2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang berkualtitas dibutuhkan tenaga kesehatan terampil yang didukung tersedianya sarana dan dan prasarana yang memadai. Sebagai seorang bidan diharapkan dapat memberikan Asuhan Kebidanan Komprehensif dan berkesinambungan dimulai dari kehamilan, persalinan, nifas dan perawatan bayi baru lahir. Kesehatan dan kelangsungan hidup ibu dan bayi sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor pelayanan kebidanan, antara lain asuhan kebidanan yang diberikan oleh tenaga bidan. Pengkajian dilakukan terhadap Ny. Y G1P0A0 yaitu melakukan kunjugan Antenatal Care sebanyak 2 kali pada usia kehamilan 37-38 minggu. Kala 1 berlangsung selama 2 jam lebih 30 menit. Kala II berlangsung selama 15 menit, kala III berlangsung 5 menit dan kala IV berlangsung sealam 2 jam. Masa nifas Ny. Y berjalan dengan normal mulai dari kunjungan 6 jam di mulai tanggal 1 April 2021. Tanda-tanda vital, proses involusi, tinggi fundus uteri, kontraksi uterus, proses laktasi, dan pengeluaran lochea, pada masa nifas berjalan secara fisilogis, observasi pada bayi baru lahir yang dlakukan adalah selama 0-3 jam. Kunjungan pada bayi baru lahir dilakukan sejak 1 jam setelah lahir sampai dengan 3 jam. Bayi degan berat badan 2900 gram normal, spontan, tidak ditemukan komplikasi, tidak ada kelainan kognital, bayi juga melakukan IMD. Kata kunci : kehamilan, komprehensif, nifas, persalinan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang berkualitas dibutuhkan tenaga kesehatan terampil yang didukung tersedianya sarana dan prasana yang memadai. Sebagai seorang bidan diharapkan dapat memberikan Asuhan Komprehensif dan berkesinambungan dimulai dari kehamilan, persalinan, nifas dan perawatan bayi baru lahir. Kesehatan dan kelangsungan hidup ibu dan bayi dipengaruhi oleh berbagai faktor pelayanan kebidanan, anatara lain asuhan kebidanan yang diberi-kan oleh tenaga bidan, pengkajian dilakukan terhadap Ny. N G2P1A0 yang melakukan kunjungan Antenatal Care menggunakan standar pelayanan 10 T sebanyak 2 kali pada kunjungan awal usia kehamilan 36 minggu 1 hari dengan keadaan normal ibu tidak ada keluhan, kunjungan ulang pada usia kehamilan 38 minggu 3 hari dengan keadaan normal dan keluhan susah BAB. Asuhan yang dil-akukan pada persalinan tepat pada tanggal 20 Maret 2021, pukul 14.15 WITA, usia kehamilan 40 minggu, kala I berlangsung selama 4 jam 15 menit, kala II ber-langsung 30 menit, kala III berlangsung 5 menit, dan kala IV berlangsung selama 2 jam. Masa nifas Ny. N berjalan dengan normal dilakukan pemeriksaan pada saat 2 jam post partum. Tanda-tanda vital, proses involusi, tinggi fundus uteri, kon-traksi uterus, proses laktasi, dan pengeluaran lochea, pada masa nifas berjalan secara fisiologis. Asuhan yang diberikan pada bayi baru lahir yaitu membersihkan jalan nafas, memotong dan merawat tali pusat, mempertahankan suhu tubuh bayi, identifikasi, dan pencegahan infeksi serta melakukan penilaian sepintas, pemberian salep mata, penyuntikkan vitamin K, dan pemberian imunisasi HB 0, bayi serta melakukan IMD. Kata kunci: Bayi Baru Lahir, kehamilan, Nifas, dan Persalinan.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Abstrak Akar kuning dan laos sebagai obat tradisional masyarakat indonesia. Oleh karena itulah perlu membuktikan secara ilmiah terkait khasiat kedua bahan tersebut melalui uji bioaktivitas. Tujuan penelitian ini yaitu menguraikan persentase rendeman yang didapatkan dari masing-masing ekstrak akar kuning dan laos yang dihasilkan, mengidentifikasi kandungan senyawa metabolit sekunder dengan fitokimia, menguji kosentrasi ekstrak akar kuning dan laos sebagai antibakteri serta menguji potensi ekstrak akar kuning dan laos sebagai antioksidan. Pada penelitian ini menggunakan metode maserasi suksesif bertingkat, skrining fitokimia, agar difusi sumuran dan DPPH. Hasil yang didapatkan yaitu sampel akar kuning heksan, etil asetat dan metanol masing-masing memiliki persentase rendeman sebesar 0,16% , 0,18%, 1,44 %. Kemudian untuk sampel laos heksan, etil asetat dan metanol memiliki persentase rendeman sebesar 1,77%, 0,64%, 2,37%. Selanjutnya hasil skrining fitokimia yaitu pada akar kuning metanol mengandung alkaloid, fenol, saponin, tanin dan flavanoid. Disamping itu laos heksan dan etil asetat mengandung alkaloid dan steroid, untuk laos metanol yaitu alkaloid dan tanin. Selain itu, aktivitas antibakteri terdapat pada kosentrasi 2000 ppm yaitu ekstrak akar kuning metanol di bakteri uji Sterptococcus