Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

ITA

718 karya publik ditemukan.

2026: 1402025: 1192024: 1292023: 1042022: 1222021: 702020: 322019: 1

Persepsi Mahasiswa Pendidikan Biologi Terhadap Literasi Data Infografis

2026 · Book ·

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan terhadap literasi data infografis. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian survei. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner online (Google Form) yang terdiri dari 22 butir pernyataan yang mencakup tiga indikator utama, yaitu pelaku, target, dan situasi. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh mahasiswa aktif Program Studi Pendidikan Biologi UBT, dengan melibatkan sebanyak 161 responden sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap literasi data infografis secara keseluruhan berada pada kategori tinggi. Indikator target yang mengkaji kategori visual infografis memperoleh capaian rata-rata tertinggi dengan 82,61%, kategori desain visual mencatat persentase tertinggi sebesar 80%. Indikator situasi yang berkaitan dengan faktor kontekstual dengan persentase 80,12% yang menunjukkan bahwa relevansi tugas akademik menjadi pendorong utama keterlibatan mahasiswa. Indikator pelaku yang mencerminkan karakteristik internal mahasiswa mencapai persentase 80,12%. Meskipun kategori kepercayaan diri dan pengetahuan dalam indikator pelaku memperoleh skor terendah yaitu 72,02% yang mengindikasikan adanya tantangan dalam mengidentifikasi distorsi data visual. Persepsi mahasiswa Pendidikan Biologi terhadap literasi data infografis secara keseluruhan masuk dalam kategori sangat tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi mahasiswa Pendidikan Biologi terhadap literasi data infografis sangat baik, karena penggunaan infografis dalam perkuliahan membuat mahasiswa memahami materi lebih baik, antusias dalam membaca dan menggunakan data infografis, serta mengasah keterampilan berpikir kritis mahasiswa dalam membaca dan mengolah data.

Pengaruh Kemiskinan, Investasi, Indeks Pembangunan Manusia Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan utuk menganalisis pengaruh kemiskinan, investasi, indeks pembangunan manusia terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder meliputi kemiskinan, investasi, indeks pembangunan manusia dan pertumbuhan ekonomi tahun 2020-2025 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalimantan Utara. Analisis data pada penelitian ini menggunakan regresi data panel. Berdasarkan hasil perhitungan data panel dengan menggunakan program E-Views 13 maka hasil yang diperoleh menunjukkan secara parsial variabel kemiskinan dan investasi berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara sedangkan variabel indeks pembangunan manusia tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara. Secara simultan variabel kemiskinan, investasi, indeks pembangunan manusia berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara.

Efektivitas Edukasi Kesehatan Mental Terhadap Peningkatan Harga Diri Pada Usia Dewasa Muda

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

EFEKTIVITAS EDUKASI KESEHATAN MENTAL TERHADAP PENINGKATAN HARGA DIRI PADA DEWASA MUDA ABSTRAK Dewasa muda merupakan kelompok usia yang rentan mengalami berbagai permasalahan kesehatan mental akibat perubahan biologis, psikologis, dan sosial. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap timbulnya gangguan jiwa, termasuk skizofrenia, adalah rendahnya harga diri. Edukasi kesehatan mental merupakan salah satu upaya promotif dan preventif yang dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta harga diri sehingga diharapkan mampu menurunkan risiko terjadinya gangguan kesehatan mental. Tujuan Penelitian : ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi kesehatan mental terhadap peningkatan harga diri pada dewasa muda usia 20–30 tahun. Metode Penelitian : ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode pre-experimental menggunakan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 65 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) yang terdiri dari 10 pernyataan. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan statistik deskriptif, sedangkan analisis bivariat menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil Penelitian : Sebelum diberikan edukasi kesehatan mental, sebagian besar responden memiliki kategori self-esteem sedang sebanyak 28 responden (43,1%), diikuti self-esteem rendah sebanyak 20 responden (30,8%) dan self-esteem tinggi sebanyak 17 responden (26,2%). Setelah diberikan edukasi, terjadi peningkatan menjadi self-esteem tinggi sebanyak 37 responden (56,9%), self-esteem sedang sebanyak 20 responden (30,8%), dan self-esteem rendah menurun menjadi 8 responden (12,3%). Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z = -5,962 dengan p-value = 0,000 (p 0,05) yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan edukasi kesehatan mental terhadap peningkatan harga diri pada dewasa muda usia 20–30 tahun. Kesimpulan: Edukasi kesehatan mental efektif dalam meningkatkan harga diri pada dewasa muda usia 20–30 tahun. Peningkatan harga diri diharapkan menjadi salah satu upaya promotif dan preventif dalam mencegah terjadinya gangguan kesehatan jiwa, khususnya skizofrenia. Edukasi kesehatan mental dapat dijadikan sebagai salah satu program intervensi di institusi pendidikan maupun pelayanan kesehatan dalam meningkatkan kesehatan mental masyarakat.

