Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: kematian
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Sanksi Pidana Dalam Kasus Kelalaian Pengemudi Bus Yang Menyebabkan Kematian Orang Lain (Studi Putusan Nomor 109/Pid.Sus/2025/PN Tar)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sanksi pidana terhadap kasus kelalaian pengemudi bus yang menyebabkan kematian orang lain, serta menganalisis dasar pertimbangan hakim dalam menetapkan vonis di bawah ketetapan undang-undang lalu lintas dan angkutan jalan terhadap pengemudi bus yang lalai sehingga menyebabkan kematian dalam Putusan Nomor 109/Pid.Sus/2025/PN Tar. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach) dan pendekatan kasus (case approach). Sumber bahan hukum terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan nonhukum yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pidana penjara 1 (satu) tahun 8 (delapan) bulan dalam putusan tersebut belum sepenuhnya proporsional apabila ditinjau dari aspek kesalahan terdakwa. Penilaian ini berlandaskan pada kenyataan bahwa terdakwa sadar akan perbuatan kelalaiannya, menimbulkan korban jiwa, serta memberikan luka mendalam bagi keluarga korban. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa dasar pertimbangan hakim dalam memutuskan untuk meniadakan pidana denda terhadap terdakwa hanya karena terdapat alasan yang meringankan berupa pemberian santunan kepada keluarga korban dinilai kurang tepat dan mengesampingkan fungsi dari pidana denda tersebut. Sehingga, penghapusan pidana denda dan rendahnya pidana penjara yang diberikan kepada terdakwa sama sekali tidak seimbang dengan tingkat kelalaian terdakwa yang berdampak fatal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sanksi pidana belum ditegakkan secara proporsionalitas dan membuktikan bahwa penegakan hukum dalam kasus kecelakaan lalu lintas masih lemah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Prosesi ritual adat kematian suku Dayak Agabag di Desa Kalampising Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan ( Kajian Folklor)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

WISLIANTO, 2026* Prosesi ritual adat kematian suku Dayak Agabag di Desa Kalampising Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan (Kajian Folklor). (Dibimbing oleh Muhammad Ilham, S.S.,M.Pd dan Rita Kumala Sari, S.Pd.,M.Pd) Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses ritual kematian tradisional masyarakat Dayak Agabag di Desa Kalampising, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan, serta menjelaskan makna dan fungsi ritual tersebut berdasarkan analisis folklor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan pencatatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual pemakaman tradisional masyarakat Dayak Agabag masih dilestarikan dan diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat setempat. Dalam kajian folklor, ritual ini mencakup tiga bentuk folklor: folklor lisan, folklor sebagian lisan, dan folklor bukan lisan. Folklor lisan disampaikan melalui doa, cerita, dan nasihat adat. Unsur folklor sebagian lisan terlihat dalam ritual seperti Antingug Da Agung, Angaju Da Bangkai, Upacara Adat/Lumulu, serta Ampid atau Amakan. Sementara itu, folklor bukan lisan tercermin melalui penggunaan gong, lungun, bangkalan, dan peralatan tradisional lainnya. Ritual kematian ini bermakna sebagai wujud penghormatan kepada mendiang dan leluhur, serta mengandung nilai-nilai seperti gotong royong, saling membantu, dan dukungan terhadap komunitas. Selain itu, ritual ini berfungsi sebagai sarana pelestarian budaya, pewarisan nilai-nilai adat kepada generasi muda, penguatan identitas masyarakat Dayak Agabag, serta pemeliharaan tatanan sosial dalam kehidupan mereka.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN RESTORATIVE JUSTICE DALAM PENYELESAIAN KASUS KECELAKAAN LALU LINTAS YANG MENGAKIBATKAN KEMATIAN DI POLRES TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait penerapan restorative justice pada kasus kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kematian di Polres Tarakan. Pertama, bagaimana penerapan restorative justice dalam penyelesaian kasus kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kematian di Polres Tarakan? Kedua, apa pertimbangan penyidik menerapkan restorative justice dalam penyelesaian kasus kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kematian di Polres Tarakan? Skripsi ini merupakan penelitian empiris atau penelitian lapangan. Skripsi ini menggunakan pendekatan pada realitas hukum dalam masyarakat. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder, data primer yang digunakan adalah hasil wawancara dan observasi di lapangan, data sekunder diperoleh dari perundang-undangan, buku, jurnal ilmiah, artikel. Data-data dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa pertama, penerapan restorative justice dalam penyelesaian kasus kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kematian di Polres Tarakan dapat diterapkan jika adanya kesepakatan damai oleh kedua belah pihak untuk tidak melanjutkan perkara ke tingkat pengadilan dengan membuat kesepakatan perdamaian yang ditandatangani diatas materai dan terpenuhinya ganti kerugian yang telah ditetapkan bersama serta adanya pertimbangan para penyidik yang membenarkan perkara tersebut dapat diselesaikan melalui restorative justice. Selain itu belum ada aturan yang secara tegas mengatur tentang tindak pidana lalu lintas yang mengakibatkan korban meninggal dunia dapat diselesaikan melalui restorative justice. Kedua, yang menjadi pertimbangan penyidik yaitu bukan pelaku pengulangan tindak pidana, kecelakaan tersebut murni karena kelalaian dan bukan kesengajaan, keluarga korban dan pelaku sepakat untuk menyelesaikan perkara diluar pengadilan, selain itu penyelesaian perkara melalui restorative justice mampu berfungsi sebagai alat dalam asas peradilan sederhana, cepat dan biaya ringan, sehingga dapat menjamin terpenuhinya tujuan hukum.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pertimbangan Hukum Hakim Dalam Menjatuhkan Putusan Perbuatan Pembelaan Terpaksa Yang Menyebabkan Kematian

