.
2026 · Book ·
.
Profil penulis
718 karya publik ditemukan.
.
Della Puspita Wulandari, 2025. Pengaruh Bimbingan Kelompok dengan Teknik Mindfulness terhadap Pemahaman Regulasi Emosi Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Tarakan. Pembimbing Utama Siti Rahmi, S.Sos.I., M.Pd dan Pembimbing Anggota Kusumawati, M.Pd. Pemahaman regulasi emosi mengacu pada kemampuan individu dalam mengenali, memahami, dan mengelola emosi secara tepat. Fenomena yang ditemukan di SMA Negeri 1 Tarakan menunjukkan bahwa sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam mengendalikan respons emosional yang berdampak pada penyesuaian diri dan proses belajar di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik mindfulness terhadap pemahaman regulasi emosi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tarakan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Pre Experimental tipe One-Group Pre-Post test. Sampel penelitian berjumlah 8 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen pengumpulan data berupa skala regulasi emosi disusun berdasarkan indikator acceptance of emotional responses, engaging in goal-directed behavior, control of emotional responses, dan strategies to emotion regulation. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 0,05, dengan nilai t hitung sebesar 34,489 dan t tabel sebesar 2,365 (df = 7), sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Temuan tersebut membuktikan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik mindfulness berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pemahaman regulasi emosi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini menegaskan bahwa mindfulness merupakan teknik yang aplikatif dan berpengaruh dalam layanan bimbingan dan konseling untuk membantu siswa mengembangkan regulasi emosi yang lebih adaptif dalam kehidupan sehari-hari.
Kedisiplinan adalah suatu sikap mengikuti dan menaati semua peraturan dengan tertib dan teratur serta dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan bertanggung jawab. Kurangnya kedisiplinan ditemukan di SMP Nageri 14 Tarakan, banyak kendala kedisiplinan pada peserta didik seperti, terlambat masuk sekolah, atribut seragam yang kurang lengkap dan beberapa peserta didik sering terlambat mengumpulkan tugas ataupun tidak mengerjakan tugas. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilaksanakannya layanan dengan teknik self-management. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik self-management terhadap kedisiplinan peserta didik di SMP Negeri 14 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan pre-experiment one-group pretest-posttest. Jenis pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan populasi sebanyak 191 peserta didik dan sampel berjumlah 10 peserta didik. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrument berupa skala likert tentang kedisiplinan. Analisis data dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji wilcoxon signed rank. Berdasarkan hasil penelitian ini, perhitungan uji wilcoxon signed rank dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 0,05, maka Ha diterima dan Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh teknik self-management terhadap kedisiplinan peserta didik di SMP Negeri 14 Tarakan
Penelitian ini membahas mengenai variasi kalimat pasif dan bentuk argumen dalam bahasa Massenrempulu dialek Duri. Kalimat pasif merupakan bentuk turunan dari kalimat aktif transitif yang mengalami perubahan struktur, di mana objek dalam kalimat aktif dapat beralih menjadi subjek dalam kalimat pasif. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi variasi bentuk pasif serta menganalisis argumen inti maupun non-inti yang muncul dalam kalimat pasif bahasa Massenrempulu dialek Duri. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, pencatatan, dan dokumentasi terhadap penutur asli bahasa Massenrempulu dialek Duri di Kota Tarakan. Data yang terkumpul diklasifikasikan dan dianalisis berdasarkan pendekatan sintaksis. Dari hasil penelitian diperoleh kalimat pasif kanonikal (agent demotion, theme promotion, dan morphological marking), kalimat pasif non-kanonikal (pasif ti- dan bare pasif), argumen inti dan data argumen non-inti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Massenrempulu dialek Duri memiliki variasi kalimat pasif yang khas, baik dari segi struktur maupun peran argumennya. Temuan ini memberikan kontribusi dalam kajian sintaksis bahasa daerah serta berperan dalam dokumentasi dan pelestarian bahasa Massenrempulu dialek Duri di tengah komunitas diaspora.
