Abstrak
Pendahuluan: Rendahnya pemilihan alat kontrasepsi di beberapa daerah di Kalimantan utara dapat disebabkan karena beberapa faktor seperti budaya atau nilai yang timbul dari adanya sikap yang didasarkan kepercayaan dan norma-norma di Masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis apakah terdapat hubungan faktor budaya dengan pemilihan kontrasepsi di wilayah Puskesmas Long Pujungan- Kalimantan Utara. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif non intervensi dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-JUni di wilayah Puskesmas Long Pujungan. Smapel penelitian ini berjumlah 72 responden. Variabel bebas pada penelitian ini adalah Budaya. Variabel terikat adalah keputusan untuk menggunakan alat kontrasepsi. Instrument penelitian adlaah kuesioner. Analisis statistic menggunakan analisis bivariat Chi square. Hasil: Mayoritas ibu yang memakai kontrasepsi adalah ibu dengan pengaruh budaya yang mendukung kontrasepsi yaitu 25 orang (34.7%). Namun demikian hampir seluruh ibu yang tidak menggunakan kontrasepsi juga memiliki pengaruh budaya yang mendukung kontrasepsi yaitu 23 orang (31.9%) dari 48 orang. Hasil analisis bivariat dengan menggunakan regresi logistik diperoleh P-value = 0,280 >0.05 artinya secara statistik tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara budaya dengan pemakaian kontrasepsi pada ibu di wilayah Puskesmas Long Pujungan. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara budaya dengan pemakaian kontrasepsi pada ibu di wilayah Puskesmas Long Pujungan