ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Stroke merupakan salah satu penyakit yang serius dan dapat menyebabkan hambatan mobilitas fisik pada klien. Hambatan mobilitas fisik ini dapat berdampak pada kehidupan sehari - hari klien karena menganggu aktivitas fisik lainnya karena klien mengalami kelemahan di salah satu sisi tubuh yang terpengaruh stroke, kelemahan ini bisa menimbulkan ketidak seimbangan dan kesulitan pada saat berjalan karena gangguan pada kekuatan otot, keseimbangan dan koordinasi gerak. Komplikasi akibat immobilisasi dapat dicegah dari kecacatan, dan dapat dihindari, salah satu intervensi yang dilakukan adalah latihan Range Of Motion (ROM) pada pasien. Tujuan dari kian ini adalah melakukan asuhan keperawatan pada klien dengan hambatan mobilitas fisik, Intervensi yang diberikan langsung pada klien Tn. I dan Tn. S yang di diagnosis stroke. Intervensi diberikan latihan ROM selama 5 hari dalam 2 kali pertemuan yaitu pada pagi dan sore hari. Hasil dari diberikan intervensi menunjukan kekuatan otot sebelum dilakukan latihan ROM didapatkan pada Tn. I kekuatan otot yaitu pada skala 3 pada tangan kanan, dan kaki kanan, kekuatan otot setelah dilakukan ROM menjadi skala 4. Sedangkan pada Tn. S kekuatan otot sebelum dilakukan latihan ROM didapatkan pada skala 2 pada tangan kanan, dan kaki kanan, kekuatan otot setelah dilakukan latihan ROM didapatkan skala 3. Sehingga dapat disimpulkan terdapat manfaat ROM terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien stroke.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang prevalensinya terus meningkat dan sering kali tidak disadari oleh penderitanya, sehingga dikenal sebagai "silent killer". Salah satu gejala yang sering muncul adalah nyeri kepala akibat peningkatan tekanan intrakranial. Terapi non farmakologi seperti Slow Stroke Back Massage (SSBM) telah terbukti efektif menurunkan tekanan darah dan nyeri kepala melalui mekanisme relaksasi saraf parasimpatis dan pelepasan endorfin. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan terapi SSBM dalam menurunkan nyeri kepala dan tekanan darah pada pasien hipertensi melalui pendekatan proses keperawatan. Penelitian dilakukan terhadap dua pasien hipertensi dengan keluhan nyeri kepala, menggunakan metode case report yang meliputi lima tahap keperawatan: pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Terapi SSBM diberikan selama 3 hari berturut-turut dengan durasi 10 menit sebanyak dua kali sehari. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan signifikan pada tekanan darah dan skala nyeri kedua pasien. Nyeri kepala menurun dari skala 5–6 menjadi 0, sedangkan tekanan darah menurun dari 169/101 mmHg dan 161/106 mmHg menjadi 136/89 mmHg dan 134/90 mmHg. Hasil ini menunjukkan bahwa terapi SSBM efektif sebagai intervensi keperawatan non farmakologi untuk menurunkan tekanan darah dan nyeri kepala pada pasien hipertensi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Stroke merupakan sindrom defisit neurologis akut dan fokal yang secara mendadak disebabkan oleh gangguan perfusi melalui pembuluh darah ke otak. Terdapat dua jenis stroke yaitu non hemoragik stroke dan hemoragik stroke. Stroke non hemoragik disebabkan oleh adanya penyumbatan akibat gumpalan aliran darah ke otak terhenti. Dapat menyebabkan gejala klinis seperti kelumpuhan dan kelemahan pada beberapa bagian tubuh, Kesulitan berbicara (cedal dan pelo), Gangguan penglihatan, Penurunan daya ingat, Perubahan pada bentuk mulut (mencong atau tidak simetris), Nyeri kepala, Gangguan fungsi otak, Kesadaran menurun. Apabila tidak ditangani secara efektif maka akan menimbulkan komplikasi seperti dekubitus, tekanan intrakranial meningkat, aspirasi, dan gagal napas. Pasien dengan penyakit non hemoragik stroke diperlukan perawatan klinis yang efektif agar proses pemulihan berlangsung dengan cepat tanpa terjadinya komplikasi sehingga dapat kembali melakukan aktivitas dengan leluasa. Oleh karena itu, penulis melakukan studi kasus dengan malaksanakan asuhan keperawatan secara langsung pada Ny. M dan Ny. T yang terdiagnosis Non Hemoragik Stroke dan sedang menjalani perawatan di ruang Dahlia RSUD dr. H. JUSUF SK. Pelaksanaan studi kasus bertujuan untuk melakukan perbandingan asuhan keperawatan antara Ny. M dan Ny. T. Dalam studi kasus ini penulis menemukan adanya perbedaan tingkat kebutuhan pasien sehingga membutuhkan perawatan yang berbeda kepada kedua pasien. pada hasil penelitian ini disimpulkan stroke dapat menimbulkan