan kebidanan komprehensif (Continuity of Care) bertujuan memberikan pelayanan yang berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga pelayanan keluarga berencana. Tujuan studi kasus ini adalah memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. S G2P1A0 di Puskesmas Karang Rejo. Asuhan diberikan secara berkesinambungan sejak trimester III kehamilan, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir hingga pelayanan keluarga berencana. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama kehamilan trimester III ibu tidak mengalami keluhan maupun ketidaknyamanan dan kondisi ibu serta janin dalam keadaan baik. Persalinan berlangsung normal di usia kehamilan 40 minggu 5 hari dengan kondisi ibu dan bayi baik. Masa nifas berlangsung normal tanpa komplikasi, bayi baru lahir dalam keadaan sehat dan ibu memilih Metode Amenore Laktasi (MAL) sebagai kontrasepsi pascapersalinan. Penerapan asuhan kebidanan komprehensif mampu mempertahankan kondisi fisiologis ibu dan bayi melalui deteksi dini, edukasi kesehatan serta pemantauan yang berkesinambungan. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah asuhan kebidanan komprehensif Ny. S dapat dilaksanakan dan memberikan hasil yang baik pada masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Artikel ini menganalisis optimalisasi peran aparatur Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tarakan bersama aktivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) dalam perlindungan khusus anak dari tindak kekerasan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam 12 informan, observasi partisipatif, dan analisis dokumen 15 resmi TA 2025, penelitian menemukan sinergi 4-level: politik (KLA naik 3 tahun), administratif (DAKNF absorpsi 100%, Rp527 juta), teknis (TPPK 23 sekolah), dan lintas-sektor (Simfoni PPA rujukan 7 hari). PATBM berperan sebagai multiplier dengan 171 reporting rate dan KIE 9.160 orang berbasis Bahasa Tidung. Faktor pendukung: multi-sumber funding; penghambat: APBD telat dan shelter terbatas. Net efektivitas model Tarakan 87% unggul vs nasional (DAKNF 68%). Implikasi: blueprint RBI-Pentahelix replikasi 514 kabupaten menuju IDOLA 2030.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Masih tingginya Wanita Usia Subur (WUS) yang tidak ingin punya anak lagi atau yang ingin menjarangkan kelahiran, tetapi tidak menggunakan kontrasepsi (unmet need), dengan data stagnan di angka 11 % dalam 10 tahun terakhir, sementara target sebesar 7,4 % pada tahun 2024. (Kemenkes RI, 2021). Siregar (2021) menyebutkan bahwa pengetahuan tentang KB berhubungan secara signifikan dengan kejadian unmet need KB. Penelitian Kurniati (2023) juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan sikap terhadap perilaku unmet need KB pada WUS. Hal ini sejalan dengan penelitian Kartika (2015) yang menunjukkan bahwa sikap terhadap KB mempunyai pengaruh bermakna terhadap kejadian unmet need. Penelitian ini adalah jenis non ekperimental yaitu penelitian korelasional kausal untuk mengetahui hubungan atau pengaruh variabel bebas yaitu pengetahuan dan sikap terhadap variabel terikat yaitu kejadian unmet need KB. sampel yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 94 orang Wanita Usia Subur (WUS). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan probability sampling menggunakan instrumen berupa kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 51 responden (54,3 %) mempunyai pengetahuan yang cukup tentang KB, sebanyak 92 responden (97,3%) mempunyai sikap yang positif terhadap KB. Hasil statistik menunjukkan adanya hubungan pengetahuan (p=0,000) dan sikap (p=0,000) dengan kejadian unmet need KB pada WUS. Diharapkan pemerintah daerah, dinas kesehatan, dan organisasi non-profit, untuk mengoptimalkan upaya dalam mengatasi masalah unmet need keluarga berencana di Kecamatan Malinau Utara Kabupaten Malinau dalam hal penyediaan berbagai metode dan alat kontrasepsi di fasilitas-fasilitas kesehatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Pengembangan kurikulum salah satu bagian dari proses pengembangan, salah satu muatan pada Profil Pelajar Pancasila yaitu dimensi berkebhinekaan global. Dimensi berkbhinekaan global sangat penting karena salah fondasi utama dalam membentuk pelajar yang siap menghadapi dunia yang semakin terhubung secara global. Siswa yang berkebinekaan global akan lebih memahami mengenai