aureus, Sterptococcus sobrinus, Ralstonia solanacearum dan Propionibacterium acnes dengan masing-masing daya hambat sebesar 34%, 32%, 32% dan 28% dan 1000 ppm pada R. Solanacearum sebesar 24%. Kemudian pada laos etil asetat di bakteri uji S. Sobrinus dan R. Solanacearum yakni masing-masing daya hambat sebesar 29% dan 36% di 2000 ppm dan 1000 ppm sebesar 29%, 36%. Terakhir berdasarkan hasil pengujian DPPH didapatkan ekstrak laos metanol memiliki aktivitas antioksidan tertinggi sebesar 95,01%. Abstract Yellow root (Arcangelisia jlava Merr) and Laos (Alpinia galanga) are used as traditional medicine for Indonesian people. Therefore, it is necessary to scientifically prove the efficacy of these two materials through bioactivity tests. The purposes of this study were to describe the percentage of soaking of each of the extracts of the Yellow Roots and Laos, identify the content of secondary . metabolites with phytochemicals, test the concentration of extracts of the Yellow Roots and Laos as antibacterial, and test the potential of extracts of the Yellow Roots and Laos as antioxidants. This study used the methods of stratified successive maceration, phytochemical screening, agar well diffusion and DPPH. The results showed that the Yellow Root samples of hexane, ethyl acetate and methanol each had soaking percentage of 0.16%, 0.18%, and 1.44%. Then, for the Laos hexane, ethyl acetate, and methanol samples, the soaking percentages were 1.77%, 0.64%, and 2.37%. Furthermore, the results of phytochemical screening, namely methanol Yellow Roots contained alkaloids, phenols, saponins, tannins and flavonoids. Besides, Laos hexane and ethyl acetate contained alkaloids and steroids, for Laos methanol were alkaloids and tannins. In addition, antibacterial activity was found at a concentration of 2000 ppm, namely methanol Yellow Root extract in the test bacteria Staphylococcus aureus, Streptococcus sobrinus, Ralstonia solanacearum and Propionibacterium acnes with inhibitory powers of 34%, 32%, 32% and 28% and 1000 ppm, respectively, in R. Solanacearum by 24%. Then on Laos ethyl acetate in the test bacteria S. Sobrinus and R. Solanacearum, 29% and 36% inhibition were at 2000 ppm and at 1000 ppm were 29%, 36%, respectively. Finally, based on the results of the DPPH test, it was found that the Laos methanol extract had the highest antioxidant activity of 95.01 %.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pepaya California merupakan salah satu jenis buah-buahan yang ada di Kota Tarakan khususnya di Kecamatan Tarakan Utara. Pada usahatani pepaya, petani menghadapi risiko-risiko produksi yang terdiri dari pupuk, benih, serangan sama dan penyakit dan yang terakhir perubahan iklim/cuaca. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui sumber-sumber risiko produksi pepaya, (2) menganalisis seberapa besar tingkat risiko produksi pepaya, (3) merumuskan strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi sumber-sumber risiko produksi pepaya. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden 15 orang petani pepaya California di Kecamatan Tarakan Utara. Adapun analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis hasil produksi menggunakan Variance, Standard Deviation dan Coefficient Variation dan analisis skala likert. Hasil penelitian menjelaskan sumber-sumber risiko produksi usahatani pepaya yaitu pupuk, benih, serangan hama dan penyakit dan perubahan iklim/cuaca. Hasil produksi pada usahatani pepaya ini yaitu nilai Variance sebesar 278,792.54, nilai Standard Deviation sebesar 528.01 dan nilai Coefficient Variation sebesar 0.20 dengan artian bahwa pada hasil produksi pepaya nilai risiko yang ditanggung oleh petani pepaya sebesar 20% dari nilai rata-rata hasil produksi pepaya yaitu sebesar 538 buah. Sehingga hasil produksi setelah risiko yang dihadapi petani menjadi sebesar 2,150.4 buah. Strategi yang digunakan dalam penanganan sumber risiko pupuk menggunakan strategi mitigasi yaitu dengan penggunaan pupuk yang berkualitas, pembagian jumlah pupuk yang setara. Sumber risiko benih menggunakan strategi preventif yaitu petani dapat membuat bibit tanaman pepaya sendiri agar kualitas tetap terjaga dan mengurangi gagal tumbuh pada tanaman pepaya. Sumber risiko serangan hama dan penyakit menggunakan strategi mitigasi yaitu petani harus rutin cek apakah ada serangan penyakit pada daun maupun pada buah pepaya, dan untuk serangan hama seperti ayam sebaiknya petani dapat membuat pagar sederhana agar ayam tidak dapat mengganggu proses pemupukan pada tanaman pepaya.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
