2025 · Book ·
Iritasi kulit yang disebabkan oleh penggunaan popok merupakan permasalahan umum pada bayi, yang ditandai dengan kemerahan, pengelupasan kulit (deskuamasi), dan ketidaknyamanan yang dapat memengaruhi kualitas hidup bayi maupun orang tua. Pendekatan non farmakologis adalah penggunaan baby oil berbahan dasar Aloe vera, yang dikenal memiliki sifat menenangkan, melembabkan, serta mempercepat penyembuhan iritasi ringan pada kulit sensitif bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efek pemijatan bayi dengan menggunakan baby oil yang mengandung Aloe vera terhadap perbaikan gejala iritasi kulit pada bayi, serta mengaitkannya dengan bukti-bukti ilmiah yang telah ada. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif pada seorang bayi berusia dua bulan yang mengalami kemerahan dan deskuamasi di area bokong. Intervensi dilakukan dengan mengoleskan baby oil Aloe vera dua kali sehari selama lima hari berturut-turut disertai dengan pemijatan bayi, kemudian observasi klinis yang dicatat menggunakan daftar tilik pijat bayi. Hasil observasi menunjukkan adanya perbaikan signifikan setelah lima hari penggunaan. Kemerahan berkurang, kulit yang mengelupas pulih, dan bayi tampak lebih tenang selama perawatan. Ibu bayi juga menyatakan kepuasan yang tinggi terhadap penggunaan baby oil aloe vera tersebut dan berniat untuk melanjutkan penggunaannya. Temuan ini sejalan dengan penelitian oleh Haryono et al. (2024) dan Yanti et al. (2024), yang menunjukkan bahwa kombinasi minyak nabati dan Aloe vera secara signifikan mampu menurunkan tingkat keparahan ruam popok. Selain itu, hasil ini diperkuat oleh studi Lia et al. (2024) yang menemukan bahwa VCO Aloe vera efektif dalam mempercepat proses penyembuhan iritasi kulit. Keberhasilan intervensi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain kondisi iritasi yang masih tergolong ringan, kepatuhan ibu terhadap edukasi kebersihan kulit bayi, serta kesesuaian produk yang digunakan dengan karakteristik kulit sensitif bayi. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan baby oil Aloe vera dua kali sehari efektif dalam meredakan gejala iritasi kulit ringan pada bayi.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Iritasi kulit yang disebabkan oleh penggunaan popok merupakan permasalahan umum pada bayi, yang ditandai dengan kemerahan, pengelupasan kulit (deskuamasi), dan ketidaknyamanan yang dapat memengaruhi kualitas hidup bayi maupun orang tua. Pendekatan non farmakologis adalah penggunaan baby oil berbahan dasar Aloe vera, yang dikenal memiliki sifat menenangkan, melembabkan, serta mempercepat penyembuhan iritasi ringan pada kulit sensitif bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efek pemijatan bayi dengan menggunakan baby oil yang mengandung Aloe vera terhadap perbaikan gejala iritasi kulit pada bayi, serta mengaitkannya dengan bukti-bukti ilmiah yang telah ada. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif pada seorang bayi berusia dua bulan yang mengalami kemerahan dan deskuamasi di area bokong. Intervensi dilakukan dengan mengoleskan baby oil Aloe vera dua kali sehari selama lima hari berturut-turut disertai dengan pemijatan bayi, kemudian observasi klinis yang dicatat menggunakan daftar tilik pijat bayi. Hasil observasi menunjukkan adanya perbaikan signifikan setelah lima hari penggunaan. Kemerahan berkurang, kulit yang mengelupas pulih, dan bayi tampak lebih tenang selama perawatan. Ibu bayi juga menyatakan kepuasan yang tinggi terhadap penggunaan baby oil aloe vera tersebut dan berniat untuk melanjutkan penggunaannya. Temuan ini sejalan dengan penelitian oleh Haryono et al. (2024) dan Yanti et al. (2024), yang menunjukkan bahwa kombinasi minyak nabati dan Aloe vera secara signifikan mampu menurunkan tingkat keparahan ruam popok. Selain itu, hasil ini diperkuat oleh studi Lia et al. (2024) yang menemukan bahwa VCO Aloe vera efektif dalam mempercepat proses penyembuhan iritasi kulit. Keberhasilan intervensi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain kondisi iritasi yang masih tergolong ringan, kepatuhan ibu terhadap edukasi kebersihan kulit bayi, serta kesesuaian produk yang digunakan dengan karakteristik kulit sensitif bayi. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan baby oil Aloe vera dua kali sehari efektif dalam meredakan gejala iritasi kulit ringan pada bayi.