perbedaan agama, budaya, dan latar belakang lainnya, yang membantu mereka berkomunikasi dan berinteraksi dengan baik dengan teman sebaya dari berbagai latar belakang. Peserta didik dapat mengenal dan mengahargai budaya, menguasai komunikasi dan interaksi antar budaya dan dapat melestaraikan keberagaman budaya. Berhubungan dengan ini dapat menarik minat peserta didik untuk mengenal dan memahami keberagaman budaya yang ada disekitarnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan R&D (Research and Development) atau penelitian dan pengembangan yang menghasilkan suatu produk. Media Big Book yang dikembangkan yang dikemas dalam bentuk pembelajaran yang menarik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dari segi kelayakan pada pengembangan Big Book cerita rakyat benayuk sebagai media Berkbhinekaan Global Siswa. Hasil validasi dari ahli media diperoleh persentase sebesar 84% dengan nilai skor 84 termasuk pada kriteria “Layak”, hasil validasi ahli materi diperoleh persentase sebesar 96% dengan skor 73 termasuk pada kriteria “Sangat Layak”. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa Big Book sebagai media berkbhinekaan global memenuhi kriteria kelayakan untuk digunakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Perkembangan teknologi dan informasi mempengaruhi berbagai sektor kehidupan, luasnya cakupan permasalahan dan mengenai pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) terhadap penggunaan alat kontrasepsi, hal ini membutuhkan sebuah media promosi kesehatan yang mampu merangkum edukasi yang berkesinambungan antara satu permasalahan mengenai KB atau dengan permasalahan lain. Media video dapat menyampaikan berbagai berita atau informasi. Tujuan penelitian ini Untuk mengidentifikasi pengetahuan dan sikap WUS sebelum dan sesudah diberikan informasi melalui media video tentang Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) di Puskesmas Pantai Amal dan menganalisis pengaruh pemberian informasi melalui media video terhadap pengetahuan dan sikap WUS di Puskesmas Pantai Amal. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain Quasi Eksperiment (pre-post test design one group). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan sikap WUS di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Amal sebelum pemberian informasi tentang KB IUD melalui media video menunjukkan bahwa rata-rata responden masih berpengetahuan kurang dan bersikap negatif. Tingkat pengetahuan dan sikap WUS di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Amal setelah pemberian informasi tentang KB IUD melalui media video menunjukkan adanya peningkatan yaitu rata-rata responden sudah berpengetahuan baik dan memiliki sikap yang positif. Pemberian informasi dengan media video efektif terhadap peningkatan pengetahuan WUS dan perubahan sikap WUS tentang KB IUD. Pada hasil penelitian ini juga terdapat beberapa responden atau WUS yang tidak langsung mengalami peningkatan pengetahuan atau perubahan sikap tentang KB IUD, disebabkan karena sebagian responden masih belum menyerap informasi dengan baik pada saat penyampaian informasi tentang KB IUD menggunakan media video.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN DENGAN KEJADIAN AMENORE DI DOKTER PRAKTEK MANDIRI DR WITA MARLINA MALINAU TAHUN 2024 Abstrak Laju pertumbuhan penduduk terus mengalami peningkatan dengan persoalan tersebut pemerintah membuat program KB (Keluarga Berencana) untuk pengendalian kehamilan menggunakan alat kontrasepsi. Kontrasepsi suntik 3 bulan merupakan jenis kontrasepsi yang sering digunakan di praktek dokter mandiri dr wita marlina. terutama kontrasepsi suntik 3 bulan yang berisi Depo-Provera (Depo Medroxy Progesterone Acetat). Kontrasepsi ini memiliki efektifitas yang baik tetapi memiliki beberapa efek samping, seperti gangguan menstruasi, seperti amenore, peningkatan berat badan, mual, sakit kepala, nyeri payudara dan sebagainya. Gangguan menstruasi yang terjadi meliputi amenore, spotting, hipomenorhea dan hypermenorhea. Efek samping yang timbul merupakan alasan terbesar akseptor menghentikan pemakaian kontrasepsi suntik. