Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

FITRI

417 karya publik ditemukan.

2026: 882025: 1002024: 422023: 672022: 712021: 412020: 72019: 1

PENGEMBANGAN MEDIA ZONA-BANGUN PADA MATERI KESEBANGUNAN DAN KEKONGRUENAN DALAM KAITANNYA DENGAN KETERTARIKAN SISWA DI SMP

2026 · Book ·

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya ketertarikan siswa dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi kesebangunan dan kekongruenan, yang disebabkan oleh keterbatasan variasi media pembelajaran yang digunakan di kelas. Kondisi tersebut mengakibatkan siswa mengalami kesulitan dalam membedakan konsep kesebangunan dan kekongruenan serta kurang terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan melibatkan siswa secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Zona Bangun serta mendeskripsikan kemenarikan dan ketertarikan siswa terhadap penggunaan media tersebut dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model 4-D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian terdiri dari validator ahli media, validator ahli materi, serta siswa SMP sebagai pengguna media. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar validasi ahli dan angket ketertarikan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Zona Bangun memperoleh penilaian positif dari ahli media dan ahli materi. Selain itu, kemenarikan dan ketertarikan siswa terhadap media dibuktikan melalui hasil angket respon siswa yang menunjukkan kategori menarik, serta didukung oleh hasil observasi yang menunjukkan keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran, seperti mengamati, mengelompokkan, dan menjelaskan bangun datar berdasarkan konsep kesebangunan dan kekongruenan. Dengan demikian, media Zona Bangun dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran pada materi kesebangunan dan kekongruenan di SMP.

Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian MP-ASI Dengan Status Gizi Bayi Usia 6-12 Bulan di Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan

2026 · Book ·

Status gizi bayi merupakan indikator penting untuk menilai pertumbuhan dan perkembangan anak. Status gizi yang baik mencerminkan terpenuhinya kebutuhan zat gizi sesuai kebutuhan tubuh, sedangkan ketidakseimbangan asupan dapat menyebabkan malnutrisi dan mengganggu tumbuh kembang bayi. Salah satu faktor yang memengaruhi status gizi adalah tingkat pengetahuan ibu mengenai pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI). Pengetahuan yang baik terkait waktu pemberian, jenis makanan, tekstur, frekuensi, dan jumlah MP-ASI sesuai usia bayi berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan sebanyak 74 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga diperoleh 74 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner tingkat pengetahuan ibu dan data status gizi berdasarkan indikator berat badan menurut panjang badan (BB/PB). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu memiliki pengetahuan baik tentang pemberian MP-ASI (81,1%) dan sebagian besar bayi memiliki status gizi normal. Hasil uji statistik menunjukkan p-value=0,000, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan. Diperlukan peningkatan edukasi kepada ibu mengenai pemberian MP-ASI yang tepat untuk mendukung status gizi optimal dan mencegah masalah gizi sejak dini.