2023•

Penelitian ini untuk mengetahui konsekuensi dan juga akibat hukum yang akan timbul dari pertimbangan hakim dalam memutuskan suatu perkara terkhusus kasus pembelaan terpaksa (noodwerr)exess pasal 49 ayat 2 KUHP yang meyebabkan kematian bagi para pihak yang terlibat. Bahwa pertimbangan hakim memiliki pengaruh yang besar dan memiliki akibat hukum yang sangat mendalam terhadap hasil dari putusan yang akan dikeluarkan. Sehingga pertimbangan hakim perlu memiliki patokan dan standar yang jelas terkhususnya dalam kasus pembelaan terpaksa yang menyebabkan kematian, dimana dalam hal ini seperti dalam putusa Nomor: 201/201/Pid.b/2013/PNJTH. Metode penelitian yang penulis gunakan dalam skripsi ini adalah penelitian hukum normatif. Dalam tahap analisis data, penulis menggunakan metode penyajian data secara kualitatif, yaitu berasal dari data primer maupun sekunder yang disusun secara sistematis. Selanjutnya penulis melakukan analisa, dari data dan teori serta pendapat para ahli yang berkaitan dengan penelitian tersebut. Tahap selanjutnya adalah penarikan kesimpulan yang penulis lakukan secara induktif, yakni penarikan kesimpulan dari hal-hal yang bersifat khusus kepada hal-hal yang bersifat umum.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PANTANGAN DAN LARANGAN RITUAL KEMATIAN SUKU DAYAK LUNDAYEH DALAM LINGKUNGAN ADAT BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI DESA KALIAMOK (KAJIAN FOLKLOR)

