ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bayi adalah masa tahapan pertama kehidupan seorang manusia setelah lahir dari rahim seorang ibu. Pada masa ini, perkembangan otak dan fisik bayi selalu menjadi perhatian utama. Masa bayi adalah masa keemasan sekaligus masa kritis perkembangan seseorang. Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi adalah pola tidur. Tidur adalah salah satu bentuk adaptasi bayi terhadap lingkungannya. Setelah lahir, bayi biasanya tidur selama 16 - 18 jam sehari. Memasuki usia 2 bulan bayi mulai lebih banyak tidur malam dibanding siang, sampai usia 3 bulan, bayi baru lahir akan menghabiskan waktu tidurnya sekitar 15-17 jam, Semakin usia bayi bertambah, jam tidurnya juga semakin berkurang. Upaya yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tidur pada bayi telah berkembang, baik terapi farmakologi maupun nonfarmakologi, salah satu terapi nonfarmakologi untuk mengatasi masalah tidur yaitu dengan pijat bayi. Bayi yang dilakukan pemijatan akan tidur dengan lelap dan pada waktu bangun, daya konsentrasinya akan lebih penuh. Pijat bayi merupakan terapi sentuh kontak langsung dengan tubuh yang dapat memberikan rasa aman dan nyaman pada bayi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi kasus yaitu memberikan asuhan kebidanan pada seorang bayi 0-3 bulan yang mengalami masalah durasi tidur. Data ini di kumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi melalu SOAP. Dengan demikian hasil pijat bayi dapat diketahui dengan akurat karena peneliti dapat membandingkan Hasil sebelum dan sesudah pijat bayi dapat diketahui bahwa sebelum dilakukan pijat yaitu (11,00 jam) sedangkan sesudah di lakukan pijat yaitu ( 13,28 jam) dan rata-rata peningkatan durasi tidur bayi yaitu (+2,20 jam).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Iritasi kulit yang disebabkan oleh penggunaan popok merupakan permasalahan umum pada bayi, yang ditandai dengan kemerahan, pengelupasan kulit (deskuamasi), dan ketidaknyamanan yang dapat memengaruhi kualitas hidup bayi maupun orang tua. Pendekatan non farmakologis adalah penggunaan baby oil berbahan dasar Aloe vera, yang dikenal memiliki sifat menenangkan, melembabkan, serta mempercepat penyembuhan iritasi ringan pada kulit sensitif bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efek pemijatan bayi dengan menggunakan baby oil yang mengandung Aloe vera terhadap perbaikan gejala iritasi kulit pada bayi, serta mengaitkannya dengan bukti-bukti ilmiah yang telah ada. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif pada seorang bayi berusia dua bulan yang mengalami kemerahan dan deskuamasi di area bokong. Intervensi dilakukan dengan mengoleskan baby oil Aloe vera dua kali sehari selama lima hari berturut-turut disertai dengan pemijatan bayi, kemudian observasi klinis yang dicatat menggunakan daftar tilik pijat bayi. Hasil observasi menunjukkan adanya perbaikan signifikan setelah lima hari penggunaan. Kemerahan berkurang, kulit yang mengelupas pulih, dan bayi tampak lebih tenang selama perawatan. Ibu bayi juga menyatakan kepuasan yang tinggi terhadap penggunaan baby oil aloe vera tersebut dan berniat untuk melanjutkan penggunaannya. Temuan ini sejalan dengan penelitian oleh Haryono et al. (2024) dan Yanti et al. (2024), yang menunjukkan bahwa kombinasi minyak nabati dan Aloe vera secara signifikan mampu menurunkan tingkat keparahan ruam popok. Selain itu, hasil ini diperkuat oleh studi Lia et al. (2024) yang menemukan bahwa VCO Aloe vera efektif dalam mempercepat proses penyembuhan iritasi kulit. Keberhasilan intervensi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain kondisi iritasi yang masih tergolong ringan, kepatuhan ibu terhadap edukasi kebersihan kulit bayi, serta kesesuaian produk yang digunakan dengan karakteristik kulit sensitif bayi. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan baby oil Aloe vera dua kali sehari efektif dalam meredakan gejala iritasi kulit ringan pada bayi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Masa bayi merupakan masa emas untuk pertumbuhan dan perkembagan anak sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus, stimulasi tumbuh kembang pada bayi penting dilakukan lebih awal antara lain dengan melakukan pijat bayi kare pijat bayi adalah pemijatan yang dilakukan dengan usapan-usapan halus pada permukaan kulit, pijat bayi dapat membuat bayi rileks, menjalani rasa kasih sayang antara orang tua. Memahami pengetahuan orang tua terhadap pijat bayi sangat penting dalam membantu meningkatkan pemahaman mereka tentang pijat bayi, dengan pengetahuan yang lebih baik , orang tua dapat merasakan manfaat pijat bayi secara optimal dan memberikan perawatan lebih baik untuk perkembagan bayi mereka. Oleh karena itu peneliti melakukan penelitian berjuadul Gambaran Pengetahuan Orang Tua Bayi Terhadap Pijat Bayi lakukan di little nemo baby spa Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan pendekatan cross secionel. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran pengetahuan orang tua terhadap pijat bayi di little nemo baby spa. Pengumpulan data pengetahuan orang tua di little nemo baby spa di kumpulkan dengan menggunaan kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh orang tua yang telah melakukan pijat bayi di little nemo baby spa dengan sampel sebanyak 59 responsen. Teknik pengambilan sampel adalah random sampling, Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan mengunakan uji statistic chi square. Hasil penelitian terdapat hubungan pengetahuan orang tua terdapat pijat bayi dengan nilai P-value = 0,00 Kata kunci : Pengetahuan Orang Tua, Pijat Bayi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP MOTORIK KASAR PADA BAYI USIA 6 – 12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PULAU SAPI Abstrak Secara umum pijat bayi adalah metode peneyembuhan dengan ara memberikan tekanan kepada tubuh, baik secara terstruktur maupun tidak terstruktur, menetap atau berpindah tempat dengan memberikan tekanan, gerakan, atau getaran, baik dilakukan secara manual ataupun menggunakan alat mekanis. Pemijatan yang dilaksanakan secara rutin pada bayi dengan gerakan pemijatan pada kaki, perut, dada, tangan, punggung dan gerakan peregangan dapat meningkatkan perkembangan motorik pada bayi seusianya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap motorik kasar bayi usia 6 – 12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Pulau Sapi. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Quasi Eksperiment, one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang berusia 6 – 12 bulan yang pernah melakukan pengecekan perkembangan bayi di UPTD Peskesmas Pulau Sapi pada tahun 2024 yang berjumlah 15 responden. Sampel di ambil dari keseluruhan populasi (Total Sampling) yaitu berjumlah 15 responden. Analisis univariat dalam peneliti ini menggunakan distribusi frekuensi umur bayi, distribusi frekuensi jenis kelamin, distribusi frekuensi perkembangan motorik sebelum dan sesudah dilakukan pijat bayi. Lalu analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test dan sebelum melakukan uji Wilcoxon Sign Rank Test perlu dilakukan uji Normalitas terhadap variable motorik kasar. Hasil uji normalitas menunjukkan nilai sig. 0.000 0.05 yang artinya data tersebut tidak berdistribusi normal. Lalu hasil uji Wilcoxon Sign Rank Test diperoleh 0.000, terdapat pengaruh perkembangan motorik kasar sebelum dan sesudah pemberian terapi pijat bayi usia 6 – 12 bulan. Sehingga dapat dilakukan secara rutin untuk mengoptimallkan perkembangan motorik kasar bayi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP KUANTITAS TIDUR PADA BAYI UMUR 6-12 BULAN DI PUSKESMAS MALINAU SEBERANG Abstrak Masa bayi merupakan masa emas untuk pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus. Tidur dan istirahat menjadi faktor utama yang memengaruhi kemajuan anak dalam hal pertumbuhan dan perkembangannya. Tidur merupakan salah satu bentuk adaptasi bayi terhadap lingkungannya. Kebutuhan tidur tidak hanya dilihat dari aspek kuantitas saja namun kualitasnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap kuantitas bayi usia 6-12 bulan di Puskesmas Malinau Seberang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi experimental menggunakan pendekatan design one grup pre test-post test yaitu desain penelitian yang terdapat pretest sebelum diberi perlakuan dan posttest setelah diberi perlakuan untuk membandingkan pengaruh intervensi pasca perlakuan. Populasi dalam penelitian ini adalah