Profil penulis
ITA
718 karya publik ditemukan.
Pengembangan Instrumen Penilaian Aspek Psikomotorik Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Tarakan pada Kegiatan Praktikum Biologi
Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan Instrumen Penilaian Aspek Psikomotorik pada kegiatan praktikum biologi yang layak digunakan. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Penelitian ini dibatasi hanya pada tahap Development. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI-I SMA Negeri 2 Tarakan yang berjumlah 36 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pedoman wawancara dan kuesioner, lembar validasi ahli, dan lembar angket. Hasil validasi ahli evaluasi diperoleh persentase sebesar 85% dengan kategori layak. Respon guru terhadap instrumen penilaian aspek psikomotorik memperoleh persentase sebesar 87% dengan kategori sangat layak. Sedangkan respon siswa pada uji coba terbatas memperoleh persentase sebesar 85% dengan kategori sangat menarik. Instrumen penilaian aspek psikomotorik yang dikembangkan telah memenuhi aspek kelayakan berdasarkan penilaian ahli evaluasi serta respon guru dan siswa. Oleh karena itu, instrumen penilaian aspek psikomotorik ini dapat direkomendasikan untuk kegiatan praktikum biologi.
DESKRIPSI KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA MATERI KPK DAN FPB BERDASARKAN GENDER PADA SISWA KELAS V SDN 004 TARAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis siswa berdasarkan gender pada materi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) di kelas V SDN 004 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik purposive sampling. Subjek penelitian berjumlah enam siswa yang terdiri dari tiga siswa laki-laki dan tiga siswa perempuan, masing-masing mewakili kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui tes penalaran matematis dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan tinggi, baik laki-laki maupun perempuan, mampu memenuhi sebagian besar indikator penalaran matematis, seperti menyampaikan pernyataan matematika secara tertulis, lisan, atau gambar, memprediksi proses penyelesaian dan jawaban, serta menarik kesimpulan logis. Siswa dengan kemampuan sedang menunjukkan pemahaman yang cukup baik pada sebagian soal, tetapi mengalami kesalahan karena kurang teliti dalam membaca soal atau keterbatasan waktu. Sementara itu, siswa dengan kemampuan rendah umumnya hanya mampu menyampaikan pernyataan matematika, namun belum lengkap, dan mengalami kesulitan dalam memprediksi penyelesaian serta menarik kesimpulan. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa laki-laki cenderung lebih tinggi kemampuan penalaran dan komunikasi. Namun, kemampuan penalaran matematis siswa laki-laki dan perempuan dalam tiap kategori (tinggi, sedang, rendah) memiliki pola yang serupa, dengan perbedaan kecil dalam jenis kesalahan yang dilakukan. Hasil ini dapat menjadi masukan bagi guru dalam merancang pembelajaran yang memperhatikan perbedaan karakteristik siswa berdasarkan gender dan tingkat kemampuan.
PENGGUNAAN DOMPET DIGITAL TERHADAP PERILAKU KONSUMSI DAN MENABUNG RUMAH TANGGA DI KOTA TARAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pola: konsumsi dan tabungan, porsi belanja: pangan dan non pangan. Segmentasi Penggunaan dompet digital dalam konsumsi dan menabung jika dilihat berdasarkan usia dan suku bangsa di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode mix method dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Jenis data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh dengan metode accidental sampling melalui penyebaran kuesioner kepada 80 responden ibu rumah tangga. Meliputi empat tempat belanja yang mewakili empat kecamatan di Kota Tarakan yaitu Sinar Terang Baru, SR Baru, HG Mart, dan Big Mart. Analisis data dilakukan dengan dua pendekatan yaitu deskriptif kualitatif dan uji chi square dibantu dengan program SPSS 22. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola konsumsi rumah tangga lebih dominan dibandingkan pola menabung, dengan nilai MPC sebesar 0,525 dan MPS sebesar 0,475. Temuan ini memperkuat fakta bahwa hasrat konsumsinya lebih besar dari hasrat menabung. Porsi belanja rumah tangga juga lebih besar dialokasikan untuk kebutuhan pangan, terutama bahan makanan pokok, dengan pengeluaran mayoritas di atas Rp1.500.000. Analisis uji Chi-Square menunjukkan hubungan signifikan antara usia dan suku bangsa dengan pola konsumsi dan tabungan (Asymp. Sig. 0,05). Semakin muda usia, semakin tinggi tingkat konsumsi yaitu lebih Rp. 1.500.000, yang berdampak pada rendahnya pola tabungan yaitu Rp500.000 – Rp1.000.000 (rendah). Dari sisi suku bangsa, suku Bugis memiliki pola konsumsi tertinggi lebih Rp. 1.500.000 karena pendapatannya tinggi dan tabungan rendah. Sementara itu, kelompok suku Jawa, dan suku Asli Kalimantan berada di rentang Rp500.000 – Rp1.000.000 (rendah). Kelompok suku lainnya seperti sunda, toraja, dan timur menunjukkan pola konsumsi kurang dari Rp500.000 (sangat kecil) dengan pola menabung berada di rentang Rp. 500.000 – Rp. 1.000.000 (rendah) dikarenakan pendapatannya rendah.
