ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Masa tumbuh kembang anak sangat rentan diserang berbagai penyakit. Sistem imun yang rendah menyebabkan anak kerap mengalami penyakit seperti Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Penyebab dari penyakit infeksi saluran pernafasan akut yaitu virus, jamur dan bakteri. Ketika tubuh terinfeksi oleh mikroorganisme seperti virus dan bakteri, proses infeksi tersebut akan merangsang pembentukan IL-1 dan IL-2 yang bertanggungjawab atas peningkatan sel T-helper dan memulai produksi prostaglandin di hipotalamus. Sel T-helper bekerja memberantas infeksi, prostaglandin bertangung jawab menyebabkan demam. Demam adalah sinyal yang diberikan oleh tubuh saat terjadi infeksi ditandai dengan peningkatkan suhu tubuh >37.5 ⸰C. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi demam pada anak yaitu dengan tindakan farmakologi dan nonfarmakologi. Pemberian intervensi water tepid sponge dan plester kompres demam merupakan contoh dari tindakan normafakolgi dalam menurunkan suhu tubuh. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas penerapan intervensi water tepid sponge dengan plester kompres demam pada anak dengan diagnosis keperawatan hipertermia. Metode penulisan menggunakan studi kasus. Jumlah sampel 2 responden. Hasil: Hasil penerapan intervensi selama 3×24 jam pada An. R dan An. S menunjukkan selisih rata-rata penurunan suhu tubuh anak dengan intervensi water tepid sponge yaitu 0,75 ⸰C dan pemberian plester kompres demam adalah 0,35 ⸰C. Kesimpulan: pemberian intervensi water tepid sponge lebih efektif dibandingkan dengan plester kompres demam dalam menurunkan suhu tubuh pada anak dengan hipetermia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Latar Belakang: Nyeri punggung pasca persalinan sering dialami ibu nifas dan dapat mengganggu aktivitas serta pemberian ASI. Penanganan farmakologis memiliki keterbatasan, terutama pada ibu menyusui. Effleurage massage merupakan terapi komplementer yang aman, efektif, dan mudah diterapkan. Penelitian ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan melalui effleurage massage untuk mengurangi nyeri punggung pada ibu nifas. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah menerapkan asuhan kebidanan pada bayi demam pasca imunisasi menggunakan kompres bawang merah dengan pendekatan 7 langkah Varney dan format SOAP. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada Bayi , perempuan, usia 3 bulan yang mengalami demam (suhu 38,2°C) setelah imunisasi DPT dan PCV. Intervensi kompres bawang merah dilakukan selama 20 menit dengan monitoring suhu setiap 10 menit, dikombinasikan dengan pemberian ASI tambahan dan observasi kondisi umum bayi. Hasil: Setelah pemberian kompres bawang merah, terjadi penurunan suhu tubuh dari 38,2°C menjadi 37,1°C dalam waktu 25 menit. Bayi menunjukkan perbaikan kondisi dengan berkurangnya rewel, peningkatan nafsu menyusu, dan tidak ditemukan efek samping atau iritasi kulit. Orang tua menunjukkan respon positif dan antusiasme terhadap intervensi yang diberikan. Kesimpulan: Terapi komplementer kompres bawang merah terbukti efektif dalam menurunkan demam pasca imunisasi pada bayi dan dapat digunakan sebagai alternatif intervensi non-farmakologis yang aman, murah, dan mudah diaplikasikan oleh keluarga di rumah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kejang demam merupakan kejang yang paling sering terjadi pada anak. Kejang demam didefinisikan sebagai bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal di atas 38°c) yang disebabkan oleh proses ekstrakranium. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan Tingkat pengetahuan ibu tentang penanganan kejang demam pada bayi. Metode dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan rencana penelitian yang digunakan adalah Survey Deskriptif, dengan total 50 responden dengan menggunakan non-probability sampling dengan teknik Sampling Insidental. Hasil penelitian yang didapat bahwa sebagian besar mempunyai tingkat pengetahuan cukup sebesar 66,0% tentang penanganan kejang demam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar tingkat pengetahuan ibu tentang penanganan kejang demam di wilayah desa Tideng Pale.