Efektivitas Edukasi Kesehatan Mental Terhadap Peningkatan Harga Diri Pada Usia Dewasa Muda

2026 · Book ·

EFEKTIVITAS EDUKASI KESEHATAN MENTAL TERHADAP PENINGKATAN HARGA DIRI PADA DEWASA MUDA ABSTRAK Dewasa muda merupakan kelompok usia yang rentan mengalami berbagai permasalahan kesehatan mental akibat perubahan biologis, psikologis, dan sosial. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap timbulnya gangguan jiwa, termasuk skizofrenia, adalah rendahnya harga diri. Edukasi kesehatan mental merupakan salah satu upaya promotif dan preventif yang dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta harga diri sehingga diharapkan mampu menurunkan risiko terjadinya gangguan kesehatan mental. Tujuan Penelitian : ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi kesehatan mental terhadap peningkatan harga diri pada dewasa muda usia 20–30 tahun. Metode Penelitian : ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode pre-experimental menggunakan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 65 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) yang terdiri dari 10 pernyataan. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan statistik deskriptif, sedangkan analisis bivariat menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil Penelitian : Sebelum diberikan edukasi kesehatan mental, sebagian besar responden memiliki kategori self-esteem sedang sebanyak 28 responden (43,1%), diikuti self-esteem rendah sebanyak 20 responden (30,8%) dan self-esteem tinggi sebanyak 17 responden (26,2%). Setelah diberikan edukasi, terjadi peningkatan menjadi self-esteem tinggi sebanyak 37 responden (56,9%), self-esteem sedang sebanyak 20 responden (30,8%), dan self-esteem rendah menurun menjadi 8 responden (12,3%). Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z = -5,962 dengan p-value = 0,000 (p 0,05) yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan edukasi kesehatan mental terhadap peningkatan harga diri pada dewasa muda usia 20–30 tahun. Kesimpulan: Edukasi kesehatan mental efektif dalam meningkatkan harga diri pada dewasa muda usia 20–30 tahun. Peningkatan harga diri diharapkan menjadi salah satu upaya promotif dan preventif dalam mencegah terjadinya gangguan kesehatan jiwa, khususnya skizofrenia. Edukasi kesehatan mental dapat dijadikan sebagai salah satu program intervensi di institusi pendidikan maupun pelayanan kesehatan dalam meningkatkan kesehatan mental masyarakat.

Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny.H di Puskesmas Gunung Lingkas

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Layanan kebidanan yang menyeluruh merupakan perawatan kebidanan yang bersifat holistik dan terorganisir, mencakup periode kehamilan, proses melahirkan, fase nifas, serta perawatan neonatus. Fokus utama layanan ini adalah mengidentifikasi secara awal penyimpangan pada ibu dan bayi sejak masa kehamilan hingga pascapersalinan, sekaligus meningkatkan keterampilan dalam penilaian menyeluruh, penetapan diagnosis yang akurat, deteksi proaktif terhadap kemungkinan masalah, pengambilan keputusan tepat waktu, penyusunan rencana perawatan terstruktur, serta penilaian hasil intervensi. Evaluasi menyeluruh pertama dilakukan pada kunjungan kehamilan trimester III pada 17 Maret 2026, dengan usia kehamilan 37 minggu 1 hari. Pemeriksaan mengindikasikan kondisi ibu tetap normal tanpa adanya komplikasi. Perawatan persalinan dilakukan pada 23 April 2026, dengan usia kehamilan 42 minggu 4 hari, mengikuti pedoman 60 tahapan Asuhan Persalinan Normal (APN). Tahap I berlangsung selama 2 jam 43 menit, tahap II selama 33 menit. Bayi lahir pada usia kehamilan penuh, segera menangis, kulit berwarna merah muda, tonus otot baik. Tahap III memakan waktu 8 menit setelah pemberian oksitosin, plasenta dikeluarkan secara utuh tanpa kelainan serta tidak terdapat luka pada perineum. Tahap IV berlangsung selama 2 jam, dengan pemantauan tanda vital ibu tetap dalam batas normal, perdarahan sekitar 100 ml, dan tidak ada robekan pada perineum. Kunjungan fase nifas serta penilaian neonatus dilakukan pada 23 April 2026. Pemeriksaan fisik dan tanda vital ibu serta perdarahan nifas berada dalam rentang normal, tinggi fundus uteri berada 2 jari di bawah pusar, terdapat lochia merah tanpa indikasi infeksi. Perawatan neonatus meliputi pengukuran antropometri dengan hasil: jenis kelamin laki-laki, berat 3 400 gram, panjang 49 cm, lingkar kepala 33 cm, lingkar dada 33 cm. Selama periode perawatan menyeluruh pada Ny. H yang mencakup kehamilan, persalinan, nifas, dan neonatus, tidak ditemukan adanya kelainan.

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny.R dengan Anemia Ringan dan Kekurangan Energi Kronis Di Puskemas Pantai Amal