STUDI PRODUKSI UDANG WINDU PADA TAMBAK TRADISIONAL DI KABUPATEN BULUNGAN

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Udang windu (Penaeus monodon) merupakan komoditas unggulan perikanan budidaya bernilai ekonomi tinggi di pasar ekspor. Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, memiliki lahan tambak tradisional terluas di Indonesia (±94.030,64 ha), namun produktivitasnya menurun drastis dari 300–400 kg/ha/siklus sebelum 2003 menjadi 25–70 kg/ha/siklus pada 2022, jauh di bawah standar Permen KP No. 75 Tahun 2016 (100–300 kg/ha/siklus). Penelitian ini bertujuan menganalisis produksi aktual udang windu serta mengidentifikasi praktik manajemen budidaya pada sistem tambak tradisional di Kabupaten Bulungan. Penelitian dilaksanakan Januari–Maret 2026 di tambak tradisional Kabupaten Bulungan. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung menggunakan kuesioner terstruktur terhadap 350 responden yang dipilih secara purposive sampling dari 2.596 pembudidaya tambak yang tercatat, mencakup aspek karakteristik responden, kepemilikan tambak, proses budidaya, produksi aktual, kualitas air dan tanah, pengelolaan mangrove, biaya produksi, serta kendala utama. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden (52,3%) berusia 30–50 tahun dengan rata-rata pengalaman bertambak 21,2 tahun, seluruhnya (100%) mengelola lahan milik sendiri rata-rata seluas 12,1 hektar. Tingkat produksi aktual rata-rata 50–60 kg/ha/siklus dengan sistem bersifat ekstensif, mengandalkan pakan alami dan pasang surut tanpa aerasi maupun pakan buatan. Kualitas air dan tanah tambak, serangan penyakit terutama White Spot Syndrome Virus (WSSV) dan Monodon Baculovirus (MBV) serta pengelolaan mangrove merupakan faktor penentu produksi utama. Pembudidaya yang melakukan penanaman mangrove menunjukkan produktivitas lebih tinggi. Kendala utama meliputi degradasi kualitas tanah dan air, serangan penyakit, keterbatasan modal, dan rendahnya adopsi teknologi. Sistem budidaya tambak tradisional udang windu di Kabupaten Bulungan masih berproduktivitas rendah akibat ketergantungan penuh pada faktor alam dan minimnya penerapan teknologi. Peningkatan produktivitas memerlukan perbaikan manajemen kualitas tanah dan air, penguatan biosekuriti, integrasi silvofishery berbasis mangrove, serta dukungan penyuluhan dan akses teknologi yang berkelanjutan.

Pengaruh Citra Merek, Harga, dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Smartphone Xiaomi (Studi Pada Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan)

2026 · Book ·

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh citra merek, harga, dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian smartphone Xiaomi pada mahasiswa Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa aktif Universitas Borneo Tarakan, dengan jumlah sampel sebanyak 180 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan aplikasi SPSS versi 31. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra merek dan kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, sedangkan harga tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian.

Analisis Intensitas Curah Hujan Maksimum Terhadap Kemampuan Drainase Perkotaan Pada Jalan P. Sumatera Kota Tarakan Menggunakan Storm Water Management Model (SWMM)

2026 · Thesis ·

Permasalahan genangan pada kawasan perkotaan dipengaruhi oleh tingginya intensitas hujan dan keterbatasan kapasitas saluran drainase dalam menampung debit limpasan. Selain itu, perkembangan wilayah perkotaan menyebabkan berkurangnya daerah resapan air yang berdampak pada peningkatan limpasan permukaan sehingga berpotensi menimbulkan banjir dan genangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas curah hujan maksimum terhadap kemampuan sistem drainase perkotaan di Jalan P. Sumatera, Kota Tarakan menggunakan metode hidrologi dan simulasi Storm Water Management Model (SWMM). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data curah hujan harian maksimum Kota Tarakan periode 2015–2024 serta data primer berupa dimensi saluran drainase eksisting pada lokasi penelitian. Analisis hidrologi dilakukan melalui distribusi frekuensi, uji kesesuaian distribusi, dan perhitungan intensitas hujan menggunakan metode Mononobe untuk memperoleh curah hujan rencana. Selanjutnya, simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak EPA SWMM pada kala ulang 10, 25, 50, dan 100 tahun guna mengevaluasi kapasitas saluran drainase dalam menampung debit limpasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas curah hujan meningkat seiring bertambahnya kala ulang, yaitu sebesar 55,8196 mm/jam (T10), 59,3242 mm/jam (T25), 61,3317 mm/jam (T50), dan 62,9596 mm/jam (T100). Simulasi SWMM mengidentifikasi titik kritis pada junction tertentu, terutama JUN5 dengan debit maksimum sebesar 5,970 m³/detik pada kala ulang 100 tahun. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa saluran eksisting belum mampu menampung debit puncak secara optimal, sehingga diperlukan perencanaan saluran baru berbentuk trapesium dengan tinggi 2 meter dan lebar dasar 2,28 meter untuk mengurangi risiko genangan dan banjir di wilayah penelitian.