PENGARUH PINJAMAN PEER-TO-PEER LENDING TERHADAP PERTUMBUHAN KREDIT PERBANKAN DI KALIMANTAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyaluran dan outstanding pinjaman P2P, dana pihak ketiga, serta pertumbuhan ekonomi terhadap pertumbuhan kredit perbankan di Kalimantan, yang mencakup kredit investasi, kredit modal kerja, kredit konsumsi, dan total kredit perbankan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari publikasi Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk periode kuartal III tahun 2023 hingga kuartal III tahun 2024. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak Stata 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, outstanding pinjaman P2P dan dana pihak ketiga memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan kredit investasi. Outstanding pinjaman P2P juga berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan kredit modal kerja, sementara penyaluran pinjaman P2P berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan kredit konsumsi. Baik penyaluran maupun outstanding pinjaman P2P secara signifikan memengaruhi total kredit perbankan. Secara simultan, seluruh variabel independen menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kredit investasi, konsumsi, dan total kredit, tetapi tidak signifikan terhadap kredit modal kerja.
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN WORDWALL UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI MENGENAL ORGAN PERNAPASAN MANUSIA KELAS V-B SD NEGERI 003 SIMPANG TIGA
Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar peserta didik dengan menggunakan media pembelajaran wordwall. Penelitian ini dilakukan di kelas V-B dengan jumlah peserta didik 27. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran wordwall dapat meningkatkan minat belajar peserta didik, yang ditandai dengan peningkatan minat peserta didik dalam proses pembelajaran. Selain itu, peserta didik juga menunjukkan peningkatan dalam hasil belajar mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran wordwall dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan minat belajar peserta didik.
ASUHAN KEPERAWATAN MATERNITAS PADA PASIEN POST OP SECTIO CAESAREA DENGAN INDIKASI LETAK SUNGSANG DI RUANG MAWAR RSUD DR. H. JUSUF SK TARAKAN
THE INFLUENCE OF COLLABORATIVE STRATEGIC READING ON EIGHT GRADE STUDENTS’ READING COMPREHENSION IN DESCRIPTIVE TEXT
This research aims to examine the influence of Collaborative Strategic Reading (CSR) on eighth grade students' reading comprehension in descriptive text at MTs Negeri Tarakan. It used a pre-experimental research design with a one-group pre-test and post-test method. A total of 31 students participated in this study. The research instruments consisted of reading comprehension tests and observation sheets. The data were analyzed using descriptive and inferential statistical methods. The results of the observation sheet were analyzed qualitatively. The results indicated that students' reading comprehension improved after being taught using the CSR strategy. The pre-test average score was 64.03, while the post-test average score increased to 74.68. The highest increase occurred in the aspect of finding specific information, while the lowest increase occurred in the aspect of determining the meaning of vocabulary. The Wilcoxon test showed a significant difference between the pre-test and post-test scores, which confirmed the effectiveness of CSR in improving students' reading comprehension. Despite the improvement, some students still encountered difficulties, especially in understanding vocabulary. This suggests that additional instructional support, such as vocabulary enrichment activities, is required. Overall, this research concludes that CSR is an effective strategy to improve students' reading comprehension, especially in identifying important information from a text.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN DIAGNOSIS MEDIS CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF)
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASiEN DENGAN GANGGUAN SISTEM PERNAPASAN PNEUMONIA
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Sebengkok Kota Tarakan
GAMBARAN DUKUNGAN ORANG TUA TERHADAP ANAK SPEECH DELAY DI KLINIK AMANAH HUSADA THERAPY KOTA TARAKAN
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI MELALUI METODE FIELD TRIP PADA SISWA KELAS VII-4 DI SMPN 11 TARAKAN