2022•

PANTANGAN DAN LARANGAN RITUAL KEMATIAN SUKU DAYAK LUNDAYEH DALAM LINGKUNGAN ADAT BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI DESA KALIAMOK (KAJIAN FOLKLOR) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna Pantangan Dan Larangan Ritual Kematian Suku Dayak Lundayeh Dalam Lingkungan Adat Berbasis Kearifan Lokal di Desa Kaliamok melalui kajian folklor. Metode penelitian ini mengunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskripsi. penyajian data, di sajikan secara terurai dalam bentuk kata-kata maupun kalimat. Sumber penelitian ini adalah informan yang memiliki pengetahuan tentang pantangan dan larangan ritual kematian suku Dayak Lundayeh. Data dalam penelitian ini berupa penggalan kalimat dari hasil wawancara, rekam dan catat serta observasi langsung di lapangan. Hasil dalam penelitian ini terdapat beberapa data yaitu, neteng agung, ngiju butung, mudut lungun, mere tebaya, nated butung , nanem butung, irau kuman, data-data tersebut berjumlah 34 data yang tergolong dalam folklor lisan, folklor sebagian lisan, dan folklor bukan lisan, antara lain folklor lisan 8 data, folklor sebagian lisan 22 data, folklor bukan lisan 4 data. Dari hasil data dapat disimpulkan bahwa terdapat mitos dalam folklor pantangan dan larangan ritual kematian suku Dayak Lundayeh dalam lingkungan adat berbasis kearifan lokal di Desa Kaliamok. Karena dari hasil penelitian yang dilakukan terdapat banyak sekali kata, kalimat dan yang susah ditangkap menggunakan teori-teori dalam lingkup pendidikan atau banyak hal yang susah ditangkap oleh akal manusia namun dipercayai kebenarannya oleh masyarakat suku Dayak Lundayeh.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MAKNA SIMBOL PADA RITUAL AMPID DALAM UPACARA KEMATIAN SUKU DAYAK TINGALAN DI DESA BELAYAN KABUPATEN MALINAU KALIMANTAN UTARA (KAJIAN SEMIOTIK)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MAKNA SIMBOL PADA RITUAL AMPID DALAM UPACARA KEMATIAN SUKU DAYAK TINGALAN DI DESA BELAYAN KABUPATEN MALINAU KALIMANTAN UTARA (KAJIAN SEMIOTIK) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbol budaya pada ritual adat kematian suku Dayak Tingalan di Desa Belayan Kabupaten Malinau Kalimantan Utara dengan menggunakan kajian semiotik dari Charles Sanders Pierce. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan berlandaskan pada kajian semiotik dari Charles Sanders Pierce yaitu, teori segitiga makna. Diantaranya adalah, Tanda (sign), Objek (object), Interpretasi (interpretant). Selanjutnya data pada penelitian ini yaitu makna simbol pada ritual adat kematian suku Dayak Tingalan di Desa Belayan Kabupaten Malinau Kalimantan Utara. Sumber data dalam penelitian ini adalah ritual adat kematian suku Dayak Tingalan dan tokoh adat suku Dayak Tingalan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diantaranya adalah observasi, dokumentasi, wawancara, dan menulis/mencatat. Kemudian analisis data yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah, mengumpulkan data, identifikasi data atau menafsirkan data, dan mendeskripsikan atau menafsirkan data dalam bahasa Indonesia. Hasil dari penelitian ini adalah data simbol budaya dalam ritual adat kematian suku Dayak Tingalan. Jumlah data dalam penelitian ini adalah 26 data, 23 data diantaranya adalah data berupa benda, dan 3 data berupa tindakan. Using semiotic studies from Charles Sanders Pierce, this study aimed to describe the meaning of cultural symbols in the traditional death ritual of the Dayak Tingalan tribe in Belayan Village, Malinau, North Kalimantan. This study implemented decriptive qualitative research methods, based of the semiotic analysis of Charles Sanders Pierce, namely, the tringle theory of meaning. Among them are Sign, Object, and Interpretation. Furthermore, the data in this study was study was the meaning of symbols in the traditional ritual of death of the Dayak Tingalan tribe in Belayan Village, Malinau, North Kalimantan. The data sources in this study were the death rituals of the Dayak Tingalan tribe an the traditional leaders of the Tingalan Dayak tribe. Data collection techniques included observation, documention, intervews, and writing/recording. Then the data analysis carried out by the researcher was collecting data, identifying data or interpreting data, and describing or interpreting data in Indonesian. The results of this study were data in cultural symbols in the death ritual of the Tingalanb Dayak tribe. The amount of data in this study was 26, 23 of which were data in the form of objects, and 3 in the form actions.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MAKNA KUKUI DALAM AMAKAN SUKU DAYAK AGABAG DI DESA SAMUNTI KECAMATAN LUMBIS OGONG KABUPATEN NUNUKAN (KAJIAN SEMANTIK) (KAJIAN SEMANTIK)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Makna Kukui Dalam Amakan Suku Dayak Agabag Di Desa Samunti Kecamatan Lumbis Ogong Kabupaten Nunukan (Kajian Semantik) Abstrak Tujuan penelitian ini merupakan penelitian untuk memperoleh dan mendeskripsikan makna kukui dalam Amakan Suku Dayak Agabag di Desa Samunti Kecamatan Lumbis Ogong Kabupaten Nunukan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini berupa Lagu daerah (kukui) yang terdapat dalam Amakan (Upacara Adat Kematian) Suku Dayak Agabag yang bersumber dari informan/narasumber. Sedangkan sumber data pada penelitian ini adalah upacara adat kematian (amakan) dalam suku dayak agabag di Desa Samunti Kecamatan Lumbis Ogong Kabupaten Nunukan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi, teknik pengamatan, wawancara, teknik rekam dan teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu data collection (mengumpulkan data), data reduction (reduksi data), dan data display (penyajian data). Amakan (Upacara Adat Kematian) sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sesorang yang meninggal dunia, yang dilaksanakan oleh keluarga yang berduka dengan mengundang seluruh keluarga, masyarakat adat desa terdekat, dan upacara adat amakan ini dilaksanakan dengan upacara adat lumulu, sumaluang, dan tarian gong sebagai tanda penghormatan atau melepas secara ikhlas orang yang sudah meninggal dunia untuk terakhir kalinya bahwa fisiknya sudah tidak lagi hidup bersama dengan keluarga di tengah masyarakat adat desa tersebut. Kukui (lagu daerah) merupakan seni suara yang sifatnya berupa hiasan kata-kata yang memiliki kesan sejarah atau cerita untuk mengenang orang yang telah meninggal sewaktu masih hidup.Hasil penelitian diperoleh sebanyak sembilan lagu daerah Suku Dayak Agabag yaitu: Lumulu, layung, lumbis, pagun suang, manuk solok, bangkudu, yangkawanan, mamantis dan linsugut. Fungsi dari kukui (lagu daerah) yaitu sebagai pengiring dalam amakan (upacara adat kematian), sebagai pelipur hati, sebagai penguat rasa persatuan masyarakat suku Dayak Agabag dan melestarikan budaya Indonesia khususnya budaya suku Dayak Agabag. Kata Kunci: Makna, Kukui, Amakan (upacara adat kematian), Kajian Semantik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail