2026 · Book ·
Penggunaan smartphone yang semakin intensif di kalangan siswa memberikan berbagai manfaat dalam pembelajaran, namun juga berpotensi menimbulkan distraksi digital yang dapat mengganggu konsentrasi belajar. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat penggunaan smartphone, tingkat distraksi digital siswa, serta hubungan penggunaan smartphone dengan distraksi digital siswa pada pembelajaran Biologi di SMA Negeri 1 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif korelasional. Sampel penelitian berjumlah 72 siswa kelas XI Kesehatan 1 dan 2 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner penggunaan smartphone dan kuesioner distraksi digital yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, uji test–retest reliability, dan uji korelasi Pearson dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan tingkat penggunaan smartphone siswa berada pada kategori tinggi (97,2%) dan sangat tinggi (2,8%). Tingkat distraksi digital siswa berada pada kategori sangat terganggu (41,7%) dan ekstrem terganggu (58,3%). Hasil uji korelasi Pearson memperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,632 dengan signifikansi 0,001 (0,05), yang menunjukkan adanya hubungan positif, signifikan, dan kuat antara penggunaan smartphone dengan distraksi digital siswa. Semakin tinggi penggunaan smartphone, semakin tinggi pula distraksi digital siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan smartphone dalam pembelajaran perlu dikelola secara bijak agar dapat mendukung proses belajar tanpa mengurangi fokus siswa.
2026 · Book ·
2026 · Thesis ·
Penggunaan smartphone yang semakin intensif di kalangan siswa memberikan berbagai manfaat dalam pembelajaran, namun juga berpotensi menimbulkan distraksi digital yang dapat mengganggu konsentrasi belajar. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat penggunaan smartphone, tingkat distraksi digital siswa, serta hubungan penggunaan smartphone dengan distraksi digital siswa pada pembelajaran Biologi di SMA Negeri 1 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif korelasional. Sampel penelitian berjumlah 72 siswa kelas XI Kesehatan 1 dan 2 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner penggunaan smartphone dan kuesioner distraksi digital yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, uji test–retest reliability, dan uji korelasi Pearson dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan tingkat penggunaan smartphone siswa berada pada kategori tinggi (97,2%) dan sangat tinggi (2,8%). Tingkat distraksi digital siswa berada pada kategori sangat terganggu (41,7%) dan ekstrem terganggu (58,3%). Hasil uji korelasi Pearson memperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,632 dengan signifikansi 0,001 (0,05), yang menunjukkan adanya hubungan positif, signifikan, dan kuat antara penggunaan smartphone dengan distraksi digital siswa. Semakin tinggi penggunaan smartphone, semakin tinggi pula distraksi digital siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan smartphone dalam pembelajaran perlu dikelola secara bijak agar dapat mendukung proses belajar tanpa mengurangi fokus siswa.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
2026 · Thesis ·
2026 · Book ·
Mual dan muntah merupakan keluhan umum pada ibu hamil, terutama pada trimester pertama, yang dapat memengaruhi kenyamanan dan kualitas hidup ibu. Aromaterapi menggunakan minyak esensial jeruk nipis diketahui memiliki efek menyegarkan dan dapat membantu mengurangi rasa mual. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan menurunkan frekuensi mual dan muntah melalui pemberian aromaterapi jeruk nipis. Metode penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan intervensi dilakukan pada Ny. A, ibu hamil dengan keluhan mual dan muntah. Terapi berupa inhalasi aromaterapi jeruk nipis diberikan selama 15 menit setiap dua kai sehari selama 1 hari. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan instrumen PUQE-24 untuk mengukur frekuensi mual dan muntah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, frekuensi mual dan muntah subjek mencapai 13 kali dalam 24 jam dengan kategori berat, sedangkan setelah intervensi menurun menjadi 12 kali dalam 24 jam dengan kategori sedang. Subjek juga melaporkan rasa lebih nyaman, lebih rileks, dan mengurangi ketidaknyamanan akibat mual. Dapat disimpulkan bahwa aromaterapi jeruk nipis terbukti membantu menurunkan frekuensi mual dan muntah pada ibu hamil. Terapi ini dapat menjadi salah satu intervensi komplementer dalam pelayanan asuhan kebidanan yang bersifat alami, aman, dan mudah dilakukan.
