Profil penulis
AISYAH
94 karya publik ditemukan.
Perbandingan Water Tepid Sponge dan Rendam Kaki Air Hangat pada Anak Demam dengan Diagnosis Keperawatan Hipetermia
Hubungan Pemanfaatan Buku KIA dengan Pengetahuan Ibu dalam Membuat Makanan Pendamping ASI (MPASI) pada Anak Usia 6-12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Amal
Eksplorasi Faktor Self Confidence Dalam Pembelajaran Matematika Pada Siswa MTs Negeri Tarakan
Self confidence penting dalam menunjang keberhasilan pembelajaran matematika yang sering dianggap sulit dan menimbulkan kecemasan bagi siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana self confidence siswa MTs Negeri Tarakan dalam pembelajaran matematika dan apa saja faktor self confidence siswa MTs Negeri Tarakan pada pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Sumber data diperoleh melalui wawancara dan analisis dokumen terhadap empat siswa kelas IX yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kategori 2 siswa dengan nilai matematika tinggi dan 2 siswa dengan nilai matematika rendah. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan interaktif model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan capaian nilai tinggi memiliki tingkat self confidence yang kuat, terlihat dari keyakinan pada kemampuan diri, kemandirian, rasa positif terhadap diri, dan keberanian mengemukakan pendapat di kelas. Sebaliknya, siswa dengan nilai rendah menunjukkan self confidence yang masih berkembang, ditandai dengan keraguan terhadap kemampuan diri dan ketergantungan pada bantuan orang lain. Faktor-faktor self confidence siswa meliputi pengalaman keberhasilan, motivasi intrinsik, dukungan sosial dari guru dan teman sebaya, serta lingkungan belajar yang kondusif. Penelitian ini menegaskan bahwa self confidence berperan penting dalam pembelajaran matematika dan perlu menjadi perhatian guru dalam menciptakan suasana belajar yang mendorong kepercayaan diri siswa agar proses pembelajaran berjalan lebih optimal.
Pengembangan Media Flash Card Augmented Reality Berbasis Assemblr Edu Untuk Keterampilan Membaca Permulaan Siswa Kelas 1A SDIT Ibnu Abbas Tarakan
Penelitian ini dilatar belakangi karena rendahnya keterampilan membaca permulaan peserta didik kelas 1 sekolah dasar. Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media Flash Card Augmented Reality berbasis Assemblr Edu, mengetahui respon ketertarikan siswa terhadap media tersebut, serta mengukur efektivitasnya dalam meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa sekolah dasar. Metode dalam penelitian ini yaitu metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Prosedur pengembangan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Penelitian ini dilakukan di kelas 1A dengan jumlah 28 siswa di SDIT Ibnu Abbas Tarakan. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media sebesar 92%, ahli materi 80%, ahli bahasa 80% dan praktisi 93% dan di kategorikan sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil respon siswa pada uji coba terbatas sebesar 99% dan uji coba lapangan sebesar 98%. Hasil angket respon siswa pada uji coba terbatas dan lapangan menunjukkan bahwa siswa sangat tertarik terhadap media Flash Card Augmented Reality berbasis Assemblr Edu. Saran dari penelitian ini adalah agar guru dapat memanfaatkan media Flash Card Augmented Reality yang dikembangkan dalam proses pembelajaran untuk membaca permulaan siswa kelas 1 sekolah dasar.
Eksplorasi Faktor Self Confidence Dalam Pembelajaran Matematika Pada Siswa MTs Negeri Tarakan
Self confidence penting dalam menunjang keberhasilan pembelajaran matematika yang sering dianggap sulit dan menimbulkan kecemasan bagi siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana self confidence siswa MTs Negeri Tarakan dalam pembelajaran matematika dan apa saja faktor self confidence siswa MTs Negeri Tarakan pada pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Sumber data diperoleh melalui wawancara dan analisis dokumen terhadap empat siswa kelas IX yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kategori 2 siswa dengan nilai matematika tinggi dan 2 siswa dengan nilai matematika rendah. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan interaktif model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan capaian nilai tinggi memiliki tingkat self confidence yang kuat, terlihat dari keyakinan pada kemampuan diri, kemandirian, rasa positif terhadap diri, dan keberanian mengemukakan pendapat di kelas. Sebaliknya, siswa dengan nilai rendah menunjukkan self confidence yang masih berkembang, ditandai dengan keraguan terhadap kemampuan diri dan ketergantungan pada bantuan orang lain. Faktor-faktor self confidence siswa meliputi pengalaman keberhasilan, motivasi intrinsik, dukungan sosial dari guru dan teman sebaya, serta lingkungan belajar yang kondusif. Penelitian ini menegaskan bahwa self confidence berperan penting dalam pembelajaran matematika dan perlu menjadi perhatian guru dalam menciptakan suasana belajar yang mendorong kepercayaan diri siswa agar proses pembelajaran berjalan lebih optimal.
