Rancang Bangun Kompor Berbahan Bakar Oli Bekas Dengan Menggunakan Blower
.
Profil penulis
30 karya publik ditemukan.
.
Kehamilan risiko tinggi merupakan kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi pada ibu maupun janin. Usia ibu ≥35 tahun dan grandemultipara merupakan faktor risiko yang memerlukan pemantauan secara berkesinambungan melalui asuhan kebidanan komprehensif atau Continuity of Care (CoC). Tujuan studi kasus ini adalah memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. H di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan mulai masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Metode yang digunakan adalah Literature Review Based Case dengan pendekatan manajemen kebidanan dan pendokumentasian SOAP. Subjek dalam studi kasus ini adalah Ny. H usia 39 tahun, G6P4A1 dengan kehamilan risiko tinggi. Asuhan dilakukan secara berkesinambungan sejak trimester III kehamilan, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan kontrasepsi. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama kehamilan ibu mengalami ketidaknyamanan trimester III dan termasuk kehamilan risiko tinggi berdasarkan faktor usia dan grandemultipara. Persalinan berlangsung spontan pada usia kehamilan 40 minggu 5 hari dengan kondisi ibu dan bayi baik. Masa nifas berlangsung normal tanpa komplikasi, bayi baru lahir dalam keadaan sehat, dan ibu memilih menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan. Penerapan asuhan kebidanan komprehensif mampu mendeteksi faktor risiko secara dini, memberikan edukasi kesehatan, serta mencegah terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah asuhan kebidanan komprehensif secara berkesinambungan pada Ny. H dapat dilaksanakan sesuai standar pelayanan kebidanan dan memberikan hasil yang baik pada masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana.
Meningkatnya jumlah limbah oli bekas yang tergolong sebagai limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) serta kebutuhan terhadap sumber energi alternatif mendorong pemanfaatan oli bekas sebagai bahan bakar pada skala rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun prototipe kompor berbahan bakar oli bekas dengan menggunakan blower sebagai sistem suplai udara pembakaran serta mengetahui kemampuan kompor dalam memanaskan air sebanyak 2 liter hingga mencapai kondisi mendidih dalam waktu paling lama 30 menit. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan pendekatan NIDA (Need, Idea, Decision, Action) yang meliputi identifikasi kebutuhan, pengembangan ide, penentuan keputusan desain, pembuatan prototipe, dan pengujian kinerja. Pengujian dilakukan menggunakan metode Water Boiling Test (WBT) dengan parameter berupa waktu pemanasan, temperatur air, dan konsumsi bahan bakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prototipe kompor berhasil dirancang sebagai kompor satu tungku dengan dimensi 50 cm × 30 cm × 15 cm, menggunakan sistem aliran bahan bakar tetes dengan debit 1 liter/jam serta blower sentrifugal berdaya 150 watt dengan kecepatan udara 1,8 m/s. Pengujian sebanyak tiga kali menunjukkan bahwa kompor mampu memanaskan 2 liter air dengan waktu rata-rata 1.365 detik atau 22 menit 45 detik hingga mencapai temperatur rata-rata 94,4 °C. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kompor hasil rancangan mampu memenuhi target waktu pemanasan air pada skala rumah tangga, yaitu kurang dari 30 menit. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan blower sebagai suplai udara pembakaran mendukung proses pembakaran dan menghasilkan prototipe kompor berbahan bakar oli bekas yang berpotensi dikembangkan sebagai alternatif pemanfaatan limbah oli bekas dan sumber energi alternatif pada skala rumah tangga.