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. K DI PUSKESMAS KARANG REJO KOTA TARAKAN

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ​Pelayanan kebidanan komprehensif (Continuity of Care) bertujuan memberikan asuhan menyeluruh sejak kehamilan trimester III, persalinan, hingga masa nifas dan bayi baru lahir untuk memastikan deteksi dini serta penanganan yang tepat sesuai standar. Selama periode 8–30 Maret 2026, penulis melaksanakan empat kunjungan asuhan berkelanjutan pada Ny. K di Puskesmas Karang Rejo, Kota Tarakan, yang meliputi satu kali kunjungan kehamilan, satu kali kunjungan bersalin, serta satu kali kunjungan nifas dan bayi baru lahir ​Asuhan kebidanan komprehensif pertama kali dilakukan pada saat kunjungan kehamilan di trimester III pada tanggal 08 Maret 2026 dengan usia kehamilan 37 minggu 4 hari, didapatkan setelah pengkajian dilakukan dari kunjungan masa kehamilan dalam kondisi normal dan tidak ditemukan adanya komplikasi apapun. Asuhan persalinan diberikan pada tanggal 30 Maret 2026 pada dengan usia kehmilan 39 minggu 5 hari. Asuhan yang diberikan sesuai dengan standar 60 langkah Asuhan Persalinan Normal (APN), didapatkan kala I berlangsung 2 jam 45 menit, dan kala II berlangsung 17 menit, dilakukan penilaian sepintas, bayi lahir cukup bulan, segera menangis, warna kulit kemerahan, dan tonus otot baik. Kala III berlangsung 5 menit setelah oksitosin disuntikan, plasenta lahir lengkap dan tidak ada kelainan dan robekan. Asuhan kebidanan pada kala IV dilakukan selama 2 jam dengan memantau Tanda-Tanda Vital (TTV) ibu, dan didapatkan hasil dalam batas normal, perdarahan kurang lebih 150 cc, terdapat leserasi derajat 1. Kunjungan nifas dan bayi baru lahir dilakukan pada tanggal 30 Maret 2026, dengan hasil pemeriksaan fisik dan TTV ibu dan perdarahan masa nifas dalam batas normal, Tinggi Fundus Uteri (TFU) 2 jari dibawah pusat, terdapat pengeluaran lochea serosa dan tidak ada tanda-tanda infeksi. Asuhan yang dilakukan pada bayi baru lahir berupa pengukuran antropometri. Didapatkan hasil bayi berjenis kelamin perempuan, berat badan 3.000 gram, panjang badan 49 cm, lingkar kepala 34 cm, dan lingkar dada 32 cm. ​Telah dilakukan asuhan komprehensif pada Ny. K selama masa kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir dengan didapatkan bahwa tidak terdapat penyulit dan berlangsung fisiologis. Asuhan kebidanan yang berkelanjutan jika diberikan secara aktif dapat meningkatkan kesehatan ibu dan anak.

Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Diagnosis Keperawatan Isolasi Sosial

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis keperawatan isolasi sosial merupakan upaya penting dalam membantu meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada pasien dengan gangguan jiwa, khususnya skizofrenia. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada dua klien dengan diagnosis keperawatan isolasi sosial. Metode yang digunakan yaitu studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengkajian menunjukkan kedua klien mengalami perilaku menarik diri, afek datar atau tumpul, kurang kontak mata, tidak memiliki teman dekat, serta tidak berminat mengikuti aktivitas kelompok. Intervensi keperawatan dilakukan menggunakan strategi pelaksanaan isolasi sosial secara bertahap selama empat hari melalui latihan berkenalan, bercakap-cakap, dan meningkatkan interaksi sosial. Setelah dilakukan implementasi keperawatan,pada klien 1 mulai mampu berinteraksi secara bertahap, mau bercakap-cakap dengan perawat maupun pasien lain, serta mulai mengikuti kegiatan kelompok walaupun masih tampak gugup, sedangkan pada klien 2 mulai menunjukkan minat untuk berkomunikasi dan menjawab pertanyaan dengan lebih baik, namun klien masih membutuhkan dukungan dan bimbingan. Kesimpulan studi kasus ini menunjukkan bahwa penerapan strategi pelaksanaan isolasi sosial dapat membantu meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada klien dengan gangguan jiwa.