AKI dan AKB masih menjadi masalah besar bagi indonesia, dari penyebab langsung hingga tidak langsungnya. Masalah ini dapat diatasi dengan melakukan pelayanan sesuai standar kebidanan, dan bidan memberikan asuhan pelayanan kebidanan yang komprehensif. Tujuannya adalah untuk memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif sejak masa kehamilan hingga bayi baru lahir. Mulai dari mengidentifikasi, mendiagnosa, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi setiap kunjungan dan pemeriksaan sehingga dapat menurunkan resiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi. Metode yang digunakan adalah melakukan asuhan komprehensif dari masa kehamilan selama 4 kali kunjungan meliputi, 1 kali kunjungan pada trimester I, 1 kali kunjungan di trimester II, dan 2 kali kunjungan di trimester III dengan standar pelayanan 10 T, pertolongan persalinan dengan menggunakan 60 langkah, nifas dilakukan 4 kali kunjungan yang meliputi, 6-8 jam, 6 hari, 2 minggu dan 6 minggu post partum hingga bayi baru lahir dilakukan 3 kali kunjungan pada 6-48 jam, 3-7 hari dan 8-28 hari. Asuhan komprehensif mampu berlangsung dengan baik jika ada kerjasama bidan dengan klien, bidan dengan tenaga kesehatan yang lain serta bidan dengan Dinas Kesehatan/Pemerintah. Diharapkan dengan dilakukannya asuhan kebidanan komprehensif masalah sejak masa kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir mampu segera diidentifikasi, didiagnosa dan dilakukan penanganan sehingga masalah yang terjadi segera diatasi. Sehingga mampu mengurangi resiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi. Asuhan yang diberikan berlangsung dengan baik, diharapkan bidan dengan tenaga kesehatan meningkatkan fasilitas pelayanan untuk meningkatkan pengetahuan pasien pentingnya pemeriksaan kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir dan institusi peningkatan kualitas pendidikan sehingga dapat menghasilkan bidan yang berkualitas.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
EVALUASI KETERSEDIAAN UNSUR HARA N PADA KOMPOS DAN LIMBAH UDANG SEBAGAI PUPUK SUMBER UNSUR HARA NITROGEN Abstrak Nitrogen merupakan salah satu unsur hara esensial bagi tanaman. Pemenuhan unsur hara nitrogen dilakukan dengan cara penambahan pupuk salah satunya adalah pupuk organik kompos dan limbah udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa jumlah unsur hara N tersedia (Amonium) dalam tanah pada pemberian kompos dan limbah udang. Kandungan nitrogen yang tinggi dalam kompos dan limbah udang menjadi potensi sebagai pupuk organik sumber N. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi ketersediaan unsur hara N pada pupuk tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui takaran dari pupuk kompos dan limbah udang yang tepat dalam menyediakan unsur hara N dalam tanah. Pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap 1 faktor dengan 8 perlakuan: kontrol (KO), urea (K1), limbah udang 10 (K2), 20 (K3), 30 t ha-1 (K4), kompos 10 (K5), 20 (K6), 30 t ha-1 (K7). Semua perlakuan diinkubasi selama 42 hari. Pengambilan data dilakukan pada inkubasi 0, 21 dan 42 hari, dengan parameter yang diamati adalah pH, kandungan C-organik dan N-Amonium tanah. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian kompos dan limbah udang mampu meningkatkan pH dan kandungan C-organik tanah. Pemberian kompos dan limbah udang mampu menyediakan N-Amonium yang cukup bagi tanaman pada lama inkubasi 8 minggu yaitu sekitar 0,67% pada pupuk limbah udang dan 0,58% pada pupuk kompos. Nilai tersebut tergolong tinggi berdasarkan kriteria ketersediaan unsur hara dalam tanah.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi bersaing optimal dengan menggunakan metode game theory yang dapat menguntungkan Grab-Food dan Go-Food Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif Fakultas Ekonomi Universitas Borneo Tarakan yang mengetahui dan menggunakan layanan Grab-Food dan Go-Food. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 111 mahasiswa yang diambil dengan rumus Lemeshow. Atribut yang digunakan untuk menilai strategi bersaing adalah kepraktisan, promo, harga, kelengkapan, ketepatan, pelayanan, dan keamanan makanan. Data dianalisis dengan metode game theory menggunakan bantuan aplikasi POM-QM. Hasil dari penelitian ini strategi bersaing optimal yang menguntungkan Grab-Food dan Go-Food adalah strategi Harga bagi Grab-Food dan strategi Promo bagi Go-Food.
