2026 · Thesis ·
Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh permainan gobak sodor terhadap kerjasama siswa kelas VIII di SMP Negeri 13 Tarakan. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif model Pre-Experimental Designs dengan desian One Grup Pretest-Posttest Desaign. Populasi penelitain sebanyak 95 dan pengambilan sampel penelitian menggunakan purposive sampling, yaitu sebanyak 12 siswa. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif dan inferensial dengan uji wilcoxon two related samplestest dengan menggunakan SPSS 29.0 for windows. Menggunakan dua teknik analisis data yaitu teknik analisis statistik deskriptif dan teknik analisis inferensial. Hasil teknik analisis deskriptif yaitu terdapat perubahan tingkat kerjasama siswa SR dari kategori sangat rendah menjadi tinggi. Perubahan tingkat kerjasama siswa NI, MRY, MRI, dan JP dari kategori rendah menjadi tinggi. Perubahan tingkat kerjasama siswa MF, MFN, AR, R, ZP, S dan FF dari kategori rendah menjadi sangat tinggi. Hasil teknik analisis inferensial yang diperoleh berdasarkan uji wilcoxon sebesar 0,002 lebih kecil dari taraf signifikansi yaitu α (0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa asymp sig = 0,002 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti bahwa, Ada pengaruh permainan gobak sodor untuk meningkatkan kerjasama siswa.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah eksperimen low cost berpengaruh terhadap pemahaman konsep siswa pada materi sistem peredaran darah kecil dan besar. Latar belakang penelitian ini didasari oleh keterbatasan fasilitas dan alat laboratorium di sekolah, yang menyebabkan pelaksanaan praktikum belum optimal dalam mendukung pemahaman konsep biologi yang bersifat abstrak. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain Posttest Only Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas XI SMA Negeri 1 Tarakan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu kelas XI K sebagai kelas eksperimen dan kelas XI L sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen diberi perlakuan berupa kegiatan eksperimen low cost menggunakan alat dan bahan sederhana, sedangkan kelas kontrol mengikuti pembelajaran tanpa kegiatan tersebut. Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda yang telah divalidasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Mann-Whitney U karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara deskriptif, rata-rata nilai posttest kelas eksperimen meningkat sebesar 14,90% (dari 71,94 menjadi 82,66), sedangkan kelas kontrol mengalami penurunan sebesar 0,07% (dari 82,78 menjadi 82,72). Namun, hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,815 >0,05, yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara kegiatan eksperimen low cost terhadap pemahaman konsep siswa. Hasil tersebut diduga dipengaruhi oleh kesesuaian tinggi antara materi dan video pembelajaran dengan soal tes, dominasi soal tingkat C1-C2, serta kondisi pelaksanaan eksperimen di kelas yang kurang kondusif.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hambatan fonologis merupakan salah satu permasalahan kemampuan berbicara pada anak Down Syndrome yang dapat memengaruhi kejelasan komunikasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan hambatan fonologis pada anak Down Syndrome berinisial AS di SLB Negeri Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data berupa tuturan AS yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, teknik rekam, dan teknik catat. Data dianalisis dengan membandingkan tuturan AS dengan kata target berdasarkan perubahan fonem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 35 data ujaran ditemukan enam bentuk hambatan fonologis, yaitu substitusi fonem 15 data, omisi fonem 7 data, adisi fonem 5 data, distorsi berupa hentian glotal 3 data, hambatan majemuk 5 data. Contoh data yang ditemukan yaitu kata target /sapu/ diujarkan menjadi /tapu/ yang menunjukkan substitusi fonem /s/ menjadi /t/; kata /kaki/ menjadi /aki/ yang menunjukkan omisi fonem /k/; kata /buku/ menjadi /bukuu/ yang menunjukkan adisi fonem /u/; kata /kuda/ menjadi [ʔuda] yang menunjukkan distorsi berupa hentian glotal; kata /kucing/ menjadi /tucing/ yang termasuk hambatan majemuk. Berdasarkan hasil tersebut, AS mengalami berbagai hambatan dalam memproduksi bunyi bahasa, sehingga diperlukan upaya pengembangan kemampuan komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan anak.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) IPAS materi Bentuk Keragaman Budaya pada siswa kelas IV-B SDN 045 Tarakan serta mengetahui kelayakan dan respon siswa terhadap LKPD yang dikembangkan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan bahan ajar yang masih terbatas pada buku cetak dan buku tulis yang cenderung monoton, serta keterbatasan gambar budaya yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam memahami bentuk nyata keragaman budaya. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas lima tahap, yaitu Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Subjek penelitian terdiri dari 6 siswa pada uji coba terbatas dan siswa kelas IV-B pada uji coba lapangan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, lembar validasi ahli, angket respon siswa, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan memperoleh persentase kelayakan dari ahli media sebesar 90%, ahli bahasa sebesar 100%, dan ahli materi sebesar 97,7%, dengan rata-rata persentase kelayakan sebesar 95,9% dan termasuk kategori sangat layak. Hasil respon siswa pada uji coba terbatas memperoleh persentase sebesar 95,3%, sedangkan uji coba lapangan memperoleh persentase sebesar 93,1%, dengan rata-rata sebesar 94,2% dan termasuk kategori sangat menarik. Berdasarkan hasil tersebut, LKPD IPAS materi Bentuk Keragaman Budaya dinyatakan sangat layak dan sangat menarik untuk digunakan sebagai bahan ajar pendukung dalam pembelajaran IPAS kelas IV sekolah dasar.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Gizi lebih pada balita merupakan salah satu masalah gizi yang perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Gizi lebih pada balita dapat disebabkan oleh pola makan yang tidak seimbang, seperti konsumsi makanan tinggi energi, gula, dan lemak secara berlebihan serta kurangnya aktivitas fisik. Pengetahuan ibu berperan penting dalam menentukan pemilihan jenis, jumlah, dan frekuensi makanan balita. Di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo masih ditemukan balita berisiko gizi lebih serta keterbatasan pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang. Edukasi menggunakan media video dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan ibu sebelum dan sesudah edukasi serta menganalisis pengaruh edukasi gizi menggunakan media video terhadap pengetahuan ibu tentang gizi balita berisiko gizi lebih. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian sebanyak 51 ibu yang memiliki balita berusia 36–60 bulan berisiko gizi lebih di wilayah Puskesmas Karang Rejo, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi yang diberikan berupa edukasi berupa video berdurasi 5 menit. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi melalui media video. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Sebelum diberikan edukasi, sebagian besar responden memiliki pengetahuan kategori kurang sebanyak 26 responden (51,0%). Sesudah diberikan edukasi, sebagian besar responden berada pada kategori cukup sebanyak 37 responden (72,5%). Nilai mean meningkat dari 60,49 menjadi 70,76. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value 0,001 (p0,05) sehingga terdapat pengaruh. Kesimpulannya terdapat pengaruh edukasi gizi menggunakan media video terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi balita berisiko gizi lebih di Puskesmas Karang Rejo.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Jamur makroskopis merupakan fungi yang memiliki tubuh buah berukuran relatif besar dan dapat diamati secara langsung. Jamur ini dapat ditemukan di berbagai habitat, termasuk ekosistem mangrove yang memiliki substrat berupa kayu lapuk, batang matiKeberadaannya dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, salah satunya salinitas, meskipun beberapa jenis mampu beradaptasi pada salinitas tertentu. Peran utama jamur terlihat dalam proses dekomposisi bahan organik, terutama serasah di lingkungan hutan dan sistem agroforestri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jamur makroskopis, kondisi parameter lingkungan, nilai indeks keanekaragaman, serta potensi pemanfaatannya sebagai sumber belajar Biologi di Kawasan Konservasi Hutan Mangrove Bekantan (KKMB) Kota Tarakan, dilakukan dengan metode survei eksploratif menggunakan garis transek dan plot berukuran 5 x 5 m pada tiga stasiun pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kawasan Konservasi Hutan Mangrove Bekantan (KKMB) ditemukan 169 individu jamur makroskopis yang tergolong ke dalam 13 genus. Jamur yang paling dominan adalah Auricularia. sedangkan genus lain yang ditemukan antara lain Shizophyllum, Trametes, Ganoderma, Daldania, dan Fuscoporia. Sebagaian besar jamur ditemukan pada substrat kayu lapuk yang memiliki kelembapan tinggi sehingga mendukung pertumbuhan dan perkembangan tubuh buah jamur. Nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) yang diperoleh sebesar 2,07 yang termasuk kategori sedang. Nilai tersebut menunjukkan bahwa komunitas jamur makroskopis di kawasan penelitian memiliki tingkat keanekaragaman yang cukup baik dengan distribusi individu yang relatif merata dan tidak didominasi secara berlebihan oleh satu spesies tertentu. Kondisi lingkungan berupa suhu, pH tanah, salinitas, intensitas cahaya, dan jenis substrat turut memengaruhi keberadaan jamur lokasi penelitian. Hasil penelitian berpontensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar Biologi SMA kelas X pada Kurikulum Merdeka, khususnya materi keanekaragaman hayati, fungi, dan ekosistem. Pemanfaatan potensi lokal melalui hasil penelitian ini dapat mendukung pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan dekat dengan lingkungan peserta didik.