Pengaruh Komite Audit Dan Komisaris Independen Terhadap Kualitas Audit Dengan Kepemilikan Institusional Sebagai Variabel Moderasi Pada Perusahaan Farmasi Di Bei Periode 2020-2024

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh komite audit dan komisaris independen terhadap kualitas audit dengan kepemilikan institusional sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan yang diperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia www.idx.co.id dan situs perusahaan terkait. Populasi penelitian adalah perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2024 sebanyak 38 perusahaan. Sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 11 perusahaan dengan total 55 data observasi. Metode analisis yang digunakan adalah regresi logistik dengan bantuan perangkat lunak EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komite audit dan komisaris independen berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kualitas audit. Kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap kualitas audit. Kepemilikan institusional juga tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Hasil uji moderasi menunjukkan bahwa kepemilikan institusional tidak mampu memoderasi pengaruh komite audit terhadap kualitas audit, namun mampu memoderasi pengaruh komisaris independen terhadap kualitas audit. This study aimed to determine the influence of audit committees and independent commissioners on audit quality, with institutional ownership serving as a moderating variable. The research employed a quantitative approach with secondary data in the form of financial statements obtained from the official Indonesia Stock Exchange website (www.idx.id) and the websites of the respective companies. The research population consists of 38 pharmaceutical companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2020-2024 periods. The sample was determined using a purposive sampling technique, resulting in 11 companies with a total of 55 observation data points. The data analysis method used logistic regression because the variables in this study are dummy variables and are processed with the assistance of EViews 12 software. The results of the study indicated that the audit committee and independent commissioners have a negative and significant effect on audit quality, while institutional ownership does not have a significant effect on audit quality. The moderation test results showed that institutional ownership is unable to moderate the effect of the audit committee on audit quality, but it is able to moderate the effect of independent commissioners on audit quality.

Perbedaan Gejala emosional Remaja Generasi Alfa yang Berstatus Gizi Kurang dan Gizi Normal di Kota Tarakan

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Perubahan pola hidup remaja generasi alfa di era digital dapat memengaruhi kondisi kesehatan fisik dan emosional. Status gizi yang tidak optimal berpotensi memengaruhi kesehatan mental remaja, termasuk munculnya gejala emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan gejala emosional pada remaja generasi alfa yang berstatus gizi kurang dan gizi normal di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan komparatif analitik dan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 2.209 remaja generasi alfa yang diperoleh menggunakan teknik total sampling berdasarkan data pemeriksaan kesehatan seluruh Puskesmas di Kota Tarakan tahun ajaran 2024–2025. Status gizi diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), sedangkan gejala emosional diukur menggunakan kuesioner Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Analisis data menggunakan Uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan nilai p 0,001 yang berarti terdapat perbedaan gejala emosional berdasarkan status gizi pada remaja generasi alfa di Kota Tarakan. Remaja generasi alfa dengan status gizi kurang lebih tinggi berada pada kategori gejala emosional normal (68,6%), sedangkan proporsi gejala emosional abnormal lebih tinggi ditemukan pada remaja dengan status gizi normal (31,1%). Kesimpulan penelitian ini yaitu menunjukkan bahwa status gizi berhubungan dengan perbedaan gejala emosional pada remaja generasi alfa di Kota Tarakan, meskipun kondisi emosional remaja juga dapat dipengaruhi oleh faktor psikologis, sosial, dan penggunaan media digital. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui pemantauan status gizi, edukasi kesehatan, serta skrining kesehatan emosional secara berkala guna mendukung tumbuh kembang remaja secara optimal.

Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian MP-ASI Dengan Status Gizi Bayi Usia 6-12 Bulan di Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Status gizi bayi merupakan indikator penting untuk menilai pertumbuhan dan perkembangan anak. Status gizi yang baik mencerminkan terpenuhinya kebutuhan zat gizi sesuai kebutuhan tubuh, sedangkan ketidakseimbangan asupan dapat menyebabkan malnutrisi dan mengganggu tumbuh kembang bayi. Salah satu faktor yang memengaruhi status gizi adalah tingkat pengetahuan ibu mengenai pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI). Pengetahuan yang baik terkait waktu pemberian, jenis makanan, tekstur, frekuensi, dan jumlah MP-ASI sesuai usia bayi berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan sebanyak 74 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga diperoleh 74 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner tingkat pengetahuan ibu dan data status gizi berdasarkan indikator berat badan menurut panjang badan (BB/PB). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu memiliki pengetahuan baik tentang pemberian MP-ASI (81,1%) dan sebagian besar bayi memiliki status gizi normal. Hasil uji statistik menunjukkan p-value=0,000, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan. Diperlukan peningkatan edukasi kepada ibu mengenai pemberian MP-ASI yang tepat untuk mendukung status gizi optimal dan mencegah masalah gizi sejak dini

Efektivitas Media Pembelajaran Video Berbasis Animasi Dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep Dasar Matematika Kelas X di SMA Muhammadiyah Tarakan

2026 · Thesis ·

Video pembelajaran matematika merupakan salah satu media yang diperlukan untuk membantu visualisasi materi matematika yang bersifat abstrak terutama pada materi eksponen. Tujuan penelitian adalah mendeskrispiskan efektivitas media pembelajaran video berbasis animasi dalam meningkatkan pemahaman konsep dasar matematika kelas X di SMA Muhammadiyah Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen dan desain Non-equivalent Control Group Design. Data dianalisis menggunakan statistik deksripsi dan inferensial dengan bantuan SPSS 20 yang meliputi uji normalitas, uji homogenitas, uji N-Gain, dan uji Mann-Whitney U. Hasil peneltian menunjukkan bahwa rata-rata nilai kelas eksperimen meningkat dari 74,17 pada pre-test menjadi 91,25 pada post-test, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 73,33 menjadi 88,75. Hasil analisis N-Gain menunjukkan bahwa kelas eksperimen memperoleh rata-rata N-Gain Score sebesar 0,733 (kategori tinggi) dengan N-Gain Persen sebesar 73,37% (cukup efektif), sedangkan kelas kontrol memperoleh rata-rata N-Gain Score sebesar 0,464 (kategori sedang) dengan N-Gain Persen sebesar 46,45% (kurang efektif). Hasil uji Mann-Whitney U menunjukkan nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,797 (>0,05), sehingga tidak terdapat perbedaan peningkatan yang signifikan antara kedua kelas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran video berbasis animasi cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dasar matematika kelas X di SMA Muhammadiyah Tarakan, namun belum menunjukkan keunggulan yang signifikan secara statistik dibandingkan pembelajaran konvensional. Meskipun demikian, media video berbasis animasi dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang membantu memvisualisasikan konsep matematika yang abstrak serta mendukung proses pembelajaran yang lebih menarik bagi siswa.

KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL PEMEDIASI WORK LIFE BALANCE DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KINERJA ASN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN TANA TIDUNG

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work-life balance dan kecerdasan emosional terhadap kinerja pegawai dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tana Tidung. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan jumlah responden sebanyak 385 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dan kinerja pegawai. Selain itu, kepuasan kerja juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Kecerdasan emosional secara tidak langsung berpengaruh terhadap kinerja melalui kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Sebaliknya, work-life balance tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja maupun kinerja. Pengaruh tidak langsung work-life balance terhadap kinerja melalui kepuasan kerja juga tidak menunjukkan dukungan yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kecerdasan emosional merupakan faktor dominan dalam meningkatkan kepuasan kerja dan kinerja pegawai, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sementara itu, work-life balance belum menunjukkan peran yang signifikan dalam model penelitian ini. Oleh karena itu, peningkatan kinerja pegawai lebih efektif dilakukan melalui penguatan aspek kecerdasan emosional dan kepuasan kerja.

