ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Limbah cair pabrik kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) merupakan limbah agroindustri yang mengandung bahan organik dan unsur hara cukup tinggi sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan POC melalui fermentasi, menganalisis kandungan unsur hara nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), serta mengkaji potensinya sebagai bahan ajar pada mata pelajaran Pembibitan dan Kultur Jaringan Tanaman di SMK Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu kontrol dan empat perlakuan, masing-masing enam ulangan. Fermentasi dilakukan selama dua minggu menggunakan EM4 dan molase. Data dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis karena tidak berdistribusi normal dan tidak homogen. Hasil menunjukkan bahwa variasi konsentrasi limbah cair kelapa sawit berpengaruh signifikan terhadap kandungan N, P, dan K (Sig 0,05). Perlakuan 250 ml menghasilkan kandungan unsur hara tertinggi. POC dari limbah cair kelapa sawit berpotensi digunakan sebagai bahan ajar kontekstual yang mendukung pembelajaran berbasis lingkungan dan pertanian berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH PEMBERIAN JENIS PUPUK ORGANIK CAIR NASA DAN PUPUK ORGANIK PADAT KOTORAN SAPI TERHADAP PRODUKSI TANAMAN TERONG UNGU (Solanum melongena L.) Abstrak Pemberian pupuk organik cair selain menambah unsur hara juga memperbaiki agregat tanah, sehingga tanah menjadi gembur dan memudahkan perakaran tanaman menembus tanah serta menyerap unsur hara dalam memenuhi kebutuhannya. Penggunaan kotoran sapi menjadi pupuk untuk kesuburan tanah tidak hanya akan melestarikan lingkungan, tetapi juga meningkatkan kualitas dan nilai ekonomi dari kotoran sapi. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan produksi tanaman terong ungu. Melalui pemberian POC NASA dan pupuk kotoran sapi dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh POC NASA dan Pupuk kotoran sapi terhadap hasil produksi tanaman terong ungu. Penelitian dilaksanakan di lahan penelitian Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Pada bulan Februari sampai dengan Mei 2023. Dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama; POC NASA(N) dengan 4 taraf Konsentrasi (2 ml, 4 ml, 6 ml, 8 ml) POC NASA/1 liter air. Dan faktor kedua; Pupuk Kotoran Sapi (K) dengan 4 taraf (10 ton ha-1 atau setara 150 g polybag-1, 20 ton ha-1 atau setara 225 g polybag-1, 30 ton ha-1 atau setara 300 g polybag-1, 40 ton ha-1 atau setara 375 g polybag-1). Parameter yang diamati yaitu; Panjang buah, Berat buah, Diameter buah, dan jumlah buah. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) 5% untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian yang telah dilaksakan dapat disimpulkan bahwa pemberian POC NASA dengan berbagai konsentrasi dan pupuk kotoran sapi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap produksi tanaman terong ungu. Interaksi POC NASA dan pupuk kotoran sapi pada perlakuan N1K1 mempunyai kecenderungan meningkatkan tinggi tanaman terong ungu Yuvita F1 sedangkan N4K4 cenderung memberikan hasil terendah. Kata kunci: Terong Ungu, Pupuk Organik Cair NASA, Pupuk Kotoran Sapi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nannochloropsis sp. merupakan mikroalga berwarna hijau kuning, berbentuk bola, berukuran kecil yang berdiameter 2-4 µm. Nannochloropsis sp telah banyak digunakan sebagai pakan alami dalam usaha budidaya khususnya pembenihan. Untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangbiakannya, ketersediaan nutrien dalam media kultur Nannochloropsis sp. perlu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrisi pupuk organik cair dari kepala udang dan mengetahui dosis kombinasi pupuk organik cair dan pupuk komersil yang memberikan pertumbuhan terbaik pada Nannochloropsis sp. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan terdiri P0: (100% pupuk komersil), P1: (50% komersil + 50% pupuk organik cair), P2: (75% pupuk komersil + 25% pupuk organik cair), P3: (100% pupuk organik cair). Data yang dihasilkan dianalisis dengan uji ANOVA dan diuji lanjut dengan uji Duncan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan nutrisi pupuk organik cair (POC) dari kepala udang terfermentasi belum memenuhi SNI. Penggunaan pupuk komersil dan pupuk organik cair mempengaruhi pertumbuhan Nannochloropsis sp. Puncak pertumbuhan Nannochloropsis sp tertinggi terjadi pada hari ke 7 yaitu pada perlakuan P0 (100% komersil), namun secara statistik tidak beda nyata dengan P1 (50 % komersil + 50% pupuk organik cair). Data pengukuran kualitas air selama masa kultur menunjukkan suhu 24 ̊C-28 ̊C, pH 7,11-7,44, salinitas 34-38, kandungan nitrat berkisar 0,26-2,06 mg/l, dan kandungan fosfat berkisar 0,19-0,39 mg/l.