The purpose of the research was to improve the vocabulary achievement of eighth-grade students at SMPN 3 Malinau Barat through pictures media. The rescarcher used Classroom Action Research (CAR) consisting of two cycles. The research was conducted in class VIII-B of SMPN 3 Malinau Barat. There were 26 students. During the implementation phase, the researcher used teaching modules that focused on vocabulary (nouns, verbs, adjectives, and adverbs) through pictures. The research instruments used were written tests and observation sheets. Then the researcher collected the data using written tests and observation sheets. The results of the research showed an enhancement in the vocabulary mastery of students in class VIII-B of SMP 3 Malinau Barat, Malinau Regency. In cycle I, the percentage of student mastery was 53.84%. In cycle Il, it increased to 76.92%. The use of pictures media in English learning can improve the student engagement, foster a more dynamic classroom environment, and boost student motivation to lear. This finding suggests that the integration of pictures media can improve English vocabulary acquisition and students' motivation in the learning process.
Penelitian ini mengusulkan mengembangkan sistem pakar berbasis metode Certainty Factor untuk mendiagnosis hama pada tanaman kelapa sawit secara cepat dan akurat. Sistem dirancang untuk membantu petani mengidentifikasi jenis hama berdasarkan gejala yang diamati dan memberikan rekomendasi pengendalian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pakar pertanian, studi literatur, dan observasi lapangan di perkebunan kelapa sawit seluas 2,5 hektar di Tanjung Selor. Perancangan sistem mengidentifikasi 4 jenis hama utama dengan 18 gejala spesifik yang diintegrasikan dalam basis pengetahuan dengan nilai kepercayaan pakar. Pengguna dapat menentukan tingkat keyakinan melalui lima skala yaitu tidak ada, sedikit yakin, cukup yakin, yakin, dan sangat yakin. Metode Certainty Factor diterapkan untuk menghitung tingkat kepercayaan diagnosis dengan mengintegrasikan berbagai gejala yang diamati. Sistem diimplementasikan menggunakan framework PyQt5 dengan Python sebagai aplikasi desktop yang dapat beroperasi offline. Pengujian fungsionalitas menggunakan Black Box Testing terhadap 14 skenario menunjukkan seluruh fitur berfungsi sesuai spesifikasi. Evaluasi performa melibatkan tiga aspek: akurasi diagnosis melalui Confusion matrix, validasi metode Certainty Factor melalui verifikasi perhitungan manual, dan usabilitas menggunakan System Usability Scale. Hasil pengujian menunjukkan sistem mencapai akurasi, presisi, Recalll, dan F1-Score sebesar 100 persen terhadap 20 kasus sampel. Pengukuran usabilitas terhadap 40 responden menghasilkan skor rata-rata 85,125 kategori Acceptable mendekati Excellent, menunjukkan kemudahan penggunaan dan minimalisasi kebutuhan dukungan teknis. Kesimpulannya, sistem pakar Certainty Factor berhasil dikembangkan dengan kinerja unggul untuk diagnosis hama kelapa sawit. Sistem terbukti efektif sebagai instrumen pendukung keputusan bagi petani dan penyuluh dalam diagnosis dini dan respons cepat terhadap serangan hama. Implementasi desktop memungkinkan aksesibilitas di daerah dengan keterbatasan konektivitas. Pengembangan lanjutan disarankan mencakup ekspansi basis pengetahuan dengan hama sekunder dan penyakit tanaman, serta diversifikasi platform web dan mobile.
Disiplin merupakan sikap mental yang dimiliki oleh individu dalam mengatur diri dan hakikatnya mencerminkan rasa ketaatan dan kepatuhan dalam menaati peraturan-peraturan yang ada guna meningkatkan karakter moral dan nilai-nilai yang baik dalam diri individu. Oleh karena itu kedisiplinan itu sangatlah penting diterapkan dimanapun khususnya di lingkungan sekolah. Dalam kaitan ini maka dibutuhkan peran guru dalam meningkatkan karakter kedisiplinan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam meningkatkan kedisiplinan siswa kelas V-A melalui tata tertib di SDN 006 Tarakan. Untuk mencapai tujuan diatas, digunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Instrumen kunci dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi dokumen. Adapun tahapan analisis data dilakukan dengan cara yaitu: 1) data reduction, 2) data display, 3) conclusion. Dari hasil penelitian ini dapat dipahami bahwa dalam meningkatkan kedisiplinan siswa dibutuhkan peran aktif guru yaitu peran guru sebagai pendidik dan pengajar, peran guru sebagai model dan teladan, peran guru sebagai motivator, peran guru sebagai pembimbing dan evaluator.