NOVI YUNITA APRILIA 2025. Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Puisi melalui Metode Field Trip Pada Siswa Kelas VII-4 SMP Negeri 11 Tarakan. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Dosen Pembimbing Utama, Dr. Asih Riyanti, M.Pd. Anggota Pembimbing Dr. Erna Wahyuni, S.S., M.A. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks puisi menggunakan metode pembelajaran field trip pada siswa kelas VII-4 SMP Negeri 11 Tarakan. Metode pembelajaran digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks puisi siswa. Penelitian yang digunakan merupakan penelitian tindakan kelas yang melibatkan satu kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-4 SMP Negeri 11 Tarakan. Hasil penelitian ini menunjukkan untuk mengetahui keefektifan peningkatan keterampilan kemampuan menulis teks puisi dengan menggunakan metode field trip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode field trip dapat meningkatkan kemampuan menulis teks puisi pada siswa kelas VII-4 SMP Negeri 11 Tarakan. Hal tersebut terbukti dari peningkatann hasil belajar siswa. Penelitian yang dilaksanakan diperoleh hasil belajar siklus I pada kategori rendah dari 20 orang siswa, hanya 7 orang siswa (35%) yang mendapatkan nilai di atas KKM, sementara siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKM atau tidak tuntas sebanyak 13 orang siswa (65%). Hasil belajar siswa pada siklus II dari 20 orang siswa, hanya 3 orang siswa (15%) yang mendapatkan nilai di bawah KKM atau tidak tuntas, dan siswa yang mendapatkan nilai KKM atau tuntas adalah 17 orang siswa (85%). Hasil analisis data menunjukkan penilaian mengalami peningkatan pada hasil belajar siswa pada siklus I yang masih kurang, pada siklus II siswa sudah mampu dan memahami dengan baik menulis teks puisi.
THE EFFECT OF DIFFERENTIATED INSTRUCTION TOWARDS SEVENTH GRADERS’ SPEAKING ACHIEVEMENT AT SMPN 3 TARAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh Differentiated Instructions (Pembelajaran Berdiferensiasi) terhadap pencapaian kemampuan berbicara siswa kelas tujuh di SMPN 3 Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan model one-group pretest-posttest. Peserta penelitian terdiri dari 30 siswa kelas tujuh dari satu kelas yang dipilih secara purposive. Instrumen yang digunakan adalah tes berbicara yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Selama perlakuan, Differentiated Instruction diterapkan melalui berbagai aktivitas pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan, tingkat kesiapan, minat belajar, dan gaya belajar siswa. Data dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed-Rank untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan pada skor berbicara siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Berdasarkan tabel Ranks, tidak ada siswa yang mengalami penurunan skor dari pretest ke posttest (0 siswa dalam negative ranks). Sebaliknya, seluruh 30 siswa mengalami peningkatan skor pada posttest dibandingkan dengan pretest, dengan rata-rata rank sebesar 15,50 dan total rank sebesar 465,00. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada skor kemampuan berbicara siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Hal ini menunjukkan bahwa Differentiated Instruction dapat memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan berbicara siswa. Oleh karena itu, disarankan kepada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan Differentiated Instruction guna meningkatkan keterampilan berbicara siswa.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Sebengkok Kota Tarakan
ANALISIS PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH, INFRASTRUKTUR DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO
Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Kalimantan Utara dengan menggunakan data panel yang mencakup lima kabupaten/kota selama periode 2014–2023. Variabel independen yang digunakan dalam model adalah belanja modal, ekspor impor melalui pelabuhan, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Hasil analisis menunjukkan bahwa belanja modal memiliki koefisien sebesar 0.001781 dengan p-value 0.9658 (> 0,05), sehingga tidak signifikan dalam mempengaruhi PDRB. Ekspor impor pelabuhan memiliki koefisien -0.034011 dengan p-value 0.1217 (> 0,05), yang juga tidak signifikan, meskipun menunjukkan hubungan negatif dengan PDRB. Sementara itu, IPM memiliki koefisien 11.02231 dengan p-value 0.0000 ( 0,05), yang berarti sangat signifikan dan menunjukkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Uji F menghasilkan nilai F-statistic sebesar 14.60950 dengan Prob(F-statistic) 0.000001 ( 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa secara simultan variabel independen dalam model berpengaruh signifikan terhadap PDRB. Dengan demikian, model regresi yang digunakan memiliki kesesuaian yang baik dalam menjelaskan variasi PDRB, dan hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan IPM menjadi faktor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Utara.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA AKHIR DI SMA HANG TUAH KOTA TARAKAN
