Profil penulis
ANDI
404 karya publik ditemukan.
PENGARUH PEMBENAH TANAH TERHADAP PRODUKSI JAGUNG MANIS (Zea Mays Saccharata Sturt.) DI TANAH ULTISOL
Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) Ditinjau Dari Aspek Akuntabilitas, Transparansi, Dan Partisipasi Masyarakat (Studi Kasus Desa Malinau Hulu)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana Akuntabilitas, Transparansi, dan partisipasi masyarakat dalam Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Malinau Hulu pada tahun 2024 berdasarkan Permendagri No. 113 Tahun 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpul melalui wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi dengan melibatkan enam informan yang terdiri atas aparatur desa dan masyarakat. Analisis data pada penelitian ini melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menguji keabsahan data digunakan triangulasi sumber, teknik dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan ADD di Desa Malinau Hulu telah memenuhi prinsip akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi masyarakat sesuai dengan Permendagri Nomor 113 Tahun 2014. Akuntabilitas terlihat dari penatausahaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban yang tertib. Transparansi diwujudkan melalui keterbukaan informasi anggaran kepada masyarakat dengan musyawarah desa, papan informasi, serta media informasi lainnya. Partisipasi masyarakat tercermin dari keterlibatan mereka dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, hingga menjaga hasil kegiatan yang telah dilaksanakan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan ADD di Desa Malinau Hulu sudah berjalan cukup baik, meskipun masih perlu ditingkatkan dalam hal penyampaian informasi agar lebih mudah dipahami oleh seluruh masyarakat.
Corporate Social Responsibility (CSR) Pada PT. Pertamina Hulu Indonesia Regional 3 Zona 10 Tarakan Field Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas
PT. Pertamina Hulu Indonesia Regional 3 Zona 10 Tarakan Field atau PEP Tarakan Field merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang melakukan kegiatan eksplorasi dan produksi sumber daya alam, yaitu minyak dan gas bumi di wilayah Kota Tarakan dan sekitarnya. Dengan demikian, PEP Tarakan Field berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan wajib melaksanakan Corporate Social Responsibility (CSR). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan CSR ditinjau dari Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas dan bentuk CSR di PEP Tarakan Field. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan Perundang-Undangan dan Konseptual. Selanjutnya teknik pengumpulan sumber bahan hukum primer dan sekunder dengan cara penelitian lapangan, studi kepustakaan dan wawancara. Serta analisis bahan hukum yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif. Hasilnya adalah pengaturan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas adalah komitmen Perseroan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi Perseroan sendiri, komunitas setempat, maupun masyarakat pada ada umumnya. PEP Tarakan Field mengimplementasikan bentuk-bentuk CSR seperti Charity (Pemberian Bantuan), Infrastructure (Infrastruktur), Capacity Building (Peningkatan Kapasitas), dan Community Empowerment (Pemberdayaan Masyarakat).
Corporate Social Responsibility (CSR) Pada PT. Pertamina Hulu Indonesia Regional 3 Zona 10 Tarakan Field Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas
PT. Pertamina Hulu Indonesia Regional 3 Zona 10 Tarakan Field atau PEP Tarakan Field merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang melakukan kegiatan eksplorasi dan produksi sumber daya alam, yaitu minyak dan gas bumi di wilayah Kota Tarakan dan sekitarnya. Dengan demikian, PEP Tarakan Field berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan wajib melaksanakan Corporate Social Responsibility (CSR). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan CSR ditinjau dari Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas dan bentuk CSR di PEP Tarakan Field. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan Perundang-Undangan dan Konseptual. Selanjutnya teknik pengumpulan sumber bahan hukum primer dan sekunder dengan cara penelitian lapangan, studi kepustakaan dan wawancara. Serta analisis bahan hukum yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif. Hasilnya adalah pengaturan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas adalah komitmen Perseroan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi Perseroan sendiri, komunitas setempat, maupun masyarakat pada ada umumnya. PEP Tarakan Field mengimplementasikan bentuk-bentuk CSR seperti Charity (Pemberian Bantuan), Infrastructure (Infrastruktur), Capacity Building (Peningkatan Kapasitas), dan Community Empowerment (Pemberdayaan Masyarakat).
