2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan morfometrik dan menganalisis fenetik bivalvia di Kota Tarakan dan Pulau Bunyu sebagai potensi sumber belajar kelas X SMA. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksploratif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Lokasi penelitian terdiri dari 6 stasiun. Parameter yang diukur yaitu morfometrik dan fenetik bivalvia. Parameter penunjang berupa faktor lingkungan yang meliputi suhu air, suhu udara, pH air, salinitas, dan Total Dissolve Solid (TDS). Hasil penelitian ditemukan 4 spesies bivalvia diantaranya yaitu Meretrix meretrix, Meretrix lyrata, Mererix lusoria dan Polymesoda erosa. Hasil pengukuran morfometrik bivalvia dari seluruh spesies menunjukkan adanya perbedaan dari masing-masing stasiun yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan faktor adaptasi. Hasil analisis hubungan kekerabatan menunjukkan adanya 2 klaster utama dari hubungan kekerabatan terdekat hingga hubungan kekerabatan paling jauh. Hubungan kekerabatan terdekat yaitu M.meretrix dengan M.lyrata disertai nilai similaritas 90%. Hubungan kekerabatan terdekat berikutnya yaitu M.lusoria dengan M.meretrix & M.lyrata disertai nilai similaritas 85%. Selanjutnya P.erosa dengan M.meretrix & M.lyrata disertai nilai similaritas 23% dan hubungan kekerabatan paling jauh ada pada P.erosa dengan M.lusoria disertai nilai similaritas 19%. Kemudian dilakukan analisis keterkaitan penelitian morfometrik dan fenetik dengan pembelajaran Biologi. Hasil analisis keterkaitan penelitian pada pembelajaran Biologi terdapat pada materi animalia invertebrata kelas X SMA dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.8 dan 4.8. Langkah pemanfaatan hasil penelitian menjadi potensi implementasi pada pembelajaran Biologi, antara lain: (1) kejelasan potensi; (2) kesesuaian dengan tujuan pembelajaran; (3) Kejelasan sasaran; (4) kejelasan pedoman eksplorasi; (5) kejelasan perolehan yang ingin dicapai.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan morfometrik dan menganalisis fenetik bivalvia di Kota Tarakan dan Pulau Bunyu sebagai potensi sumber belajar kelas X SMA. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksploratif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Lokasi penelitian terdiri dari 6 stasiun. Parameter yang diukur yaitu morfometrik dan fenetik bivalvia. Parameter penunjang berupa faktor lingkungan yang meliputi suhu air, suhu udara, pH air, salinitas, dan Total Dissolve Solid (TDS). Hasil penelitian ditemukan 4 spesies bivalvia diantaranya yaitu Meretrix meretrix, Meretrix lyrata, Mererix lusoria dan Polymesoda erosa. Hasil pengukuran morfometrik bivalvia dari seluruh spesies menunjukkan adanya perbedaan dari masing-masing stasiun yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan faktor adaptasi. Hasil analisis hubungan kekerabatan menunjukkan adanya 2 klaster utama dari hubungan kekerabatan terdekat hingga hubungan kekerabatan paling jauh. Hubungan kekerabatan terdekat yaitu M.meretrix dengan M.lyrata disertai nilai similaritas 90%. Hubungan kekerabatan terdekat berikutnya yaitu M.lusoria dengan M.meretrix & M.lyrata disertai nilai similaritas 85%. Selanjutnya P.erosa dengan M.meretrix & M.lyrata disertai nilai similaritas 23% dan hubungan kekerabatan paling jauh ada pada P.erosa dengan M.lusoria disertai nilai similaritas 19%. Kemudian dilakukan analisis keterkaitan penelitian morfometrik dan fenetik dengan pembelajaran Biologi. Hasil analisis keterkaitan penelitian pada pembelajaran Biologi terdapat pada materi animalia invertebrata kelas X SMA dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.8 dan 4.8. Langkah pemanfaatan hasil penelitian menjadi potensi implementasi pada pembelajaran Biologi, antara lain: (1) kejelasan potensi; (2) kesesuaian dengan tujuan pembelajaran; (3) Kejelasan sasaran; (4) kejelasan pedoman eksplorasi; (5) kejelasan perolehan yang ingin dicapai.
2020 · Thesis ·
this study aimed to find out morphology and abundance of mudskipper on Sebatik Island and the potential for its implementation as learning materials in biology learning. Bsed on the morphology, mudskipper had 5 differentiating characters from 23 morphometric characters. For the relative abudance, the species that was classified as high was the Periophthalmus chrysospilos Bleeker (80,64%), the moderate abudance was found in the species of Boleophthalmus boddarti Pallas (16,12%), and the lowest abundance was found in the species of Periphthalmodon schlosseri Pallas (3,22%). These was a link between research in biology learning, namely vertebrate material for class X SMA and basic competence 3.8, applying the classification principle to classify animals into phyla based on life. The results of this identification were poured into teaching materials in the form of lesson plans, practical, guides, student worksheets and handouts.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh modal, lama melaut, tenaga kerja, pengalaman kerja dan alat tangkap jaring udang terhadap pendapatan nelayan di Pesisir Timur Kota Tarakan secara parsial dan simultan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian kuantitatif data yang digunakan adalah data primer. Metode alat analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan diketahui bahwa pada uji hipotesis (uji t) menunjukkan bahwa modal berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, dengan nilai t hitung X1 (-2,085) > t tabel (0,680) dan nilai Sig. X1 (0,043) α (0,25). Lama melaut tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, dengan nilai t hitung X2 (-0,849) > t tabel (0,680) dan nilai Sig. X2 (0,400) > α (0,25). Tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, dengan nilai t hitung X3 (1,444) > t tabel (0,680) dan nilai Sig. X3 (0,156) α (0,25). Pengalaman kerja berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, dengan nilai t hitung X4 (-2,359) > t tabel (0,680) dan nilai Sig. X4 (0,023) α (0,25). Alat tangkap berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, dengan nilai t hitung X5 (-1,292) > t tabel (0,680) dan nilai Sig. X5 (0,203) α (0,25). Secara simultan terdapat pengaruh antara modal, lama melaut, tenaga kerja, pengalaman kerja dan alat tangkap terhadap pendapatan, dengan nilai F hitung (2,584) > F tabel (1,38) dan nilai Sig F hitung (0,039 0,25) dan diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,227 atau 22,7 persen. Nilai tersebut menunjukkan bahwa 22,7 persen pendapatan dipengaruhi oleh modal, lama melaut, tenaga kerja, pengalaman kerja dan alat tangkap. Sedangkan, sebesar 77,3 persen disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan kedalam model.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Syarifah Sabaria, 2020. Tujuan penelitian untuk menghasilkan media pembelajaran Biologi menggunakan Adobe Flash CS6 materi Virus Kelas X SMA Muhammadiyah Tarakan yang layak digunakan dan untuk mendeskripsikan respon siswa terhadap pengembangan media pembelajaran Biologi menggunakan Adobe Flash CS6 pada materi Virus Kelas X SMA Muhammadiyah Tarakan. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) melalui enam tahapan pengembangan yaitu Concept, Design, Material Collecting, Assembly, dan Testing. Sampel yang diambil adalah kelas X SMA Muhammadiyah Tarakan yang berjumlah 30 siswa. Hasil validasi kelayakan media menunjukan kriteria layak dengan persentase ahli media 85% kriteria layak, ahli materi 82% kriteria layak, ahli praktisi 80% kriteria layak dan hasil uji coba respon siswa menunjukan media pembelajaran Biologi yang dikembangkan sangat baik dengan persentase sebesar 93% dan dapat digunakan pada proses pembelajaran.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Syarifah Sabaria, 2020. Tujuan penelitian untuk menghasilkan media pembelajaran Biologi menggunakan Adobe Flash CS6 materi Virus Kelas X SMA Muhammadiyah Tarakan yang layak digunakan dan untuk mendeskripsikan respon siswa terhadap pengembangan media pembelajaran Biologi menggunakan Adobe Flash CS6 pada materi Virus Kelas X SMA Muhammadiyah Tarakan. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) melalui enam tahapan pengembangan yaitu Concept, Design, Material Collecting, Assembly, dan Testing. Sampel yang diambil adalah kelas X SMA Muhammadiyah Tarakan yang berjumlah 30 siswa. Hasil validasi kelayakan media menunjukan kriteria layak dengan persentase ahli media 85% kriteria layak, ahli materi 82% kriteria layak, ahli praktisi 80% kriteria layak dan hasil uji coba respon siswa menunjukan media pembelajaran Biologi yang dikembangkan sangat baik dengan persentase sebesar 93% dan dapat digunakan pada proses pembelajaran.