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA AKHIR DI SMA HANG TUAH KOTA TARAKAN ABSTRAK Remaja merupakan fase penting dalam perkembangan, terutama bagi perempuan yang mulai mengalami siklus menstruasi sebagai bagian dari kematangan organ reproduksi. Siklus ini sangat dipengaruhi oleh status gizi. Ketidakseimbangan gizi, dapat mengganggu keseimbangan hormon dan menyebabkan menstruasi tidak teratur, seperti jarak antar menstruasi yang terlalu panjang (oligomenorea) atau terlalu pendek (polimenorea). Tujuan penelitiaan ini adalah untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan siklus menstruasi pada remaja. Metode penelitian adalah Cross Sectional. Populasi penelitian ini siswi SMA Hang Tuah Kota Tarakan sebanyak 160 responden dan sampel sebanyak 114 responden, dengan menggunakan teknik rendom sampiling. Instrumen penelitian menggunakan lembar ceklis dan alat ukur tinggi badan (microtoise) dan alat ukur berat badan (timbangan digital). Analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil data, lebih dari setengahnya responden memiliki status gizi normal 64 responden (54.1%), status gizi kurang 25 responden (25%), status gizi lebih 21 responden (18.4%), dan status gizi obesitas 4 responden (3.5%). Siklus menstruasi normal 64 responden (54.1%), oligomenorea 25 responden (25%), dan polimenorea 25 responden (25%). Ada hubungan signifikan antara status gizi dengan siklus menstruasi pada remaja akhir ( 0.001). Oleh karena itu, status gizi sangat penting dalam mendukung kesehatan reproduksi pada remaja, khususnya dalam menjaga siklus menstruasi yang teratur.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN FLASH CARD PADA SISWA KELAS III A SDN 032 TARAKAN
Membaca merupakan salah satu bentuk dari berkomunikasi, baik itu berkomunikasi intrapersonal (dengan diri sendiri) maupun berkomunikasi interpersonal (dengan orang lain). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan kemampuan membaca siswa dengan menggunakan media pembelajaran flash card. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan pengamatan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III A SDN 032 Tarakan tahun ajaran 2024/2025 yang berjumlah 26 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil observasi aktivitas mengajar guru pada siklus I sebesar 50% dengan kategori rendah, sehingga dilanjutkan pada siklus II menjadi 75% dengan kategori tinggi. Adapun hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I yaitu sebesar 81,55% dengan kategori tinggi, kemudian dilanjutkan pada siklus II menjadi 89,60% dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil tes membaca yang dilakukan pada siklus I, siswa yang berada pada level membaca mandiri dengan persentase 65,40%, pada level membaca berkembang dengan persentase 15,40%, dan level membaca perlu bimbingan dengan persentase 19,20%. Sedangkan pada siklus II, siswa yang berada pada level membaca mandiri meningkat menjadi 80,80%, di level membaca berkembang mengalami penurunan dengan persentase 11,50%, dan pada level membaca perlu bimbingan juga mengalami penurunan dengan persentase 7,70%. Reading is a method of communication, both intrapersonal and interpersonal. This research aims to improve students' reading skills by using flashcards as a learning tool. Classroom Action Research (CAR) was used, with two cycles of four stages each: planning, implementation, observation, and assessment. The subjects of this study were 26 students from SDN 032 Tarakan's class III A during the 2024/2025 academic year. This study's data collection techniques included observation, testing, and documenting. The observation of the teacher's instructional activities in cycle I resulted in 50% in the low category, which was increased to 75% in cycle II. The results of student activity observations in cycle I were 81.55% in the high category, followed by cycle II at 89.60%. According to the results of the reading exam administered during Cycle I, students at the independent reading level accounted for 65.40%, those at the developing reading level for 15.40%, and those at the guided reading level for 19.20%. Meanwhile, during cycle II, students at the independent reading level reached 80.80%, while those at the developing reading level declined by 11.50%, and those at the guided reading level decreased by 7.70%.