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kejang demam adalah kejang yang disebabkan oleh peningkatan suhu tubuh diatas 38 derajat C namun tidak disertai penyebab atau penyakit lain yang membuat terjadinya kejang seperti infeksi saraf pusat dan masih banyak lagi. Berulangnya kejang demam disebabkan oleh banyaknya faktor risiko, salah satu faktor risiko tersebut adalah riwayat kejang di keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko berulangnya kejang demam dan apakah terdapat hubungan antara riwayat kejang di keluarga dengan berulangnya kejang demam. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain cross sectional serta telah melewati ethical clearance. Jumlah sampel sebanyak 69 pasien dipilih secara simple random sampling. Data didapatkan melalui rekam medis semua pasien anak dengan kejang demam berulang yang dirawat di RSUD Tabanan tahun 2017 - 2020. Dari 69 sampel pasien kejang demam, sebanyak 37 sampel (53,6%) mengalami kejang demam berulang. Hasil pen- gujian independent t test mendapatkan pengaruh yang signifikan antara jenis kejang demam sederhana dan riwayat kejang di keluarga terhadap berulangnya kejang demam. Hasil uji regresi logis- tik menunjukan bahwa riwayat kejang di keluarga memiliki hubungan yang kuat terhadap berulangnya kejang demam Anak memiliki risiko lebih besar untuk kembali mengalami kejang demam apabila memiliki riwayat kejang di keluarga.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, terutama Aedes Aegyti. Yang di kararestik oleh demam tinggi mendadak dan terjadi kenaikan suhu tubuh diatas 38°C saat digigit nyamuk demam berdarah dengue. Kecenderungan pendarahan, hematomegali, dan di sertai oleh tanda-tanda kegagalan sirkulasi yang dapat mengakibatkan syok dan kematian. Asuhan keperawatan terutama ditujukan pada tindakan pencegahan dan menghindari anak dari resiko komplikasi. Kajian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran nyata tentang penerapan sederhana. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif tipes studi kasus pada An.Z pendekatan asuhan keperawatan yang dilakukan mencangkup langkah proses keperawatan. Hasil penelitian menunjukan adanya kesenjangan tidak signitif pada semua tahap proses asuhan. Tahap pengkajian tidak semua prosedur diagnostik dilakukan pada An.Z di dapatkan tiga diagnosa keperawatan An.Z yaitu hiperternia, neusea, resiko hipovolemia. Intervensi keperawatan dan implementasi disesuaikan dengan kondisi klien dan ketersediaan sarana penunjang. Sesuruh diagnosa dapat teratasi sesuai kriteria hasil yang ditetapkan. Dapat disimpulkan bahwa perawat telah mampu melakukan proses keperawatan dengan perbedaan yang tidak bermakna antara kasus dengan teori.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Asuhan Keperawatan Pada An. A Dengan Diagnosa Medik Demam Dengue Di Ruang Anggrek B Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Jusuf Sk Tarakan Penyakit Demam Dengue di Indonesia masih merupakan salah satu masalah kesehatan yang disebabkan oleh virus Dengue melalui perantara gigitan nyamuk Aedes aegypti. Tujuan penulisan ini agar penulis memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan dan pendokumentasian asuhan keperawatan komprehensif pada An.A dengan penyakit Demam Dengue. Metode penulisan adalah deskritif, tipe studi kasus dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi serta studi kepustakaan. Pemberian asuhan keperawatan menggunakan langkah-langkah proses keperawatan yang meliputi: pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pengkajian yang dilaksanakan mencakup identitas klien, riwayat yang pernah dialami dan sekarang, pengkajian kesehatan