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Asuhan Kebidanan Komprehensif atau Continuity of Care (CoC) merupakan pelayanan kebidanan yang diberikan secara berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, hingga bayi baru lahir. Tujuan pemberian asuhan komprehensif pada Ny. R adalah memberikan pelayanan yang menyeluruh dan berkelanjutan selama masa kehamilan sampai perawatan bayi baru lahir. Kegiatan ini dilaksanakan di Puskesmas Pantai Amal pada tanggal 27 Januari-01 Maret 2026 yang meliputi dua kali kunjungan kehamilan, satu kali asuhan persalinan, satu kali kunjungan nifas, dan satu kali kunjungan bayi baru lahir. Metode yang digunakan adalah wawancara, pemeriksaan langsung, dan konseling. Hasil asuhan menunjukkan bahwa pada kunjungan kehamilan trimester III, Ny. R usia kehamilan 33 minggu 4 hari mengalami anemia ringan dengan kadar Hb 10,4 g/dL dan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dengan LILA 21 cm. Asuhan diberikan sesuai kondisi dan kebutuhan ibu. Pada kunjungan ulang, ibu mengeluh nyeri perut bawah menjalar ke punggung dan telah diberikan penatalaksanaan sesuai keluhan. Persalinan berlangsung normal pada usia kehamilan 38 minggu 3 hari sesuai standar 60 langkah Asuhan Persalinan Normal (APN). Bayi lahir spontan, cukup bulan, jenis kelamin perempuan, dengan berat badan 3000 gram, panjang badan 46 cm, dan APGAR Score 9/10. Kunjungan nifas dan bayi baru lahir dilakukan 6 jam postpartum dengan hasil ibu dan bayi dalam kondisi baik, tanpa perdarahan maupun tanda infeksi.Dapat disimpulkan bahwa asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. R telah dilaksanakan sesuai standar pelayanan kebidanan. Masalah yang ditemukan selama kehamilan dapat ditangani dengan baik, sedangkan pada masa persalinan, nifas, dan bayi baru lahir tidak ditemukan komplikasi. Seluruh asuhan telah didokumentasikan menggunakan metode SOAP.

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. M di Puskesmas Karang Rejo

2026 · Book ·

Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Neonatal (AKN) di Indonesia, khususnya Kalimantan Utara dan Kota Tarakan, menunjukkan urgensi peningkatan upaya kesehatan yang tidak hanya kuratif tetapi juga promotif dan preventif. Berlatar belakang tantangan ini, dilakukan asuhan kebidanan komprehensif kepada Ny. M di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Bertujuan mengidentifikasi, mencegah risiko, serta memberikan edukasi kesehatan yang berkelanjutan dari masa kehamilan, persalinan, nifas, hingga bayi baru lahir, sejalan dengan landasan teori dan standar asuhan kebidanan yang berlaku. Pengkajian pada Ny. M G4P2A1, dimulai pada usia kehamilan 34 minggu 0 hari, menunjukkan kondisi kehamilan fisiologis, namun teridentifikasi adanya keluhan peningkatan frekuensi berkemih dan nyeri punggung atas dan bawah yang memerlukan asuhan kebidanan yang berkesinambungan. Seluruh tahapan asuhan antenatal telah dilakukan sesuai standar 10T. Proses persalinan Ny. M berlangsung fisiologis pada 28 Maret 2026. Kemajuan persalinan kala I berjalan optimal dengan durasi singkat sekitar 21 menit, diikuti kelahiran bayi perempuan spontan dalam 15 menit di kala II dengan kondisi baik. Total durasi persalinan yang kurang dari 3 jam ini menunjukkan karakteristik partus presipitatus. Kala III dan IV juga berlangsung lancar tanpa komplikasi serius. Asuhan masa nifas hari ke-6 postpartum serta asuhan bayi baru lahir menunjukkan kondisi ibu dan bayi dalam batas normal, dengan adaptasi yang baik tanpa keluhan. Pembahasan dalam laporan ini mengidentifikasi kesenjangan antara asuhan dilapangan dengan standar teori yang berlaku. Asuhan persalinan, nifas, dan bayi baru lahir secara keseluruhan telah terlaksana sesuai standar asuhan kebidanan, tanpa ditemukan masalah atau komplikasi yang mengindikasikan faktor risiko. Asuhan kebidanan komprehensif yang diberikan telah efektif dalam mendukung proses fisiologis Ny. M dan bayinya. Saran yang diberikan mencakup pentingnya Komunikasi, Informasi dan edukasi berkelanjutan bagi klien demi tercapainya kesehatan ibu dan anak yang optimal.

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. S di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan

2026 · Book ·

Continuity of Care (COC) merupakan pelayanan kebidanan yang diberikan secara berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga pelayanan keluarga berencana. Pelayanan ini bertujuan untuk memantau kondisi ibu dan bayi secara menyeluruh sehingga komplikasi dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin. Tujuan studi kasus ini adalah memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. S usia 43 tahun G4P3A0 di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan Continuity of Care (COC). Subjek dalam studi kasus ini adalah Ny. S usia 43 tahun G4P3A0 yang mendapatkan asuhan sejak usia kehamilan 34 minggu 6 hari hingga pelayanan keluarga berencana. Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, observasi, pemeriksaan penunjang, dan dokumentasi menggunakan format SOAP. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama kehamilan kondisi ibu dan janin dalam keadaan baik meskipun terdapat faktor risiko usia ≥35 tahun. Persalinan berlangsung spontan pada usia kehamilan 38 minggu dengan keadaan ibu dan bayi baik. Bayi lahir segera menangis kuat, tonus otot aktif, dan tidak ditemukan komplikasi. Masa nifas berlangsung normal dengan involusi uterus sesuai, pengeluaran lokia normal, serta produksi ASI lancar. Pada masa neonatal, bayi menunjukkan adaptasi fisiologis yang baik tanpa adanya tanda bahaya. Pada pelayanan keluarga berencana, ibu memilih menggunakan kondom sebagai kontrasepsi sementara sambil merencanakan Metode Operasi Wanita (MOW) sebagai kontrasepsi jangka panjang. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. S telah dilaksanakan sesuai standar pelayanan kebidanan dan tidak ditemukan komplikasi selama masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, maupun pelayanan keluarga berencana.