2025 · Thesis ·
Mual dan muntah merupakan keluhan umum pada ibu hamil, terutama pada trimester pertama, yang dapat memengaruhi kenyamanan dan kualitas hidup ibu. Aromaterapi menggunakan minyak esensial jeruk nipis diketahui memiliki efek menyegarkan dan dapat membantu mengurangi rasa mual. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan menurunkan frekuensi mual dan muntah melalui pemberian aromaterapi jeruk nipis. Metode penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan intervensi dilakukan pada Ny. A, ibu hamil dengan keluhan mual dan muntah. Terapi berupa inhalasi aromaterapi jeruk nipis diberikan selama 15 menit setiap dua kai sehari selama 1 hari. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan instrumen PUQE-24 untuk mengukur frekuensi mual dan muntah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, frekuensi mual dan muntah subjek mencapai 13 kali dalam 24 jam dengan kategori berat, sedangkan setelah intervensi menurun menjadi 12 kali dalam 24 jam dengan kategori sedang. Subjek juga melaporkan rasa lebih nyaman, lebih rileks, dan mengurangi ketidaknyamanan akibat mual. Dapat disimpulkan bahwa aromaterapi jeruk nipis terbukti membantu menurunkan frekuensi mual dan muntah pada ibu hamil. Terapi ini dapat menjadi salah satu intervensi komplementer dalam pelayanan asuhan kebidanan yang bersifat alami, aman, dan mudah dilakukan.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
The purpose of this study was to investigate how the Merdeka Curriculum was implemented to teach English for seventh-grade students at SMP Negeri 3 Tanjung Palas. Descriptive qualitative research methodology was employed, and document analysis, observation, and interviews were used to gather data. Twenty-four students from seventh-grade and the English teacher participated in this study. Despite time constraints and a lack of clear communication about learning objectives, which could impact student understanding, the results demonstrated that teachers were quite flexible in managing their time and making sure learning objectives were met. In order to demonstrate concern for their students’ behaviour and study habits, teachers constantly urged them to participate fully in class discussions and adhered to the rules. These results showed that, in spite of these difficulties, the Merdeka Curriculum’s introduction in Grade 7A English classes improved student learning and instructors’ capacity to adjust to the new curriculum.
2024 · Thesis ·
The purpose of this study was to investigate how the Merdeka Curriculum was implemented to teach English for seventh-grade students at SMP Negeri 3 Tanjung Palas. Descriptive qualitative research methodology was employed, and document analysis, observation, and interviews were used to gather data. Twenty-four students from seventh-grade and the English teacher participated in this study. Despite time constraints and a lack of clear communication about learning objectives, which could impact student understanding, the results demonstrated that teachers were quite flexible in managing their time and making sure learning objectives were met. In order to demonstrate concern for their students’ behaviour and study habits, teachers constantly urged them to participate fully in class discussions and adhered to the rules. These results showed that, in spite of these difficulties, the Merdeka Curriculum’s introduction in Grade 7A English classes improved student learning and instructors’ capacity to adjust to the new curriculum.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbol budaya dalam upacara adat kematian Suku Dayak Kenyah sub Suku Lepo’ Tau di desa Teras Nawang, Kalimantan Utara kajian semiotik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif. Tujuan penelitian ini secara umum yaitu untuk menganalisis, menjelaskan dan mendeskripsikan simbol dan makna yang terdapat dalam upacara adat kematian yang dilakukan oleh suku dayak kenyah lepo’ tau di desa Teras Nawang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah teknik wawancara, rekam, catat, dokumentasi dan membuat kesimpulan berdasarkan data. Jumlah data yang terkumpul dalam penelitian ini adalah 21, data dari penelitian terdiri dari 1 data berupa nyanyian, 4 data berupa warna, 1 data berupa ukiran, 1 data berupa pahatan, 14 data berupa benda. Dari hasil pemaknaan secara semiotik dengan menggunakan teori Pierce yaitu segita makna, maka dapat disimpulkan bahwa data yang berada pada upacara adat kematian memiliki maknanya masing-masing.