KAJIAN PROFESIONALISME PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN (PPL) DALAM MELAKSANAKAN PROGRAM PENYULUHAN DI NUNUKAN BARAT KABUPATEN NUNUKAN
A
KAJIAN PROFESIONALISME PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN (PPL) DALAM MELAKSANAKAN PROGRAM PENYULUHAN DI NUNUKAN BARAT KABUPATEN NUNUKAN
A
Perlindungan Hukum Bagi Pemegang Hak Asuh Anak Dalam Pelaksanaan Eksekusi Putusan Pengadilan Agama
This study aims to examine and analyze the legal force of Religious Court decisions that have permanent legal force in child custody cases, as well as how the execution of child custody decisions is carried out when the object of execution is a child (a living being) who has free will and rights. All legal sources obtained in the study were analyzed using qualitative analysis. The technique for collecting legal sources was carried out using a literature study method by collecting and analyzing primary, secondary, and tertiary legal sources. The research method used a legislative approach, a case approach, and a conceptual approach. The type of research used was normative legal research. The results of the study show that child custody decisions have certainty, which includes binding force, evidentiary force, and executory force, so they must be upheld and implemented. If they are rejected, there will be further efforts, namely enforcement, which is a coercive measure by the Religious Court when the losing party is unwilling to voluntarily comply with the decision. The execution of child custody decisions has the same legal basis as the execution of property law, which is regulated in the HIR and RBg. However, there are differences in the object of execution and obstacles in its implementation in the field. Therefore, in the implementation of custody decisions, even if carried out by force, it must still be based on the best interests of the child, such as by involving mediation before forceful measures are taken, psychological assistance to maintain the emotional and psychological well-being of the child, and the role of officials and institutions related to custody rights to ensure the implementation of the decision. Because legal protection for custodial rights holders is crucial to ensuring children's rights while also considering the rights of those who do not have custody of the child.
Perlindungan Hukum Bagi Pemegang Hak Asuh Anak Dalam Pelaksanaan Eksekusi Putusan Pengadilan Agama
This study aims to examine and analyze the legal force of Religious Court decisions that have permanent legal force in child custody cases, as well as how the execution of child custody decisions is carried out when the object of execution is a child (a living being) who has free will and rights. All legal sources obtained in the study were analyzed using qualitative analysis. The technique for collecting legal sources was carried out using a literature study method by collecting and analyzing primary, secondary, and tertiary legal sources. The research method used a legislative approach, a case approach, and a conceptual approach. The type of research used was normative legal research. The results of the study show that child custody decisions have certainty, which includes binding force, evidentiary force, and executory force, so they must be upheld and implemented. If they are rejected, there will be further efforts, namely enforcement, which is a coercive measure by the Religious Court when the losing party is unwilling to voluntarily comply with the decision. The execution of child custody decisions has the same legal basis as the execution of property law, which is regulated in the HIR and RBg. However, there are differences in the object of execution and obstacles in its implementation in the field. Therefore, in the implementation of custody decisions, even if carried out by force, it must still be based on the best interests of the child, such as by involving mediation before forceful measures are taken, psychological assistance to maintain the emotional and psychological well-being of the child, and the role of officials and institutions related to custody rights to ensure the implementation of the decision. Because legal protection for custodial rights holders is crucial to ensuring children's rights while also considering the rights of those who do not have custody of the child.