Tinjauan Yuridis Program Makanan Bergizi Gratis dalam Perspektif Hak Anak

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan status gizi masyarakat, khususnya anak, sebagai bagian dari pemenuhan hak atas pangan, kesehatan, pendidikan, serta tumbuh kembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum Program Makan Bergizi Gratis dalam perspektif hak anak serta menganalisisnya mlalui tinjuan yuridisnya berdasarkan prinsip hak anak. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif Program MBG telah memiliki dasar hukum yang kuat, yaitu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional, dan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis. Pengaturan tersebut mencerminkan kewajiban negara dalam memenuhi hak anak atas pangan dan gizi yang layak. Namun, berdasarkan tinjuan yuridis pelaksanaan Program MBG masih menghadapi berbagai kendala, seperti kasus keracunan makanan, keterbatasan infrastruktur dan distribusi, serta lemahnya pengawasan dan akuntabilitas pelaksanaan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan Program MBG tidak hanya bergantung pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga pada tata kelola yang efektif, pengawasan yang berkelanjutan, penerapan standar keamanan pangan, dan mekanisme pertanggungjawaban yang memadai agar tujuan pemenuhan hak anak dapat tercapai secara optimal.

PENGARUH JARAK LOKASI BUDIDAYA METODE LONGLINE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KADAR KARAGENAN RUMPUT LAUT (KAPPAPHYCUS ALVAREZII)

2026 · Book ·

PENGARUH JARAK LOKASI BUDIDAYA METODE LONGLINE TERHADAP PERTUMBUHAN dan KADAR KARAGENAN RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) Abstrak Pengaruh Jarak Lokasi Budidaya Metode Longline terhadap Pertumbuhan dan Kadar Karagenan Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jarak Lokasi budidaya metode longline terhadap pertumbuhan dan kadar karagenan rumput laut Kappaphycus alvarezii di perairan Tanjung Batu, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian dilaksanakan selama 45 hari (13 Februari–30 Maret 2026) menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan jarak dari garis pantai, yaitu P1 (30 m), P2 (40 m), dan P3 (50 m), masing-masing tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan spesifik (SGR), kadar karagenan, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak lokasi budidaya berpengaruh nyata (P0,05) terhadap pertumbuhan bobot mutlak dan SGR rumput laut. Perlakuan P3 menghasilkan bobot mutlak tertinggi (426,3±104,5 g) dan SGR tertinggi (4,95±0,53%/hari), sedangkan P1 menghasilkan nilai terendah. Perbedaan pertumbuhan ini disebabkan oleh kondisi oseanografi yang lebih stabil di lokasi yang lebih jauh dari pantai, meliputi salinitas yang lebih homogen, kecerahan perairan yang lebih tinggi, serta minimnya beban nutrien berlebih. Sebaliknya, jarak Lokasi budidaya tidak berpengaruh nyata (P=0,251) terhadap kadar karagenan, dengan nilai berkisar 9,52%–11,32% pada semua perlakuan. Parameter kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran optimal bagi pertumbuhan K. alvarezii. Disarankan pembudidaya menerapkan jarak lokasi budidaya >40 m dari garis pantai untuk mengoptimalkan pertumbuhan rumput laut. Kata kunci: Kappaphycus alvarezii, jarak lokasi budidaya, longline, pertumbuhan, karagenan THE EFFECT OF CULTIVATION DISTANCE USING THE L.ONGLINE METHOD ON THE GROWTH AND CARAGENANCONTENT OF SEAWEED (KAPPAPHYCUS ALVAREZII) Abstract The Effect of Culivation Sue Distance Usng the Longline Method on the Gromh and Carageenan Contenl of Seaweed (Kappaphycus alvarezu) This study amed lo analyze the efect of cullvation sile distance using the longline method on the growth and carrageenan content of Kappaphycus alvarezll seavecd in the waters off Tanyung Batu, Tarakan Ciy, Nortl Kalimantan The study was conducted over 4S days (13 February -30 March 2026) usung a Randomısed Block Desıgn (RBD)with three Iratmenis based on distance from the shoreline, namely PI (30 m), P2(40m), and P3 (50 m), each wih thre replicates The parameters observed included absolute weight growth, specific growth rate (SGR), carrageenan content, and water quality The results showed that the dıstance of the culivation sıte had a significant effecr (P005) on the absolute werght growth and SGR of the seaweed Treatment P3 yelded the highest absolute weigh (4263±1045 g) and the hıghes SGR (495±053%day), whılst PI yielded the lowest values These dıflerences in growth were attributed to more stable oceanographic conditions al sites further from the coast, ineluding more homogeneous salinity, higher water clarity, and minimal excess nutrient loading Conversely, the distance of the cultivation site had no sIgnificant effect (P=02S1) on carrageenan contenl, with values ranging from 952% 101132% across all reatmenls Waler qualiy paramelers hroughoul the study remained wthin the optimal range for the growth of K. alvarezii It was recommended that cultivators maintain a cultivation site distance of >40 m from the shorelıne to optimize seaveed growh Keywords Kappaphycus Alvarezii, Culivation Site Distance, Longline, Growth, Carragcenan