Kehamilan risiko tinggi merupakan kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi pada ibu maupun janin. Usia ibu ≥35 tahun dan grandemultipara merupakan faktor risiko yang memerlukan pemantauan secara berkesinambungan melalui asuhan kebidanan komprehensif atau Continuity of Care (CoC). Tujuan studi kasus ini adalah memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. H di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan mulai masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Metode yang digunakan adalah Literature Review Based Case dengan pendekatan manajemen kebidanan dan pendokumentasian SOAP. Subjek dalam studi kasus ini adalah Ny. H usia 39 tahun, G6P4A1 dengan kehamilan risiko tinggi. Asuhan dilakukan secara berkesinambungan sejak trimester III kehamilan, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan kontrasepsi. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama kehamilan ibu mengalami ketidaknyamanan trimester III dan termasuk kehamilan risiko tinggi berdasarkan faktor usia dan grandemultipara. Persalinan berlangsung spontan pada usia kehamilan 40 minggu 5 hari dengan kondisi ibu dan bayi baik. Masa nifas berlangsung normal tanpa komplikasi, bayi baru lahir dalam keadaan sehat, dan ibu memilih menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan. Penerapan asuhan kebidanan komprehensif mampu mendeteksi faktor risiko secara dini, memberikan edukasi kesehatan, serta mencegah terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah asuhan kebidanan komprehensif secara berkesinambungan pada Ny. H dapat dilaksanakan sesuai standar pelayanan kebidanan dan memberikan hasil yang baik pada masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana.
ABSTRAK PENGAKUAN HUKUM TERHADAP MASYARAKAT HUKUM ADAT DI KABUPATEN MALINAU DALAM UPAYA MELINDUNGI HAK TANAH ADAT ROY CHRISTIAN Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengakuan dan perlindungan hak masyarakat hukum adat atas tanah, khususnya di Kabupaten Malinau yang memiliki keragaman etnis dengan sistem hukum adat yang masih kuat. Persoalan hak atas tanah adat kerap menimbulkan konflik kepemilikan maupun tumpang tindih dengan hukum positif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk pengakuan dan perlindungan hak atas tanah masyarakat hukum adat di Kabupaten Malinau, serta mengkaji aspek hukum terkait pengakuan masyarakat hukum adat terhadap hak-hak tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data diperoleh melalui kajian peraturan perundang-undangan yang relevan, putusan pengadilan, serta literatur akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pengakuan dan perlindungan hak atas tanah masyarakat hukum adat di Kabupaten Malinau dilakukan melalui instrumen hukum daerah, seperti Peraturan Daerah Kabupaten Malinau Nomor 10 Tahun 2012 tentang Pengakuan dan Perlindungan Hak-Hak Masyarakat Adat, serta melalui beberapa keputusan bupati yang memberikan legitimasi hukum terhadap keberadaan tanah adat. Dari aspek hukum, pengakuan masyarakat hukum adat terhadap hak-hak mereka memiliki dasar konstitusional sebagaimana diatur dalam Pasal 18B ayat (2) UUD 1945, serta diperkuat dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria. Namun demikian, masih terdapat kelemahan dalam implementasi, khususnya terkait kepastian hukum dan sinergi antara hukum adat dengan hukum agraria nasional. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya harmonisasi peraturan daerah dengan hukum nasional, penguatan kelembagaan adat, serta peningkatan peran pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan hukum yang lebih konkret terhadap tanah adat masyarakat hukum adat di Kabupaten Malinau.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran ekologis dan ekonomi famili Cyprinidae serta adanya ancaman terhadap kelestariannya akibat aktivitas manusia yang berlebihan di Sungai Adai, Kecamatan Peso. Penelitian terkait keanekaragaman spesies ikan famili ini di lokasi tersebut belum pernah dilakukan sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis keanekaragaman jenis ikan famili Cyprinidae yang terdapat di Sungai Adai dan menganalisis potensinya sebagai bahan ajar biologi. Metode yang digunakan adalah survei eksploratif dengan penjelajahan langsung di lokasi penelitian. Pengambilan sampel dilakukan di tiga stasiun menggunakan alat tangkap berupa bubu, jaring, dan jala. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif melalui identifikasi morfologi dan penghitungan Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan sebanyak 8 spesies dari famili Cyprinidae dengan total 945 individu. Spesies tersebut meliputi ikan Lalang (Parachela oxygastroides), ikan Pasak (Osteochilus vittatus), ikan Salap (Barbonymus schwanefeldii), ikan Padeq (Tor tambra), ikan Paseq (Crossocheilus oblongus), ikan Lalang Tebal (Rasbora einthoveni), ikan Dungan (Hampala macrolepidota), dan ikan Turing (Labiobarbus festivus). Indeks keanekaragaman jenis (H’) di ketiga stasiun berkisar antara 1,64 hingga 1,77, yang termasuk dalam kategori sedang. Parameter lingkungan menunjukkan kondisi air yang mendukung dengan suhu rata-rata 25°C, pH 6,16, dan TDS 732 ppm. Hasil penelitian ini memiliki potensi besar untuk diintegrasikan sebagai bahan ajar biologi SMA pada materi keanekaragaman hayati karena relevansinya yang kontekstual dengan lingkungan setempat.