Analisis Ukuran Pertama Matang Gonad dan Tertangkap Pada Ikan Marga Lutjanus Hasil Tangkapan Rawai yang Didaratkan di Perairan Kota Tarakan
Penelitian mengenai reproduksi ikan, khususnya ukuran pertama kali matang gonad (Lm) dan ukuran pertama kali tertangkap (Lc), penting dilakukan sebagai dasar pengelolaan perikanan berkelanjutan. Informasi tersebut masih terbatas pada ikan kakap merah (Lutjanus argentimaculatus) dan kakap? jenaha (Lutjanus johnii) yang merupakan hasil tangkapan utama nelayan rawai di perairan Tarakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad (TKG), serta menduga ukuran Lm dan Lc pada kedua spesies tersebut. Sampel diperoleh dari hasil tangkapan rawai yang didaratkan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Selumit Pantai, Kota Tarakan, pada November 2024–Januari 2025 dengan total 157 ekor (73 ekor Lutjanus argentimaculatus dan 84 ekor Lutjanus johnii). Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui pengamatan gonad serta perhitungan Lm dan Lc menggunakan distribusi frekuensi panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nisbah kelamin L argentimaculatus didominasi jantan (1:0,74), sedangkan Lutjanus johnii relatif seimbang (1:1,15). Uji Chi-square menunjukkan perbedaan jenis kelamin tidak signifikan terhadap distribusi TKG. Nilai Lm diperoleh sebesar 34,05 cm untuk Lutjanus argentimaculatus dan 31,7 cm untuk Lutjanus johnii, sedangkan nilai Lc berturut-turut 46,86 cm dan 46,23 cm. Perbandingan Lc > Lm menunjukkan bahwa sebagian besar ikan yang tertangkap telah matang gonad sebelum dieksploitasi. Dengan demikian, pemanfaatan stok ikan kakap di perairan Tarakan masih tergolong berkelanjutan, serta dapat menjadi dasar dalam penetapan ukuran minimum tangkap dan strategi pengelolaan perikanan.
Analisis Tingkat Kematangan Gonad Ikan Hiu Martil (Sphyrna lewini) di Perairan Kota Tarakan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kematangan gonad ikan hiu martil (Sphyrna lewini) yang tertangkap di perairan Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Studi ini dilakukan sebagai upaya untuk memperoleh data biologis yang dapat mendukung pengelolaan sumberdaya hiu secara berkelanjutan, mengingat spesies ini termasuk dalam kategori terancam punah menurut IUCN. Sampel hiu martil (Sphyrna lewini) dikumpulkan dari hasil tangkapan nelayan selama periode penelitian dan dianalisis di laboratorium unttuk mengidentifikasi stadium kematangan gonad. hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematangan gonad yang didapatkan TKG I dikarenakan gonad yang didapatkan belum mencapai dewasa siap memijah. Temuan ini menunjukkan bahwa penangkapan hiu martil (Sphyrna lewini) di perairan Tarakan banyak melibatkan individu yang belum matang gonad, yang dapat mengganggu proses reproduksi alami dan menurunkan keberlanjutan populasi. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar bagi kebijakan pengelolaan perikanan hiu yang berfokus pada konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan.
Pengaruh Pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) Di Bank BRI Unit Juata Krikil Terhadap Peningkatan Pendapatan Petani Jagung Manis Di Kecamatan Tarakan Utara
Pengaruh Pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) Di Bank BRI Unit Juata Krikil Terhadap Peningkatan Pendapatan Petani Jagung Manis Di Kecamatan Tarakan Utara
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN MEMANFAATKAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS INTERNET (GOOGLE SITES) PADA MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI KELAS X DI SMA FRATER DON BOSCO TARAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemanfaatan media pembelajaran berbasis internet (Google Sites) terhadap hasil belajar siswa pada materi Keanekaragaman Hayati di kelas X SMA Frater Don Bosco Tarakan. Penelitian menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel terdiri dari 2 kelas yang masing-masing terdiri dari 27 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes pretest dan posttest serta angket respon siswa. Data dianalisis menggunakan uji statistik inferensial (uji normalitas, homogenitas, dan independent sample t-test) dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil uji menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, dengan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,819 ≥ 0,05. Rata-rata nilai posttest kelas eksperimen adalah 50, lebih rendah dibandingkan kelas kontrol sebesar 53. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan media berbasis internet (Google Sites) tidak efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMA Frater Don Bosco Tarakan. Hal ini dikarenakan Google Sites sebagai media pembelajaran yang digunakan dalam penelitian masih tergolong baru bagi siswa, menyebabkan beberapa diantaranya mengalami kesulitan dalam memahami materi.