secara keseluruhan. Diagnosa yang ditemukan adalah termoregulasi tidak efektif, risiko hypovolemia, gangguan rasa nyaman. Intervensi yang telah dilakukan dan kriteria hasil yang telah disusun berdasarkan prioritas masalah. Evaluasi hasil tindakan keperawatan menunjukan bahwa masalah keperawatan yang penulis rumuskan dalam diagnose keperawatan dapat teratasi sesuai yang telah ditetapkan dari kriteria hasil yang diharapkan. Dari tiga diagnosa tersebut masalah yang dapat teratasi sesuai dengan tujuan dan waktu yang telah dilakukan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Demam typoid adalah penyakit infeksi sistemik yang disebabkan oleh bakteri salmonella typhi, yang ditandai dengan peningkatan suhu tubuh atau panas yang panjang, penyakit ini dapat menyebar pada orang lain dengan media makanan atau air liur yang telah terkontaminasi oleh bakteri. Tujuan umum yang ingin dicapai pada penulisan Laporan Tugas Akhir ini adalah memperoleh gambaran secara nyata tentang pelaksanaan dan pendokumentasian Asuhan Keperawatan Pada An “N” Dengan Demam Typoid. Metode penulisan Laporan Tugas Akhir ini adalah menggunakan metode deskriptif tipe studi kasus dan studi literatur yaitu metode ilmiah yang bersifat mengumpulkan data, menganalisa data, dan menarik kesimpulan. Adapun penulisan laporan tugas akhir ini didapat dengan cara wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan. Dalam seluruh proses keperawatan dapat dijalankan secara berkesinambungan. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa An. N hanya mengalami gangguan buang air besar, sedangkan gejala lain tidak ditemukan. Didapatkan tiga diagnosis keperawatan pada An. N yaitu konstipasi berhubungan dengan ketidakcukupan asupan serat, risiko defisit nutrisi dibuktikan dengan faktor psikologis keengganan untuk makan, dan defisit pengetahuan berhubungan dengan kurang terpapar informasi. Penyusunan rencana asuhan keperawatan disesuaikan dengan kondisi klien. Seluruh intervensi dapat diimplementasikan dengan baik. Evaluasi hasil menunjukkan sebagian masalah keperawatan dapat teratasi. Dapat disimpulkan bahwa penulis bisa melakukan pendokumentasian asuhan keperawatan secara nyata berupa pengkajian, menentukan diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi kepada An.N. Kata kunci: Demam Typoid, Asuhan Keperawatan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Demam tifoid merupakan masalah kesehatan yang penting di berbagai Negara yang sedang berkembang. Besarnya angka pasti demam tifoid di dunia ini sangat sukar ditentukan, sebab penyakit ini dikenal mempunyai gejala dengan spectrum klinisnya sangat luas. Tujuan penulis: Dapat memberikan manfaat kepada masyarakat dan dapat memberikan penerapan asuhan keperawatan secara komperehensif pada An.S. dengan demam tifoid yang di rawat di ruang irna Anggrek B di Rumah Sakit Dr. H Jusuf SK Tarakan. Hasil Laporan tugas akhir ini menggunakan metode deskriptif dengan studi kasus disajikan dalam bentuk naratif, pada studi kasus pada An.S dengan demam tifoid yang dirawat di ruang perawatan Anggerek B Rumah Sakit Dr. H Jusuf SK Tarakan didapat tiga masalah diagnosa keperawatan yaitu bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan sekresi yang tertahankan, resiko hipovolemia berhubungan dengan kekurangan cairan secara aktif, defisit pengetahuan berhubungan dengan kurang pengetahuan. Berdasarkan intervensi yang dilakukan dan criteria hasil yang telah disusun berdasarkan prioritas masalah maka hasil evaluasi yang telah dicapai ke tiga diagnosa keperawatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Demam dengue saat ini merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada masyarakat. Demam dengue juga merupakan penyebab kematian pada anak jika tidak ditangani dengan cepat. Demam dengue dapat menyerang semua kelompok usia terutama pada anak, karena pada anak sistem pertahanan tubuh belum sempurna. Asuhan keperawatan yang