ABSTRAK PENGAKUAN HUKUM TERHADAP MASYARAKAT HUKUM ADAT DI KABUPATEN MALINAU DALAM UPAYA MELINDUNGI HAK TANAH ADAT ROY CHRISTIAN Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengakuan dan perlindungan hak masyarakat hukum adat atas tanah, khususnya di Kabupaten Malinau yang memiliki keragaman etnis dengan sistem hukum adat yang masih kuat. Persoalan hak atas tanah adat kerap menimbulkan konflik kepemilikan maupun tumpang tindih dengan hukum positif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk pengakuan dan perlindungan hak atas tanah masyarakat hukum adat di Kabupaten Malinau, serta mengkaji aspek hukum terkait pengakuan masyarakat hukum adat terhadap hak-hak tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data diperoleh melalui kajian peraturan perundang-undangan yang relevan, putusan pengadilan, serta literatur akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pengakuan dan perlindungan hak atas tanah masyarakat hukum adat di Kabupaten Malinau dilakukan melalui instrumen hukum daerah, seperti Peraturan Daerah Kabupaten Malinau Nomor 10 Tahun 2012 tentang Pengakuan dan Perlindungan Hak-Hak Masyarakat Adat, serta melalui beberapa keputusan bupati yang memberikan legitimasi hukum terhadap keberadaan tanah adat. Dari aspek hukum, pengakuan masyarakat hukum adat terhadap hak-hak mereka memiliki dasar konstitusional sebagaimana diatur dalam Pasal 18B ayat (2) UUD 1945, serta diperkuat dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria. Namun demikian, masih terdapat kelemahan dalam implementasi, khususnya terkait kepastian hukum dan sinergi antara hukum adat dengan hukum agraria nasional. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya harmonisasi peraturan daerah dengan hukum nasional, penguatan kelembagaan adat, serta peningkatan peran pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan hukum yang lebih konkret terhadap tanah adat masyarakat hukum adat di Kabupaten Malinau.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran ekologis dan ekonomi famili Cyprinidae serta adanya ancaman terhadap kelestariannya akibat aktivitas manusia yang berlebihan di Sungai Adai, Kecamatan Peso. Penelitian terkait keanekaragaman spesies ikan famili ini di lokasi tersebut belum pernah dilakukan sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis keanekaragaman jenis ikan famili Cyprinidae yang terdapat di Sungai Adai dan menganalisis potensinya sebagai bahan ajar biologi. Metode yang digunakan adalah survei eksploratif dengan penjelajahan langsung di lokasi penelitian. Pengambilan sampel dilakukan di tiga stasiun menggunakan alat tangkap berupa bubu, jaring, dan jala. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif melalui identifikasi morfologi dan penghitungan Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan sebanyak 8 spesies dari famili Cyprinidae dengan total 945 individu. Spesies tersebut meliputi ikan Lalang (Parachela oxygastroides), ikan Pasak (Osteochilus vittatus), ikan Salap (Barbonymus schwanefeldii), ikan Padeq (Tor tambra), ikan Paseq (Crossocheilus oblongus), ikan Lalang Tebal (Rasbora einthoveni), ikan Dungan (Hampala macrolepidota), dan ikan Turing (Labiobarbus festivus). Indeks keanekaragaman jenis (H’) di ketiga stasiun berkisar antara 1,64 hingga 1,77, yang termasuk dalam kategori sedang. Parameter lingkungan menunjukkan kondisi air yang mendukung dengan suhu rata-rata 25°C, pH 6,16, dan TDS 732 ppm. Hasil penelitian ini memiliki potensi besar untuk diintegrasikan sebagai bahan ajar biologi SMA pada materi keanekaragaman hayati karena relevansinya yang kontekstual dengan lingkungan setempat.