Pengaruh Citra Merek, Harga, dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Smartphone Xiaomi (Studi Pada Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan)

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh citra merek, harga, dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian smartphone Xiaomi pada mahasiswa Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa aktif Universitas Borneo Tarakan, dengan jumlah sampel sebanyak 180 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan aplikasi SPSS versi 31. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra merek dan kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, sedangkan harga tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian.

Pengaruh Komite Audit Dan Komisaris Independen Terhadap Kualitas Audit Dengan Kepemilikan Institusional Sebagai Variabel Moderasi Pada Perusahaan Farmasi Di Bei Periode 2020-2024

2026 · Thesis ·

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh komite audit dan komisaris independen terhadap kualitas audit dengan kepemilikan institusional sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan yang diperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia www.idx.co.id dan situs perusahaan terkait. Populasi penelitian adalah perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2024 sebanyak 38 perusahaan. Sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 11 perusahaan dengan total 55 data observasi. Metode analisis yang digunakan adalah regresi logistik dengan bantuan perangkat lunak EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komite audit dan komisaris independen berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kualitas audit. Kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap kualitas audit. Kepemilikan institusional juga tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Hasil uji moderasi menunjukkan bahwa kepemilikan institusional tidak mampu memoderasi pengaruh komite audit terhadap kualitas audit, namun mampu memoderasi pengaruh komisaris independen terhadap kualitas audit. This study aimed to determine the influence of audit committees and independent commissioners on audit quality, with institutional ownership serving as a moderating variable. The research employed a quantitative approach with secondary data in the form of financial statements obtained from the official Indonesia Stock Exchange website (www.idx.id) and the websites of the respective companies. The research population consists of 38 pharmaceutical companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2020-2024 periods. The sample was determined using a purposive sampling technique, resulting in 11 companies with a total of 55 observation data points. The data analysis method used logistic regression because the variables in this study are dummy variables and are processed with the assistance of EViews 12 software. The results of the study indicated that the audit committee and independent commissioners have a negative and significant effect on audit quality, while institutional ownership does not have a significant effect on audit quality. The moderation test results showed that institutional ownership is unable to moderate the effect of the audit committee on audit quality, but it is able to moderate the effect of independent commissioners on audit quality.

KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL PEMEDIASI WORK LIFE BALANCE DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KINERJA ASN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN TANA TIDUNG

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work-life balance dan kecerdasan emosional terhadap kinerja pegawai dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tana Tidung. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan jumlah responden sebanyak 385 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dan kinerja pegawai. Selain itu, kepuasan kerja juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Kecerdasan emosional secara tidak langsung berpengaruh terhadap kinerja melalui kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Sebaliknya, work-life balance tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja maupun kinerja. Pengaruh tidak langsung work-life balance terhadap kinerja melalui kepuasan kerja juga tidak menunjukkan dukungan yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kecerdasan emosional merupakan faktor dominan dalam meningkatkan kepuasan kerja dan kinerja pegawai, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sementara itu, work-life balance belum menunjukkan peran yang signifikan dalam model penelitian ini. Oleh karena itu, peningkatan kinerja pegawai lebih efektif dilakukan melalui penguatan aspek kecerdasan emosional dan kepuasan kerja.

Implementasi Cloud Accounting sebagai Transformasi Praktik Akuntansi: Kajian Literatur Sistematis