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menganalisa hubungan lama penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan dengan gangguan menstruasi di dokter praktek mandiri dr wita marlina tahun 2024. Metode penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross-sectional yaitu mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena itu terjadi. Metode pengumpulan data menggunakan ceklist dan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor KB suntik 3 bulan yang suntik di dokter praktek mandiri dr wita marlina sebanyak 81 orang. Data yang terkumpul akan dianalisis secara komputerisasi. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi-Square menunjukkan bahwa p = 0,000 0,005, terdapat hubungan lama penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan dengan kejadian amenore. Dalam hal ini dapat dinyatakan penerimaan hipotesis penelitian yaitu Ha diterima dan Ho ditolak dan demikian hipotesis penelitian telah teruji kebenarannya. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara lama penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan dengan kejadian amenore pada akseptor KB suntik 3 bulan di dokter praktek mandiri dr wita marlina tahun 2024. Saran untuk petugas Kesehatan agar dapat memberikan peningkatan pelayanan kepada akseptor KB suntik 3 bulan kepada WUS serta dapat memberikan KIE kepada pengguna kontrasepsi suntik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Alat Kontrasepsi Dalam Rahim atau Intra Uterine Device (IUD) merupakan salah satu alat kontrasepsi yang sangat efektif digunakan karena memiliki jangka waktu yang panjang. Akseptor KB IUD mengalami penurunan, tahun 2019 sebesar 2461 jiwa, tahun 2020 sebesar 3 889 jiwa dan pada tahun 2021 sebesar 729 jiwa (BPS, 2021). Salah satu alasannya adalah karena akseptor cemas dan takut untuk memasang KB IUD. Pemberian aroamterapi lavender merupakan alternatif non farmakologi yang dapat diterapkan untuk mengurangi kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aromaterapi lavender terhadap Tingkat kecemasan akseptor KB. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini semua akseptor KB IUD di Puskesmas Aertembaga Kota Bitung pada bulan Maret 2024 berjumlah 38 orang. Sampel berjumlah 38 responden dengan 19 orang kelompok perlakuan, dan 19 orang kelompok kontrol. Sampel diambil secara accidental sampling. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Aertembaga Kota Bitung pada bulan Maret 2024. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, dan analisis manggunakan uji T-Test. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap tingkat kecemasan pada akseptor KB IUD di Puskesmas Aertembaga Kota Bitung Tahun 2024 dengan p-value = 0,000 (0,05). Saran diharapkan tenaga kesehatan khususnya untuk memberikan asuhan komplementer dalam mengatasi kecemasan dengan aromaterapi lavender sehingga meningkatkan mutu pelayanan Kesehatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Family planning is a program that helps families plan the number and spacing of children they have, and is a form of strategy that supports the acceleration of reducing the maternal mortality rate (MMR). The contraceptive method most popular with WUS in Indonesia is the hormonal method, namely injectable contraception. One of the obstacles often experienced by Aksepto Kb injections is anxiety that arises before the injection is carried out. One way to reduce anxiety before an injection is with the Slow Deep Breathing Technique. Slow Deep Breathing is a non-pharmacological action in the form of breathing exercises that are done slowly and deeply. The aim of this research is to determine the effect of giving the Slow Deep Breathing Technique to reduce the anxiety of KB injection acceptors at the Karang Rejo Community Health Center in 2024. This research method is quantitative research with a research design using a quasi-experimental method (quasi experiment) without pre-test and post-test control (self-control) with a sample of 67 respondents. The anxiety measuring tool uses the HARS scale. Data analysis was carried out using the Wilcoxon test. Results: anxiety before the Slow Deep Breathing intervention was at an anxiety score of 14-20, as many as 67 (100%) respondents were in the mild anxiety category. After the intervention, the average anxiety score was in the not anxious category, namely 14 with 59 (88.1%) and 8 (11.9%) mildly anxious. There is a significant effect of Slow Deep Breathing on reducing the anxiety of injectable Kb acceptors (p value 0.001) where the value is smaller than the specified significance level, namely α = 0.05, this shows that Ho is rejected. So there is an influence of giving the Slow Deep Breathing Technique on the Anxiety Level of KB Injection Acceptors at the Karang Rejo Community Health Center in 2024