2021 · Thesis ·
.ANALISIS KINERJA ANGKUTAN BARANG KAPAL FERI RUTE TARAKAN-SEBAWANG Abstrak Kota Tarakan memiliki banyak pelabuhan, salah satunya yaitu pelabuhan penyebrangan antar pulau yang dilayani dengan kapal feri yang terletak dikelurahan juata kecamatan Tarakan Utara kota Tarakan atau lebih dikenal dengan nama pelabuhan penyebrangan Juata Tarakan. Tujuan penelitian ini untuk mengukur tingkat kinerja angkutan barang rute Tarakan-Sebawang berdasarkan presepsi pengguna jasa yang diukur dengan menggunakan metode Importance Performance Analys (IPA), dan mengukur tingkat kepuasan pengguna jasa dengan menggunakan metode Customer Satification Index (CSI). Hasil analisis IPA diperoleh atribut-atribut pada kuadran I yang perlu mendapat perhatian peningkatan kinerja. Hasil analisis dengan metode Quality Function Deployment (QFD) diperoleh urutan prioritas strategis pemenuhan kebutuhan pengguna jasa yaitu : mempersiapkan sekoci penyelamatan yang ditempatkan pada tempat yang aman dan mudah untuk dijangkau, memberi tanda petunjuk tempat berkumpul jika terjadi kecemasan/kondisi bahaya/darurat pada kapal yang terpasang disetiap tempat strategis, memberi tanda pada jalur evakuasi yang terpampang pada lantai dan dinding palka secara jelas, mempersiapkan Jaket pelampung yang ditempatkan pada tempat yang aman dan mudah untuk dijangkau, mempersiapkan skoci penyelamatan yang dilengkapi mesin penggerak yang mudah dioperasikan, mempersiapkan Petugas yang memiliki pengetahuan tinggi tentang sistem operasional pada kapal feri, melengkapi petugas dengan alat komunikasi yang siap melayani 24 jam jika terjadi sesuatu, memperbanyak jumlah petugas yang porporsional (jumlah yang cukup sesuai kebutuhan). Kata kunci : Kinerja-Angkutan-Barang, IPA, CSI, QFD
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nilai tambah (Value added) adalah pertambahan nilai suatu komoditas karena mengalami proses pengolahan, pengangkutan ataupun penyimpanan dalam suatu produksi. Sektor industri khususnya pada industri pengolahan saat ini merupakan sektor yang cukup berkontribusi dalam perekonomian. Kelurahan Juata Laut merupakan salah satu daerah di Kota Tarakan yang sebagian masyarakatnya bergerak di sektor industri ikan kering tipis, terutama pada daerah pesisir. Hal yang mendorong terjadinya pengelompokan industri ikan kering tipis di daerah tersebut yaitu letak geografis yang dekat dengan wilayah laut, dimana wilayah laut pada daerah Juata Laut tersebut banyak ditemukan bahan baku ikan kering tipis yang disebut dengan ikan Nomei (Harpodon nehereus) dan ikan nomei tersebut memiliki nilai yang rendah dan jarang dikonsumsi dalam kondisi ikan segar. Tujuan penelitian ini : 1) Untuk mengetahui biaya produksi pada usaha ikan kering tipis bapak Suryanto. 2) Untuk mengetahui besar keuntungan dan nilai tambah pada usaha produk ikan kering tipis bapak Suryanto. Pengambilan sample pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan purposive sampling dimana sampel diambil berdasarkan pertimbangan bahwa daerah tersebut merupakan salah satu daerah yang masyarakatnya memproduksi hasil laut yaitu ikan nomei menjadi ikan kering tipis khas Kota Tarakan. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan menggunakan Metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya produksi yang dikeluarkan oleh usaha ikan kering tipis bapak Suryanto yaitu sebesar 5.329.889 per produksi. Nilai tambah yang diperoleh dari usaha ikan kering tipis bapak Suryanto memberikan nilai tambah sebesar Rp. 9.827/kg dengan rasio nilai tambah sebesar 63%. Dan keuntungan yang diperoleh dari pengolahan ikan kering tipis ini adalah Rp. 7.072/kg dengan tingkat keuntungan sebesar 45%.
2021 · Thesis ·
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi bersaing optimal dengan menggunakan metode game theory yang dapat menguntungkan Grab-Food dan Go-Food Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif Fakultas Ekonomi Universitas Borneo Tarakan yang mengetahui dan menggunakan layanan Grab-Food dan Go-Food. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 111 mahasiswa yang diambil dengan rumus Lemeshow. Atribut yang digunakan untuk menilai strategi bersaing adalah kepraktisan, promo, harga, kelengkapan, ketepatan, pelayanan, dan keamanan makanan. Data dianalisis dengan metode game theory menggunakan bantuan aplikasi POM-QM. Hasil dari penelitian ini strategi bersaing optimal yang menguntungkan Grab-Food dan Go-Food adalah strategi Harga bagi Grab-Food dan strategi Promo bagi Go-Food.