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi dalam praktik akuntansi, salah satunya melalui penerapan Cloud Accounting. Sistem ini memungkinkan proses pencatatan, pengolahan, dan pelaporan keuangan dilakukan secara daring, terintegrasi, serta dapat diakses secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren perkembangan penelitian mengenai Cloud Accounting, mengidentifikasi tema utama yang menjadi fokus kajian, serta mengkaji dampaknya terhadap praktik akuntansi. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) yang dikombinasikan dengan analisis bibliometrik dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Data penelitian diperoleh dari basis data Scopus dengan rentang publikasi tahun 2019–2025. Melalui proses seleksi literatur secara sistematis, diperoleh sebanyak 100 artikel ilmiah yang kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak Biblioshiny dan NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren publikasi mengenai cloud accounting mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan berkembangnya transformasi digital dalam bidang akuntansi. Tema penelitian yang dominan berkaitan dengan efisiensi sistem akuntansi, akurasi informasi keuangan, transparansi pelaporan, keamanan data, serta integrasi sistem informasi. Selain itu, implementasi Cloud Accounting terbukti memberikan manfaat dalam meningkatkan efisiensi proses akuntansi, mengurangi kesalahan pencatatan, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas informasi keuangan dalam organisasi.

PENGARUH KOMPETENSI, MOTIVASI TERHADAP KINERJA DENGAN BEBAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MODERASI DI KECAMATAN TANJUNG SELOR

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kinerja pegawai sektor publik menjadi faktor kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan pelayanan publik yang berkualitas. Di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat, pegawai pemerintah dihadapkan pada kompleksitas pekerjaan, keterbatasan sumber daya, serta tekanan administratif yang tinggi. Dalam konteks ini, kompetensi dan motivasi dipandang sebagai determinan utama kinerja, namun efektivitas keduanya sangat bergantung pada kondisi beban kerja yang dialami pegawai. Beban kerja yang terlalu tinggi berpotensi melemahkan kemampuan dan motivasi pegawai dalam menghasilkan kinerja optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan motivasi terhadap kinerja pegawai sektor publik serta menguji peran beban kerja dalam memoderasi hubungan tersebut pada aparatur pemerintah di Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap pegawai sektor publik di Kabupaten Bulungan. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling untuk menguji hubungan langsung dan efek moderasi antar variabel, dengan terlebih dahulu memastikan validitas dan reliabilitas instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, sementara beban kerja terbukti berperan sebagai variabel moderasi yang memperlemah hubungan antara kompetensi dan kinerja serta antara motivasi dan kinerja ketika beban kerja berada pada tingkat tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengelolaan beban kerja yang tidak proporsional dapat menghambat pemanfaatan kompetensi dan energi motivasional pegawai, sehingga secara praktis pemerintah daerah perlu menyeimbangkan distribusi beban kerja dengan pengembangan kompetensi dan sistem motivasi agar kinerja aparatur dapat dioptimalkan secara berkelanjutan.

PENGARUH KOMPETENSI, MOTIVASI TERHADAP KINERJA DENGAN BEBAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MODERASI DI KECAMATAN TANJUNG SELOR

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kinerja pegawai sektor publik menjadi faktor kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan pelayanan publik yang berkualitas. Di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat, pegawai pemerintah dihadapkan pada kompleksitas pekerjaan, keterbatasan sumber daya, serta tekanan administratif yang tinggi. Dalam konteks ini, kompetensi dan motivasi dipandang sebagai determinan utama kinerja, namun efektivitas keduanya sangat bergantung pada kondisi beban kerja yang dialami pegawai. Beban kerja yang terlalu tinggi berpotensi melemahkan kemampuan dan motivasi pegawai dalam menghasilkan kinerja optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan motivasi terhadap kinerja pegawai sektor publik serta menguji peran beban kerja dalam memoderasi hubungan tersebut pada aparatur pemerintah di Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap pegawai sektor publik di Kabupaten Bulungan. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling untuk menguji hubungan langsung dan efek moderasi antar variabel, dengan terlebih dahulu memastikan validitas dan reliabilitas instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, sementara beban kerja terbukti berperan sebagai variabel moderasi yang memperlemah hubungan antara kompetensi dan kinerja serta antara motivasi dan kinerja ketika beban kerja berada pada tingkat tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengelolaan beban kerja yang tidak proporsional dapat menghambat pemanfaatan kompetensi dan energi motivasional pegawai, sehingga secara praktis pemerintah daerah perlu menyeimbangkan distribusi beban kerja dengan pengembangan kompetensi dan sistem motivasi agar kinerja aparatur dapat dioptimalkan secara berkelanjutan.