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. S di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan

2026 · Thesis ·

Continuity of Care (COC) merupakan pelayanan kebidanan yang diberikan secara berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga pelayanan keluarga berencana. Pelayanan ini bertujuan untuk memantau kondisi ibu dan bayi secara menyeluruh sehingga komplikasi dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin. Tujuan studi kasus ini adalah memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. S usia 43 tahun G4P3A0 di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan Continuity of Care (COC). Subjek dalam studi kasus ini adalah Ny. S usia 43 tahun G4P3A0 yang mendapatkan asuhan sejak usia kehamilan 34 minggu 6 hari hingga pelayanan keluarga berencana. Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, observasi, pemeriksaan penunjang, dan dokumentasi menggunakan format SOAP. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama kehamilan kondisi ibu dan janin dalam keadaan baik meskipun terdapat faktor risiko usia ≥35 tahun. Persalinan berlangsung spontan pada usia kehamilan 38 minggu dengan keadaan ibu dan bayi baik. Bayi lahir segera menangis kuat, tonus otot aktif, dan tidak ditemukan komplikasi. Masa nifas berlangsung normal dengan involusi uterus sesuai, pengeluaran lokia normal, serta produksi ASI lancar. Pada masa neonatal, bayi menunjukkan adaptasi fisiologis yang baik tanpa adanya tanda bahaya. Pada pelayanan keluarga berencana, ibu memilih menggunakan kondom sebagai kontrasepsi sementara sambil merencanakan Metode Operasi Wanita (MOW) sebagai kontrasepsi jangka panjang. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. S telah dilaksanakan sesuai standar pelayanan kebidanan dan tidak ditemukan komplikasi selama masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, maupun pelayanan keluarga berencana.

Gambaran Penggunaan Kontrasepsi Pil Terhadap Kejadian Hipertensi di Puskesmas Long Layu

2026 · Book ·

Kontrasepsi Pil Kombinasi hormonal merupakan metode yang banyak diminati di Puskesmas Long Layu. Namun, paparan hormone sintetik dalam jangka panjang berisiko menyebabkan efek samping vaskular, terutama peningkatan tekanan darah atau hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan kontrasepsi Pil Kombinasi terhadap kejadian hipertensi pada akseptor di Puskesmas Long Layu tahun 2025. Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif observasional ini menggunakan data sekunder dari 262 akseptor KB Pil Kombinasi yang diambil secara total sampling. Data dianalisis secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi karakteristik usia, durasi penggunaan, dan status hipertensi. Mayoritas akseptor berada pada kategori usia berisiko (52.3%), pendidikan akseptor KB Pil Kombinasi didominasi oleh Tingkat Sekolah Dasar (59.7%), pekerjaan akseptor KB yang dominan adalah IRT sebesar (55.7%), jumlah paritas terbanyak adalah multipara sebesar (73.3%) dan menggunakan kontrasepsi Pil Kombinasi dalam jangka panjang (>2 tahun) sebesar 89.9%. Prevalensi kejadian hipertensi didominasi oleh Prehipertensi (77.3%). Sebagian besar akseptor KB Pil Kombinasi di Puskesmas Long Layu mengalami peningkatan tekanan darah di atas batas normal. Temuan ini mengindikasikan pentingnya skrining tekanan darah secara rutin dan evaluasi berkala bagi akseptor KB hormonal.

FAKTOR IBU YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RUMAH SAKIT PERTAMINA TARAKAN TAHUN 2026

2026 · Book ·

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang berkontribusi terhadap tingginya angka morbiditas dan mortalitas neonatal di Indonesia. Berbagai faktor maternal diketahui berperan terhadap kejadian BBLR, namun hasil penelitian sebelumnya masih menunjukkan inkonsistensi sehingga diperlukan kajian pada berbagai karakteristik populasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor ibu, meliputi usia ibu, paritas, usia kehamilan, status anemia, penyakit selama kehamilan, dan jarak anak terdahulu dengan kejadian BBLR serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan di Rumah Sakit Pertamina Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain case-control retrospektif menggunakan data rekam medis persalinan periode Januari–Desember 2025. Sampel penelitian berjumlah 154 responden yang terdiri atas 77 kelompok kasus (BBLR) dan 77 kelompok kontrol (BBLN). Sampel kasus ditentukan menggunakan teknik total sampling, sedangkan kelompok kontrol dipilih dengan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden, analisis bivariat untuk menguji hubungan antarvariabel, serta analisis multivariat menggunakan regresi logistik berganda untuk menentukan faktor yang berhubungan secara independen dengan kejadian BBLR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada usia reproduksi sehat (20–35 tahun), memiliki paritas tidak berisiko, usia kehamilan aterm, tidak mengalami anemia, tidak memiliki penyakit selama kehamilan, dan memiliki jarak anak terdahulu yang tidak berisiko. Analisis bivariat menunjukkan bahwa paritas (p=0.004), usia kehamilan (p0.001), penyakit selama kehamilan (p=0.010), dan jarak anak terdahulu (p=0.002) berhubungan secara bermakna dengan kejadian BBLR, sedangkan usia ibu dan status anemia tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p>0,05). Hasil analisis regresi logistik berganda menunjukkan bahwa paritas (OR=2.700), usia kehamilan (OR=36.576), dan penyakit selama kehamilan (OR=4.886) merupakan faktor yang berhubungan secara independen dengan kejadian BBLR, dengan usia kehamilan sebagai faktor yang paling dominan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa risiko BBLR dipengaruhi terutama oleh usia kehamilan, paritas, dan penyakit selama kehamilan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar dalam memperkuat deteksi dini kehamilan berisiko, mencegah persalinan preterm, meningkatkan pemantauan ibu dengan paritas berisiko dan penyakit penyerta, serta mengoptimalkan pelayanan antenatal sebagai upaya menurunkan kejadian BBLR.