bayi yang berusia 6-12 bulan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Malinau Seberang Kabupaten Malinau Kalimantan Utara pada bulan April 2024 sebanyak 39 orang bayi. Sampel dalam penelitian ini adalah bayi dengan kuantitas tidur kurang dari 13 jam sebanyak 13 bayi yang memenuhi syarat inklusi dan eksklusi. Analisis Bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji T-test. Hasil uji statistik dengan menggunakan Wilcoxon dan dihitung dengan uji wilcoxon didapatkan hasil uji statistik p-value = 0,001 (p-value0,005) yang berarti menyatakan bahwa ada pengaruh pemberian pijat bayi terhadap kuantitas tidur bayi usia 6-12 bulan di Puskesmas Malinau Seberang. Berdasarkan nilai positive ranks terdapat sebanyak 13 responden yang mengalami peningkatan kuantitas tidur setelah diberikan pijat bayi. Disarankan bagi ibu yang memiliki bayi dengan gangguan kuantitas tidur dapat diatasi dengan Pijat Bayi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Praktik pijat bayi merupakan sebuah kearifan lokal turun temurun yang dilakukan oleh nenek moyang kita sejak dulu. Jadi dapat dikatakan bahwa, pijat bayi merupakan salah satu teknik yang umum diberikan pada bayi atau anak yang sedang sakit untuk membantu penyembuhannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pijat bayi terhadap peningkatan berat badan dan perkembangan Motorik Kasar bayi umur 0 s/d 11 bulan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif quasy experiment dengan pendekatan pre and post test design without control group. Analisis data penelitian menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan Uji Wilcoxon. Nilai rata-rata berat badan bayi sebelum perlakuan pijat adalah 6016, 6667 dengan standar deviasi 2113, 33302 sedangkan nilai rata-rata berat badan bayi setelah menerima perlakuan pijat bayi selama 4 minggu atau 8 kali adalah 6680, 5556 dengan standar deviasi 1918,72651 dengan nila P Value 0,05 yaitu 0,000. Sedangkan untuk nilai rata-rata perkembangan motori kasar setelah perlakuan adalah 2,22 dengan standar deviasi 0,428 dengan hasil uji Wilcoxon didapatkan P value 0,05 yaitu 0,025. Kesimpulan penelitian ini didasarkan pada hasil Asymp. Sig. (2-tailed) 005 artinya ada pengaruh pijat bayi terhadap kenaikan berat badan dan perkembangan motorik kasar bayi. Kata kunci : Pijat bayi, berat badan, motorik kasar
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Kuantitas tidur sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Jika kuantitas tidur bayi buruk maka dapat mengakibatkan fisiologi dan psikologi bayi terganggu keseimbangannya. Pada bayi dengan batuk pilek masalah yang sering timbul adalah gangguan tidur. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat diberikan pada bayi yang sedang batuk pilek adalah pijat bayi. Pijat bayi dapat membantu mengeluarkan hormon endorphin sehingga memberikan rasa rileks pada otot bayi yang akan membuat bayi semakin nyaman baik secara fisik maupun psikologi. Pijat bayi juga dapat mengakibatkan penurunan gelombang alpha dan gelombang beta, sehingga gelombang tetha akan mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap kuantitas tidur pada bayi usia 6-12 bulan dengan batuk pilek di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain quasy eksperiment pre and post-test without control. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 124 bayi. Sampel berjumlah 33 responden. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kuantitas tidur bayi usia 6-12 bulan dengan batuk pilek sebelum diberikan intervensi pijat bayi yaitu sebesar 9,97 dengan klasifikasi kuantitas tidur buruk. Rata-rata kuantitas tidur bayi usia 6-12 bulan dengan batuk pilek setelah diberikan intervensi pijat bayi mengalami peningkatan yaitu sebesar 12,42 dengan klasifikasi kualitas tidur baik. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon didapatkan hasil p-value = 0,001 (p-value0,05) yang berarti menyatakan bahwa ada pengaruh pemberian pijat bayi terhadap kuantitas tidur bayi usia 6-12 bulan dengan batuk pilek di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Bagi Puskesmas diharapkan dapat memberikan pijat bayi sebagai terapi non farmakologi untuk mengatasi gangguan tidur pada bayi usia 6-12 bulan dengan batuk pilek.