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hambatan fonologis merupakan salah satu permasalahan kemampuan berbicara pada anak Down Syndrome yang dapat memengaruhi kejelasan komunikasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan hambatan fonologis pada anak Down Syndrome berinisial AS di SLB Negeri Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data berupa tuturan AS yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, teknik rekam, dan teknik catat. Data dianalisis dengan membandingkan tuturan AS dengan kata target berdasarkan perubahan fonem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 35 data ujaran ditemukan enam bentuk hambatan fonologis, yaitu substitusi fonem 15 data, omisi fonem 7 data, adisi fonem 5 data, distorsi berupa hentian glotal 3 data, hambatan majemuk 5 data. Contoh data yang ditemukan yaitu kata target /sapu/ diujarkan menjadi /tapu/ yang menunjukkan substitusi fonem /s/ menjadi /t/; kata /kaki/ menjadi /aki/ yang menunjukkan omisi fonem /k/; kata /buku/ menjadi /bukuu/ yang menunjukkan adisi fonem /u/; kata /kuda/ menjadi [ʔuda] yang menunjukkan distorsi berupa hentian glotal; kata /kucing/ menjadi /tucing/ yang termasuk hambatan majemuk. Berdasarkan hasil tersebut, AS mengalami berbagai hambatan dalam memproduksi bunyi bahasa, sehingga diperlukan upaya pengembangan kemampuan komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan anak.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah eksperimen low cost berpengaruh terhadap pemahaman konsep siswa pada materi sistem peredaran darah kecil dan besar. Latar belakang penelitian ini didasari oleh keterbatasan fasilitas dan alat laboratorium di sekolah, yang menyebabkan pelaksanaan praktikum belum optimal dalam mendukung pemahaman konsep biologi yang bersifat abstrak. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain Posttest Only Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas XI SMA Negeri 1 Tarakan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu kelas XI K sebagai kelas eksperimen dan kelas XI L sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen diberi perlakuan berupa kegiatan eksperimen low cost menggunakan alat dan bahan sederhana, sedangkan kelas kontrol mengikuti pembelajaran tanpa kegiatan tersebut. Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda yang telah divalidasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Mann-Whitney U karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara deskriptif, rata-rata nilai posttest kelas eksperimen meningkat sebesar 14,90% (dari 71,94 menjadi 82,66), sedangkan kelas kontrol mengalami penurunan sebesar 0,07% (dari 82,78 menjadi 82,72). Namun, hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,815 >0,05, yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara kegiatan eksperimen low cost terhadap pemahaman konsep siswa. Hasil tersebut diduga dipengaruhi oleh kesesuaian tinggi antara materi dan video pembelajaran dengan soal tes, dominasi soal tingkat C1-C2, serta kondisi pelaksanaan eksperimen di kelas yang kurang kondusif.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gizi lebih pada balita merupakan salah satu masalah gizi yang perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Gizi lebih pada balita dapat disebabkan oleh pola makan yang tidak seimbang, seperti konsumsi makanan tinggi energi, gula, dan lemak secara berlebihan serta kurangnya aktivitas fisik. Pengetahuan ibu berperan penting dalam menentukan pemilihan jenis, jumlah, dan frekuensi makanan balita. Di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo masih ditemukan balita berisiko gizi lebih serta keterbatasan pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang. Edukasi menggunakan media video dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan ibu sebelum dan sesudah edukasi serta menganalisis pengaruh edukasi gizi menggunakan media video terhadap pengetahuan ibu tentang gizi balita berisiko gizi lebih. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian sebanyak 51 ibu yang memiliki balita berusia 36–60 bulan berisiko gizi lebih di wilayah Puskesmas Karang Rejo, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi yang diberikan berupa edukasi berupa video berdurasi 5 menit. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi melalui media video. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Sebelum diberikan edukasi, sebagian besar responden memiliki pengetahuan kategori kurang sebanyak 26 responden (51,0%). Sesudah diberikan edukasi, sebagian besar responden berada pada kategori cukup sebanyak 37 responden (72,5%). Nilai mean meningkat dari 60,49 menjadi 70,76. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value 0,001 (p0,05) sehingga terdapat pengaruh. Kesimpulannya terdapat pengaruh edukasi gizi menggunakan media video terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi balita berisiko gizi lebih di Puskesmas Karang Rejo.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) IPAS materi Bentuk Keragaman Budaya pada siswa kelas IV-B SDN 045 Tarakan serta mengetahui kelayakan dan respon siswa terhadap LKPD yang dikembangkan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan bahan ajar yang masih terbatas pada buku cetak dan buku tulis yang cenderung monoton, serta keterbatasan gambar budaya yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam memahami bentuk nyata keragaman budaya. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas lima tahap, yaitu Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Subjek penelitian terdiri dari 6 siswa pada uji coba terbatas dan siswa kelas IV-B pada uji coba lapangan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, lembar validasi ahli, angket respon siswa, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan memperoleh persentase kelayakan dari ahli media sebesar 90%, ahli bahasa sebesar 100%, dan ahli materi sebesar 97,7%, dengan rata-rata persentase kelayakan sebesar 95,9% dan termasuk kategori sangat layak. Hasil respon siswa pada uji coba terbatas memperoleh persentase sebesar 95,3%, sedangkan uji coba lapangan memperoleh persentase sebesar 93,1%, dengan rata-rata sebesar 94,2% dan termasuk kategori sangat menarik. Berdasarkan hasil tersebut, LKPD IPAS materi Bentuk Keragaman Budaya dinyatakan sangat layak dan sangat menarik untuk digunakan sebagai bahan ajar pendukung dalam pembelajaran IPAS kelas IV sekolah dasar.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jamur makroskopis merupakan fungi yang memiliki tubuh buah berukuran relatif besar dan dapat diamati secara langsung. Jamur ini dapat ditemukan di berbagai habitat, termasuk ekosistem mangrove yang memiliki substrat berupa kayu lapuk, batang matiKeberadaannya dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, salah satunya salinitas, meskipun beberapa jenis mampu beradaptasi pada salinitas tertentu. Peran utama jamur terlihat dalam proses dekomposisi bahan organik, terutama serasah di lingkungan hutan dan sistem agroforestri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jamur makroskopis, kondisi parameter lingkungan, nilai indeks keanekaragaman, serta potensi pemanfaatannya sebagai sumber belajar Biologi di Kawasan Konservasi Hutan Mangrove Bekantan (KKMB) Kota Tarakan, dilakukan dengan metode survei eksploratif menggunakan garis transek dan plot berukuran 5 x 5 m pada tiga stasiun pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kawasan Konservasi Hutan Mangrove Bekantan (KKMB) ditemukan 169 individu jamur makroskopis yang tergolong ke dalam 13 genus. Jamur yang paling dominan adalah Auricularia. sedangkan genus lain yang ditemukan antara lain Shizophyllum, Trametes, Ganoderma, Daldania, dan Fuscoporia. Sebagaian besar jamur ditemukan pada substrat kayu lapuk yang memiliki kelembapan tinggi sehingga mendukung pertumbuhan dan perkembangan tubuh buah jamur. Nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) yang diperoleh sebesar 2,07 yang termasuk kategori sedang. Nilai tersebut menunjukkan bahwa komunitas jamur makroskopis di kawasan penelitian memiliki tingkat keanekaragaman yang cukup baik dengan distribusi individu yang relatif merata dan tidak didominasi secara berlebihan oleh satu spesies tertentu. Kondisi lingkungan berupa suhu, pH tanah, salinitas, intensitas cahaya, dan jenis substrat turut memengaruhi keberadaan jamur lokasi penelitian. Hasil penelitian berpontensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar Biologi SMA kelas X pada Kurikulum Merdeka, khususnya materi keanekaragaman hayati, fungi, dan ekosistem. Pemanfaatan potensi lokal melalui hasil penelitian ini dapat mendukung pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan dekat dengan lingkungan peserta didik.