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) tingkat risiko produksi, harga dan pendapatan yang dihadapi oleh petani selada di Kota Tarakan; (2) mengetahui strategi petani dalam menghadapi risiko produksi, harga dan pendapatan di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode analisis biaya, penerimaan, pendapatan, risiko dan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) Usaha tani selada di Kota Tarakan memiliki nilai risiko produksi 0,0034 (CV ≤ 0,5), nilai risiko harga 0,0067 (CV ≤ 0,5) dan nilai risiko pendapatan 0,0041 (CV ≤ 0,5). Nilai tersebut menjelaskan bahwa risiko produksi, harga dan pendapatan yang dihadapi oleh petani adalah kecil. Nilai tersebut menjelaskan bahwa risiko produksi yang dihadapi petani selada adalah 0,34% dan produksi rata-rata selada yaitu 192 pohon, sehingga produksi setelah risiko yang dihadapi sebesar 373 pohon. Selanjutnya, risiko harga yang dihadapi petani selada adalah 0,67% dan harga rata-rata selada yaitu Rp. 5.817/bungkus, sehingga produksi setelah risiko yang dihadapi sebesar Rp. 2.866/bungkus. Kemudian, risiko pendapatan yang dihadapi petani selada adalah 0,41% dan pendapatan rata-rata selada yaitu Rp. 1.854.872, sehingga pendapatan setelah risiko yang dihadapi sebesar Rp. 2.669.208; (2) Strategi yang dapat dilakukan untuk menangani risiko produksi adalah dengan cara menyiapkan peralatan yang dibutuhkan agar dapat mengontrol jumlah cahaya matahari, melakukan pengecekan tanaman secara rutin, menyemprotkan pestisida nabati, menyimpan air ke dalam pipa terlebih dahulu untuk membuat suhu air yang sama dengan wadah yang akan ditanami selada dan menggunakan benih dengan merek yang sama (Bohemia, Rosano, Jhonson). Sedangkan, strategi yang dapat dilakukan untuk menangani risiko harga adalah petani memberi bonus setiap pembelian selada kepada konsumen, menanam selada dengan jumlah yang sedikit dari biasanya, menanam selada tidak bersamaan dengan petani sayuran dan petani organik agar terhindar dari panen raya. Di sisi lain, strategi yang dapat dilakukan untuk menangani risiko pendapatan adalah menjaga kualitas selada dan menjaga konsumen.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH 2 TARAKAN (Studi Eksperimen di kelas VIII-A dan VIII-C SMP Muhammadiyah 2 Tarakan) Lulita Rahim, Eka Widyawati Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Borneo Tarakan, Indonesia Email: [email protected] Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimential Design dengan desain penelitian posttest only control desain. Variabel bebas penelitian ini adalah model pembelajaran Creative Problem Solving dan variabel terikat pada penelitian ini adalah kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Populasi a pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 2 Tarakan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dan didapatkan sampel yaitu kelas VIII-C sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 22 siswa dan kelas VIII-A sebagai kelas kontrol dengan jumlah 21 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan tes pemahaman konsep matematika siswa (posttest). Data dianalisis menggunakan analisis statistika dengan bantuan software SPSS versi 23.0 for windows. Hasil analisis statistika deskriptif menunjukkan bahwa skor rata-rata pencapaian kemampuan pemahaman konsep matematika siswa pada kelas eksperimen adalah 76,95 dan pada kelas kontrol adalah 64,76 . Hasil analisis statistika inferensial untuk kemampuan pemahaman konsep matematika siswa menggunakan uji independent sampel t-test dengan taraf signifikan 5% (α = 0,05) diperoleh p-value sebesar 0,02019 sehingga H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa skor rata-rata kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) lebih tinggi secara signifikan dari skor rata-rata kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang diberikan penerapan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas VIII-A SMP Muhammadiyah 2 Tarakan atau model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) berpengaruh terhadap kemampuan pemmahaman konsep matematika
2021 · Thesis ·
Pepaya California merupakan salah satu jenis buah-buahan yang ada di Kota Tarakan khususnya di Kecamatan Tarakan Utara. Pada usahatani pepaya, petani menghadapi risiko-risiko produksi yang terdiri dari pupuk, benih, serangan sama dan penyakit dan yang terakhir perubahan iklim/cuaca. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui sumber-sumber risiko produksi pepaya, (2) menganalisis seberapa besar tingkat risiko produksi pepaya, (3) merumuskan strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi sumber-sumber risiko produksi pepaya. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden 15 orang petani pepaya California di Kecamatan Tarakan Utara. Adapun analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis hasil produksi menggunakan Variance, Standard Deviation dan Coefficient Variation dan analisis skala likert. Hasil penelitian menjelaskan sumber-sumber risiko produksi usahatani pepaya yaitu pupuk, benih, serangan hama dan penyakit dan perubahan iklim/cuaca. Hasil produksi pada usahatani pepaya ini yaitu nilai Variance sebesar 278,792.54, nilai Standard Deviation sebesar 528.01 dan nilai Coefficient Variation sebesar 0.20 dengan artian bahwa pada hasil produksi pepaya nilai risiko yang ditanggung oleh petani pepaya sebesar 20% dari nilai rata-rata hasil produksi pepaya yaitu sebesar 538 buah. Sehingga hasil produksi setelah risiko yang dihadapi petani menjadi sebesar 2,150.4 buah. Strategi yang digunakan dalam penanganan sumber risiko pupuk menggunakan strategi mitigasi yaitu dengan penggunaan pupuk yang berkualitas, pembagian jumlah pupuk yang setara. Sumber risiko benih menggunakan strategi preventif yaitu petani dapat membuat bibit tanaman pepaya sendiri agar kualitas tetap terjaga dan mengurangi gagal tumbuh pada tanaman pepaya. Sumber risiko serangan hama dan penyakit menggunakan strategi mitigasi yaitu petani harus rutin cek apakah ada serangan penyakit pada daun maupun pada buah pepaya, dan untuk serangan hama seperti ayam sebaiknya petani dapat membuat pagar sederhana agar ayam tidak dapat mengganggu proses pemupukan pada tanaman pepaya.