KARAKTERISTIK KARAGENAN DARI RUMPUT LAUT DAN HASIL SAMPING GARAM KAPPAPHYCUS ALVAREZII DI KOTA TARAKAN MENGGUNAKAN PELARUT KALIUM HIDROKSIDA (KOH)
Hasil samping garam merupakan hasil samping dari proses pengolahan rumput laut menjadi garam, yang diduga masih mengandung senyawa karagenan yang bernilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik karagenan yang dihasilkan dari hasil samping garam rumput laut Kappaphycus alvarezii yang berasal dari Kota Tarakan menggunakan pelarut KOH. Parameter yang dianalisis meliputi rendemen, kadar air, kadar sulfat, kadar abu, dan viskositas, yang kemudian dibandingkan dengan karakteristik karagenan dari rumput laut segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil samping garam masih mengandung karagenan dengan karakteristik yang baik . Rendemen karagenan dari garam adalah 26,94 ± 4,46%, sedangkan dari rumput laut segar sebesar 29,10 ± 10,24%. Kadar air karagenan dari hasil samping garam lebih rendah (5,66 ± 2,08%) dibandingkan rumput laut segar (7,33 ± 2,51%), sementara kadar sulfat dan kadar abu pada kedua sampel menunjukkan nilai yang relatif tinggi. Viskositas karagenan dari hasil samping garam adalah 5,9 ± 0,17 cP, sedangkan dari rumput laut segar adalah 8,7 ± 0,51 cP. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil samping garam Kappaphycus alvarezii masih berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber bahan baku karagenan alternatif. Pemanfaatan limbah ini mendukung upaya pengolahan hasil perikanan yang efisien dan ramah lingkungan.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN PNEUMONIA DIRUANG ANGGREK B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR.H.JUSUF SK TARAKAN
KARAKTERISTIK KARAGENAN DARI RUMPUT LAUT DAN HASIL SAMPING GARAM KAPPAPHYCUS ALVAREZII DI KOTA TARAKAN MENGGUNAKAN PELARUT KALIUM HIDROKSIDA (KOH)
Hasil samping garam merupakan hasil samping dari proses pengolahan rumput laut menjadi garam, yang diduga masih mengandung senyawa karagenan yang bernilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik karagenan yang dihasilkan dari hasil samping garam rumput laut Kappaphycus alvarezii yang berasal dari Kota Tarakan menggunakan pelarut KOH. Parameter yang dianalisis meliputi rendemen, kadar air, kadar sulfat, kadar abu, dan viskositas, yang kemudian dibandingkan dengan karakteristik karagenan dari rumput laut segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil samping garam masih mengandung karagenan dengan karakteristik yang baik . Rendemen karagenan dari garam adalah 26,94 ± 4,46%, sedangkan dari rumput laut segar sebesar 29,10 ± 10,24%. Kadar air karagenan dari hasil samping garam lebih rendah (5,66 ± 2,08%) dibandingkan rumput laut segar (7,33 ± 2,51%), sementara kadar sulfat dan kadar abu pada kedua sampel menunjukkan nilai yang relatif tinggi. Viskositas karagenan dari hasil samping garam adalah 5,9 ± 0,17 cP, sedangkan dari rumput laut segar adalah 8,7 ± 0,51 cP. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil samping garam Kappaphycus alvarezii masih berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber bahan baku karagenan alternatif. Pemanfaatan limbah ini mendukung upaya pengolahan hasil perikanan yang efisien dan ramah lingkungan.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN PNEUMONIA DIRUANG ANGGREK B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR.H.JUSUF SK TARAKAN
Pengembangan Media Flash Card Augmented Reality Berbasis Assemblr Edu Untuk Keterampilan Membaca Permulaan Siswa Kelas 1A SDIT Ibnu Abbas Tarakan
Penelitian ini dilatar belakangi karena rendahnya keterampilan membaca permulaan peserta didik kelas 1 sekolah dasar. Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media Flash Card Augmented Reality berbasis Assemblr Edu, mengetahui respon ketertarikan siswa terhadap media tersebut, serta mengukur efektivitasnya dalam meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa sekolah dasar. Metode dalam penelitian ini yaitu metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Prosedur pengembangan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Penelitian ini dilakukan di kelas 1A dengan jumlah 28 siswa di SDIT Ibnu Abbas Tarakan. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media sebesar 92%, ahli materi 80%, ahli bahasa 80% dan praktisi 93% dan di kategorikan sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil respon siswa pada uji coba terbatas sebesar 99% dan uji coba lapangan sebesar 98%. Hasil angket respon siswa pada uji coba terbatas dan lapangan menunjukkan bahwa siswa sangat tertarik terhadap media Flash Card Augmented Reality berbasis Assemblr Edu. Saran dari penelitian ini adalah agar guru dapat memanfaatkan media Flash Card Augmented Reality yang dikembangkan dalam proses pembelajaran untuk membaca permulaan siswa kelas 1 sekolah dasar.
PENGARUH PDRB, UMK, DAN IPM TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI KABUPATEN/KOTA PROVINSI KALIMANTAN UTARA TAHUN 2018 – 2023
Penyerapan tenaga kerja merupakan bagian penting dalam mendukung pembangunan suatu daerah. Masalah ketenagakerjaan bersifat kompleks karena saling berkaitan dengan kondisi ekonomi, besarnya upah, dan kualitas sumber daya manusia di kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh produk domestik regional bruto (PDRB), upah minimum kabupaten/kota (UMK), dan indeks pembangunan manusia (IPM) terhadap tingkat penyerapan tenaga kerja di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Utara pada periode 2018–2023. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan pendekatan regresi data panel. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari sumber resmi, seperti Badan Pusat Statistik (BPS), dengan menggunakan pendekatan random effect model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, PDRB memiliki pengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja, sedangkan UMK dan IPM tidak berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. Secara simultan, variabel PDRB, UMK, dan IPM secara bersama-sama berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Utara selama periode 2018 – 2023. Besarnya kontribusi ketiga variabel independen ini dalam menjelaskan variasi pada variabel dependen adalah sebesar 90,89%, sedangkan sisanya sebesar 9,11% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini.