obstruksi pada aliran darah ke otak sehingga menyebabkan bekuan pada darah. Jika tidak mendapat pertolongan dan penanganan yang cepat, NHS dapat menyebabkan terjadinya kematian jaringan otak area yang disuplai, sehingga mengakibatkan penderita mengalami kelumpuhan atau bahkan kematian. Oleh sebab itu, melakukan pengkajian sesuai dengan standar keperawatan dan melaksanakan tindakan keperawatan yang tepat akan membantu proses pemulihan pasien dengan baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Stroke adalah penyakit saraf, atau sistem persyarafan, yang terjadi dengan cepat dan penyebab utamanya adalah gangguan aliran darah menuju otak. Kebocoran darah yang dimaksud dapat disebabkan oleh dua penyebab berbeda: pecahnya darah membran atau penyumbatan darah membran. Masalah yang terjadi menyebabkan fungsi otak pada akhirnya akan menurun dan menghambatan suplai darah keotak. Berdasarkan hasil perbandingan yang telah di dapat antar kedua pasien yaitu terangkatnya dingnosis keperawatan risiko perfusi serebral tiak efektif. Sesuai dengan teori yang di ajukan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN KESIAPAN FAMILY CAREGIVER DALAM MERAWAT PASIEN STROKE DIRUMAH Abstrak Latar belakang stroke adalah masalah utama kesehatan di negara-negara maju maupun di negara yang sedang berkembang saat ini, stroke bahkan telah menjadi penyebab kematian kedua terbanyak setelah penyakit jantung di dunia dan stroke penyebab utama kecacatan pada orang dewasa. Family caregiver adalah anggota keluarga, kerabat, teman atau tetangga yang memiliki kedekatan hubungan pribadi yang signifikan dan menyediakan berbagai bantuan untuk orang tua atau orang dewasa dengan kondisi kronis atau cacat, Tujuan penelitian untuk menganalisa Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan dan Kesiapan Family Caregiver Dalam Merawat Pasien Stroke Dirumah. Jenis penelitian ini adalah kuantatif dengan Metode Wilcoxon Signed Raked Test, Desain Penelitian quasi eksperiment, . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh family caregiver pasien stroke di ruang rawat inap RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan, Pengambilan sampel pada populasi ini adalah Purposive Sampling dengan menggunakan rumus roscoe sehingga diperoleh 30 responden yang terdiri dari 15 kelompok kontrol dan 15 kelompok intervensi, data diperoleh dengan membagikan kuesioner kesiapan dan pengetahuan, data dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil analisis Wilcoxon Signed Raked Test menggunakan aplikasi SPPSS Versi 24, didapatkan pada hasil Pre-Test dan Post-Test pada kelompok kontrol mendapatkan p=0,001 dan pre-test dan post test kelompok intervensi mendapatkan p=0,003, maka dapat disimpulkan bahwa p 0,005 sehingga ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan kesiapan family caregiver dalam merawat pasien stroke dirumah
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Stroke non hemoragik adalah stroke yang disebabkan karena penyumbatan pembuluh darah diotak oleh thrombosis maupun emboli sehingga suplai glukosa dan oksigen ke otak berkurang dan terjadi kematian sel atau jaringan otak yang disuplai.tujuan penulisan ini untuk mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Ny.S, dalam penyusunan tugas akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus, pengumpulan data, me;iputi observasi, wawancara, pemeriksaan head toe toe, dokumentasi, kepustakaan subjek adalah klien terdapat 5 diagnosis keperawatan yaitu : gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan neuromuskuler, defisit perawatan diri berhubungan dengan gangguan musculoskeletal, risiko aspirasi dibuktikan dengan penurunan tingkat kesadaran, risiko jatuh dibuktikan dengan kekuatan otot menurun, defisit pengatahuan dibuktikan dengan menyakan masalah yang dihadapi dan penulis melakukan intervensi, terdapat 3 diagnosis teratasi dan 2 diagnosis yang belum teratasi.kesimpulan: penulis menemukan kesenjangan diagnosis keperawatan pada Ny.S yang ada pada teori namun tidak terdapat pada kasus yaitu: gangguan mobilitas fisik, deifisit pengatahuan dan defisit perawatan diri. Dan diagnosis yang tidak terdapat pada teori namun ada di kasus yaitu: resiko aspirasi, dan resiko jatuh.