Efektivitas Utang Luar Negeri Terhadap Produksi Sektor Pertanian dan Dampaknya Terhadap Inflasi

2026 · Book ·

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas utang luar negeri terhadap produksi sektor pertanian, pengaruh utang luar negeri terhadap produksi sektor pertanian dan pengaruh produksi sektor pertanian terhadap inflasi di Indonesia tahun 2005-2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif ICOR (Incremental Capital Output Rasio) dan Regresi Sederhana pendekatan (Ordinary Least Square) OLS dengan bantuan aplikasi Eviews 12. Data yang digunakan time series berupa data sekunder yang diperoleh dari Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata efektivitas utang luar negeri terhadap produksi sektor pertananian secara umum berada pada kategori sangat efektif yakni sebesar 1,15. Akan tetapi terdapat fenomena semakin kurang efektif karena periode I presiden SBY 0,47 periode II 1,14. Kemudian periode Joko Widodo periode 1 naik menjadi 1,97 dan periode II terdapat nilai efektivitas negatif artinya utang meningkat produksi menurun pada tahun 2022. Pengaruh utang luar negeri terhadap produksi sektor pertanian berpengaruh signifikan yang ditunjukkan nilai signifikan 0,0006. Kemudian Y = -2,109456 + 0,977615. artinya ketika utang luar negeri meningkat maka produksi sektor pertanian juga meningkat, selanjutnya pengaruh produksi sektor pertanian dengan inflasi memiliki hubungan negatif signifikan antara produksi sektor pertanian terhadap inflasi yang ditunjukkan nilai signifikan 0,0000. Kemudian Y= 15.13871 – 0,732500, artinya ketika produksi sektor pertanian meningkat maka inflasi akan menurun.

ETNOMATEMATIKA PADA KEBUDAYAAN DAYAK LUNDAYEH

2026 · Book ·

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep, prinsip, dan prosedur matematika yang terkandung dalam kebudayaan anyaman Dayak Lundayeh serta mengungkap pandangan guru dan siswa terhadap etnomatematika tersebut sebagai konteks pembelajaran matematika. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan landasan etnografi yang dilaksanakan di Desa Wisata Pulau Sapi dan SMKN 1 Malinau, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Subjek penelitian terdiri atas tokoh adat Dayak Lundayeh, pengrajin anyaman, guru matematika, dan siswa kelas XI SMKN 1 Malinau. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis dengan tahapan pengorganisasian data, pembacaan keseluruhan data, pengkodean, penentuan tema, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Anyaman Dayak Lundayeh memuat berbagai konsep matematika, meliputi konsep geometri (kerucut pada rong basung, balok pada bakang, dan poligon heksagon pada motif anyaman), pola berulang, simetri (simetri lipat dan simetri putar), translasi, serta pengukuran (panjang, diameter, dan ketebalan bahan). (2) Prinsip matematika yang ditemukan meliputi prinsip geometri (hubungan antara unsur-unsur bangun ruang), prinsip pola (pengulangan motif secara teratur dan konsisten), prinsip simetri (keseimbangan bentuk dan keteraturan motif), dan prinsip pengukuran (penggunaan ukuran yang seragam dalam proses pembuatan anyaman). (3) Prosedur matematis tampak pada tahapan sistematis pembuatan rong basung dan bakang, mulai dari penentuan ukuran, pengukuran bahan, pembentukan rangka bangun ruang, hingga penyusunan pola anyaman. (4) Guru dan siswa memiliki pandangan positif terhadap penerapan etnomatematika anyaman Dayak Lundayeh dalam pembelajaran matematika; mereka menilai bahwa integrasi budaya lokal menjadikan pembelajaran lebih menarik, kontekstual, dan memudahkan pemahaman konsep, khususnya pada materi geometri, transformasi geometri, pola, dan pengukuran. Temuan ini mengindikasikan bahwa kebudayaan anyaman Dayak Lundayeh mengandung unsur etnomatematika yang kaya dan berpotensi besar untuk dijadikan media serta sumber belajar matematika berbasis kearifan lokal.

Matematika Dalam Warisan Budaya: Matematika Dalam Kain Tenun Amanatun Suku Timor

2026 · Book ·

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan matematika yang terdapat dalam proses pembuatan kain tenun Amanatun suku Timor. Kain tenun Amanatun merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Amanatun di kabupaten Timor Tengah Selatan yang memiliki nilai budaya, sosial, dan filosofis yang diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas pengrajin tenun Amanatun sebagai informan utama dan partisipan pendukung yang memiliki pengalaman dalam menenun kain Amanatun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa matematika dalam kain tenun Amanatun ditemukan pada alat, bahan, motif, serta setiap tahapan proses pembuatan kain tenun. Matematika yang ditemukan meliputi bilangan, aljabar, geometri, dan pengukuran. Bilangan digunakan dalam aktivitas menghitung jumlah benang, dan kebutuhan bahan. Aljabar ditemukan pada hubungan antara jumlah benang dan pola motif, serta penggunaan nilai konstan. Geometri ditemukan pada bentuk alat dan bahan, seperti tabung, bola, dan persegi panjang, serta pada motif yang berbentuk segitiga, belah ketupat, dan garis zig-zag. Pengukuran digunakan dalam menentukan ukuran kain, jarak antarbagian tenunan, kebutuhan bahan, dan estimasi waktu pengerjaan. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa teknik, kreativitas, keterampilan, dan pengalaman menenun, serta makna dan filosofi memiliki peran penting dalam pembuatan kain tenun Amanatun.

Uji Efisiensi Kitosan dan Media Filter Termodifikasi Terhadap Parameter Fisik-Kimia Air Sumur Bor di Kelurahan Mamburungan Kota Tarakan

2026 · Book ·

Meningkatnya kebutuhan air bersih di Kota Tarakan mendorong masyarakat memanfaatkan air sumur bor sebagai sumber air alternatif. Namun, kualitas air sumur bor di Kelurahan Mamburungan belum memenuhi baku mutu air higiene sanitasi karena memiliki tingkat kekeruhan yang tinggi, pH yang bersifat asam, kadar besi (Fe) yang tinggi, serta teridentifikasi berbau. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas fisik-kimia air sumur bor sebelum dan sesudah pengolahan serta menentukan efisiensi kombinasi kitosan dan media filter termodifikasi dalam meningkatkan kualitas air. Penelitian menggunakan metode eksperimen melalui proses koagulasi-flokulasi menggunakan kitosan yang dilanjutkan dengan filtrasi menggunakan media filter termodifikasi yang terdiri atas cangkang kerang kapah (Meretrix meretrix), arang aktif, pasir silika, kerikil, dan busa filter. Parameter yang dianalisis meliputi suhu, Total Dissolved Solids (TDS), kekeruhan, bau, pH, nitrat, nitrit, dan besi (Fe). Data dianalisis menggunakan uji paired sample t-test pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05) serta dihitung nilai efisiensi pengolahannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu tidak mengalami perubahan yang signifikan (p-value = 1,000), sedangkan parameter TDS, kekeruhan, pH, nitrat, dan Fe mengalami perubahan yang signifikan setelah pengolahan (p-value 0,05). Pengolahan mampu menurunkan TDS dengan efisiensi 73,6%, kekeruhan 94,1%, nitrat 39,6%, dan Fe 91,2%, serta meningkatkan pH dari kondisi asam menjadi memenuhi baku mutu. Parameter bau berubah dari berbau menjadi tidak berbau, sedangkan nitrit tetap memenuhi baku mutu sebelum dan sesudah pengolahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kitosan dan media filter termodifikasi efektif meningkatkan kualitas fisik-kimia air sumur bor sehingga berpotensi diterapkan sebagai alternatif pengolahan air skala rumah tangga di Kelurahan Mamburungan Kota Tarakan.

PENGARUH JARAK LOKASI BUDIDAYA METODE LONGLINE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KADAR KARAGENAN RUMPUT LAUT (KAPPAPHYCUS ALVAREZII)

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH JARAK LOKASI BUDIDAYA METODE LONGLINE TERHADAP PERTUMBUHAN dan KADAR KARAGENAN RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) Abstrak Pengaruh Jarak Lokasi Budidaya Metode Longline terhadap Pertumbuhan dan Kadar Karagenan Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jarak Lokasi budidaya metode longline terhadap pertumbuhan dan kadar karagenan rumput laut Kappaphycus alvarezii di perairan Tanjung Batu, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian dilaksanakan selama 45 hari (13 Februari–30 Maret 2026) menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan jarak dari garis pantai, yaitu P1 (30 m), P2 (40 m), dan P3 (50 m), masing-masing tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan spesifik (SGR), kadar karagenan, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak lokasi budidaya berpengaruh nyata (P0,05) terhadap pertumbuhan bobot mutlak dan SGR rumput laut. Perlakuan P3 menghasilkan bobot mutlak tertinggi (426,3±104,5 g) dan SGR tertinggi (4,95±0,53%/hari), sedangkan P1 menghasilkan nilai terendah. Perbedaan pertumbuhan ini disebabkan oleh kondisi oseanografi yang lebih stabil di lokasi yang lebih jauh dari pantai, meliputi salinitas yang lebih homogen, kecerahan perairan yang lebih tinggi, serta minimnya beban nutrien berlebih. Sebaliknya, jarak Lokasi budidaya tidak berpengaruh nyata (P=0,251) terhadap kadar karagenan, dengan nilai berkisar 9,52%–11,32% pada semua perlakuan. Parameter kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran optimal bagi pertumbuhan K. alvarezii. Disarankan pembudidaya menerapkan jarak lokasi budidaya >40 m dari garis pantai untuk mengoptimalkan pertumbuhan rumput laut. Kata kunci: Kappaphycus alvarezii, jarak lokasi budidaya, longline, pertumbuhan, karagenan THE EFFECT OF CULTIVATION DISTANCE USING THE L.ONGLINE METHOD ON THE GROWTH AND CARAGENANCONTENT OF SEAWEED (KAPPAPHYCUS ALVAREZII) Abstract The Effect of Culivation Sue Distance Usng the Longline Method on the Gromh and Carageenan Contenl of Seaweed (Kappaphycus alvarezu) This study amed lo analyze the efect of cullvation sile distance using the longline method on the growth and carrageenan content of Kappaphycus alvarezll seavecd in the waters off Tanyung Batu, Tarakan Ciy, Nortl Kalimantan The study was conducted over 4S days (13 February -30 March 2026) usung a Randomısed Block Desıgn (RBD)with three Iratmenis based on distance from the shoreline, namely PI (30 m), P2(40m), and P3 (50 m), each wih thre replicates The parameters observed included absolute weight growth, specific growth rate (SGR), carrageenan content, and water quality The results showed that the dıstance of the culivation sıte had a significant effecr (P005) on the absolute werght growth and SGR of the seaweed Treatment P3 yelded the highest absolute weigh (4263±1045 g) and the hıghes SGR (495±053%day), whılst PI yielded the lowest values These dıflerences in growth were attributed to more stable oceanographic conditions al sites further from the coast, ineluding more homogeneous salinity, higher water clarity, and minimal excess nutrient loading Conversely, the distance of the cultivation site had no sIgnificant effect (P=02S1) on carrageenan contenl, with values ranging from 952% 101132% across all reatmenls Waler qualiy paramelers hroughoul the study remained wthin the optimal range for the growth of K. alvarezii It was recommended that cultivators maintain a cultivation site distance of >40 m from the shorelıne to optimize seaveed growh Keywords Kappaphycus Alvarezii, Culivation Site Distance, Longline, Growth, Carragcenan