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Udang galah adalah salah satu spesies air tawar toleran terhadap kadar salinitas tingi dan memiliki cita rasa serta kandungan gizi yang tinggi menjadikan udang galah banyak diminati sehingga nilai jual lebih tinggi dari udang air payau lainnya. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan pertumbuhan panjang dan berat udang galah (Macrobrachium rosenbergii). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan melakukan observasi langsung di lokasi penelitian dan teknik pengumpulan data adalah dengan purposive sampling bersama nelayan yang dilakukan pada bulan Agustus sampai November 2020 di Perairan Desa Tepian Nunukan. Hasil penelitian didapatkan total udang galah sebanyak 621 ekor dengan total udang galah betina sebanyak 507 ekor dan udang galah jantan 114 ekor. Rasio antara udang galah jantan dan betina pada pengambilan sampel pertama adalah 1:3,90 pengambilan sampel kedua rasio udang galah jantan dan betina adalah 1:3,78 pada pengambilan sampel ketiga rasio antara udang galah jantan dan betina adalah 1:5,08, serta pada pengambilan sampel keempat didapatkan rasio udang galah jantan dan betina sebanyak 1:5,36. Berdasarkan hubungan panjang dan berat udang galah jantan dan betina lebih didominasi oleh sifat pertumbuhan alometrik negatif dimana pertumbuhan panjang lebih cepat dari pertumbuhan berat, sedangkan untuk sifat alometrik positif terdapat pada sampling pertama dan kedua yang dimiliki oleh udang galah jenis kelamin jantan. Hasil pengukuran faktor kondisi terdapat beberapa variasi di setiap pengambilan sampel udang galah jantan dan betina. Giant prawns are one of the freshwater species that are tolerant of high salinity levels and have a high taste and nutritionl content, making them in great demand so that their selling value is higher than other brackish water shrimp. The aim of the study was to analyze the relationship between growth in length and weight of giant prawns (Macrobrachium rosenbergii). This study use a survey method by conducting direct observation at the research site. The data were collected from August to November 2020 in the waters of Desa Tepian, from the fisherman chosen through purposive sampling. The results of the study showed a total of 621 giant prawns with 507 female giant prawns and 114 male giant prawns. The ratio between male and female giant prawns in the first sampling was 1:3,90, in the second sampling was 1:3,78, in the third sampling was 1:5,08, and in fourth sampling was 1:5.36. Based on the relationship between length and weight, male and female giant prawns were dominated by negative allometric growth traits where length growth was faster than weight growth, while positive allometric traits were found in the first and second samplings of male giant prawns. The results of the measurement of condition factors contained several variations in each sampling of male and female giant prawns.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang berkualitas dibutuhkan tenaga kesehatan terampil yang didukung tersedianya sarana dan prasana yang memadai. Sebagai seorang bidan diharapkan dapat memberikan Asuhan Komprehensif dan berkesinambungan dimulai dari kehamilan, persalinan, nifas dan perawatan bayi baru lahir. Kesehatan dan kelangsungan hidup ibu dan bayi dipengaruhi oleh berbagai faktor pelayanan kebidanan, anatara lain asuhan kebidanan yang diberi-kan oleh tenaga bidan, pengkajian dilakukan terhadap Ny. N G2P1A0 yang melakukan kunjungan Antenatal Care menggunakan standar pelayanan 10 T sebanyak 2 kali pada kunjungan awal usia kehamilan 36 minggu 1 hari dengan keadaan normal ibu tidak ada keluhan, kunjungan ulang pada usia kehamilan 38 minggu 3 hari dengan keadaan normal dan keluhan susah BAB. Asuhan yang dil-akukan pada persalinan tepat pada tanggal 20 Maret 2021, pukul 14.15 WITA, usia kehamilan 40 minggu, kala I berlangsung selama 4 jam 15 menit, kala II ber-langsung 30 menit, kala III berlangsung 5 menit, dan kala IV berlangsung selama 2 jam. Masa nifas Ny. N berjalan dengan normal dilakukan pemeriksaan pada saat 2 jam post partum. Tanda-tanda vital, proses involusi, tinggi fundus uteri, kon-traksi uterus, proses laktasi, dan pengeluaran lochea, pada masa nifas berjalan secara fisiologis. Asuhan yang diberikan pada bayi baru lahir yaitu membersihkan jalan nafas, memotong dan merawat tali pusat, mempertahankan suhu tubuh bayi, identifikasi, dan pencegahan infeksi serta melakukan penilaian sepintas, pemberian salep mata, penyuntikkan vitamin K, dan pemberian imunisasi HB 0, bayi serta melakukan IMD. Kata kunci: Bayi Baru Lahir, kehamilan, Nifas, dan Persalinan.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