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbol budaya dalam upacara adat kematian Suku Dayak Kenyah sub Suku Lepo’ Tau di desa Teras Nawang, Kalimantan Utara kajian semiotik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif. Tujuan penelitian ini secara umum yaitu untuk menganalisis, menjelaskan dan mendeskripsikan simbol dan makna yang terdapat dalam upacara adat kematian yang dilakukan oleh suku dayak kenyah lepo’ tau di desa Teras Nawang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah teknik wawancara, rekam, catat, dokumentasi dan membuat kesimpulan berdasarkan data. Jumlah data yang terkumpul dalam penelitian ini adalah 21, data dari penelitian terdiri dari 1 data berupa nyanyian, 4 data berupa warna, 1 data berupa ukiran, 1 data berupa pahatan, 14 data berupa benda. Dari hasil pemaknaan secara semiotik dengan menggunakan teori Pierce yaitu segita makna, maka dapat disimpulkan bahwa data yang berada pada upacara adat kematian memiliki maknanya masing-masing.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kongres Pancasila IV ini merupakan rangkaian dan kesinambungan dari Kongres Pancasila sebelumnya, yaitu Kongres Pancasila I tgl 1 Juni 2009 di Yogyakarta; Kongres Pancasila II tgl. 1 Juni 2010 di Denpasar; dan Kongres Pancasila III tgl.1 Juni 2011 di Surabaya. Dari tiga kali Kongres Pancasila tersebut telah banyak dihasilkan rumusan-rumusan deklarasi yang sangat berkualitas dan bermakna. Atas dasar hasil-hasil yang telah dicapai dari Kongres Pancasila sebelumnya itu, maka pada Kongres Pancasila IV kali ini dipilih dan ditetapkan tema “Strategi Pelembagaan Nilai-nilai Pancasila dalam Menegakkan Konstitusionalitas Indonesia”. Tema ini dipilih dengan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut: Saat ini tidak ada lembaga khusus pengawal Pancasila. Padahal, diakui atau tidak Pancasila adalah dasar Negara Indonesia. Keadaan ini dinilai jauh lebih buruk jika dibandingkan dengan masa sebelum reformasi. Saat itu, MPR mempunyai berbagai wewenang, dan salah satunya “memelihara” Pancasila. Ketiadaan lembaga khusus pengawal Pancasila itu menyebabkan Pancasila kehilangan dasar legitimasi kenegaraannya. Ketiadaan lembaga khusus pengawal Pancasila, berimplikasi pada tidak adanya mekanisme yang jelas dalam mensosialisasikan Pancasila. Peran tersebut saat ini nampaknya berusaha dimainkan oleh MPR dengan slogan kebanggaannya “4 Pilar Hidup Bernegara” yang mensejajarkan posisi Pancasila dengan NKRI, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika. Terlepas dari ketidaktepatan konsep dasar yang ada dalam slogan itu, kita mengakui bahwa MPR memiliki niat baik untuk membumikan Pancasila. Saat ini tidak ada rambu-rambu pengimplementasian Pancasila yang jelas dan baku. Padahal, rambu-rambu itu mutlak diperlukan agar dapat diperoleh hasil yang optimal. Dengan kata lain, rambu-rambu itu perlu segera diadakan. Mempertimbangkan hal-hal diatas, kiranya perlu ada upaya serius untuk membentuk atau menunjuk lembaga khusus pengawal Pancasila, yang nantinya diberi wewenang, antara lain untuk menyusun rambu-rambu pengimplementasian Pancasila tersebut secara tepat, terstruktur, dinamis dankontekstual.
2020 · Thesis ·
ABSTRAK DAUD, NPM.15501010022, dengan judul skripsi “Perlindungan Hukum Penumpang Jasa Ojek Online Dalam Hal Terjadi Kecelakaan”. Dibawah Bimbingan Marthen B Salinding, S.H.,M.H dan Zulvia Makka, S.H.,M.H. Fakultas Hukum, Universtas Borneo Tarakan. Penelitian ini berjudul Perlindungan Hukum Terhadap Pengguna Jasa ojek online Dalam Hal Terjadinya Kecelakaan Yang Menimbulkan Kerugian Pada Penumpang. Latar belakang penulis mengangkat judul ini adalah karena dalam pengoperasian ojek online sering terjadi kecelakaan yang menimbulkan kerugian pada penumpang maka disini perlu dibahas. Masalah yang penulis angkat adalah bagaimana perjanjian pengangkutan pada ojek Online dengan Driver dan perusahaan dan bagaimana perlindungan hukum terhadap penumpang jasa ojek Online. Solusi Transportasi Indonesia dalam menjalankan usaha di Indonesia dan bagaimanakah bentuk perlindungan hukum terhadap pengguna jasa Gojek atas kecelakaan yang disebabkan oleh kelalaian pengemudi Go-jek sehingga menimbulkan kerugian pada penumpang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif. Berdasarkan pembahasan penelitian ini, diperoleh hasil penelitian bahwa Perjanjian Pengangkutan hendaknya penumpang selaku konsumen lebih jeli, cermat dan kritis Perlindungan Hukum Hendaknya perusahaan ojek online lebih meningkatkan kualitas pelayanan kepada penumpang selaku konsumen terutama dalam hal kemanan, keselamatan serta kepastian hukum. Kemanan dan keselamatan dalam hal ini terkait dengan peningkatan;dan belum adanya kepastian hukum terhadap kedudukan ojek online ini karena belum digolongkan sebagai angkutan umum dan masih banyak pengguna jasa yang belum mengetahui sanksi-sanksi yang diperoleh oleh pengemudi yang lalai sehingga menyebabkan kecelakaaan serta pertanggungjawaban dari pihak grab apabila penumpang mengalami kerugian akibat kecelakaan yang terjadi pada saat penggunaan jasa ojek online.