Persepsi Mahasiswa Pendidikan Biologi Terhadap Literasi Data Infografis

2026 · Thesis ·

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan terhadap literasi data infografis. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian survei. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner online (Google Form) yang terdiri dari 22 butir pernyataan yang mencakup tiga indikator utama, yaitu pelaku, target, dan situasi. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh mahasiswa aktif Program Studi Pendidikan Biologi UBT, dengan melibatkan sebanyak 161 responden sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap literasi data infografis secara keseluruhan berada pada kategori tinggi. Indikator target yang mengkaji kategori visual infografis memperoleh capaian rata-rata tertinggi dengan 82,61%, kategori desain visual mencatat persentase tertinggi sebesar 80%. Indikator situasi yang berkaitan dengan faktor kontekstual dengan persentase 80,12% yang menunjukkan bahwa relevansi tugas akademik menjadi pendorong utama keterlibatan mahasiswa. Indikator pelaku yang mencerminkan karakteristik internal mahasiswa mencapai persentase 80,12%. Meskipun kategori kepercayaan diri dan pengetahuan dalam indikator pelaku memperoleh skor terendah yaitu 72,02% yang mengindikasikan adanya tantangan dalam mengidentifikasi distorsi data visual. Persepsi mahasiswa Pendidikan Biologi terhadap literasi data infografis secara keseluruhan masuk dalam kategori sangat tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi mahasiswa Pendidikan Biologi terhadap literasi data infografis sangat baik, karena penggunaan infografis dalam perkuliahan membuat mahasiswa memahami materi lebih baik, antusias dalam membaca dan menggunakan data infografis, serta mengasah keterampilan berpikir kritis mahasiswa dalam membaca dan mengolah data.

Pengembangan Media Career Snakes and Ladders Sebagai Upaya Pemahaman Karir Siswa Kelas VIII SMPN 1 Tarakan

2026 · Book ·

Almalita Adella. 2026. Pengembangan Media Career Snakes and Ladders Sebagai Upaya Pemahaman Karir Siswa Kelas VIII SMPN 1 Tarakan. Pemahaman karir merupakan kemampuan individu dalam mengenali potensi diri, minat, bakat, nilai-nilai pribadi, serta memahami informasi mengenai berbagai jenis pekerjaan dan jalur pendidikan yang dapat ditempuh untuk mencapai tujuan karir tertentu. Pada jenjang SMP, khususnya kelas VIII, peserta didik masih berada pada tahap eksplorasi karir sehingga pemahaman dan kematangan karir mereka belum berkembang secara optimal. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan media Career Snakes and Ladders sebagai upaya meningkatkan pemahaman karir siswa kelas VIII SMPN 1 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE dengan pembatasan tahap yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, and Implementation. Subjek uji coba terbatas terdiri atas 8 siswa kelas VIII SMPN 1 Tarakan yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen pengumpulan data berupa lembar validasi ahli materi, lembar validasi ahli media, dan angket respon pengguna. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Career Snakes and Ladders memperoleh skor validasi ahli materi sebesar 75% dengan kategori layak dan validasi ahli media sebesar 85% dengan kategori sangat layak. Hasil validasi keseluruhan memperoleh persentase 80% dengan kategori layak. Uji coba terbatas kepada siswa menghasilkan persentase sebesar 97% dengan kategori sangat layak. Hasil tersebut menunjukkan bahwa media Career Snakes and Ladders layak digunakan sebagai media layanan informasi karir untuk membantu meningkatkan pemahaman karir siswa kelas VIII SMPN 1 Tarakan.