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH BUAH PEPAYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata, L.) ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh POC limbah buah pepaya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacangm hijau (Vigna radiata L.) dan mengetahui konsentrasi POC limbah buah pepaya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.). Penelitian ini dilaksanakan dilahan Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan pada bulan Maret 2022 hingga Mei 2022. Parameter yang digunakan adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, jumlah polong, jumlah biji dan berat 100 biji. Penelitian ini merupakan 1 faktor 5 perlakuan dan 5 ulangan, Adapun perlakuan yang digunukan adalah perlakuan P0 (kontrol), perlakuan P1 (konsentrasi 5%), perlakuan P2 (konsentrasi 10%), perlakuan P3 (konsentrasi 15%) dan perlakuan P4 (konsentrasi 20%). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), data yang diperoleh dianalisis sidik ragam dan diuji lanjut apabila berbeda nyata menggunakan beda nyata jujur (BNJ) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair limbah buah pepaya memberikan pengaruh nyata pada pertumbuhan tanaman dan tidak berpengaruh nyata terhadap beberapa produksi seperti jumlah biji/tanaman berat biji/tanaman dan berat 100 biji/tanaman, kemudian pada produksi jumlah polong berpengaruh nyata. Berdasarkan penelitian bahwa perlakuan P4 (konsentrasi 20%) mampu memberikan hasil yang terbaik, dari parameter pertumbuhan dan parameter produksi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan usaha bidang perikanan di Indonesia saat ini sudah berkembang pesat, tercatat bahwa dalam periode tahun 2020 – 2021 pertumbuhan produksi perik anan budidaya mencapai 9,0% pertahun. Usaha pembesaran ikan konsumsi sangat bergantung dari pembenihan yang dapat menghasilkan benih yang sesuai dengan kuantitas dan kualitas yang baik. Pakan alami yang digemari oleh ikan adalah cacing sutra karena memiliki kandungan protein yang cukup tinggi yaitu mencapai 52,49%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) terhadap biomassa dan populasi cacing sutra (Tubifex sp), pupuk organik cair (POC) keong mas adalah larutan dari hasil fermentasi memiliki kandungan unsur hara lebih dari satu unsur hara mikro yaitu Fe 0,02803 ppm, Zn 0,0809 ppm, Cu 0,0034 ppm, Mn 0,3996 ppm, B 0,0517 ppm, Mo 0,00001 ppm. Data dianalisis berdasarkaan Berat biomassa pertumbuhan panjang cacing sutra kemudian dianalisis secara statistik menggunakan Anova dengan program SPSS.20. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk organik cair (POC) keong mas memberikan pengaruh dengan berat rata-rata tertinggi K3 sebesar 10.858 g, dengan pertumbuhan harian yaitu 0,0028 g/30 ekor, populasi terbaik terdapat pada K1 yaitu sebesar 2571.50, protein 43,1-45,7 %.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu penyebab utama rendahnya produksi cabai dalam negeri adalah sebagian besar petani masih menggunakan benih varietas Lokal atau benih dari tanaman cabai yang telah dibudidayakan sebelumnya atau secara turun temurun. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi berbagai varietas tanaman cabai (Capsicum annuum L.) pada pengaplikasian POC kotoran ayam. Penelitian ini dilaksanakan di kelurahan Pantai amal kecamatan Tarakan Timur dan rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 1 faktor yaitu berbagai varietas tanaman cabai diantaranya varietas Lokal, Pilar F1, Beton F1 dan Panex 100 F1 dengan 8 perlakuan yaitu P1, P2, P3, P4, P5, P6, P7, P8 dan diulang sebanyak 4 kali. Prosedur penelitian dimulai dengan persiapan lahan dan persiapan media tanam, penyemaian benih, penanaman, aklimatisasi, pemasangan ajir, pembuatan dan pengaplikasian POC kotoran ayam, serta pemeliharaan tanaman. Parameter pengamatan penelitian terdiri dari parameter pertumbuhan dan parameter produksi kemudian data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dan di uji lanjut dengan uji jarak berganda Duncan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Panex 100 F1 adalah varietas yang memberikan respon terbaik pada parameter pertumbuhan dan produksi tanaman cabai, selain itu varietas tanaman cabai memberikan respon terhadap pemberian POC kotoran ayam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Caulerpa lentillifera merupakan makroalga hijau yang sering dimanfaatkan sebagai bahan makanan dengan cara dimakan mentah sebagai lalapan atau sebagai sayur bagi masyarakat sekitar pantai. Upaya dalam meningkatkan produksi Caulerpa lentillifera dapat dilakukan melalui rekayasa dengan penambahan pupuk dalam budidayanya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dosis pupuk organik cair yang dapat memberikan pertumbuhan terbaik bagi Caulerpa lentillifera. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan terdiri dari P0 (0 ml/l), P1 (1,5 ml/l), P2 (2,5 ml/l) dan P3 (3,5 ml/l). Data yang dipeoleh diamatai dengan analisis sidik ragam one way (ANOVA). Berdasarkan hasil uji analisis ragam (ANOVA) diketahui bahwa pemberian pupuk organik cair memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap laju pertumbuhan spesifik dan berat kering pada perlakuan P1 dengan dosis 1,5 ml/l. Secara umum perlakuan 1,5 ml/l pupuk organik cair memberikan nilai laju pertumbuhan spesifik sebesar 8,54% dan nilai berat kering sebesar 1,70 gr. Pengukran kualitas air dalam penelitian ini meliputi suhu yang berkisar 26 -28 oC, Salinitas berkisar 31-35 oC, pH berkisar antara 6,83 -7,05, Sedangkan DO berkisar antara 5,98 – 6,90 mg/l.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skeletonema costatum adalah salah satu jenis fitoplankton (mikroalga) yang mengandung protein tinggi dan sebagai pakan alami berperan penting dalam memacu pertumbuhan larva ikan maupun udang. Tujuan dari penelitihan ini adalah untuk mengetahui konsentrasi pupuk organik cair yang efektif dalam meningkatkan pertumbuhan Skeletonema costatum. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan penambahan pupuk organik cair pada penelitian ini yaitu sebanyak 0 ml/L, 1 ml/L, 1,5 ml/L dan 2 ml/L. Data yang diperoleh dianalisi menggunakan analisis of variance (ANOVA) menggunakan SPSS versi 23 dan disajikan dalam bentuk Grafik dan Tabel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian pupuk organik cair dengan dosis yang berbeda tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan kepadatan sel Skeletonema costatum. Puncak kepadatan sel yang tertinggi terjadi pada perlakuan P1 sebanyak 1729,67 sel/ml dan yang terendah pada perlakuan P0 sebanyak 1038,50 sel/ml. Penambahan pupuk organik cair sebanyak 1 ml/L pada media kultur merupakan dosis yang memberikan peningkatan kepadatan sel tertinggi dibanding pada perlakuan lain. Parameter kualitas air selama penelitian telah sesuai dengan kebutuhan untuk pertumbuhan Skeletonema costatum yang terdiri dari suhu berkisar antara 260C - 270C, pH 7,5 -7,6 dan salinitas 28 ppt.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau dengan memodifikasi dosis pupuk organik cair dan pemberian mulsa organik. Penggunaan bahan organik sebagai pupuk organik cair (POC) dimaksudkan untuk menambah unsur hara bagi tanaman. Limbah tahu dapat memberikan nilai tambah bagi kesuburan tanah karena limbah tahu mengandung N, P, K Ca, Mg dan C organik yang berpotensi meningkatkan kesuburan tanah. Pemakaian mulsa organik merupakan salah satu pemanfaatan bahan organik yang baik bagi pertumbuhan tanaman. Mulsa dapat berperan dalam mengubah keadaan iklim mikro yang dapat mempengaruhi sifat tanah, menguntungkan untuk pertumbuhan, perkembangan dan peningkatan hasil tanaman. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan menggunakan rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu faktor 1 dosis pupuk organik cair (POC) dengan 4 taraf dan faktor 2 mulsa organik dengan 3 taraf diulang sebanyak 3 kali. Parameter Pengamatan yaitu tinggi tanaman, lebar daun, diameter batang, jumlah daun, berat biji, berat polong, bjumlah cabang jumlah polong. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan diuji lanjut dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa dosis pupuk organik cair (POC) berpengaruh nyata pada pertumbuhan tinggi tanaman, lebar daun, jumlah daun, diameter batang, jumlah cabang, berat polong, berat biji dan jumlah polong, dengan dosis terbaik pada perlakuan 90 ml/tanaman (L1), dan pada Mulsa organik berpengaruh nyata pada parameter lebar daun dengan perlakuan terbaik mulsa jerami (M1). Interaksi perlakuan terbaik pada mulsa organik + POC 90 ml/tanaman (M1L1) yang diaplikasikan memberikan pengaruh nyata pada parameter jumlah daun.