komprensif diperlukan untuk mencegah penyakit demam dengue dan meminimalkan resiko komplikasi. Laporan tugas akhir ini bertujuan untuk memperoleh gambaran nyata tentang penerapan proses asuhan keperawatan pada anak yang dirawat dengan demam dengue. kajian ini merupakan penelitian kualitatif tipe studi kasus dengan kasus tunggal pada An. M. Peneliti menggunakan pendekatan asuhan keperawatan yang mencangkup lima langkah proses keperawatan. Prosedur diagnostik yang tidak lengkap merupakan merupakan kesenjangan pada tahap pengkajian. Didapatkan empat diagnosa keperawatan pada An. M yaitu, termoregulasi tidak efektif, risiko konstipasi, gangguan pola tidur, defisit pengetahuan. Intervensi dan implementasi keperawatan disesuaikan dengan kondisi klien dan ketersediaan sarana penunjang. Evaluasi akhir berdasarkan kriteria hasil empat diagnosa keperawatan yang dapat teratasi tiga diagnosa. Dapat disimpulkan bahwa perawat telah mampu melakukan asuhan keperawatan secara baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Asuhan Keperawatan Anak An. K Dengan Diagnosis Medik Kejang Demam Sederhana Di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan Indah Kumala Pati, Alfianur, Nurman Hidaya Kejang demam merupakan kejang yang disertai demam yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh >380C. Kejang demam merupakan kelainan neurologis yang sering dijumpai pada anak-anak dan menyerang sekitar 4% anak. Kejang demam yang tidak teratasi dapat menyebabkan kerusakan sel otak. Asuhan keperawatan yang komprehensif diperlukan untuk mencegah serangan kejang dan meminimalkan risiko komplikasi. Kajian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran nyata tentang penerapan proses keperawatan pada anak yang dirawat dengan kejang demam sederhana. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif tipe studi kasus dengan kasus tunggal An. K. Peneliti menggunakan pendekatan asuhan keperawatan yang mencakup lima langkah proses keperawatan. Hasil penelitian menemukan perbedaan tidak bermakna pada semua tahap proses keperawatan. Prosedur diagnostik yang tidak lengkap merupakan kesenjangan utama pada tahap pengkajian. Terdapat empat diagnosis keperawatan pada An. K yaitu hipertermi, defisit nutrisi, gangguan pola tidur, dan resiko cedera. Intervensi keperawatan dan implementasi disesuaikan dengan kondisi klien dan ketersediaan sarana penunjang. Evaluasi akhir berdasarkan kriteria hasil menunjakan tiga diagnosis keperawatan dapat teratasi dan saru diagnosis keperawatan yang teratasi sebagian. Dapat disimpulkan bahwa perawat mampu melakukan asuhan keperawatan secara baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Kejang demam merupakan kejang yang terjadi pada suhu badan tinggi diatas 38°C. Berdasarkan data Medical Record Rumah Sakit Umum Kota Tarakan terdapat 135 kasus kejadian kejang demam. Tujuan untuk memberikan asuhan keperawatan pada anak dengan kejang demam kompleks. Metode penulisan dengan deskritif tipe studi kasus yaitu dengan mengunakan lima langkah proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, evaluasi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi pemeriksaan fisik dokumentasi dan studi kepustakaan. Diagnosa keperawatan yang di dapatkan pada An. J adalah hipertermi berhubungan dengan proses penyakit, bersihan jalan napas tidak efektif berhubunga dengan penumpukan sputum, defisit perawatan diri berhubungan dengan kelemahan, gangguan pola tidur berhubungan dengan kontrol tidur. Intervensi yang telah dilakukan dan kriteria hasil yang telah di susun berdasarkan prioritas masalah maka penulis menemukan semua masalah diagnosa keperawatan dapat teratasi sesuai dengan tujuan dan waktu yang telah dilakukan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ASUHAN KEPERAWATAN PADA An.A DENGAN DIAGNOSA DEMAM TIFOID DI RUANG CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN Anira Anggraini, Alfianur, Nurman Hidaya ABSTRAK Demam