Kemandirian Belajar ialah tindakan individu yang dapat berinisiatif, dapat menyelesaikan permasalahan, memiliki rasa percaya diri untuk melaksanakan aktivitas pembelajaran. Namun saat ini masih terdapat murid yang mempunyai rendahnya kemandirian belajar, yang ditandai dengan kurangnya inisiatif, kurangnya rasa bertanggung jawab dan selalu bergantung terhadap orang lain. Analisis ini memiliki tujuan untuk memahami pengaruh teknik self management terhadap kemandirian belajar siswa. Analisis ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan design eksperimen one grup pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 10 murid di kelas XI yang di ambil dengan teknik random sampling. Pengumpulan data dilaksanakan dengan menggunakan skala likert dan analisis data dilakukan melalui analisis deskriptif serta inferensial dengan uji paired sample T-test menggunakan SPSS statistic 26. Hasil analisis menyatakan bahwasannya nilai signifikan (sig 2-Tailed) sebesar 0,002
This study aims to develop English teaching materials incorporating Islamic content, specifically designed for speaking activities in the seventh grade of SMP Muhammadiyah 2 Tarakan. The research applied a development methodology adapted from the Branch’s ADDIE model, which includes the phases of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. However, this study focused only on the first three phases. Research instruments included interview guidelines, student need questionnaires, media validation forms, material validation forms, and student response questionnaires. Validation was conductes by media and material expert. The teaching material was tested with students through both smallscale and large-scale trials. The feasibility results showed: 1) media expert validation scored 85% (categorized as “Highly Feasible”), 2) material expert validation scored 86% (Highly Feasible”), and 3) student responses scored 84% (“Very Good”) in the small-scale trial and 87% (“Very Good”) in the large-scale trial. Therefore, the islamic content based english teaching material developed in this study is suitable as a learning model to support speaking skill among seventh grade students.
DISTRIBUSI SPASIAL DAN TEMPORAL IKAN HIU (Elasmobranchii) DI PERAIRAN BUNYU KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA ABSTRAK Hiu (Elasmobranchii) berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut, sehingga informasi distribusi spasial dan temporalnya diperlukan sebagai dasar pengelolaan perikanan dan konservasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui distribusi spasial dan temporal spesies hiu di Perairan Bunyu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, pada Desember 2024–Februari 2025. Metode yang digunakan berupa survei lapangan deskriptif kuantitatif dengan enam kali operasi alat tangkap trawl (dua kali per bulan) pada kondisi pasang mati (neap tide). Data yang dikumpulkan meliputi parameter lingkungan (suhu, salinitas, pH, kecerahan), identifikasi spesies, pengukuran morfometrik, serta pemetaan distribusi menggunakan ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga spesies hiu yang tertangkap, yaitu Sphyrna lewini (hiu martil), Rhynchobatus australiae (hiu lontar), dan Chiloscyllium punctatum (hiu batu), dengan total 50 individu. Seluruh tangkapan merupakan anakan (juvenil) yang dominan ditemukan di perairan dangkal bersubstrat pasir-lumpur. Jumlah tertinggi terjadi pada Januari, diduga dipengaruhi kondisi suhu dan arus laut yang lebih stabil. Parameter lingkungan tercatat dengan kisaran suhu 30–31,6°C, salinitas 27–30‰, pH 7,51–7,79, dan kecerahan 2,5–3,5 m. Secara spasial, sebaran hiu terfokus di zona pesisir yang beririsan dengan aktivitas nelayan lokal. Temuan ini mengindikasikan bahwa Perairan Bunyu berfungsi sebagai habitat pembesaran (nursery ground) hiu pesisir. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan berbasis konservasi untuk mendukung keberlanjutan populasi hiu sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem laut di wilayah Kalimantan Utara Kata kunci: Hiu, distribusi spasial, distribusi temporal, Perairan Bunyu, juvenil, konservasi perikanan.