2024 · Book ·
Pendahuluan: Rendahnya pemilihan alat kontrasepsi di beberapa daerah di Kalimantan utara dapat disebabkan karena beberapa faktor seperti budaya atau nilai yang timbul dari adanya sikap yang didasarkan kepercayaan dan norma-norma di Masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis apakah terdapat hubungan faktor budaya dengan pemilihan kontrasepsi di wilayah Puskesmas Long Pujungan- Kalimantan Utara. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif non intervensi dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-JUni di wilayah Puskesmas Long Pujungan. Smapel penelitian ini berjumlah 72 responden. Variabel bebas pada penelitian ini adalah Budaya. Variabel terikat adalah keputusan untuk menggunakan alat kontrasepsi. Instrument penelitian adlaah kuesioner. Analisis statistic menggunakan analisis bivariat Chi square. Hasil: Mayoritas ibu yang memakai kontrasepsi adalah ibu dengan pengaruh budaya yang mendukung kontrasepsi yaitu 25 orang (34.7%). Namun demikian hampir seluruh ibu yang tidak menggunakan kontrasepsi juga memiliki pengaruh budaya yang mendukung kontrasepsi yaitu 23 orang (31.9%) dari 48 orang. Hasil analisis bivariat dengan menggunakan regresi logistik diperoleh P-value = 0,280 >0.05 artinya secara statistik tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara budaya dengan pemakaian kontrasepsi pada ibu di wilayah Puskesmas Long Pujungan. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara budaya dengan pemakaian kontrasepsi pada ibu di wilayah Puskesmas Long Pujungan
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendahuluan: Rendahnya pemilihan alat kontrasepsi di beberapa daerah di Kalimantan utara dapat disebabkan karena beberapa faktor seperti budaya atau nilai yang timbul dari adanya sikap yang didasarkan kepercayaan dan norma-norma di Masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis apakah terdapat hubungan faktor budaya dengan pemilihan kontrasepsi di wilayah Puskesmas Long Pujungan- Kalimantan Utara. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif non intervensi dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-JUni di wilayah Puskesmas Long Pujungan. Smapel penelitian ini berjumlah 72 responden. Variabel bebas pada penelitian ini adalah Budaya. Variabel terikat adalah keputusan untuk menggunakan alat kontrasepsi. Instrument penelitian adlaah kuesioner. Analisis statistic menggunakan analisis bivariat Chi square. Hasil: Mayoritas ibu yang memakai kontrasepsi adalah ibu dengan pengaruh budaya yang mendukung kontrasepsi yaitu 25 orang (34.7%). Namun demikian hampir seluruh ibu yang tidak menggunakan kontrasepsi juga memiliki pengaruh budaya yang mendukung kontrasepsi yaitu 23 orang (31.9%) dari 48 orang. Hasil analisis bivariat dengan menggunakan regresi logistik diperoleh P-value = 0,280 >0.05 artinya secara statistik tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara budaya dengan pemakaian kontrasepsi pada ibu di wilayah Puskesmas Long Pujungan. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara budaya dengan pemakaian kontrasepsi pada ibu di wilayah Puskesmas Long Pujungan