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Stroke merupakan keadaan ditemukannya tanda-tanda klinis yang berkembang cepat yaitu defisit neurologik fokal dan global, stroke diakibatkan karena pembuluh darah otak mengalami penyumbatan yang menyebabkan otak tidak mendapatkan pasokan darah yang membawa oksigen yang diperlukan sehingga mengalami kematian sel/jaringan. Berdasarkan beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa Stroke merupakan kerusakan yang progresif dan irreversible dimana tubuh tidak mampu melakukan aktivitas secara mandiri. Tujuan umum laporan tugas akhir ini adalah Penulis dapat memahami konsep dan teori yang berkaitan dengan stroke serta memperoleh gambaran yang nyata terhadap pelaksanaan asuhan keperawatan pada klien Ny. A dengan diagnosa medis Stroke di Ruang Anggrek A RSUD Tarakan melalui proses pendekatan asuhan keperawatan secara holistik dan komprehensif. Penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus, yaitu metode ilmiah yang menggambarkan keadaan yang sedang terjadi dan semua kegiatan hanya tertuju pada satu kasus secara intensif, dimulai dari pengumpulan data, klasifikasi data, analisis data, merumuskan diagnosis keparawatan, intervensi dan implementasi yang telah dilakukan. Hasil pengkajian pada Ny. A didapatkan lima diagnosa yaitu Risiko perfusi serebral tidak efektif berhubungan dengan hipertensi, gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan penurunan kekuatan otot, gangguan pola tidur berhubungan dengan hambatan lingkungan (pencahayaa, kebisingan), keletihan berhubungan dengan kondisi fisiologis (penyakit kronis), defisit perawatan diri berhubungan dengan kelemahan. Kesimpulan penulis mendapatkan pengalaman dalam merawat pasien dengan masalah utama non hemoragik stroke sesuai dengan tindakan yang berdasarkan kewenangan dan tanggung jawab perawat secara profesional.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan, prevalensi stroke mengalami peningkatan dari 7‰ pada Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menjadi 10,9 ‰ pada Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 (Riskesdas, 2018). Berdasarkan prevelensi tersebut, maka penulis mengambil kasus Non Haemoragik Stroke sebagai laporan tugas terakhir. Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan jenis studi kasus. Pendekatan keperawatan dilakukan dengan tahapan asesmen, diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil penelitian didapatkan lima diagnosa keperawatan yang ditegakkan pada Tn A, yaitu gangguan perfusi jaringan sereberal, nyeri akut, gangguan mobilitas fisik, defisit perawatan diri dan defisit pengetahuan. Disimpulkan bahwa terdapat kesenjangan yang terdapat antara teori dan kasus pada Tn. A dimulai dari pengkajian terdapat lima kesenjangan, pada diagnosa terdapat empat kesenjangan, intervensi harus disesuaikan dengan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang didapatkan dua diagnosa yang tidak teratasi dan tiga diagnosa yang teratasi sesuai tujuan dan kriteria hasil.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. T DENGAN NON HEMORAGIK STROKE DI RUANG DAHLIA B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN Yeni Nurlita, Hendy Lesmana, Paridah ABSTRAK World Health Organization (2016), menyebutkan bahwa stroke adalah terputusnya aliran darah ke otak, umumnya akibat pecahnya pembuluh darah ke otak atau karena tersumbatnya pembuluh darah ke otak sehingga pasokan nutrisi dan oksigen ke otak berkurang. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (2018), stroke juga menjadi peringkat ketiga penyebab utama kecacatan di seluruh dunia. Prevalensi stroke di Indonesia berdasarkan wawancara sebesar 12,1% pada tahun 2013 dan menjadi 10,9% pada tahun 2018. Dari data tersebut disimpulkan bahwa prevalensi penyakit stroke di Indonesia setiap tahun mengalami perubahan. Tujuan penulisan adalah agar dapat menerapkan dan melakukan asuhan keperawatan kepada klien, membandingkan kesenjangan antara teori dan kasus, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, memecahkan masalah pada klien. Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus, pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, pemeriksaan head to toe, dokumentasi, kepustakaan dan subjek adalah klien. Hasil yang didapatkan pada Ny. T dimulai dari pengkajian, pengkajian pola integritas ego ditandai dengan tidak ada perasaan perasaan putus asa, pola neurosensori ditandai dengan tingkat kesadaran compos mentis, pola pernafasan ditandai dengan tidak terdapat hambatan jalan nafas. Kesimpulan ditemukan adanya kesenjangan dari pengkajian dan perumusan diagnosa keperawatan antara teori dan kasus pada pada Ny. T. Sikap kooperatif pasien dan keluarga yang terbuka serta bekerja sama dengan perawat.