ABSTRAK PERAN DINAS SOSIAL DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MELALUI BANTUAN SOSIAL DI KOTA TARAKAN Delsa Novita Charitin Devi, S.E., M.Sc Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Sosial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelaksanaan program bantuan sosial di Kota Tarakan. Program yang menjadi fokus penelitian meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), Program Sembako, dan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sumber data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 30 responden yang merupakan penerima manfaat bantuan sosial. Teknik pengumpulan data meliputi kuesioner, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Analisis data dilakukan menggunakan rumus persentase dan skala Likert untuk mengukur persepsi responden terhadap indikator kesejahteraan yang mencakup aspek ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial, dan psikologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Dinas Sosial Kota Tarakan dalam pelaksanaan program bantuan sosial berada pada kategori baik. Program PKH berkontribusi dalam meningkatkan akses pendidikan dan layanan kesehatan, Program Sembako membantu pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga, sedangkan program ATENSI memberikan dukungan kepada kelompok masyarakat rentan seperti penyandang disabilitas dan lanjut usia. Namun demikian, pelaksanaan program bantuan sosial masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan sumber daya manusia, ketepatan sasaran penerima bantuan, serta kondisi geografis wilayah. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sistem pendataan dan evaluasi program agar penyaluran bantuan sosial dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kata kunci: Dinas Sosial, Bantuan Sosial, Kesejahteraan Masyarakat, PKH, Sembako, ATENSI
Pencemaran lingkungan akibat limbah industri tekstil, khususnya zat warna azo seperti Congo Red (CR), menjadi permasalahan serius karena bersifat toksik, karsinogenik dan sulit terurai. Biodegradasi mikroorganisme menawarkan solusi ramah lingkungan untuk mengatasi masalah ini. Penelitian ini mengeksplorasi potensi bakteri simbion spons laut Stylissa sp. dalam mendengradasi CR. Dari 20 isolat awal, diperoleh empat isolat unggul (SS05, SS08, SS09 dan SS18) yang mampu mendegradasi CR. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dekolorisasi CR, pengaruh suhu (30℃,35℃ dan 40℃), pengaruh pH 5 sampai 10, pengaruh konsentrasi inokulum (106, 107, dan 108 CFU/mL) dan pengaruh konsentrasi zat warna CR (100,150, dan 200 mg/L). Hasil skrining menunjukan bahwa empat isolat (SS05, SS08, SS09 dan SS18) mampu mendengradasi CR dengan perubahan warna setelah 7 hari inkubasi dari warna merah terang menjadi warna tidak bewarna. Isolat SS18 menunjukan efisiensi yang baik dalam mendengradasi mencapai ±70% pada suhu 35℃ dan pH 6. Konsentrasi inokulum optimum Adalah 1x108 CFU/mL dengan waktu degradasi tercepat 72 jam. Namun, efsiensi degradasi menurun seiring dengan peningkatan konsentrasi CR, dengan hasil tertinggi ±70% pada konsentrasi 100 mg/L oleh isolat SS18 hasil ini menunjukkan bahwa bakteri simbion Stylissa sp., khususnya SS18, berpotensi sebagai agen bioremediasi efektif dan ramah lingkungan untuk pengolahan limbah cair tekstil yang mengandung pewarna azo.
The purpose of the research was to improve the vocabulary achievement of eighth-grade students at SMPN 3 Malinau Barat through pictures media. The rescarcher used Classroom Action Research (CAR) consisting of two cycles. The research was conducted in class VIII-B of SMPN 3 Malinau Barat. There were 26 students. During the implementation phase, the researcher used teaching modules that focused on vocabulary (nouns, verbs, adjectives, and adverbs) through pictures. The research instruments used were written tests and observation sheets. Then the researcher collected the data using written tests and observation sheets. The results of the research showed an enhancement in the vocabulary mastery of students in class VIII-B of SMP 3 Malinau Barat, Malinau Regency. In cycle I, the percentage of student mastery was 53.84%. In cycle Il, it increased to 76.92%. The use of pictures media in English learning can improve the student engagement, foster a more dynamic classroom environment, and boost student motivation to lear. This finding suggests that the integration of pictures media can improve English vocabulary acquisition and students' motivation in the learning process.
