ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kualitas mikroorganisme lokal (mol) kulit nanas dan mikroorganisme lokal (mol) limbah ikan sebagai bioaktivator dalam menguraikan limbah organik sayuran serta mengetahui mikroorganisme lokal (mol) yang lebih efektif digunakan sebagai bioaktivator dalam mempercepat proses penguraian limbah organik sayuran. Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimental dengan memberikan 4 perlakuan penambahan bioaktivator mol kulit nanas (P1), mol limbah ikan (P2), mol kulit nanas + mol limbah ikan (P4), serta menggunakan kontrol (P0) sebagai pengendali perlakuan. Analisis data yaitu Uji Prasyarat (Uji Normalitas dan Uji Homogenitas), Uji Hipotesis (Anova Satu Arah) dan Uji Lanjut (Duncan). Parameter yang diukur meliputi suhu, pH, tekstur, warna, dan bau. Berdasarkan hasil pengamatan, kompos dengan penambahan bioaktivator mol kulit nanas membutuhkan waktu 19-21 hari untuk matang, sedangkan kompos dengan bioaktivator mol limbah ikan memerlukan waktu 23-27 hari. Uji statistik menggunakan metode One Way Analiysis of Variance (ANOVA) dengan tingkat signifikansi α 0,05 menunjukkan adanya perubahan yang signifikan antara kedua jenis bioaktivator. Dari parameter yang dianalisis, kompos dengan penambahan mol kulit nanas menunjukkan hasil yang lebih efektif dibandingkan dengan kompos yang menggunakan mol limbah ikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ilham Setiawan. 15201010026. 2020. Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Limbah Ikan terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Daun (Allium Fistulosum L). Dibimbing oleh Ibu Dr. Mardhiana, S. Hut., MP. Fakultas Pertanian, Universitas Borneo Tarakan. Hasil produksi tanaman bawang daun pada tahun 2013 sampai dengan tahun 2017 cenderung menurun. Produksi pada tahun 2013 yaitu sebesar 100.508 ton, pada tahun 2016 sebesar 91.362 ton dan pada tahun 2017 sebesar 86.999 ton. Data tersebut menunjukkan bahwa banyak masalah yang dihadapi oleh petani bawang daun yang menyebabkan produksi bawang daun menurun, penyebab menurunnya produksi bawang daun antara lain pemupukan dan serangan dari hama penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian POC limbah ikan serta mendapatkan dosis terbaik dalam pemberian pupuk organik cair limbah ikan terhadap tanaman bawang daun (Allium Fistulosum L) untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi tanaman bawang daun. Penelitian telah dilaksanan pada bulan Januari 2020 sampai dengan Maret 2020 di JL Ppabri, Kp. Satu Skip, Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Metode yang digunanakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan. Hasil penelitian menujukkan pemberian perlakuan POC limbah ikan tidak memberikan pengaruh yang nyata pada tiap-tiap parameter pengamatan. Pada jumlah daun nilai rata-rata terbanyak pada umur 52 HST terletak pada perlakuan E dengan konsentrasi 50% POC limbah Ikan + 500 mL air yaitu 12,44 helai. Pada tinggi tanaman rata-rata tertinggi dihasilkan pada perlakuan E 50% POC limbah Ikan + 500 mL air yaitu 27.60 cm pada parameter jumlah anakan, berat basah dan berat kering angin perlakuan E 50% POC limbah ikan + 500 mL air cenderung memilki rata-rata yang terbaik pada tiap-tiap parameter pengamatan dibandingkan dengan perlakuan yang lainnya.