tifoid merupakan masalah keseshatan yang penting di berbagai Negara yang sedang berkembang. Besarnya angka pasti demam tifoid di dunia ini sangat sukar ditentukan, sebab penyakit ini dikenal mempunyai gejala dengan spectrum klinisnya sangat luas. Tujuan penulis: Dapat memberikan manfaat kepada masyarakat dan dapat memberikan penerapan asuhan keperawatan secara komperehensif pada An.A. dengan demam tifoid yang di rawat di ruang irna cemra di Rumah Sakit Kota Tarakan. Hasil Laporan tugas akhir ini menggunakan metode deskriptif dengan studi kasus disajikan dalam bentuk naratif, pada studi kasus pada An.A dengan demam tifoid yang dirawat di ruang perawatan cemara rumah sakit kota Tarakan didapat tiga masalah diagnosa keperawatan yaitu hipertermi berhubungan dengan proses penyakit, defisit nutrisi berhubungan dengan faktor psikologis (keenganan untuk makan), konstipasi berhubungan dengan ketidak cukupan asupan serat. Berdasarkan intervensi yang dilakukan dan criteria hasil yang telah disusun berdasarkan prioritas masalah maka hasil evaluasi yang telah dicapai ke tiga diagnosa keperawatan. Kata kunci: Asuhan keperawatan, Demam Tifoid Mengetahui, Alfianur, S.Kep.,Ns.,M.Kep NIP. 197908232005021004
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Demam Berdarah Dengue merupakan infeksi akut yang disebabkan oleh virus dengue yang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia dengan jumlah penderita cenderung meningkat dan penyebaran yang semakin meluas. Ketidakpatuhan masyarakat melakukan tindakan pencegahan dengan melakukan upaya pemberantasan saran nyamuk diduga menjadi faktor utama tingginya penularan DBD. Anak memiliki kerentanan penularan yang relatif lebih tinggi sebagai dampak kebiasaan bermain diluar rumah. Dibutuhkan perawatan yang komprehensif bagi anak yang dirawat dirumah sakit dengan DBD melalui proses keperawatan yang berkesinambungan. Kajian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran nyata tentang penerapan proses keperawatan pada anak yang dirawat dengan DBD. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif tipe studi kasus dengan kasus tunggal pada An. R. Dalam penelitian seluruh langkah proses keperawatan dapat dijalankan secara berkesinambungan. Hasil pengkajian menunjukkan hanya gejala utama yang ditemukan pada An. R, sedang gejala penyerta tidak semua ditemukan. Didapatkan empat diagnosa keperawatan pada An. R dengan diagnosa utama berupa hipertemi yang merujuk pada kasus dan sesuai secara konseptual. Penyusunan rencana asuhan keperawatan disesuaikan dengan kondisi klien dan berdasarkan ketersediaan sarana penunjang. Seluruh rencana asuhan dapat diimpelementasikan dengan baik. Evaluasi hasil menunjukkan seluruh masalah keperawatan dapat teratasi. Dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan perbedaan yang bermakna antara kasus dengan teori pada setiap langkah proses keperawatan yang meliputi pengkajian, perumusan diagnosa keperawatan, penyusunan renacana keperawatan, implementasi dan evaluasi. Hal ini berarti proses keperawatan dapat dijalankan dengan baik oleh perawat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•
ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. K DENGAN DIAGNOSA KEJANG DEMAM SEDERHARANA DI RUANG ANGGREK B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN Jasni, Sulidah, Nurman Hidaya Abstrak Kejang demam merupakan gangguan transien pada anak-anak yang terjadi bersamaan dengan demam. Keadaan ini merupakan salah satu gangguan neurologik yang paling sering dijumpai pada masa kanak-kanak dan menyerang sekitar 4% anak. Kejang demam yang tidak teratasi dapat menyebabkan kerusakan sel otak. Asuhan keperawatan yang komprehensif diperlukan untuk mencegah serangan kejang dan meminimalkan resiko komplikasi. Kajian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran nyata tentang penerapan proses keperawatan pada anak yang dirawat dengan kejang demam sederhana. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif tipe studi kasus dengan kasus tunggal pada An. K. Peneliti menggunakan pendekatan asuhan keperawatan yang mencakup lima langkah proses keperawatan. Hasil penelitian menemukan perbedaan tidak bermakna pada semua tahap proses asuhan. Prosedur diagnostik yang tidak lengkap merupakan kesenjangan utama pada tahap pengkajian. Didapatkan empat diagnosa keperawatan pada An. K yaitu hipertemi, resiko cedera, resiko defisit nutri, dan kurang pngetahuan. Intervensi keperawatan dan implementasi disesuaikan dengan kondisi klien dan ketersediaan sarana penunjang. Evaluasi akhir berdasarkan kriteria hasil menunjukkan tiga diagnosa keperawatan dapat teratasi dan satu diagnosa keperawatan tidak teratasi. Dapat disimpulkan bahwa perawat telah mampu melakukan asuhan keperawatan secara baik. ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. K DENGAN DIAGNOSA KEJANG DEMAM SEDERHARANA DI RUANG ANGGREK B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN Jasni, Sulidah, Nurman Hidaya Abstrak Kejang demam merupakan gangguan transien pada anak-anak yang terjadi bersamaan dengan demam. Keadaan ini merupakan salah satu gangguan neurologik yang paling sering dijumpai pada masa kanak-kanak dan menyerang sekitar 4% anak. Kejang demam yang tidak teratasi dapat menyebabkan kerusakan sel otak. Asuhan keperawatan yang komprehensif diperlukan untuk mencegah serangan kejang dan meminimalkan resiko komplikasi. Kajian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran nyata tentang penerapan proses keperawatan pada anak yang dirawat dengan kejang demam sederhana. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif tipe studi kasus dengan kasus tunggal pada An. K. Peneliti menggunakan pendekatan asuhan keperawatan yang mencakup lima langkah proses keperawatan. Hasil penelitian menemukan perbedaan tidak bermakna pada semua tahap proses asuhan. Prosedur diagnostik yang tidak lengkap merupakan kesenjangan utama pada tahap pengkajian. Didapatkan empat diagnosa keperawatan pada An. K yaitu hipertemi, resiko cedera, resiko defisit nutri, dan kurang pngetahuan. Intervensi keperawatan dan implementasi disesuaikan dengan kondisi klien dan ketersediaan sarana penunjang. Evaluasi akhir berdasarkan kriteria hasil menunjukkan tiga diagnosa keperawatan dapat teratasi dan satu diagnosa keperawatan tidak teratasi. Dapat disimpulkan bahwa perawat telah mampu melakukan asuhan keperawatan secara baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•
ABSTRAK Asuhan Keperawatan Pada An. D Dengan Diagnosa Medik Demam Dengue Di Ruang Anggrek B Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan Demam dengue penyakit tropis yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawah oleh nyamuk. Tujuan penuilisan ini agar penulis memperoleh ghambaran nyata mengenai pelaksanaan dan pendokumentasian asuhan keperawatan komprehensif pada An.D dengan penyakit Demam Dengue. Metode penulisan adalah deskritif, tipe studi kasus dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi serta studi kepustakaan. Pemberian asuhan keperawatan menggunakan langkah-langkah proses keperawatan yang meliputi: pengkajian, diagnose keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pengkajian yang dilaksanakan mencakup identitas klien, riwayat yang pernah dialami dan sekarang, pengkajian kesehatan secara keseluruhan. Diagnosa yang ditemukan adalah termoregulasi tidakefektif, risiko deficit nutrisi, risiko kekurangan volume cairan, konstipasi, deficit perawatan diri. Intervensi yang telah dilakukan dan kriteria hasil yang telah disusun berdasarkan prioritas masalah. Evaluasi hasil tindakan keperawatan menunjukan bahwa masalah keperawatan yang penulis rumuskan dalam diagnose keperawatan dapat teratasi sesuai yang telah ditetapkan dari kriteria hasil yang diharapkan. Dari lima diagnosa tersebut masalah yang dapat teratasi sesuai dengan tujuan dan waktu yang telah dilakukan.