Sifat Pertumbuhan Ikan Hiu Martil (Sphyrna Lewini) yang Didaratkan di Lingkas Ujung, Kota Tarakan Kalimantan Utara
SIFAT PERTUMBUHAN IKAN HIU MARTIL (Sphyrna lewini) YANG DIDARATKAN DI LINGKAS UJUNG, KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA Abstrak Ikan hiu bagian dari kelompok Elasmobranchii, memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis sifat pertumbuhan ikan hiu martil (Sphyrna lewini) yang didaratkan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Lingkas Ujung, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Metode yang digunakan deskriptif kuantitatif dengan objek penelitian yaitu ikan hiu martil (Sphyrna lewini). Hasil penilitian karakter morfologi memiliki bentuk kepala yang khas yaitu pipih dan berbentuk martil, bentuk ujung kepala yang sedikit melengkung kebelakang, insang di setiap sisi kepala berbentuk cerutu dan memiliki 5-7 celah dengan berjarak sekitar 1 cm, memiliki sirip anus yang lebih pendek dari sirip pangkal ekor. Untuk hubungan PT-BT, nilai a eksponensial adalah 0.014 dan a logaritmik linier adalah 1,837. Hubungan PC-BT, nilai a eksponensial adalah 0,109 dan a logaritmik linier adalah 0,961. Sedangkan hubungan PS-BT, nilai a eksponensial adalah 3,94 dan a logaritmik linier adalah 0,595. Hasil uji t pada PT-B, PC-B, dan PS-B menunjukkan bahwa nilai t hitung secara konsisten lebih kecil dari t. Masing-masing nilai t hitung adlah -25,2169 (PT-B), -25,4270 (PC-B), dan -25,5786 (PC-B) sementara nilai t tabel adalah 1,666914. Nilai K yang tinggi mencerminkan ikan memiliki tubuh yang relatif gemuk dan sehat, sedangkan nilai K yang rendah menunjukkan tubuh yang lebih kurus dan mungkin mengalami stres lingkungan atau kekurangan pakan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan pola pertumbuhan allometrik negatif (b 3), dimana pertumbuhan panjang lebih cepat dibandingkan pertumbuhan berat. Uji t mengindikasikan bahwa secara statistik pertumbuhan mendekati isometrik, meskipun secara biologis cenderung allometrik negatif. Faktor kondisi juga memperlihatkan perbedaan antar jantan dan betina, dengan mayoritas jantan berbeda yang di kategorikan kurus, sedangkan betina memiliki kondisi fisiologis lebih baik dan proporsi tubuh yang lebih seimbang.
Pengaruh Layanan Klasikal Menggunakan Media Word Wall Terhadap Motivasi Belajar Siswa Dalam Kurikulum Merdeka Di SMP Muhammadiyah 2 Tarakan
Randi Setiawan, 2025. “Pengaruh Layanan Klasikal Menggunakan Media Word Wall Terhadap Motivasi Belajar Siswa Dalam Kurikulum Merdeka di SMP Muhammadiyah 2 Tarakan”. Siti Rahmi selaku pembimbing utama dan Dr. Urotul Aliyah, S.Pd.,M.Pd selaku pembimbing anggota. Dalam Kurikulum Merdeka, motivasi belajar siswa bisa diartikan sebagai kemauantulusdaridalam dirimereka untukterlibat penuh dalamkegiatan belajar. Artinya, siswa semangat belajar bukan karena tekanan atau ancaman, melainkan karena siswa menemukan kegembiraan, keterkaitan dengan hidupnya, dan nilai penting dalam materi yang sedang dipelajari.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan klasikal menggunakan media word wall terhadap peningkatan motivasi belajar siswa dalam kurikulum merdeka di SMP Muhammadiyah2Tarakan.Penelitianinimenggunakanmetodekuantitatifdengan desain Pre-Ekperimental Designtipeone Group Pretest-Posttest Design.Populasi penelitan adalah siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 2 Tarakan, dengan sampel penelitiansebanyak22siswakelasVIIDyangdipilihmelalui purposivesampling. Instrumenpenelitianyangdigunakanadalahskala likert,sedangkanteknikanalisis data meliputi analisis deskriptif dan infrensial dengan uji hipotesis paired sample T-test menggunakanSPSSversi 26.0.1.Hasil analisismenunjukkanhipotesispada penelitian ini bahwa nilai Sig. (2 tailed) yang diperoleh .000 yang dimana nilai skor tersebut 0,05, dan nlai t-hitung -7,645=nilai abslut 7,645 dimana nilai skor tersebut ≥ 1,717 sehingga alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Berdasarkan teks awal tersebut ada Pengaruh Layanan Klasikal Menggunakan MediaWordWallTerhadapMotivasiBelajarSiswaDalamKurikulum Merdeka di SMP Muhammadiyah 2 Tarakan.
PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK CINEMA THERAPY TERHADAP SELF CONFIDENCE SISWA
Self confidence merupakan keyakinan individu terhadap kemampuan diri dalam berpikir, bertindak dan mengambil keputusan secara mandiri, serta kemampuan untuk menyampaikan pendapat tanpa rasa takut. Fenomena rendahnya self confidence di kalangan siswa, khususnya di SMP Negeri 14 Tarakan, terlihat dari kurangnya keberanian untuk tampil didepan kelas, menyampaikan pendapat dan keraguan terhadap kemampuan diri sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik cinema therapy terhadap self confidence siswa. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-experimental tipe one-group pretest-posttest design. Sampel penelitian terdiri dari 8 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen pengumpulan data berupa skala Likert yang mengukur self confidence siswa. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial, dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test sebagai metode non-parametrik untuk dua sampel berpasangan. Hasil pengujian menunjukkan nilai signifikansi (Asymp. Sig. 2-tailed) sebesar 0.012 0.05, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara layanan bimbingan kelompok teknik cinema therapy dalam peningkatan self confidence siswa kelas VII SMP Negeri 14 Tarakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bimbingan kelompok dengan teknik cinema therapy merupakan pendekatan yang efektif dalam meningkatkan self confidence siswa. Oleh karena itu, intervensi ini dapat dijadikan sebagai alternatif dalam praktik bimbingan konseling di sekolah, terutama dalam membantu siswa mengatasi tantangan psikologis yang berkaitan dengan self confidence siswa.
Sifat Pertumbuhan Ikan Hiu Martil (Sphyrna Lewini) yang Didaratkan di Lingkas Ujung, Kota Tarakan Kalimantan Utara
SIFAT PERTUMBUHAN IKAN HIU MARTIL (Sphyrna lewini) YANG DIDARATKAN DI LINGKAS UJUNG, KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA Abstrak Ikan hiu bagian dari kelompok Elasmobranchii, memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis sifat pertumbuhan ikan hiu martil (Sphyrna lewini) yang didaratkan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Lingkas Ujung, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Metode yang digunakan deskriptif kuantitatif dengan objek penelitian yaitu ikan hiu martil (Sphyrna lewini). Hasil penilitian karakter morfologi memiliki bentuk kepala yang khas yaitu pipih dan berbentuk martil, bentuk ujung kepala yang sedikit melengkung kebelakang, insang di setiap sisi kepala berbentuk cerutu dan memiliki 5-7 celah dengan berjarak sekitar 1 cm, memiliki sirip anus yang lebih pendek dari sirip pangkal ekor. Untuk hubungan PT-BT, nilai a eksponensial adalah 0.014 dan a logaritmik linier adalah 1,837. Hubungan PC-BT, nilai a eksponensial adalah 0,109 dan a logaritmik linier adalah 0,961. Sedangkan hubungan PS-BT, nilai a eksponensial adalah 3,94 dan a logaritmik linier adalah 0,595. Hasil uji t pada PT-B, PC-B, dan PS-B menunjukkan bahwa nilai t hitung secara konsisten lebih kecil dari t. Masing-masing nilai t hitung adlah -25,2169 (PT-B), -25,4270 (PC-B), dan -25,5786 (PC-B) sementara nilai t tabel adalah 1,666914. Nilai K yang tinggi mencerminkan ikan memiliki tubuh yang relatif gemuk dan sehat, sedangkan nilai K yang rendah menunjukkan tubuh yang lebih kurus dan mungkin mengalami stres lingkungan atau kekurangan pakan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan pola pertumbuhan allometrik negatif (b 3), dimana pertumbuhan panjang lebih cepat dibandingkan pertumbuhan berat. Uji t mengindikasikan bahwa secara statistik pertumbuhan mendekati isometrik, meskipun secara biologis cenderung allometrik negatif. Faktor kondisi juga memperlihatkan perbedaan antar jantan dan betina, dengan mayoritas jantan berbeda yang di kategorikan kurus, sedangkan betina memiliki kondisi fisiologis lebih baik dan proporsi tubuh yang lebih seimbang.
Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) Ditinjau Dari Aspek Akuntabilitas, Transparansi, Dan Partisipasi Masyarakat (Studi Kasus Desa Malinau Hulu)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana Akuntabilitas, Transparansi, dan partisipasi masyarakat dalam Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Malinau Hulu pada tahun 2024 berdasarkan Permendagri No. 113 Tahun 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpul melalui wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi dengan melibatkan enam informan yang terdiri atas aparatur desa dan masyarakat. Analisis data pada penelitian ini melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menguji keabsahan data digunakan triangulasi sumber, teknik dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan ADD di Desa Malinau Hulu telah memenuhi prinsip akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi masyarakat sesuai dengan Permendagri Nomor 113 Tahun 2014. Akuntabilitas terlihat dari penatausahaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban yang tertib. Transparansi diwujudkan melalui keterbukaan informasi anggaran kepada masyarakat dengan musyawarah desa, papan informasi, serta media informasi lainnya. Partisipasi masyarakat tercermin dari keterlibatan mereka dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, hingga menjaga hasil kegiatan yang telah dilaksanakan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan ADD di Desa Malinau Hulu sudah berjalan cukup baik, meskipun masih perlu ditingkatkan dalam hal penyampaian informasi agar lebih mudah dipahami oleh seluruh masyarakat.
Analisis Ukuran Pertama Matang Gonad dan Tertangkap Pada Ikan Marga Lutjanus Hasil Tangkapan Rawai yang Didaratkan di Perairan Kota Tarakan
Penelitian mengenai reproduksi ikan, khususnya ukuran pertama kali matang gonad (Lm) dan ukuran pertama kali tertangkap (Lc), penting dilakukan sebagai dasar pengelolaan perikanan berkelanjutan. Informasi tersebut masih terbatas pada ikan kakap merah (Lutjanus argentimaculatus) dan kakap? jenaha (Lutjanus johnii) yang merupakan hasil tangkapan utama nelayan rawai di perairan Tarakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad (TKG), serta menduga ukuran Lm dan Lc pada kedua spesies tersebut. Sampel diperoleh dari hasil tangkapan rawai yang didaratkan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Selumit Pantai, Kota Tarakan, pada November 2024–Januari 2025 dengan total 157 ekor (73 ekor Lutjanus argentimaculatus dan 84 ekor Lutjanus johnii). Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui pengamatan gonad serta perhitungan Lm dan Lc menggunakan distribusi frekuensi panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nisbah kelamin L argentimaculatus didominasi jantan (1:0,74), sedangkan Lutjanus johnii relatif seimbang (1:1,15). Uji Chi-square menunjukkan perbedaan jenis kelamin tidak signifikan terhadap distribusi TKG. Nilai Lm diperoleh sebesar 34,05 cm untuk Lutjanus argentimaculatus dan 31,7 cm untuk Lutjanus johnii, sedangkan nilai Lc berturut-turut 46,86 cm dan 46,23 cm. Perbandingan Lc > Lm menunjukkan bahwa sebagian besar ikan yang tertangkap telah matang gonad sebelum dieksploitasi. Dengan demikian, pemanfaatan stok ikan kakap di perairan Tarakan masih tergolong berkelanjutan, serta dapat menjadi dasar dalam penetapan ukuran minimum tangkap dan strategi pengelolaan perikanan.
Desain dan Simulai PLTSa Organik Sebagai Energi Alternatif Kota Tarakan Berbasis Fuzzy Logic
PEMANFAATAN CANGKANG KERANG TEMBERUNGUN (Telescopium telescopium) DENGAN VARIASI SUHU KALSINASI SEBAGAI KATALIS SINTESIS BIODIESEL DAN MINYAK JELANTAH SEBAGAI PREKURSOR
Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah cangkang kerang temberungun (Telescopium telescopium) sebagai katalis heterogen dalam produksi biodiesel dari minyak jelantah melalui proses transesterifikasi. Cangkang dikalsinasi pada suhu 600°C dan 750°C serta dibandingkan dengan sampel tanpa kalsinasi. Sintesis biodiesel dilakukan dengan rasio berat jelantah terhadap metanol 5:1 menggunakan katalis sebanyak 2% dari berat minyak, direaksikan dengan refluks pada suhu 60°C selama 3 jam. Biodiesel yang dihasilkan dianalisis melalui uji rendemen, densitas, viskositas dan karakteristik nyala. Hasil menunjukkan bahwa kalsinasi suhu tinggi berhasil mengubah CaCO3 menjadi CaO yang aktif secara katalitik. Spektrum FTIR menunjukkan bahwa sampel 750°C menampilkan puncak khas Ca-O, menandakan konversi sempurna dari CaCO3. Biodiesel dari katalis non-kalsinasi menghasilkan rendemen tertinggi (10,09%), namun suhu 600°C memberikan hasil densitas dan viskositas paling sesuai dengan standar. Studi ini menunjukkan bahwa cangkang kerang temberungun memiliki potensi sebagai katalis ramah lingkungan dan ekonomis dalam produksi biodiesel.
.
.