PERBANDINGAN PEMBERIAN INTERVENSI WATER TEPID SPONGE DAN PLESTER KOMPRES DEMAM PADA ANAK DENGAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN HIPERTERMIA
Latar belakang: Masa tumbuh kembang anak sangat rentan diserang berbagai penyakit. Sistem imun yang rendah menyebabkan anak kerap mengalami penyakit seperti Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Penyebab dari penyakit infeksi saluran pernafasan akut yaitu virus, jamur dan bakteri. Ketika tubuh terinfeksi oleh mikroorganisme seperti virus dan bakteri, proses infeksi tersebut akan merangsang pembentukan IL-1 dan IL-2 yang bertanggungjawab atas peningkatan sel T-helper dan memulai produksi prostaglandin di hipotalamus. Sel T-helper bekerja memberantas infeksi, prostaglandin bertangung jawab menyebabkan demam. Demam adalah sinyal yang diberikan oleh tubuh saat terjadi infeksi ditandai dengan peningkatkan suhu tubuh >37.5 ⸰C. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi demam pada anak yaitu dengan tindakan farmakologi dan nonfarmakologi. Pemberian intervensi water tepid sponge dan plester kompres demam merupakan contoh dari tindakan normafakolgi dalam menurunkan suhu tubuh. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas penerapan intervensi water tepid sponge dengan plester kompres demam pada anak dengan diagnosis keperawatan hipertermia. Metode penulisan menggunakan studi kasus. Jumlah sampel 2 responden. Hasil: Hasil penerapan intervensi selama 3×24 jam pada An. R dan An. S menunjukkan selisih rata-rata penurunan suhu tubuh anak dengan intervensi water tepid sponge yaitu 0,75 ⸰C dan pemberian plester kompres demam adalah 0,35 ⸰C. Kesimpulan: pemberian intervensi water tepid sponge lebih efektif dibandingkan dengan plester kompres demam dalam menurunkan suhu tubuh pada anak dengan hipetermia.