Penelitian ini didasari oleh peningkatan kebutuhan sel surya sebagai energi bersih dan berkelanjutan, serta terbatasnya ketersediaan alat uji yang efektif untuk mengukur performa sel surya. Sel surya merupakan perangkat yang dapat mengkonversi radiasi matahari menjadi energi listrik. Penelitian ini telah berhasil merancang bangun alat uji arus dan tegangan dengan mengintegrasikan sensor arus INA219 dan modul sensor tegangan 0–25V yang terhubung ke mikrokontroler Arduino Uno. Alat ini dirancang agar mampu mengukur parameter-parameter tegangan dan arus secara real-time yang datanya dapat ditampilkan melalui antarmuka komputer. Alat ini menggunakan lampu halogen sebagai sumber cahaya, serta potensiometer 1 – 21 KΩ sebagai beban untuk mengatur variasi pembacaan agar didapatkan kurva I-V. Dalam proses pengujian digunakan sel surya berukuran 10 x 9,5 cm2. Hasilnya menunjukan bahwa alat ini mampu mengukur nilai sel surya dengan tegangan maksimum (Vmpp) 3,24 Volt, arus maksimum (Impp) 4 mA, tegangan sirkuit terbuka (Voc) 4,3 Volt, dan arus sirkuit terbuka (Isc) 5,2 mA. Nilai Fill Factor dan efisiensi berturut-turut adalah 0,616 dan 3,75%. Seluruh hasil pengukuran arus dan tegangan telah dikalibrasi alat uji standar yakni voltmeter dan amperemeter. Temuan ini membuktikan bahwa alat uji yang dirancang dapat memberikan pengukuran yang akurat dan dapat diaplikasikan untuk evaluasi kinerja sel surya di skala laboratorium.
The Study aimed to find differences in students' reading skill scores between the 2013 Curriculum and the Merdeka Curriculum for Grade X1 students at SMAN 1Nunukan and SMAN 2 Nunukan in the academic year 2023/2024. This study used the causal-comparative method for SMAN 1 and SMAN 2 Nunukan, using the purposive sampling technique. This study used TOEIC as a reading test instrument. The researchers used SPSS program version 24.0 to analyze the data. The study result showed that the impact size value is 0,428 which means a big impact size, there are significant differences between the 2013 curriculum and the Merdeka curriculum. The factors that influence the 2013 curriculum are more dominant compared to the Merdeka curriculum, the teachers in the 2013 curriculum can create a comfortable and student-centered learning environment and students utilize technology in learning English, while teachers of the Merdeka curriculum are less proficient in learning, so that students in learning English do not master the spelling of words. Based on the above, there are dominant differences and SMAN 2 Nunukan is better.
The Study aimed to find differences in students' reading skill scores between the 2013 Curriculum and the Merdeka Curriculum for Grade X1 students at SMAN 1Nunukan and SMAN 2 Nunukan in the academic year 2023/2024. This study used the causal-comparative method for SMAN 1 and SMAN 2 Nunukan, using the purposive sampling technique. This study used TOEIC as a reading test instrument. The researchers used SPSS program version 24.0 to analyze the data. The study result showed that the impact size value is 0,428 which means a big impact size, there are significant differences between the 2013 curriculum and the Merdeka curriculum. The factors that influence the 2013 curriculum are more dominant compared to the Merdeka curriculum, the teachers in the 2013 curriculum can create a comfortable and student-centered learning environment and students utilize technology in learning English, while teachers of the Merdeka curriculum are less proficient in learning, so that students in learning English do not master the spelling of words. Based on the above, there are dominant differences and SMAN 2 Nunukan is better.