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) adalah salah satu jenis pajak daerah yang menghasilkan pendapatan yang cukup. Pajak kendaraan bermotor (PKB) adalah jenis pajak yang paling banyak berdampak pada pendapatan asli daerah (PAD). Program Samsat Keliling memudahkan wajib pajak yang memiliki kendaraan bermotor untuk membayar pajaknya tanpa harus mengunjungi Samsat induk karena lokasinya yang mudah ditemukan. Untuk melihat bagaimana program Samsat Keliling Kota Tarakan dalam meningkatkan penerimaan pajak kendaraan bermotor, maka perlu adanya menghitung efektivitas dari program Samsat Keliling. Efektivitas realisasi penerimaan PKB merupakan ukuran yang memberikan gambaran sejauh mana target penerimaan dapat direalisasikan. Efektivitas penerimaan PKB dapat diukur menggunakan rumus realisasi penerimaan PKB dibagi dengan target penerimaan PKB dikali dengan 100%. Penelitian ini bersifat Kuantitatif Desktiptif yang datanya diambil dari data penerimaan pajak kendaraan bermotor pada UPT BAPENDA/SAMSAT Kota Tarakan. Hasil dari penelitian ini menunjukan efektivitas dari program Samsat Keliling berdasarkan data penerimaan pajak realisasi program Samsat Keliling Kota Tarakan tahun 2019-2022 masih sangat kecil yaitu di bawah 60% dan tergolong tidak efektif. Penerimaan pajak kendaraan bermotor tahun 2019 sebesar 2,74%, pada tahun 2020 sebesar 18,29%, pada tahun 2021 sebesar 10,56%, dan pada tahun 2022 sebesar 12,67 %.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Kontrasepsi suntik adalah alat kontrasepsi yang disuntikkan kedalam tubuh dalam jangka waktu tertentu, kemudian masuk kedalam pembuluh darah diserap sedikit demi sedikit oleh tubuh berguna untuk mencegah timbulnya kehamilan. Ada dua jenis kontrasepsi suntik, yaitu kb suntik kombinasi 1 bulan dan kb suntik berisi hormon progestin 3 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) tentang pemilihan alat kontrasepsi kb suntik di Praktik Mandiri Bidan Putri. Desain penelitian ini merupakan deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini berjumlah 600 akseptor kb suntik pada bulan Januari-April di Praktik Mandiri Bidan Putri. Sampel penelitian sebanyak 60 responden dengan metode accidental sampling serta pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini yaitu sebagian besar berumur 20-35 tahun sebanyak 40 orang (66,7%), sebagian besar paritas multipara yaitu sebanyak 35 orang (58,3%), sebagian besar pendidikan SMA yaitu sebanyak 25 orang (41,7%), sebagian besar pekerjaan yaitu tidak bekerja sebanyak 47 orang (78,3%), sebagian besar pemilihan alat kontrasepsi yaitu kb suntik 3 bulan sebanyak 41 orang (68,3%). Kesimpulan gambaran pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) tentang pemilihan alat kontrasepsi kb suntik menunjukkan sebagian besar berpengetahuan baik yaitu sebanyak 40 orang (66,7%), berpengetahuan cukup 15 orang (25,0%), berpengetahuan kurang 5 orang (8,3%).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penggunaan kontrasepsi merupakan salah satu upaya dalam keluarga berencana untuk pengendalian fertilitas dan menekan pertumbuhan penduduk secara efektif. Akseptor KB terbanyak di Indonesia didominasi akseptor KB suntik sebesar 72,94%. Salah satu efek samping KB suntik 3 bulan adalah peningkatan berat badan. Hasil survey akseptor KB suntik 3 bulan yang berkunjung di Poli KIAKB Puskesmas Gunung Lingkas sebagian mengalami peningkatan berat badan. Pertambahan berat badan tidak terlalu besar, bervariasi antara kurang dari 1 kg-5 kg dalam tahun pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama penggunaan KB suntik 3 bulan dengan kenaikan berat badan di Wilayah Puskesmas Gunung Lingkas Tahun 2022. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2023 di Wilayah Puskesmas Gunung Lingkas. Penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah akseptor KB suntik 3 bulan di Wilayah Puskesmas Gunung Lingkas tahun 2022 berjumlah 174 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Hasil penelitian dengan lama penggunaan KB suntik 3 bulan dalam 1 tahun sebanyak (40,2%) yang mengalami kenaikan berat badan sebanyak (36,2%) dan tidak mengalami kenaikan berat badan (4,0%). Hasil nilai p =0,000 α= 0,05 kesimpulan ada hubungan lama penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan dengan peningkatan berat badan akseptor KB suntik 3 bulan di Wilayah Puskesmas Gunung Lingkas. Disarankan bagi ibu yang ingin menjadi akseptor KB agar lebih bijak dalam menentukan jenis kontrasepsi yang akan digunakan. Perhatikan manfaat, kelebihan dan efek samping kontrasepsi yang akan digunakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PERKEMBANGAN DAN KEBERLANJUTAN PERKOTAAN DI PULAU PENGHASIL TAMBANG INDONESIA (Studi Kasus Pulau Kalimantan) Ainul Dr. Margiyono, S.E., M.Si Penelitian ini adalah mengetahui perkembangan dan keberlanjutan perkotaan di pulau Kalimantan. Keberlanjutan dilihat dari dimensi ekonomi, sosial dan lingkungan. Data yang digunakan adalah data sekunder dari BPS semua kota. Metode analisis adalah Regional Susutainable Account dan Alokasi ruang per Orang. Hasil menunjukkan bahwa perkembangan kota dengan tingkat kepadatan penduduk rentang 1000-8000 jiwa/km2 yaitu Kota Banjarmasin, Pontianak, Balikpapan, Samarinda, Bontang. Tingkat Alokasi Ruang rentang 0,0000-(-0,5000) Hektar/orang yaitu Kota Balikpapan. Nilai keberlanjutan rentang 0,000-4,000 ada pada kota Banjarbaru, Singkawang, Bontang, Palangkaraya, Tarakan, Banjarmasin dan Balikpapan, kriteria keberlanjutan tahun 2011 pada Kota Banjarbaru, Singkawang masuk dalam kriteria good sustainable, Palangkaraya, Bontang masuk dalam kriteria sustainable, Banjarmasin, Balikpapan masuk kriteria almost sustainable, Samarinda masuk kriteria almost unsustainable, Tarakan masuk kriteria unsustainable dan Pontianak masuk kriteria cronic unsustainable. Pada tahun 2016, Kota Banjarbaru masuk dalam kriteria good sustainable, Tarakan, Palankaraya, Singkawang, Bontang masuk kriteria sustainable, Banjarmasin masuk kriteria almost sustainable, Samarinda masuk kriteria almost unsustainable, Balikpapan masuk kriteria unsustainable, Pontianak masuk dalam kriteria cronic unsustainable. Sedangkan pada tahun 2021, Kota Banjarbaru dan singkawang masuk dalam kriteria good sustainable, Banjarmasin, Bontang masuk kriteria sustainable, Tarakan masuk kriteria almost sustainable, Balikpapan dan Pontianak masuk kriteria almost unsustainable, Palangkaraya masuk kriteria unsustainable dan Samarinda masuk dalam kriteria cronic unsustainable.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
.Kebutuhan ruang kelas dan kantor sangat dibutuhkan untuk menunjang kegiatan administrasi dan belajar mengajar mahasiswa, sehingga tidak ada lagi keterbatasan fasilitas pendidikan. Dikeluarkannya peraturan terbaru tahap kegiatan perancangan gedung dan desain elemen struktur diharapkan diterapkan agar struktur mampu bergerak sesuai ketika menahan beban lateral desain, hal tersebut menjadi landasan penelitian. Perancangan gedung dengan 9 lantai ketinggian total 37 meter penggunaan sistem ganda dan desain elemen tahan gempa dengan SNI 2847:2019, SNI 1726:2019, SNI 1727:2020, serta SNI 2507:2017. Data primer perancangan gedung (denah, 3D gedung, detail elemen) dan data sekunder yakni data tanah perancangan gedung hasil boring tahun 2011, Nilai rata-rata N ̅ = 13,309 < 15 kelas situs tanah lunak (SE) lubang boring 2, dengan KDS IV-D nilai SDS = 0,558 dan SD1 = 0,4185. Mutu tekan beton K-350 Kg/m3 dan 400 Kg/m3, kelas baja dengan BjTS 420 MPa dan BjTS 280 MPa, Gempa desain izin menggunakan analisis respons spektrum hasil kosekuensi ketidakberaturan, pada tahap pengecekan struktur. Mekanisme kegagalan rangka memikul beban lateral 33% (arah-x), 37% (arah-y) dan dinding struktur 67% (arah-x), 63% (arah-y), Kontrol frekuensi fundamental struktur batasan 1,025 detik dan persentase sebesar 1,504 detik dengan 70,8% (UY) dan 1,437 detik (UX) dengan 59,7%, rasio jumlah ragam 90% mode 10 dan 100% pada mode 45. Hasil desain tulangan berdiameter yakni; 13mm, 16mm, 19mm, 22mm, serta 25mm. Strong Colomn Weak Beam (SCWB) K1 lantai 1 terhadap balok merangkak kolom arah-x ΣMnKolom = 3118,22 kNm > Σ1,2MnBalok = 156,97 kNm dan arah-y ΣMnKolom = 2681,76 kNm > Σ1,2MnBalok = 2245,37 kNm, Rasio kolom SRPMK K1 lantai 1 1,69% dan kolom K1 lantai 2-4 1,69%, K1 lantai 5-9 1,37% dan K1 Teras 1,06%, menggunakan sambungan lap splice, Rasio dinding geser SDSK P1 2,18%, P2 1,79%, dan P3 2,18% pemberian sengkang ikat rasio > 1% penggunaan sambungan lap splice.