AKI dan AKB masih menjadi masalah besar bagi indonesia, dari penyebab langsung hingga tidak langsungnya. Masalah ini dapat diatasi dengan melakukan pelayanan sesuai standar kebidanan, dan bidan memberikan asuhan pelayanan kebidanan yang komprehensif. Tujuannya adalah untuk memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif sejak masa kehamilan hingga bayi baru lahir. Mulai dari mengidentifikasi, mendiagnosa, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi setiap kunjungan dan pemeriksaan sehingga dapat menurunkan resiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi. Metode yang digunakan adalah melakukan asuhan komprehensif dari masa kehamilan selama 4 kali kunjungan meliputi, 1 kali kunjungan pada trimester I, 1 kali kunjungan di trimester II, dan 2 kali kunjungan di trimester III dengan standar pelayanan 10 T, pertolongan persalinan dengan menggunakan 60 langkah, nifas dilakukan 4 kali kunjungan yang meliputi, 6-8 jam, 6 hari, 2 minggu dan 6 minggu post partum hingga bayi baru lahir dilakukan 3 kali kunjungan pada 6-48 jam, 3-7 hari dan 8-28 hari. Asuhan komprehensif mampu berlangsung dengan baik jika ada kerjasama bidan dengan klien, bidan dengan tenaga kesehatan yang lain serta bidan dengan Dinas Kesehatan/Pemerintah. Diharapkan dengan dilakukannya asuhan kebidanan komprehensif masalah sejak masa kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir mampu segera diidentifikasi, didiagnosa dan dilakukan penanganan sehingga masalah yang terjadi segera diatasi. Sehingga mampu mengurangi resiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi. Asuhan yang diberikan berlangsung dengan baik, diharapkan bidan dengan tenaga kesehatan meningkatkan fasilitas pelayanan untuk meningkatkan pengetahuan pasien pentingnya pemeriksaan kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir dan institusi peningkatan kualitas pendidikan sehingga dapat menghasilkan bidan yang berkualitas.
2021 · Thesis ·
Pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang berkualtitas dibutuhkan tenaga kesehatan terampil yang didukung tersedianya sarana dan dan prasarana yang memadai. Sebagai seorang bidan diharapkan dapat memberikan Asuhan Kebidanan Komprehensif dan berkesinambungan dimulai dari kehamilan, persalinan, nifas dan perawatan bayi baru lahir. Kesehatan dan kelangsungan hidup ibu dan bayi sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor pelayanan kebidanan, antara lain asuhan kebidanan yang diberikan oleh tenaga bidan. Pengkajian dilakukan terhadap Ny. Y G1P0A0 yaitu melakukan kunjugan Antenatal Care sebanyak 2 kali pada usia kehamilan 37-38 minggu. Kala 1 berlangsung selama 2 jam lebih 30 menit. Kala II berlangsung selama 15 menit, kala III berlangsung 5 menit dan kala IV berlangsung sealam 2 jam. Masa nifas Ny. Y berjalan dengan normal mulai dari kunjungan 6 jam di mulai tanggal 1 April 2021. Tanda-tanda vital, proses involusi, tinggi fundus uteri, kontraksi uterus, proses laktasi, dan pengeluaran lochea, pada masa nifas berjalan secara fisilogis, observasi pada bayi baru lahir yang dlakukan adalah selama 0-3 jam. Kunjungan pada bayi baru lahir dilakukan sejak 1 jam setelah lahir sampai dengan 3 jam. Bayi degan berat badan 2900 gram normal, spontan, tidak ditemukan komplikasi, tidak ada kelainan kognital, bayi juga melakukan IMD. Kata kunci : kehamilan, komprehensif, nifas, persalinan
2021 · Thesis ·
Abstrak Akar kuning dan laos sebagai obat tradisional masyarakat indonesia. Oleh karena itulah perlu membuktikan secara ilmiah terkait khasiat kedua bahan tersebut melalui uji bioaktivitas. Tujuan penelitian ini yaitu menguraikan persentase rendeman yang didapatkan dari masing-masing ekstrak akar kuning dan laos yang dihasilkan, mengidentifikasi kandungan senyawa metabolit sekunder dengan fitokimia, menguji kosentrasi ekstrak akar kuning dan laos sebagai antibakteri serta menguji potensi ekstrak akar kuning dan laos sebagai antioksidan. Pada penelitian ini menggunakan metode maserasi suksesif bertingkat, skrining fitokimia, agar difusi sumuran dan DPPH. Hasil yang didapatkan yaitu sampel akar kuning heksan, etil asetat dan metanol masing-masing memiliki persentase rendeman sebesar 0,16% , 0,18%, 1,44 %. Kemudian untuk sampel laos heksan, etil asetat dan metanol memiliki persentase rendeman sebesar 1,77%, 0,64%, 2,37%. Selanjutnya hasil skrining fitokimia yaitu pada akar kuning metanol mengandung alkaloid, fenol, saponin, tanin dan flavanoid. Disamping itu laos heksan dan etil asetat mengandung alkaloid dan steroid, untuk laos metanol yaitu alkaloid dan tanin. Selain itu, aktivitas antibakteri terdapat pada kosentrasi 2000 ppm yaitu ekstrak akar kuning metanol di bakteri uji Sterptococcus aureus, Sterptococcus sobrinus, Ralstonia solanacearum dan Propionibacterium acnes dengan masing-masing daya hambat sebesar 34%, 32%, 32% dan 28% dan 1000 ppm pada R. Solanacearum sebesar 24%. Kemudian pada laos etil asetat di bakteri uji