.
.
Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator kesehatan suatu bangsa. Kematian ibu merupakan kematian seorang wanita yang dapat disebabkan pada saat kondisi hamil atau menjelang 42 hari setelah persalinan. Melakukan asuhan komprehensif yaitu menejemen kebidanan mulai dari ibu hamil, bersalin, sampai bayi baru lahir sehingga persalinan dapat berlangsung dengan aman dan bayi yang dilahirkan selamat dan sehat sampai dengan masa nifas. Pengawasan atau pendampingan pada Asuhan Komrehensif ini bertujuan agar dapat mendeteksi secara dini adakah komplikasi yang dialami pada saat dilakukan asuhan komprehensif tersebut. Melakukan asuhan pelayanan secara komprehensif sesuai standar pelayanan kebidanan pada Ny. H sejak hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir. Asuhan yang diberikan pada Ny. H G1P0A0 yaitu asuhan kehamilan sebanyak 2 kali pada usia kehamilan 37 minggu dan pada usia kehamilan 39 minggu dengan memberikan asuhan standar 10 T. Pada kedua kunjungan tersebut ibu mengeluhkan sakit pada pinggang bagian bawah. Asuhan yang dilakukan pada persalinan yaitu tepat pada tanggal 20 Maret 2024 dengan keluhan perut terasa kencang-kencang dan keluar lendir darah dari jalan lahir. Usia kehamilan 39 minggu . Kala 1 berlangsung selama 2 jam, kala II berlangsung 5 menit, Kala III berlangsung selama 7 menit, dan kala IV berlangsung selama 2 jam. Asuhan nifas Ny. H dilakukan pada 6 jam postpartum berjalan dengan normal. Tinggi fundus uteri, kontraksi uterus, proses laktasi, dan pengeluaran lochea, pada masa nifas berjalan secara fisiologis. Observasi pada bayi baru lahir yang dilakukan pada 2 jam setelah bayi lahir. Bayi lahir dengan berat badan 2.900 gram dan panjang badan 49 cm, spontan, tidak ditemukan komplikasi, tidak ada kelainan kongenital, bayi juga melakukan IMD. Berdasarkan asuhan kebidanan komprehensif yang telah dilakukan pada Ny. H, dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan adanya penyulit dan tidak terdapat kesenjangan antara teoari dengan praktik yang di lakukan terhadap Ny. H
Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi exsperiment design dengan desain penelitian Posttest-Only Control Group design. Variabel bebas penelitian ini adalah metode Tutor Sebaya dan variabel terikat penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah matematika. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu kelas IX A sebagai kelas eksperimen dan kelas IX C sebagai kelas kontrol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran tutor sebaya dengan pemecahan masalah matematika siswa kelas IX MTs Negeri Tarakan. Teknik pengumpulan data penelitian ini melalui tes tertulis dan dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan inferensial untuk menganalisis data akhir dengan menggunakan bantuan software SPSS 24.0 for windows. Hasil dari analisis deskripstif diperoleh bahwa rata-rata nilai posttest pada kelas eksperimen sebesar 68,93 sedangkan kelas kontrol sebesar 53,57 dan menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen lebih besar dari kelas kontrol. Adapun dari hasil uji independent samples t-test dengan taraf signitifikan 5% (𝛼 = 0,05) diperoleh p-value sebesar 0,000 dan 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 yaitu 8,235 > 2,056. Dengan demikian 𝐻0 ditolak dan 𝐻1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model Tutor Sebaya berpengaruh terhadap kemampuan pemencahan masalah matemtika