2026 · Book ·
Masa nifas merupakan periode kritis yang membutuhkan asupan nutrisi optimal untuk mendukung pemulihan ibu, penyembuhan luka, dan produksi ASI. Namun, di berbagai komunitas adat, pemenuhan nutrisi bagi ibu pascapersalinan seringkali dibatasi oleh pantangan makanan yang diwariskan, termasuk di kalangan masyarakat Dayak Lundayeh. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif pantangan makanan bagi ibu pascapersalinan di suku Dayak Lundayeh, termasuk jenis pantangan, metode pengolahan makanan, pola konsumsi yang dibutuhkan, pergeseran praktik antargenerasi, dan perspektif budaya dan kesehatan terhadap fenomena tersebut. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan informan purposive sampling yang dikombinasikan dengan snowball sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur mendalam dan dokumentasi dengan tujuh informan, yang terdiri dari sesepuh desa, ibu nifas, ketua adat, dan bidan desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pantangan makanan meliputi berbagai jenis sayuran, makanan laut, daging, buah asam, dan makanan pedas, serta pembatasan metode pengolahan makanan yang harus diolah kering. Pola konsumsi wajib bubur panas disertai jahe merah dan kopi juga ditemukan, serta pergeseran pantangan makanan di antara generasi yang tidak lagi tinggal bersama orang tua ataupun mertua. Studi ini menyimpulkan bahwa pantangan makanan pascapersalinan adalah fenomena multidimensional yang membutuhkan pendekatan pendidikan gizi yang peka terhadap budaya lokal.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PENGARUH E-COMMERCE MODAL USAHA LAMA USAHA TERHADAP PENDAPATAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DI PROVINSI KALIMANTAN (STUDI PADA PEDAGANG PAKAIAN) JULIANI DEWI ANGGRENI Rusdy Setiawan, S.Pd, M.E Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi digital dan persaingan usaha yang mendorong pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan melalui pemanfaatan teknologi, ketersediaan modal usaha, serta pengalaman usaha yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh e-commerce, modal usaha, dan lama usaha terhadap pendapatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pedagang pakaian di Provinsi Kalimantan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan sumber data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner menggunakan google form kepada 68 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sedangkan analisis data dilakukan dengan metode regresi linear berganda menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel e-commerce dan lama usaha tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM pedagang pakaian di Provinsi Kalimantan. Sementara itu, modal usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM. Secara simultan, variabel e-commerce, modal usaha, dan lama usaha berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,772 menunjukkan bahwa sebesar 77,2% variasi pendapatan UMKM dapat dijelaskan oleh variabel dalam penelitian ini, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pelaku UMKM dalam meningkatkan pendapatan usaha melalui penguatan modal usaha dan pengembangan pengalaman usaha.