A
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bentuk pemebelaan diri anggota Polri terhadap perlawanan pelaku pembunuhan. Serta untuk mengetahui Faktor yang Menyebabkan Dilakukan Diskresi Kepolisian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris dan seluruh data yang diperoleh dalam penelitian ini, baik data primer, data sekunder dan data nonhukum. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah secara observasi dan wawancara . Analisis data yang digunakan adalah analisis secara kualitatif, yaitu dengan mengumpulkan data, mengkualifikasikan, kemudian menghubungkan teori yang berhubungan dengan masalah penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa Tindakan pembelaan diri oleh aparat kepolisian kerap menjadi sorotan publik, terutama ketika melibatkan kekerasan terhadap pelaku kejahatan yang melakukan perlawanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek hukum dan batasan tindakan pembelaan diri oleh anggota kepolisian dalam situasi tersebut, serta menelaah penerapan prinsip proporsionalitas dan legalitas dalam praktiknya. Metode yang digunakan adalah pendekatan empiris dengan studi pustaka terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, serta putusan pengadilan terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa tindakan pembelaan diri oleh aparat kepolisian dibenarkan sepanjang memenuhi unsur-unsur pembelaan terpaksa sebagaimana diatur dalam Pasal 49 KUHP. Namun, dalam praktiknya, sering terjadi perdebatan mengenai ekses penggunaan kekuatan yang dianggap berlebihan. Oleh karena itu, perlu adanya standar operasional prosedur (SOP) yang jelas serta pelatihan yang berkelanjutan bagi aparat penegak hukum guna mencegah penyalahgunaan wewenang dan memastikan perlindungan hak asasi manusia. Penegakan hukum yang berimbang antara kepentingan keamanan dan keadilan menjadi kunci dalam mewujudkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor-faktor penyebab terjadinya tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) akibat perkawinan di bawah umur serta hambatan penegakan hukum dalam penyelesaian tindak pidana tersebut. Skripsi ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi di Pengadilan Negeri serta Kepolisian Kota Tarakan, sedangkan data sekunder diperoleh dari peraturan perundang-undangan, buku, jurnal, dan dokumen pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkawinan dibawah umur berkontribusi signifikan terhadap meningkatnya kasus KDRT karena ketidakmatangan psikologis, ketidakstabilan ekonomi, dan minimnya pemahaman hak serta kewajiban suami istri. Bentuk kekerasan yang ditemukan meliputi kekerasan fisik, psikis, dan ekonomi. Hambatan penegakan hukum antara lain rendahnya pelaporan korban, pengaruh budaya patriarkal, dan kurangnya sosialisasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga serta Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan. Berdasarkan temuan tersebut, pencegahan perkawinan anak, edukasi masyarakat, dan penguatan mekanisme perlindungan korban menjadi langkah strategis untuk menekan angka KDRT akibat perkawinan di bawah umur. Penelitian ini menyimpulkan perkawinan anak menjadi faktor utama tingginya KDRT, sedangkan mekanisme perlindungan korban belum berjalan optimal karena keterbatasan pelaporan dan dukungan aparat. Penelitian ini menyarankan agar pemerintah dan aparat penegak hukum perlu meningkatkan edukasi dan sosialisasi hukum, memperkuat pendampingan korban, serta mengintensifkan program pencegahan perkawinan anak melalui kerja sama lintas lembaga dan masyarakat.
Kemampuan guru dalam melakukan variasi pembelajaran berperan sangat penting guna meningkatkan motivasi dan perhatian siswa, mencegah kebosanan, serta menyesuaikan gaya mengajar dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta menganalisis dan mengidentifikasi temuan penelitian tentang kendala yang dihadapi guru dalam menerapkan variasi pembelajaran di kelas VB pada pembelajaran IPAS di SDIT Ibnu Abbas Tarakan. Jenis penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Penelitian ini berfokus pada keterampilan guru dengan dimensi variasi gaya mengajar, penggunaan media dan alat bantu ajar dan pola interaksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode antara lain, observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas VB di SDIT Ibnu Abbas Tarakan telah menerapkan ketiga komponen variasi mengajar dalam pembelajaran yang dilakukan yaitu; (1)variasi gaya mengajar yang terdiri dari variasi suara, pemusatan perhatian, kesenyapan guru (Pengkondisian Kelas), mengadakan kontak pandang, gerakan badan dan mimik, serta perpindahan posisi. (2)variasi penggunaan media dan alat bantu ajar yang terdiri dari media audio (Microphone), media visual (Benda 2D/3D) dan media audio visual (PPT atau Video). (3)variasi pola interaksi yang terdiri dari variasi satu arah (Teacher Center), interaksi dua arah dan interaksi multi arah.