PENGGUNAAN DOMPET DIGITAL TERHADAP PERILAKU KONSUMSI DAN MENABUNG RUMAH TANGGA DI KOTA TARAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pola: konsumsi dan tabungan, porsi belanja: pangan dan non pangan. Segmentasi Penggunaan dompet digital dalam konsumsi dan menabung jika dilihat berdasarkan usia dan suku bangsa di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode mix method dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Jenis data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh dengan metode accidental sampling melalui penyebaran kuesioner kepada 80 responden ibu rumah tangga. Meliputi empat tempat belanja yang mewakili empat kecamatan di Kota Tarakan yaitu Sinar Terang Baru, SR Baru, HG Mart, dan Big Mart. Analisis data dilakukan dengan dua pendekatan yaitu deskriptif kualitatif dan uji chi square dibantu dengan program SPSS 22. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola konsumsi rumah tangga lebih dominan dibandingkan pola menabung, dengan nilai MPC sebesar 0,525 dan MPS sebesar 0,475. Temuan ini memperkuat fakta bahwa hasrat konsumsinya lebih besar dari hasrat menabung. Porsi belanja rumah tangga juga lebih besar dialokasikan untuk kebutuhan pangan, terutama bahan makanan pokok, dengan pengeluaran mayoritas di atas Rp1.500.000. Analisis uji Chi-Square menunjukkan hubungan signifikan antara usia dan suku bangsa dengan pola konsumsi dan tabungan (Asymp. Sig. 0,05). Semakin muda usia, semakin tinggi tingkat konsumsi yaitu lebih Rp. 1.500.000, yang berdampak pada rendahnya pola tabungan yaitu Rp500.000 – Rp1.000.000 (rendah). Dari sisi suku bangsa, suku Bugis memiliki pola konsumsi tertinggi lebih Rp. 1.500.000 karena pendapatannya tinggi dan tabungan rendah. Sementara itu, kelompok suku Jawa, dan suku Asli Kalimantan berada di rentang Rp500.000 – Rp1.000.000 (rendah). Kelompok suku lainnya seperti sunda, toraja, dan timur menunjukkan pola konsumsi kurang dari Rp500.000 (sangat kecil) dengan pola menabung berada di rentang Rp. 500.000 – Rp. 1.000.000 (rendah) dikarenakan pendapatannya rendah.
PENGARUH PINJAMAN PEER-TO-PEER LENDING TERHADAP PERTUMBUHAN KREDIT PERBANKAN DI KALIMANTAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyaluran dan outstanding pinjaman P2P, dana pihak ketiga, serta pertumbuhan ekonomi terhadap pertumbuhan kredit perbankan di Kalimantan, yang mencakup kredit investasi, kredit modal kerja, kredit konsumsi, dan total kredit perbankan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari publikasi Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk periode kuartal III tahun 2023 hingga kuartal III tahun 2024. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak Stata 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, outstanding pinjaman P2P dan dana pihak ketiga memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan kredit investasi. Outstanding pinjaman P2P juga berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan kredit modal kerja, sementara penyaluran pinjaman P2P berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan kredit konsumsi. Baik penyaluran maupun outstanding pinjaman P2P secara signifikan memengaruhi total kredit perbankan. Secara simultan, seluruh variabel independen menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kredit investasi, konsumsi, dan total kredit, tetapi tidak signifikan terhadap kredit modal kerja.