Komparasi Efikasi Bacillus subtilis dan Lactobacillus acidophilus Dalam Menghambat Infeksi Vibrio parahaemolyticus Pada Udang Windu (Penaeus monodon)
Pemanfaatan bakteri sebagai probiotik dalam budidaya udang windu merupakan salah satu upaya preventif yang efektif untuk mengurangi risiko serangan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas bakteri Bacillus subtilis dan Lactobacillus acidophilus dalam menghambat infeksi bakteri patogen Vibrio parahaemolyticus pada udang windu (Penaeus monodon). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga Maret 2025 di Laboratorium Biologi Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Borneo Tarakan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pengujian secara in vitro dan in vivo. Konsentrasi bakteri yang digunakan dalam kedua pengujian tersebut adalah B. subtilis dan L. acidophilus masing-masing sebesar 10^8 CFU/mL, serta V. parahaemolyticus sebanyak 10^4 CFU/mL. Parameter yang diamati meliputi kemampuan daya hambat B. subtilis dan L. acidophilus, kelangsungan hidup, pola kematian, rata-rata waktu kematian (RWK), Relative Percentage Survival (RPS), kelimpahan bakteri, dan gejala klinis. Hasil uji in vitro menunjukkan bahwa L. acidophilus memiliki daya hambat yang lebih besar terhadap V. parahaemolyticus dengan rata-rata zona hambat sebesar 7,07 mm ± 4,94, dibandingkan B. subtilis yang hanya menghasilkan rata-rata zona hambat sebesar 2,18 mm ± 0,92. Data in vitro tersebut sejalan dengan hasil uji in vivo, di mana perlakuan L. acidophilus menunjukkan tingkat kelangsungan hidup tertinggi, yaitu sebesar 69,67% ± 15,50, diikuti oleh perlakuan B. subtilis sebesar 43,00% ± 5,00. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa L. acidophilus memiliki potensi lebih besar sebagai agen probiotik untuk meningkatkan ketahanan udang terhadap infeksi V. parahaemolyticus.
Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian sayur-sayuran pada pasar tradisional kota Tarakan
A
Komparasi Efikasi Bacillus subtilis dan Lactobacillus acidophilus Dalam Menghambat Infeksi Vibrio parahaemolyticus Pada Udang Windu (Penaeus monodon)
Pemanfaatan bakteri sebagai probiotik dalam budidaya udang windu merupakan salah satu upaya preventif yang efektif untuk mengurangi risiko serangan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas bakteri Bacillus subtilis dan Lactobacillus acidophilus dalam menghambat infeksi bakteri patogen Vibrio parahaemolyticus pada udang windu (Penaeus monodon). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga Maret 2025 di Laboratorium Biologi Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Borneo Tarakan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pengujian secara in vitro dan in vivo. Konsentrasi bakteri yang digunakan dalam kedua pengujian tersebut adalah B. subtilis dan L. acidophilus masing-masing sebesar 10^8 CFU/mL, serta V. parahaemolyticus sebanyak 10^4 CFU/mL. Parameter yang diamati meliputi kemampuan daya hambat B. subtilis dan L. acidophilus, kelangsungan hidup, pola kematian, rata-rata waktu kematian (RWK), Relative Percentage Survival (RPS), kelimpahan bakteri, dan gejala klinis. Hasil uji in vitro menunjukkan bahwa L. acidophilus memiliki daya hambat yang lebih besar terhadap V. parahaemolyticus dengan rata-rata zona hambat sebesar 7,07 mm ± 4,94, dibandingkan B. subtilis yang hanya menghasilkan rata-rata zona hambat sebesar 2,18 mm ± 0,92. Data in vitro tersebut sejalan dengan hasil uji in vivo, di mana perlakuan L. acidophilus menunjukkan tingkat kelangsungan hidup tertinggi, yaitu sebesar 69,67% ± 15,50, diikuti oleh perlakuan B. subtilis sebesar 43,00% ± 5,00. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa L. acidophilus memiliki potensi lebih besar sebagai agen probiotik untuk meningkatkan ketahanan udang terhadap infeksi V. parahaemolyticus.