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bawang daun merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang layak dikembangkan secara intensif di Indonesia khususnya di Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Akan tetapi produktifitas bawang daun cenderung mengalami penurunan pada tahun 2016-2017. Alternatif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktifitas bawang daun adalah dengan menggunakan pupuk organik cair (POC) N. mirabillis. Penelitian bertujuan untuk mengetahui : (1) respon pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun berdasarkan dari pemberian pupuk organik cair N. mirabillis. (2) serta menentukan pemberian konsentrasi pupuk organik cair N. mirabillis yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga September 2019, di lahan petani Kampung Satu skip Kec. Tarakan tengah, Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan sehingga diperoleh 25 unit percobaan, dengan konsentrasi A0 : 0%, A1 : 5%, A2 : 10%, A3 : 20%, dan A4 : 40%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair N. mirabillis memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun dan pengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, dan berat basah tanaman bawang daun. Pemberian pupuk organik cair N. mirabillis dengan konsentrasi 10% (A2) menghasilkan jumlah daun 32,86% lebih banyak dibandingkan kontrol, konsentrasi 20% (A3) 32,27% lebih banyak dibandingkan kontrol, konsentrasi 40% (A4) 22,80% lebih banyak dari kontrol, dan konsentrasi 5% (A1) 6,77% lebih banyak dari kontrol. Scallion are one of the horticultural plant commodities that are suitable for intensive development in Indonesia, especially in Tarakan, North Kalimantan Province. However, lts productivity tended to decline in 2016-2017. An alternative that can be done to increase its productivity is to use liquid organic fertilizer (POC) N. mirabillis. This study aims to determine: (1) the response to growth and yield of scallions based on the application of liquid organic fertilizer of N. mirabillis. (2) the concentration of liquid organic fertilizer N. mirabillis which can increase the growth and yield of scallions. This research was conducted from January to September 2019, in the farmer's land in Kampung Satu skip Kec. Central Tarakan, Tarakan City. The research method used was a non-factorial randomized block design (RBD) consisting of 5 treatments and 5 replications in order to obtain 25 experimental units, with concentrations of A0: 0%, A1: 5%, A2: 10%, A3: 20%, and A4: 40%. The results showed that the application of liquid organic fertilizer to N. mirabillis had a significant effect on the number of leaves and had no significant effect on plant height, number of tillers, and wet weight of the plants. Application of liquid organic fertilizer N. mirabillis with a concentration of 10% (A2) resulted in 11.86 leaves or 32.86% more leaves than control, 8.86 pieces, a concentration of 20% (A3) 11.72 or 32.27% more than the control of 8.86 strands, the concentration of 40% (A4) 10.88 or 22.80% more than the control of 8.86, and the concentration of 5% (A1) 9.46 leaves or 6.77% a lot more out of control.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ilham Setiawan. 15201010026. 2020. Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Limbah Ikan terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Daun (Allium Fistulosum L). Dibimbing oleh Ibu Dr. Mardhiana, S. Hut., MP. Fakultas Pertanian, Universitas Borneo Tarakan. Hasil produksi tanaman bawang daun pada tahun 2013 sampai dengan tahun 2017 cenderung menurun. Produksi pada tahun 2013 yaitu sebesar 100.508 ton, pada tahun 2016 sebesar 91.362 ton dan pada tahun 2017 sebesar 86.999 ton. Data tersebut menunjukkan bahwa banyak masalah yang dihadapi oleh petani bawang daun yang menyebabkan produksi bawang daun menurun, penyebab menurunnya produksi bawang daun antara lain pemupukan dan serangan dari hama penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian POC limbah ikan serta mendapatkan dosis terbaik dalam pemberian pupuk organik cair limbah ikan terhadap tanaman bawang daun (Allium Fistulosum L) untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi tanaman bawang daun. Penelitian telah dilaksanan pada bulan Januari 2020 sampai dengan Maret 2020 di JL Ppabri, Kp. Satu Skip, Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Metode yang digunanakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan. Hasil penelitian menujukkan pemberian perlakuan POC limbah ikan tidak memberikan pengaruh yang nyata pada tiap-tiap parameter pengamatan. Pada jumlah daun nilai rata-rata terbanyak pada umur 52 HST terletak pada perlakuan E dengan konsentrasi 50% POC limbah Ikan + 500 mL air yaitu 12,44 helai. Pada tinggi tanaman rata-rata tertinggi dihasilkan pada perlakuan E 50% POC limbah Ikan + 500 mL air yaitu 27.60 cm pada parameter jumlah anakan, berat basah dan berat kering angin perlakuan E 50% POC limbah ikan + 500 mL air cenderung memilki rata-rata yang terbaik pada tiap-tiap parameter pengamatan dibandingkan dengan perlakuan yang lainnya.