S. Sobrinus dan R. Solanacearum yakni masing-masing daya hambat sebesar 29% dan 36% di 2000 ppm dan 1000 ppm sebesar 29%, 36%. Terakhir berdasarkan hasil pengujian DPPH didapatkan ekstrak laos metanol memiliki aktivitas antioksidan tertinggi sebesar 95,01%. Abstract Yellow root (Arcangelisia jlava Merr) and Laos (Alpinia galanga) are used as traditional medicine for Indonesian people. Therefore, it is necessary to scientifically prove the efficacy of these two materials through bioactivity tests. The purposes of this study were to describe the percentage of soaking of each of the extracts of the Yellow Roots and Laos, identify the content of secondary . metabolites with phytochemicals, test the concentration of extracts of the Yellow Roots and Laos as antibacterial, and test the potential of extracts of the Yellow Roots and Laos as antioxidants. This study used the methods of stratified successive maceration, phytochemical screening, agar well diffusion and DPPH. The results showed that the Yellow Root samples of hexane, ethyl acetate and methanol each had soaking percentage of 0.16%, 0.18%, and 1.44%. Then, for the Laos hexane, ethyl acetate, and methanol samples, the soaking percentages were 1.77%, 0.64%, and 2.37%. Furthermore, the results of phytochemical screening, namely methanol Yellow Roots contained alkaloids, phenols, saponins, tannins and flavonoids. Besides, Laos hexane and ethyl acetate contained alkaloids and steroids, for Laos methanol were alkaloids and tannins. In addition, antibacterial activity was found at a concentration of 2000 ppm, namely methanol Yellow Root extract in the test bacteria Staphylococcus aureus, Streptococcus sobrinus, Ralstonia solanacearum and Propionibacterium acnes with inhibitory powers of 34%, 32%, 32% and 28% and 1000 ppm, respectively, in R. Solanacearum by 24%. Then on Laos ethyl acetate in the test bacteria S. Sobrinus and R. Solanacearum, 29% and 36% inhibition were at 2000 ppm and at 1000 ppm were 29%, 36%, respectively. Finally, based on the results of the DPPH test, it was found that the Laos methanol extract had the highest antioxidant activity of 95.01 %.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Udang galah adalah salah satu spesies air tawar toleran terhadap kadar salinitas tingi dan memiliki cita rasa serta kandungan gizi yang tinggi menjadikan udang galah banyak diminati sehingga nilai jual lebih tinggi dari udang air payau lainnya. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan pertumbuhan panjang dan berat udang galah (Macrobrachium rosenbergii). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan melakukan observasi langsung di lokasi penelitian dan teknik pengumpulan data adalah dengan purposive sampling bersama nelayan yang dilakukan pada bulan Agustus sampai November 2020 di Perairan Desa Tepian Nunukan. Hasil penelitian didapatkan total udang galah sebanyak 621 ekor dengan total udang galah betina sebanyak 507 ekor dan udang galah jantan 114 ekor. Rasio antara udang galah jantan dan betina pada pengambilan sampel pertama adalah 1:3,90 pengambilan sampel kedua rasio udang galah jantan dan betina adalah 1:3,78 pada pengambilan sampel ketiga rasio antara udang galah jantan dan betina adalah 1:5,08, serta pada pengambilan sampel keempat didapatkan rasio udang galah jantan dan betina sebanyak 1:5,36. Berdasarkan hubungan panjang dan berat udang galah jantan dan betina lebih didominasi oleh sifat pertumbuhan alometrik negatif dimana pertumbuhan panjang lebih cepat dari pertumbuhan berat, sedangkan untuk sifat alometrik positif terdapat pada sampling pertama dan kedua yang dimiliki oleh udang galah jenis kelamin jantan. Hasil pengukuran faktor kondisi terdapat beberapa variasi di setiap pengambilan sampel udang galah jantan dan betina. Giant prawns are one of the freshwater species that are tolerant of high salinity levels and have a high taste and nutritionl content, making them in great demand so that their selling value is higher than other brackish water shrimp. The aim of the study was to analyze the relationship between growth in length and weight of giant prawns (Macrobrachium rosenbergii). This study use a survey method by conducting direct observation at the research site. The data were collected from August to November 2020 in the waters of Desa Tepian, from the fisherman chosen through purposive sampling. The results of the study showed a total of 621 giant prawns with 507 female giant prawns and 114 male giant prawns. The ratio between male and female giant prawns in the first sampling was 1:3,90, in the second sampling was 1:3,78, in the third sampling was 1:5,08, and in fourth sampling was 1:5.36. Based on the relationship between length and weight, male and female giant prawns were dominated by negative allometric growth traits where length growth was faster than weight growth, while positive allometric traits were found in the first and second samplings of male giant prawns. The results of the measurement of condition factors contained several variations in each sampling of male and female giant prawns.