Abstrak
Berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan, prevalensi stroke mengalami peningkatan dari 7‰ pada Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menjadi 10,9 ‰ pada Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 (Riskesdas, 2018). Berdasarkan prevelensi tersebut, maka penulis mengambil kasus Non Haemoragik Stroke sebagai laporan tugas terakhir. Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan jenis studi kasus. Pendekatan keperawatan dilakukan dengan tahapan asesmen, diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil penelitian didapatkan lima diagnosa keperawatan yang ditegakkan pada Tn A, yaitu gangguan perfusi jaringan sereberal, nyeri akut, gangguan mobilitas fisik, defisit perawatan diri dan defisit pengetahuan. Disimpulkan bahwa terdapat kesenjangan yang terdapat antara teori dan kasus pada Tn. A dimulai dari pengkajian terdapat lima kesenjangan, pada diagnosa terdapat empat kesenjangan, intervensi harus disesuaikan dengan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang didapatkan dua diagnosa yang tidak teratasi dan tiga diagnosa yang teratasi sesuai tujuan dan kriteria hasil.