PROBLEMATIKA KERAHASIAAN DATA PELAKSANAAN ADMINISTRASI DAN INFORMASI PADA BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PIMPINAN SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN MALINAU

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kerahasiaan data merupakan salah satu prinsip fundamental dalam penyelenggaraan administrasi pemerintahan yang baik (good governance). Dalam konteks pemerintahan daerah, pelaksanaan kerahasiaan data menjadi tanggung jawab setiap aparatur, khususnya pada Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Sekretariat Daerah, yang memiliki fungsi strategis dalam pengelolaan informasi, komunikasi pimpinan, serta penyimpanan dokumen-dokumen pemerintahan yang bersifat rahasia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan prinsip kerahasiaan data dan informasi dalam administrasi pemerintahan serta mengkaji akibat hukum yang timbul apabila terjadi kebocoran data atau informasi di lingkungan Prokompim. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan konseptual (conceptual approach). Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, buku-buku hukum, serta jurnal ilmiah yang relevan dengan isu perlindungan data dan rahasia jabatan. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan menitikberatkan pada hubungan antara asas kerahasiaan jabatan, kewajiban hukum aparatur, dan tanggung jawab administrasi negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kerahasiaan data pada Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan belum sepenuhnya optimal. Hal ini disebabkan oleh lemahnya regulasi internal, rendahnya kesadaran aparatur terhadap pentingnya perlindungan data, serta belum tersedianya sistem keamanan informasi yang memadai. Apabila terjadi kebocoran data, maka terdapat akibat hukum administratif, perdata, pidana dan etik, yang masing-masing memiliki dasar hukum dalam peraturan perundang-undangan, seperti Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi, dan Pasal 322 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan prinsip kerahasiaan data sebagai bagian integral dari akuntabilitas dan integritas penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pemerintah daerah disarankan untuk memperkuat sistem perlindungan data melalui penyusunan kebijakan internal, peningkatan kompetensi aparatur, serta pengawasan berkelanjutan terhadap tata kelola informasi pemerintahan, sehingga tercipta keseimbangan antara transparansi publik dan perlindungan rahasia jabatan dalam kerangka good governance.

EFEKTIVITAS PENCEGAHAN TINDAK PIDANA KORUPSI OLEH INSPEKTORAT DI KABUPATEN MALINAU

2026 · Book ·

ABSTRAK Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis Efektivitas Pencegahan Tindak Pidana Korupsi oleh Inspektorat di Kabupaten Malinau. Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini adalah, Pengaturan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi dalam Peraturan Perundang-undangan dan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi oleh Inspektorat di Kabupaten Malinau sudah efektif. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach). Berdasarkan hasil penelitian, Pencegahan tindak pidana korupsi di Indonesia diatur melalui berbagai regulasi, seperti UU Pemberantasan Tipikor, UU KPK, dan Perpres tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK). Fokus utamanya mencakup perbaikan sistem perizinan, pengelolaan keuangan negara, serta reformasi birokrasi dan penegakan hukum. KPK, Inspektorat, BPK, dan lembaga pengawasan lainnya berperan penting dalam upaya ini. Selain pendekatan hukum, pencegahan juga dilakukan melalui pendidikan antikorupsi, teknologi informasi, dan pelibatan masyarakat sebagai bentuk pengawasan sosial. Efektivitas pencegahan tindak pidana korupsi oleh Inspektorat Kabupaten Malinau tergolong cukup efektif namun belum optimal. Inspektorat telah melaksanakan pengawasan internal melalui audit, reviu, dan pemantauan pengelolaan keuangan serta penerapan SPIP sebagai langkah pencegahan korupsi. Namun, efektivitas tersebut masih terkendala keterbatasan sumber daya manusia, luasnya wilayah pengawasan, serta rendahnya kepatuhan sebagian perangkat daerah dalam menindaklanjuti temuan, sehingga diperlukan penguatan pengawasan dan komitmen seluruh pihak agar pencegahan korupsi lebih maksimal.