2026 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kedisiplinan belajar mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling angkatan 2023 di Universitas Borneo Tarakan. Kedisiplinan belajar mahasiswa merupakan sikap dan perilaku mahasiswa yang menunjukkan kepatuhan, keteraturan, serta tanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan belajar sesuai dengan aturan, jadwal, dan tujuan akademik yang telah ditetapkan. Kedisiplinan belajar tercermin dalam kebiasaan mengelola waktu dengan baik, mengikuti perkuliahan secara teratur, mengerjakan tugas tepat waktu, mematuhi tata tertib akademik, serta menjaga konsistensi dalam proses pembelajaran untuk mencapai hasil belajar yang optimal. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling angkatan 2023 yang berjumlah 100 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh, sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan angket atau kuesioner dengan skala Likert yang terdiri dari 40 item pernyataan. Data penelitian dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa distribusi frekuensi dan persentase. Berdasarkan hasil analisis data, tingkat kedisiplinan belajar mahasiswa secara umum berada pada kategori tinggi. Dari 100 responden yang diteliti, sebanyak 58 responden (58%) memiliki kedisiplinan belajar pada kategori tinggi dengan interval skor 109–134. Selanjutnya, sebanyak 39 responden (39%) berada pada kategori sedang dengan interval skor 83–108, dan 3 responden (3%) berada pada kategori sangat tinggi dengan interval skor 135–160. Tidak terdapat responden yang berada pada kategori rendah (57–82) maupun sangat rendah (31–56). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling memiliki tingkat kedisiplinan belajar yang tinggi, yang mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam mematuhi aturan, mengelola waktu belajar, serta menjalankan tanggung jawab akademik dengan baik.
2026 · Thesis ·
Masa nifas merupakan periode kritis yang membutuhkan asupan nutrisi optimal untuk mendukung pemulihan ibu, penyembuhan luka, dan produksi ASI. Namun, di berbagai komunitas adat, pemenuhan nutrisi bagi ibu pascapersalinan seringkali dibatasi oleh pantangan makanan yang diwariskan, termasuk di kalangan masyarakat Dayak Lundayeh. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif pantangan makanan bagi ibu pascapersalinan di suku Dayak Lundayeh, termasuk jenis pantangan, metode pengolahan makanan, pola konsumsi yang dibutuhkan, pergeseran praktik antargenerasi, dan perspektif budaya dan kesehatan terhadap fenomena tersebut. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan informan purposive sampling yang dikombinasikan dengan snowball sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur mendalam dan dokumentasi dengan tujuh informan, yang terdiri dari sesepuh desa, ibu nifas, ketua adat, dan bidan desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pantangan makanan meliputi berbagai jenis sayuran, makanan laut, daging, buah asam, dan makanan pedas, serta pembatasan metode pengolahan makanan yang harus diolah kering. Pola konsumsi wajib bubur panas disertai jahe merah dan kopi juga ditemukan, serta pergeseran pantangan makanan di antara generasi yang tidak lagi tinggal bersama orang tua ataupun mertua. Studi ini menyimpulkan bahwa pantangan makanan pascapersalinan adalah fenomena multidimensional yang membutuhkan pendekatan pendidikan gizi yang peka terhadap budaya lokal.
2026 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT. Intracawood Manufacturing Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode survei yang menggunakan kuesioner untuk instrumen dalam mengevaluasi datanya. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling melalui metode simple random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 150 sampel yang berasal dari karyawan PT. Intracawood Manufacturing Kota Tarakan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan teknik analisis regresi berganda dan uji t dengan bantuan program SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Budaya organisasi terbukti memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan di PT. Intracawood Manufacturing Kota Tarakan. Artinya, jika budaya organisasi yang diterapkan di perusahaan semakin baik, maka kinerja karyawan juga akan meningkat. Selain itu, motivasi bekerja juga terbukti memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap performa karyawan PT. Intracawood Manufacturing Kota Tarakan. Dengan kata lain, semakin tinggi motivasi kerja karyawan, maka hasil kinerja yang diperoleh akan semakin baik.
2026 · Book ·
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Belanja Barang dan Jasa, serta Tingkat Ketergantungan Keuangan Daerah terhadap transparansi pelaporan keuangan pemerintah daerah kabupaten/kota di Kalimantan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder dari laporan keuangan dan website resmi pemerintah daerah. Sampel terdiri dari 44 pemerintah daerah yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan EViews. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAD dan Belanja Barang dan Jasa tidak berpengaruh signifikan terhadap transparansi pelaporan keuangan. Sebaliknya, Tingkat Ketergantungan Keuangan Daerah berpengaruh negatif dan signifikan, yang berarti semakin tinggi ketergantungan daerah pada dana transfer pusat, semakin rendah tingkat transparansinya. Secara bersama-sama, ketiga variabel tersebut berpengaruh terhadap transparansi pelaporan keuangan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan transparansi lebih dipengaruhi oleh tingkat kemandirian fiskal daerah dibandingkan besarnya pendapatan atau belanja daerah.