Pencemaran lingkungan akibat limbah industri tekstil, khususnya zat warna azo seperti Congo Red (CR), menjadi permasalahan serius karena bersifat toksik, karsinogenik dan sulit terurai. Biodegradasi mikroorganisme menawarkan solusi ramah lingkungan untuk mengatasi masalah ini. Penelitian ini mengeksplorasi potensi bakteri simbion spons laut Stylissa sp. dalam mendengradasi CR. Dari 20 isolat awal, diperoleh empat isolat unggul (SS05, SS08, SS09 dan SS18) yang mampu mendegradasi CR. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dekolorisasi CR, pengaruh suhu (30℃,35℃ dan 40℃), pengaruh pH 5 sampai 10, pengaruh konsentrasi inokulum (106, 107, dan 108 CFU/mL) dan pengaruh konsentrasi zat warna CR (100,150, dan 200 mg/L). Hasil skrining menunjukan bahwa empat isolat (SS05, SS08, SS09 dan SS18) mampu mendengradasi CR dengan perubahan warna setelah 7 hari inkubasi dari warna merah terang menjadi warna tidak bewarna. Isolat SS18 menunjukan efisiensi yang baik dalam mendengradasi mencapai ±70% pada suhu 35℃ dan pH 6. Konsentrasi inokulum optimum Adalah 1x108 CFU/mL dengan waktu degradasi tercepat 72 jam. Namun, efsiensi degradasi menurun seiring dengan peningkatan konsentrasi CR, dengan hasil tertinggi ±70% pada konsentrasi 100 mg/L oleh isolat SS18 hasil ini menunjukkan bahwa bakteri simbion Stylissa sp., khususnya SS18, berpotensi sebagai agen bioremediasi efektif dan ramah lingkungan untuk pengolahan limbah cair tekstil yang mengandung pewarna azo.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bentuk pemebelaan diri anggota Polri terhadap perlawanan pelaku pembunuhan. Serta untuk mengetahui Faktor yang Menyebabkan Dilakukan Diskresi Kepolisian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris dan seluruh data yang diperoleh dalam penelitian ini, baik data primer, data sekunder dan data nonhukum. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah secara observasi dan wawancara . Analisis data yang digunakan adalah analisis secara kualitatif, yaitu dengan mengumpulkan data, mengkualifikasikan, kemudian menghubungkan teori yang berhubungan dengan masalah penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa Tindakan pembelaan diri oleh aparat kepolisian kerap menjadi sorotan publik, terutama ketika melibatkan kekerasan terhadap pelaku kejahatan yang melakukan perlawanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek hukum dan batasan tindakan pembelaan diri oleh anggota kepolisian dalam situasi tersebut, serta menelaah penerapan prinsip proporsionalitas dan legalitas dalam praktiknya. Metode yang digunakan adalah pendekatan empiris dengan studi pustaka terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, serta putusan pengadilan terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa tindakan pembelaan diri oleh aparat kepolisian dibenarkan sepanjang memenuhi unsur-unsur pembelaan terpaksa sebagaimana diatur dalam Pasal 49 KUHP. Namun, dalam praktiknya, sering terjadi perdebatan mengenai ekses penggunaan kekuatan yang dianggap berlebihan. Oleh karena itu, perlu adanya standar operasional prosedur (SOP) yang jelas serta pelatihan yang berkelanjutan bagi aparat penegak hukum guna mencegah penyalahgunaan wewenang dan memastikan perlindungan hak asasi manusia. Penegakan hukum yang berimbang antara kepentingan keamanan dan keadilan menjadi kunci dalam mewujudkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor-faktor penyebab terjadinya tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) akibat perkawinan di bawah umur serta hambatan penegakan hukum dalam penyelesaian tindak pidana tersebut. Skripsi ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi di Pengadilan Negeri serta Kepolisian Kota Tarakan, sedangkan data sekunder diperoleh dari peraturan perundang-undangan, buku, jurnal, dan dokumen pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkawinan dibawah umur berkontribusi signifikan terhadap meningkatnya kasus KDRT karena ketidakmatangan psikologis, ketidakstabilan ekonomi, dan minimnya pemahaman hak serta kewajiban suami istri. Bentuk kekerasan yang ditemukan meliputi kekerasan fisik, psikis, dan ekonomi. Hambatan penegakan hukum antara lain rendahnya pelaporan korban, pengaruh budaya patriarkal, dan kurangnya sosialisasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga serta Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan. Berdasarkan temuan tersebut, pencegahan perkawinan anak, edukasi masyarakat, dan penguatan mekanisme perlindungan korban menjadi langkah strategis untuk menekan angka KDRT akibat perkawinan di bawah umur. Penelitian ini menyimpulkan perkawinan anak menjadi faktor utama tingginya KDRT, sedangkan mekanisme perlindungan korban belum berjalan optimal karena keterbatasan pelaporan dan dukungan aparat. Penelitian ini menyarankan agar pemerintah dan aparat penegak hukum perlu meningkatkan edukasi dan sosialisasi hukum, memperkuat pendampingan korban, serta mengintensifkan program pencegahan perkawinan anak melalui kerja sama lintas lembaga dan masyarakat.