2026 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi mahasiswa mengenai Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dan soft skills dengan persepsi kesiapan menjadi guru pada mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kepercayaan diri pada mahasiswa Pendidikan Biologi serta tantangan geografis di wilayah dekat perbatasan yang menuntut kesiapan mental yang kuat. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif jenis ex post facto dengan jumlah sampel sebanyak 54 responden yang diambil melalui teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM-PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, persepsi PLP dan soft skills berhubungan signifikan terhadap kesiapan menjadi guru dengan kontribusi sebesar 80,1% (R-square 0,801). Secara parsial, soft skills memiliki hubungan positif yang sangat signifikan (p = 0,000), sedangkan persepsi mengenai PLP tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik (p = 0,381). Hal ini mengindikasikan bahwa kesiapan mahasiswa lebih ditentukan oleh kematangan kualitas personal (soft skills) dibandingkan pengalaman lapangan yang masih bersifat administratif. Penelitian ini merekomendasikan peneliti selanjutnya untuk memperluas jumlah sampel, menggunakan instrumen dengan pernyataan negatif untuk menghindari bias, serta mempertimbangkan analisis Rasch Model untuk memperoleh akurasi pengukuran yang lebih presisi
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Seseorang dengan pengelolaan emosi yang rendah biasanya kesulitan mengidentifikasi dan memahami emosi mereka sendiri, tidak menyadari penyebab dan dampak emosi pada pikiran dan perilaku mereka, kesulitan mengendalikan emosi yang kuat seperti marah atau sedih, mengalami emosi yang tidak stabil dan mudah berubah -ubah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik mindfulness untuk meningkatkan pengelolaan emosi siswa kelas XII di MAN Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Eksperimen model one group pretest and posttest. Hasil pretest menunjukkan bahwa tingkat pengelolaan emosi siswa berada pada kategori sedang (57,1%) dan rendah (42,9%). Setelah diberikan treatment (perlakuan) menggunakan teknik mindfulness, hasil posttest menunjukkan peningkatan signifikan, dengan empat siswa (57,1%) berada pada kategori tinggi, dan tiga siswa (42,9%) pada kategori sedang. Analisis paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,004 (p 0,05) yang berarti terdapat pengaruh positif dari teknik mindfulness terhadap pengelolaan emosi siswa. Teknik ini membantu siswa mengenali, memahami, dan mengelola emosi mereka dengan lebih baik, serta merespons situasi dengan lebih tenang dan terkontrol.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kedisiplinan belajar mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling angkatan 2023 di Universitas Borneo Tarakan. Kedisiplinan belajar mahasiswa merupakan sikap dan perilaku mahasiswa yang menunjukkan kepatuhan, keteraturan, serta tanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan belajar sesuai dengan aturan, jadwal, dan tujuan akademik yang telah ditetapkan. Kedisiplinan belajar tercermin dalam kebiasaan mengelola waktu dengan baik, mengikuti perkuliahan secara teratur, mengerjakan tugas tepat waktu, mematuhi tata tertib akademik, serta menjaga konsistensi dalam proses pembelajaran untuk mencapai hasil belajar yang optimal. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling angkatan 2023 yang berjumlah 100 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh, sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan angket atau kuesioner dengan skala Likert yang terdiri dari 40 item pernyataan. Data penelitian dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa distribusi frekuensi dan persentase. Berdasarkan hasil analisis data, tingkat kedisiplinan belajar mahasiswa secara umum berada pada kategori tinggi. Dari 100 responden yang diteliti, sebanyak 58 responden (58%) memiliki kedisiplinan belajar pada kategori tinggi dengan interval skor 109–134. Selanjutnya, sebanyak 39 responden (39%) berada pada kategori sedang dengan interval skor 83–108, dan 3 responden (3%) berada pada kategori sangat tinggi dengan interval skor 135–160. Tidak terdapat responden yang berada pada kategori rendah (57–82) maupun sangat rendah (31–56). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling memiliki tingkat kedisiplinan belajar yang tinggi, yang mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam mematuhi aturan, mengelola waktu belajar, serta menjalankan tanggung jawab akademik dengan baik.